Loading...
Logo TinLit
Read Story - Anikala
MENU
About Us  

Pendingin ruangan di dalam kamar Kala tiba-tiba tidak menyala. Dikarenakan udara saat malam hari di bulan Mei ini cukup panas, mau tidak mau Kala terusik dari tidurnya. Lampu di kamar Kala masih padam, otomatis Kala harus bangkit dari tempat tidur untuk menekan saklar agar lampu kamarnya menyala.

Kala membuka sedikit jendala kamar agar udara malam masuk ke dalam kamar. Belum ada lima menit Kala membuka jendela. Pendengaran Kala terusik dengan suara seseorang yang sepertinya tidak asing baginya. Kala terkejut ketika ia melihat sosok itu, ternyata memang benar yang dikatakan bunda nya. Ada seorang anak sepantaran dengan nya tinggal di samping rumah. Yang Kala pikir rumah itu tidak berpenghuni, lantaran sang pemilik rumah jarang berada di rumah.

"Andra gak mau tinggal sama mama lagi! Biar Andra yang nentuin pilihan Andra. Andra mau tinggal sama papa di sini!" Andra menghempaskan tangan mungil yang sudah cukup keriput itu yang sudah dipasti itu adalah—mama nya Andra.

"Kamu udah berani ngebantah sama mama ya!" Andra menghela napas.

"Ya udah kalau itu keputusan kamu. Kalau sampai nanti terjadi apa-apa dengan kamu. Entah kamu jadi pelampiasan kemarahan papa saat mabuk, jangan adu ke mama!"

Wanita itu pun pergi dengan bahu naik turun, ia berusaha meredam amarah. Andra hanya bisa tertegun memandang punggung mamanya. Yang saat ini sudah masuk ke dalam taksi.

Kala yang saat itu tanpa sengaja melihat kejadian itu, memandang Andra nanar. Kala merasa iba melihat Andra. Kala tahu pasti berat dan sakit menjalani hidup dengan kedua orang tua yang sudah berpisah.

Pantas saja Andra jarang masuk sekolah. Ia sering membolos, sekalinya masuk Andra selalu tidur di kelas. Andra pun selalu datang terlambat setelah lima belas menit bel masuk berbunyi. Tidak jarang juga Kala melihat Andra dihukum oleh guru piket dikarenakan terlambat datang ke sekolah.

Meskipun begitu, Andra termasuk jajaran siswa yang difavoritkan para cewek-cewek. Ia memiliki mata bulat nan tajam, alis tebal, bulu mata lentik. Bibirnya tipis, kecil ia jarang sekali tersenyum, namun sekali Andra tersenyum.

Senyuman itu berkilat menampilkan wajah tengil. Meskipun begitu hal tersebut terlihat mengemaskan Dimata cewek-cewek. Belum lagi rambut poni yang diatur mengulung ke kanan bergelombang, ketika Andra menyugar rambutnya. Kulit sawo matang, lalu badanya jangkung terlihat berisi. Dan jangan lupakan lesung dipipinya yang membuat Andra semakin terlihat memesona tidak salah ia dijuluki "si hitam manis."

Saat Kala sedang asik memandangi Andra. Tiba-tiba saja cowok itu, mengarahkan pandangannya ke atas ke arah Kala. Merasa tertangkap basah sedang memperhatikan Andra. Kala  cepat-cepat menutup kaca jendela kamar dan mengulung diri di dalam selimut.

"Aduh.... Bodoh, bodoh, bodoh...." gerutu Kala.

***


Andra melangkahkan kaki masuk ke dalam rumah menuju ruang tidurnya. Sampai di kamar, Andra bukannya tidur tetapi ia malah memandang kosong ke arah jendela tetangganya. Andra berada di balkon rumah kamar, ia kini masih terus memandangi balkon kamar tetangga yang letaknya sangat dekat dengan balkon rumah. Jarak rumah yang saling bersisian tidak mengherankan jika Andra hanya tinggal memanjat dan melompat sedikit saja mungkin ia telah sampai pada balkon rumah tetangganya itu.

"Abang, bisa pelan-pelan gak nyetir nya?" tanya Kala disela Aksa—abangnya asik  menyelinap dan menyalip beberapa kendaraan.

Kala masih merasa dibuat tegang dan jantungnya berdegup kencang saat Aksa masih saja tak mendengarkan omongan nya. Kala semakin berpegangan erat pada kedua bahu Aksa.

"Abang! Pelan-pelan!"

"Beriisik babget lo, Kal. Udah diem aja ga usah komen!" sentak Aksa.

Aksa kembali menaik gas motornya bahkan lebih cepat. Dan ketika hendak sampai Aksa dengan arogannya memegang rem dengan mendadak. Membuat dahi Kala terbentur  helm Aksa.

"Aduh," lirih Kala sembari memegangi dahi.

"Turun Lo cepet!" desak Aksa.

"Tapi belum sampai sekolah, bang?"

"Manja banget Lo! Tinggal jalan dikit doang! Udah turun cepet!" Kala mencebikkan bibirnya. Mau tidak mau Kala pun menuruti perintah Aksa.

"Udah gua bilang jadi orang tuh mandiri! Jangan apa-apa gua. Pulang sendiri berangkat sendiri, kek!" pekik Aksa, ia menatap tajam Kala. "Lo, ganggu tidur pagi gua!bye!"

Setelah itu, Aksa dengan cepat melesat pergi hilang dari pandangan Kala. Kala mendengus sebal.

"Hei!" ucap seseorang.

"Mau bareng sampai sekolah?" tutur seseorang itu pada Kala.

Spontan Kala menoleh ke arah sumber suara. Mendapati seorang anak cowok dengan seragam yang sama dengan nya. Cowok itu terlihat tidak asing dimata Kala.

"Hei? Mau bareng sampai sekolah?" ucapnya untuk kedua kali menawarkan Kala tumpangan.

Cowok itu menggoyangkan tangan kanannya di depan wajah Kala yang terlihat melamun. Ia memiringkan kepalanya. Kala pun tersadar dari lamunan mengedipkan kedua bola matanya berkali-kali.

"E... engga, makasih kak. Aku jalan kaki aja. Lumayan olahraga pagi," pungkas Kala.

"Benaran nih? Biasanya kalau pagi ada angsa yang suka nyosor gitu di ujung jalan sana."

Kala terdiam sejenak menganalisis ucapan cowok itu. Kala menatap cowok itu dan berkata, "beneran ada soang?"

Cowok itu menjawab pertanyaan Kapan dengan anggukan. Kala sangat takut dengan hewan bernama angsa atau soang. Karena ia memiliki pengalaman pribadi yang buruk dengan hewan itu.

"Boleh kak, aku numpang ya."

Kala dengan ragu-ragu menaiki motor cowok tersebut. Setelah memastikan Kala sudah benar-benar duduk di kursi belakang. Reandra atau Andra—cowok yang memberikan tumpangan pada Kala, melajukan motornya. Tidak ada percakapan sama sekali diantara mereka. Perjalanan berlanjut tidak lama hanya sekitar lima belas menit untuk sampai dari ujung jalan menuju sekolah.

Kala turun dari motor Andra setelah sampai di parkiran. Andra melirik sekilas Kala, usai mengambil kunci motornya dan memasukkan ke dalam saku baju.

"Ayo," ajak Andra yang melihat Kala masih berdiri di depan parkiran. Mereka berjalan beriringan. Beberapa pasang mata sesekali melirik kearah Andra dan Kala.

"Makasih ya, Kak. Maaf ngerepotin," kata Kala.

Andra mengangguk kan kepalanya. "Sama-sama. Engga kok ga ngerepotin sama sekali," jawab Andra.

"Btw jangan panggil gua, Kak. Kita seumuran," lanjut Andra.

Andra menghela nafas. Ia mengulurkan tangannya seraya berkata, "Kenalin gua Reandra. Lo bisa panggil gua Andra."

Kala menghentikan langkahnya. Tatapan Kala jatuh pada rambut hitam Andra yang berantakan dan baju sekolah yang tidak beraturan. Dua kancing baju yang tidak dikancing sehingga memperlihatkan kaos putih, baju seragam yang keluar dan dasi yang tidak rapi.

Kala mengulurkan tangannya menyambut tangan Andra dengan senyuman. "Salam kenal Andra  Aku, Anikala. Kamu bisa panggil aku Kala."

Setelah itu, mereka masuk ke dalam sekolah. Bersalaman dengan beberapa guru yang sudah berdiri menyambut murid-murid. Usai bersalaman dengan guru Banu dan Kala lanjut berjalan memasuki lorong sekolah. Mereka berpisah sesudah menaiki tangga. Banu berbelok ke arah kanan dan Kala berbelok ke arah kiri.

"Dah Kala," ujar Andra.

Kejadian itu adalah pertama kalinya Andra berkenalan dengan cewek yang bernama Kala. Hari itu juga merupakan saat pertama kali Andra masuk SMA untuk menjalani masa orintasi siswa atau MOS. Dan saat pembagian kelas ternyata Andra berada di kelas yang sama dengan Kala. 

Ketika itu juga, bangku yang masih kosong adalah bangku di sebelah Kala. Sejak saat itu Andra  sudah menjadi teman sebangku Kala. Dan kini, di kelas sebelas pun Kala menjadi teman sebangku nya lagi bahkan sekarang menjadi tetangganya. Namun, tidak banyak hal yang Andra tau tentang Kala.

Kala cewek yang sangat irit bicara seakan suaranya takut kehabisan bahan bakar. Tidak banyak orang yang mengenalnya termasuk segala teka-teki dihidupnya.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
The First
604      454     0     
Short Story
Aveen, seorang gadis19 tahun yang memiliki penyakit \"The First\". Ia sangatlah minder bertemu dengan orang baru, sangat cuek hingga kadang mati rasa. Banyak orang mengira dirinya aneh karena Aveen tak bisa membangun kesan pertama dengan baik. Aveen memutuskan untuk menceritakan penyakitnya itu kepada Mira, sahabatnya. Mira memberikan saran agar Aveen sering berlatih bertemu orang baru dan mengaj...
Love after die
540      376     2     
Short Story
"Mati" Adalah satu kata yang sangat ditakuti oleh seluruh makhluk yang bernyawa, tak terkecuali manusia. Semua yang bernyawa,pasti akan mati... Hanya waktu saja,yang membawa kita mendekat pada kematian.. Tapi berbeda dengan dua orang ini, mereka masih diberi kesempatan untuk hidup oleh Dmitri, sang malaikat kematian. Tapi hanya 40 hari... Waktu yang selalu kita anggap ...
TENTANG WAKTU
2228      997     6     
Romance
Elrama adalah bintang paling terang di jagat raya, yang selalu memancarkan sinarnya yang gemilang tanpa perlu susah payah berusaha. Elrama tidak pernah tahu betapa sulitnya bagi Rima untuk mengeluarkan cahayanya sendiri, untuk menjadi bintang yang sepadan dengan Elrama hingga bisa berpendar bersama-sama.
Di Bawah Langit Bumi
6418      3665     87     
Romance
Awal 2000-an. Era pre-medsos. Nama buruk menyebar bukan lewat unggahan tapi lewat mulut ke mulut, dan Bumi tahu betul rasanya jadi legenda yang tak diinginkan. Saat masuk SMA, ia hanya punya satu misi: jangan bikin masalah. Satu janji pada ibunya dan satu-satunya cara agar ia tak dipindahkan lagi, seperti saat SMP dulu, ketika sebuah insiden membuatnya dicap berbahaya. Tapi sekolah barunya...
Abnormal Metamorfosa
2658      1043     2     
Romance
Rosaline tidak pernah menyangka, setelah sembilan tahun lamanya berpisah, dia bertemu kembali dengan Grey sahabat masa kecilnya. Tapi Rosaline akhirnya menyadari kalau Grey yang sekarang ternyata bukan lagi Grey yang dulu, Grey sudah berubah...Selang sembilan tahun ternyata banyak cerita kelam yang dilalui Grey sehingga pemuda itu jatuh ke jurang Bipolar Disorder.... Rosaline jatuh simpati...
JANJI 25
538      309     0     
Romance
Pernahkah kamu jatuh cinta begitu dalam pada seseorang di usia yang terlalu muda, lalu percaya bahwa dia akan tetap jadi rumah hingga akhir? Nadia percaya. Tapi waktu, jarak, dan kesalahpahaman mengubah segalanya. Bertahun-tahun setelahnya, di usia dua puluh lima, usia yang dulu mereka sepakati sebagai batas harap. Nadia menatap kembali semua kenangan yang pernah ia simpan rapi. Sebuah ...
Trip
1139      640     1     
Fantasy
Sebuah liburan idealnya dengan bersantai, bersenang-senang. Lalu apa yang sedang aku lakukan sekarang? Berlari dan ketakutan. Apa itu juga bagian dari liburan?
KILLOVE
6134      2222     0     
Action
Karena hutang yang menumpuk dari mendiang ayahnya dan demi kehidupan ibu dan adik perempuannya, ia rela menjadi mainan dari seorang mafia gila. 2 tahun yang telah ia lewati bagai neraka baginya, satu-satunya harapan ia untuk terus hidup adalah keluarganya. Berpikir bahwa ibu dan adiknya selamat dan menjalani hidup dengan baik dan bahagia, hanya menemukan bahwa selama ini semua penderitaannya l...
PurpLove
537      445     2     
Romance
VIOLA Angelica tidak menyadari bahwa selama bertahun-tahun KEVIN Sebastian --sahabat masa kecilnya-- memendam perasaan cinta padanya. Baginya, Kevin hanya anak kecil manja yang cerewet dan protektif. Dia justru jatuh cinta pada EVAN, salah satu teman Kevin yang terkenal suka mempermainkan perempuan. Meski Kevin tidak setuju, Viola tetap rela mempertaruhkan persahabatannya demi menjalani hubung...
Ksatria Dunia Hitam
796      565     1     
Short Story
Dia yang ditemui bersimbah darah adalah seorang ksatria dunia hitam yang kebetulan dicintainya