Loading...
Logo TinLit
Read Story - Cinta Tau Kemana Ia Harus Pulang
MENU
About Us  

             Siang hari di Menara Eiffel begitu terasa sangat dingin karena memang disana sedang musim dingin. Sekian banyak orang yang wara-wiri mereka terlihat seragam memakai jaket tebal dengan sarung tangan tebal juga lengkap dengan topi musim dingin. Sedari tadi tiara sibuk menggosok-gosok kedua telapak tangannya karena ia sangat merasa kedinginan karena belum terbiasa dengan suhu sedingin itu di Perancis. Ketika kedua tangannya sibuk menggosok-gosokkan keduanya supaya terasa hangat, tapi matanya tak henti memandangi dengan sejuta rasa kagum Menara Eiffel yang secara nyata kini ada di depannya. Bahkan tak sedikitpun ia berhenti tersenyum-senyum sambil memandangnya.

“Kak.. kakak tau ngak apa yang menarik dari menara eiffel?.”

“ emm.. apa ya.. menurut kakak ngak ada sih, lagian apa yang menarik, ini kan Cuma bangunan besi yang ngak menarik sama sekali.”

“ iiihhh.. kakak nih ya ngak tau nilai seni, coba deh sekarang kakak liat menara eiffel itu kan tinggi bahkan tingginya ngak bisa dihitung sama jemari, dan aku memandang menara itu kayak impian aku yang ngak pernah terukur seberapa tingginya, tapi yang jelas setinggi apapun menara  itu pasti akan bisa aku gapai seperti mimpiku.” (tiara tersenyum lebar sambil terus memandangi menara impiannya itu)

Tangannya ia acungkan kelangit kedua jari telunjuk dan ibu jari ia satukan menjadi satu yang saling berhadapan atas dan bawah hingga membentuk sudut persegi panjang. Dengan bangga ia mengacungkan kedua tangannya yang di ujung jari sudah membentuk persegi panjang ke angkasa mengarah tepat ke puncak menara itu. Seperti seorang fotografer profesional yang sedang membidik sasarannya. Dengan senyum manisnya juga dengan berjuta rasa kagum ia memandangi menara itu, dan menganggap menara impiannya yang harus ia gapai.

            Seminggu telah berlalu dengan begitu cepatnya. Banyak cerita manis yang terukir antara adik dan kakak itu di langit Paris, semakin hari senyuman diwajah tiara semakin lebar menandakan bahwa ia makin bahagia. Hingga tiba saat yang sudah dinanti-nantikan oleh Tiara selama bertahun-tahun yaitu menerbitkan novel karangannya, yang sudah ia idam-idamkan selama hidupnya. Dari kecil tiara sangat mencintai dunia mengarang termasuk mengarang cerpen, cerbung, puisi, esai, atau artikel-artikel lainnya. Bahkan, sejak ia kecil ia sudah banyak menorehkan prestasi di bidang mengarang. Hingga saat ini kurang lebih tiara sudah menulis lebih dari puluhan cerpen karangannya, tapi baru kali ini ia ingin mencoba hal baru yaitu menulis Novel. Sebenarnya kalau ia mau, ia tak perlu jauh-jauh ke Perancis untuk menerbitkan novelnya, karena mengingat prestasi yang sudah di torehkan olehnya di Indonesia, bahkan ia juga sudah sering menulis di majalah atau media cetak lainnya. Namun karena bakat dan impiannya yang tinggi ia tidak mau hanya di anggap kupu-kupu dalam kepompong. Ia ingin mengepakkan sayapnya lebih lebar lagi di Dunia Internasional. Itulah sebabnya ia terus berusaha menarik para penerbit luar negeri agar mau menerbitkan karyanya. Karena bila karya yang berhasil di terbitkan adalah terbitan luar negeri seperti Perancis itu akan menambah nilai plus karyanya. Dan ia akan lebih mudah memijakkan kaki  di Dunia Internasional seperti mimpinya selama ini menjadi penulis profesional di Dunia.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Half Moon
1262      720     1     
Mystery
Pada saat mata kita terpejam Pada saat cahaya mulai padam Apakah kita masih bisa melihat? Apakah kita masih bisa mengungkapkan misteri-misteri yang terus menghantui? Hantu itu terus mengusikku. Bahkan saat aku tidak mendengar apapun. Aku kambuh dan darah mengucur dari telingaku. Tapi hantu itu tidak mau berhenti menggangguku. Dalam buku paranormal dan film-film horor mereka akan mengatakan ...
Cinta yang Berteduh di Balik Senja
2700      1530     3     
Fantasy
Di balik kabut emas Lembah Fengliu tempat senja selalu datang lebih pelan dari tempat lain dua orang duduk bersisian, seolah dunia lupa bahwa mereka berasal dari dua keluarga yang saling membenci sejak tujuh generasi silam. Aurelia Virelle, putri dari Klan Angin Selatan, dikenal lembut dan berkelas. Kecuali saat dia lapar. Di saat-saat seperti itu, semua aura anggun luntur jadi suara perut ker...
Pisah Temu
1249      705     1     
Romance
Jangan biarkan masalah membawa mu pergi.. Pulanglah.. Temu
The Best I Could Think of
630      471     3     
Short Story
why does everything have to be perfect?
Kamu&Dia
357      288     0     
Short Story
Ku kira judul kisahnya adalah aku dan kamu, tapi nyatanya adalah kamu dan dia.
kekasihku bukan milikku
1345      702     3     
Romance
Dear You
17292      3795     14     
Romance
Ini hanyalah sedikit kisah tentangku. Tentangku yang dipertemukan dengan dia. Pertemuan yang sebelumnya tak pernah terpikirkan olehku. Aku tahu, ini mungkin kisah yang begitu klise. Namun, berkat pertemuanku dengannya, aku belajar banyak hal yang belum pernah aku pelajari sebelumnya. Tentang bagaimana mensyukuri hidup. Tentang bagaimana mencintai dan menyayangi. Dan, tentang bagai...
Salju di Kampung Bulan
2316      1121     2     
Inspirational
Itu namanya salju, Oja, ia putih dan suci. Sebagaimana kau ini Itu cerita lama, aku bahkan sudah lupa usiaku kala itu. Seperti Salju. Putih dan suci. Cih, aku mual. Mengingatnya membuatku tertawa. Usia beliaku yang berangan menjadi seperti salju. Tidak, walau seperti apapun aku berusaha. aku tidak akan bisa. ***
Flyover
549      407     0     
Short Story
Aku berlimpah kasih sayang, tapi mengapa aku tetap merasa kesepian?
No Longer the Same
3065      2168     1     
True Story
Sejak ibunya pergi, dunia Hafa terasa runtuh pelan-pelan. Rumah yang dulu hangat dan penuh tawa kini hanya menyisakan gema langkah yang dingin. Ayah tirinya membawa perempuan lain ke dalam rumah, seolah menghapus jejak kenangan yang pernah hidup bersama ibunya yang wafat karena kanker. Kakak dan abang yang dulu ia andalkan kini sibuk dengan urusan mereka sendiri, dan ayah kandungnya terlalu jauh ...