Loading...
Logo TinLit
Read Story - Be My Girlfriend?
MENU
About Us  

"I see your face in every crowd"
•••
Vina's pov
Sangat tidak terasa, Elyxion hampir berakhir. Saatnya EXO menaiki 'kereta' dan berkeliling venue, mendekat dengan EXOL.
Nada lagu Don't Go pun mulai keluar memenuhi venue.
Kereta Nini dan Kyungsoo oppa pun mulai berjalan berlahan. Ia menyapa EXOL dan melihat wajah mereka satu persatu sambil tersenyum.
Kereta mereka semakin mendekat dan EXOL yang berada dekat denganku langsung siaga satu. Mereka berebutan mengulurkan tangannya, minta bersalaman atau minta souvenir bola + tanda tangan.
Kai oppa melihatku, dan membisikkan sesuatu pada Kyungsoo oppa. Mata Kyungsoo oppa langsung mencari-cari di tengah keramaian.
Dia melihatku.
Dia tersenyum padaku tanpa mengalihkan pandangannya pada yang lain. Ia sempat melambaikan tangannya secara singkat, setelah ia tau aku tidak membalasnya.
Ia tetap tersenyum padaku.
Kok aku jahad ya.
Sampai kedepanku, ia sengaja menyalami tanganku, sampai aku tau dia memberiku sesuatu.
Ia tersenyum sambil bernyanyi dengan pandangan matanya yang masih terkunci dengan mataku.
Aku tidak tau harus berbuat apa. Aku bahkan lupa sesaat aku masih mempunyai otot-otot wajah untuk menggerakkan bibirku atau setidaknya, tersenyum.
Untungnya tidak ada yang curiga, yang lain sibuk mengulur-ngulurkan hpnya, berharap Kyungsoo atau Kai oppa mengambilnya dan berfoto di hp itu.
Seiring berjalannya kereta tersebut, mereka pun berlalu.
EXOL di sekitarku masih riuh karena sebentar lagi kereta Chanyeol dan Xiumin Oppa.
Aku memanfaatkan keributan itu dengan membuka kertas yang diberikan Kyungsoo oppa.
1485, tonight. I'll wait for you.
Aku menutup kembali kertas itu dan mendapati kartu kamar hotel.
Haruskah aku pergi?
Tapi dia menungguku. Aku tidak mungkin membiarkannya..
Ini benar-benar berbahaya. Semakin aku mendekatinya, semakin aku tidak mau melepasnya. Aku mencintai Kyungsoo oppa.
Tapi aku tidak boleh menunjukkannya.. Dia tidak baik bersamaku. Kita tidak bisa bersama, walaupun itu cuma teman.
Benar kata Haneulssi, it won't work.
Aku harus bertemu dengannya, berbicara padanya, lalu kami akan berpisah.
Memang seharusnya begitu.
Elyxion yang sudah berbulan-bulan kutunggu akhirnya berakhir. EXOL, termasuk aku mulai keluar satu persatu dengan tertib.
Aku pamit dengan teman-temanku, beralasan bahwa ada urusan yang harus segera kuurus dengan editor.
Aku berjalan ke mobilku dan langsung menuju hotel yang dimaksud Kyungsoo oppa.
•••
Kyungsoo's pov
Akhirnya Elyxion di Indonesia selesai juga. Aku dan para member lainnya menuju ruangan dan bersiap-siap untuk pulang ke hotel.
"Hyung, berterimakasihlah padaku." Jongin melihatku dengan ekspresinya yang bangga.
Dia kadang memang berguna.
"Terimakasih. Nanti kumasakkan sesuatu yang enak di Korea nanti." Aku menepuk pundaknya dan tersenyum puas.
Berkat Jongin, aku bisa melihat Vina dan berhasil memberikan kunci hotel itu secara paksa.
"Kau sudah bertemu Vina, Kyungsoo-ya?" Lay hyung melihatku memperlihatkan sedikit lesung pipinya.
Ngomong-ngomong soal Lay, Lay hyung baru kali ini mengikuti Elyxion karena sebelumnya ia terhalang oleh jadwal yang sangat padat di tempat kelahirannya.
"Iya, Hyung. Setelah ini, aku mau bertemu dengannya." Tanpa sadar aku tersenyum lebar menunjukkan gigi-gigiku.
"Selamat Kyungsoo-ya~ kami akan selalu mendukungmu!" Xiumin Hyung memberiku semangat dengan mengepalkan tangannya dan berseru fighting!
"Lagipula kami tidak suka Hyeri, hyung. Agresif. Tangannya nakal." Sehun memperagakan gerakan Hyeri yang sempat memeluk mereka kemarin.
Kami pun tertawa bersama.
Setelah kami siap untuk pulang ke hotel, tiba-tiba pintu terbuka dengan kasar.
Lee Hyeri datang dengan Haneul hyung yang mengekor di belakang.
"YA!! Apa maksudmu tadi?? Yang kau maksud itu Vina?! Skandalmu itu harusnya bersamaku! Bukan gadis yang biasa seperti dia!! Aku sampai menyuruh orang untuk memotret kita di depan cafe waktu itu!" Dia mendorongku dengan penuh amarah, tapi aku menahannya sehingga aku tidak jatuh.
Dia memotret kejadian didepan cafe itu? Sudah gila..
"Kau memotret apa?" Tanyaku memastikan
"Lihat saja!" Dia merogoh tasnya dan memberikan beberapa foto yang ia temukan.
Foto-foto ini ketika ia memelukku, mengancingkan lengannya di leherku dan menciumku! Tidak mungkin ini akan disebar di media, kan?
Pintar sekali, angle di foto-foto ini hanya memperlihatkan mukaku, tanpa menunjukkan muka Hyeri sedikit pun.
Suho hyung yang melihatku terpaku melihat foto-foto itu melangkah kedepanku menghadap Hyeri.
"Hyerissi, biarkan Kyungsoo sendiri. Lagipula, urusan kalian sudah selesai, kan? Kenapa kau harus ikut campur di urusan pribadinya?" Suho hyung berkata sambil membentangkan tangannya seakan melindungiku. Super leader hyung.
"Hah! KIM JUNMYEONSSI, kenapa juga kau harus melindungi orang ini?! Kau lupa, aku ini cinta pertamanya! Dan sekarang aku masih mencintainya! Lihat saja, dia juga masih mencintaiku! Jawab, Kyungsoo!" Hyeri melihatku dengan melotot. Untung bola matanya tidak copot.
"Hyerissi, Kau yang menolak Kyungsoo berapa tahun yang lalu. Harusnya kau ingat itu."
"Kyungsoo hanya menghargaimu sebagai teman tidak lebih."
"Gara-gara ucapanmu dulu, Kyungsoo hyung berubah."
"Sebaiknya anda keluar, Hyerissi."
Satu persatu dari mereka mulai maju kedepanku dan menatap Hyeri dengan dingin.
Hyeri yang tidak percaya kejadian itu terjadi padanya menghentakkan kakinya marah dan berteriak.
"Lihat saja, Kyungsoo-ya! Kau akan menyesal!" Ia lalu mendorong Haneul hyung dan keluar dari ruangan.
Haneul hyung yang tidak berbuat apa-apa, hanya menatapku.
"Kyungsoo-ya, setelah ini, foto-foto itu akan tersebar di media. Dan setelah itu namamu akan bersih, lagi. Yah, walaupun pasti ada yang marah karena kau dekat dengan wanita lain, tapi percayalah dengan EXOL." Haneul Hyung berjalan mendekatiku dan menghela nafasnya.
"Saranku, kau jangan lagi dekat dengan siapapun, termasuk Vina.."
Maaf hyung, kalau itu aku tidak bisa.
"Dan berhati-hatilah. Tampaknya, Hyeri benar-benar ingin membuatmu menyesal.."

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Renafkar
10216      2205     5     
Romance
Kisah seorang gadis dan seorang lelaki, yakni Rena dan Afkar yang sama-sama saling menyukai dalam diam sejak mereka pertama kali duduk di bangku SMA. Rena, gadis ini seringkali salah tingkah dan gampang baper oleh Afkar yang selalu mempermainkan hatinya dengan kalimat-kalimat puitis dan perlakuan-perlakuan tak biasa. Ternyata bener ya? Cewek tuh nggak pernah mau jujur sama perasaannya sendiri....
LASKAR BIRU
8980      2857     6     
Science Fiction
Sebuah Action Science-Fiction bertema Filsafat tentang persepsi dan cara manusia hidup. Tentang orang-orang yang ingin membuat dunia baru, cara pandang baru, dan pulau Biru. Akan diupdate tiap hari yah, kalau bisa. Hehehe.. Jadi jangan lupa dicek tiap malamnya. Ok?
If These Insomniac Eyes Were Also My Third
161      65     1     
Horror
Bagaimana perasaanmu jika tidak bisa tidur di malam hari? Atau bahkan, tidak bisa tidur berhari - hari. Kadang, kamu juga bisa lupa kalau hari ini belum sempat tidur. ya, penyakit insomnia itu perlahan mengganggu kehidupan milik cewek bernama Putih. Putih juga dikelilingi oleh banyak kenalan yang memiliki mata batin, kemampuan mereka melihat mahluk tak kasat mata. Berbeda dengan Putih, ia...
Petualang yang bukan petualang
2589      1304     2     
Fantasy
Bercerita tentang seorang pemuda malas bernama Ryuunosuke kotaro yang hanya mau melakukan kegiatan sesuka kehendak nya sendiri, tetapi semua itu berubah ketika ada kejadian yang mencekam didesa nya dan mengharuskan dia menjadi seorang petualang walupun dia tak pernah bermimpi atau bercita cita menjadi seorang petualang. Dia tidaklah sendirian, dia memiliki sebuah party yang berisi petualang pemul...
Berawal dari Hujan (the story of Arumi)
1228      695     1     
Inspirational
Kisah seorang gadis bernama Arumi Paradista, menurutnya hujan itu musibah bukan anugerah. Why? Karena berawal dari hujan dia kehilangan orang yang dia sayang. Namun siapa sangka, jika berawal dari hujan dia akan menemukan pendamping hidup serta kebahagiaan dalam proses memperbaiki diri. Semua ini adalah skenario Allah yang sudah tertulis. Semua sudah diatur, kita hanya perlu mengikuti alur. ...
A & B without C
408      347     0     
Romance
Alfa dan Bella merupakan sepasang mahasiswa di sebuah universitas yang saling menyayangi tanpa mengerti arti sayang itu sendiri.
Bisikan yang Hilang
195      172     3     
Romance
Di sebuah sudut Malioboro yang ramai tapi hangat, Bentala Niyala penulis yang lebih suka bersembunyi di balik nama pena tak sengaja bertemu lagi dengan Radinka, sosok asing yang belakangan justru terasa akrab. Dari obrolan ringan yang berlanjut ke diskusi tentang trauma, buku, dan teknologi, muncul benang-benang halus yang mulai menyulam hubungan di antara mereka. Ditemani Arka, teman Radinka yan...
Thantophobia
1666      993     2     
Romance
Semua orang tidak suka kata perpisahan. Semua orang tidak suka kata kehilangan. Apalagi kehilangan orang yang disayangi. Begitu banyak orang-orang berharga yang ditakdirkan untuk berperan dalam kehidupan Seraphine. Semakin berpengaruh orang-orang itu, semakin ia merasa takut kehilangan mereka. Keluarga, kerabat, bahkan musuh telah memberi pelajaran hidup yang berarti bagi Seraphine.
Dua Sisi
9449      2476     1     
Romance
Terkadang melihat dari segala sisi itu penting, karena jika hanya melihat dari satu sisi bisa saja timbul salah paham. Seperti mereka. Mereka memilih saling menyakiti satu sama lain. -Dua Sisi- "Ketika cinta dilihat dari dua sisi berbeda"
Rasa yang Membisu?
2384      1136     4     
Romance
Menceritakan 4 orang sahabatnya yang memiliki karakter yang beda. Kisah cerita mereka terus terukir di dalam benak mereka walaupun mereka mengalami permasalahan satu sama lain. Terutama kisah cerita dimana salah satu dari mereka memiliki perasaan terhadap temannya yang membuat dirinya menjadi lebih baik dan bangga menjadi dirinya sendiri. Pertemanan menjadikan alasan Ayu untuk ragu apakah pera...