Loading...
Logo TinLit
Read Story - Jadi Diri Sendiri Itu Capek, Tapi Lucu
MENU
About Us  

Ada masa-masa di mana aku ngerasa…
aku ini nggak menarik.

Aku bukan orang yang selalu bikin ruangan jadi hidup.
Nggak selalu punya cerita lucu pas nongkrong.
Nggak pinter ngelawak di chat grup.
Bahkan seringnya… cuma jadi yang baca, bukan yang ngomong.

Dan aku sempat berpikir:
“Apakah aku membosankan?”

Dulu aku suka minder kalau lagi nongkrong bareng teman-teman.
Ada yang suaranya paling nyaring ketawa.
Ada yang jokes-nya selalu pecah.
Ada juga yang tiap datang, kayak bintang tamu yang semua orang tunggu.

Sedangkan aku?
Datang, duduk, senyum, dengerin, terus pulang.

Kadang mereka ngomong, “Eh, kamu kok diem aja sih?”

Aku cuma senyum,
padahal dalam hati pengin jawab, “Lagi ngelawan overthinking, kak.”

Waktu SMA, aku pernah jadi ketua kelas.
Bukan karena aku jago mimpin.
Tapi karena waktu pemilihan, semua orang iseng milih aku.
Dan waktu aku menang, mereka semua kaget. Termasuk aku sendiri.

Seminggu pertama, aku diem.
Nggak ngerti harus ngapain.
Teman-teman pada ketawa, “Wah, ketua kelas paling kalem sedunia.”

Tapi di minggu keempat, aku bikin daftar piket yang adil.
Bagi tugas kelompok rapi.
Dan guru wali kelasku bilang,
“Kamu mungkin nggak rame, tapi kamu bikin kelas jadi lebih tenang.”

Dan di situlah pertama kalinya aku sadar:

Aku mungkin nggak seru. Tapi aku bisa jadi penting.

Kadang kita ngerasa hidup kita kurang menarik karena kita ngebandingin diri sama orang lain yang kayaknya wah banget.
Tapi siapa bilang menarik harus selalu heboh?

Ada orang yang bisa bikin kita ketawa.
Ada juga orang yang bisa bikin kita tenang.

Dan jadi yang kedua… bukan berarti lebih rendah nilainya.

Aku pernah dekat sama seseorang yang katanya suka sama “yang beda dari yang lain.”

Tapi ternyata yang dimaksud “beda” itu… yang stylish, yang ramai, yang unik.

Sedangkan aku? Ya begini-begini aja. Pakai hoodie, celana training, dan isi kepalaku penuh monolog internal. Dikiranya misterius, padahal mah lagi mikir mau makan apa sore nanti.

Akhirnya dia bilang, “Kamu baik, tapi aku nyari yang lebih seru.”

Aku senyum, tapi dalam hati ngedumel,
“Emangnya aku Teh Botol, kudu manis dan menyegarkan?”

Tapi kejadian itu ngajariku satu hal penting:

Jangan berharap semua orang ngerti nilaimu.
Yang penting, kamu nggak lupa nilaimu sendiri.

Aku mulai pelan-pelan berhenti maksa jadi versi yang 'lebih seru'. Karena makin aku paksain, makin nggak nyaman. Kayak maksa pakai sepatu kekecilan—kelihatan keren, tapi bikin kaki lecet. Sekarang aku lebih milih jadi diri sendiri.
Yang mungkin nggak rame. Tapi jujur.
Yang mungkin nggak mencolok. Tapi tulus.
Yang mungkin nggak selalu lucu. Tapi selalu ada buat dengerin.

Dan itu cukup.

Temanku, Dina, pernah bilang:
“Lo tuh bukan center of attention, tapi lo center of comfort.”

Aku diem.
Ternyata jadi tempat nyaman buat orang lain… juga berharga.
Nggak semua orang pengin ditonton. Ada juga yang pengin dirangkul.

Dan kadang,
orang yang keliatan ‘biasa aja’, justru yang bisa bikin kita tenang di saat dunia ribut.

Aku mulai sadar, ternyata banyak dari kita yang merasa “nggak spesial”,
padahal justru keberadaan kita itu yang bikin suatu tempat jadi lengkap. Kamu tahu kan, di sebuah lagu ada nada tinggi dan nada rendah? Nah, coba bayangin kalau semua nada tinggi.
Capek, cuy. Nggak ada harmoni.

Dan kita-kita yang ‘nada rendah’ ini,
yang nggak banyak gaya, tapi tetap ngisi ruang.
Yang mungkin nggak banyak cerita, tapi hadir penuh arti.

Aku juga sadar…
jadi “nggak seru” itu bukan kekurangan.
Itu karakter.

Dan karakter bukan buat dibanding-bandingin, tapi buat dihargai.

Jadi kalau kamu kayak aku—yang kadang ngerasa diam, kalem, dan nggak menonjol—
tenang. Kamu penting.

Buktinya?
Coba bayangin nongkrong sama orang rame semua. Nggak ada yang dengerin.
Coba bayangin kerja bareng tim yang semua ngomong doang, nggak ada yang ngerjain.

Kita ini mungkin nggak teriak “Aku di sini!”,
tapi kita nunjukkin “Aku siap bantu.”

Dan itu… luar biasa.

Kadang, kita cuma butuh satu orang yang percaya sama kita. Dan orang pertama itu… harusnya diri kita sendiri.

Aku mulai pelan-pelan sayang sama diriku yang ‘nggak seru’.
Karena ternyata dia yang tahan duduk lama dengerin teman curhat.
Dia yang nggak banyak gaya, tapi bisa diandalkan.
Dia yang kalem, tapi selalu inget ulang tahun orang terdekat.
Dia yang nggak sering selfie, tapi selalu ingat motoin orang lain.

Dan sekarang aku bisa bilang:
jadi aku itu mungkin nggak seru…
tapi aku tetap penting.

Satu hal lucu yang aku pelajari dari hidup adalah…
kadang kita lebih dicintai karena hal-hal yang nggak kita sadari.

Aku pernah nanya ke temanku,
“Menurut kamu, apa hal kecil yang bikin kamu nyaman sama aku?”

Dia jawab,
“Lo tuh selalu inget aku suka teh manis hangat, bukan es teh.”

Hal sekecil itu. Tapi ternyata berkesan.

Jadi mulai sekarang,
jangan remehkan versi dirimu yang sederhana.
Karena bisa jadi… justru itu yang bikin orang lain ngerasa aman.

Kalau kamu lagi mikir,
“Kok aku nggak seseru dia ya?”
“Kok aku biasa banget?”
Coba pelan-pelan ganti pertanyaannya:

“Apa aku udah cukup jadi versi jujur dari diriku hari ini?”

Karena jadi jujur lebih penting dari jadi menarik.
Dan jadi tulus lebih kuat dari jadi lucu.

Di akhir hari, kita nggak akan diingat karena seberapa keras kita bersinar.
Tapi seberapa hangat kita pernah hadir buat orang lain.
Dan kadang… kehadiran itu cukup jadi bentuk cinta.

Jadi…
kalau kamu ngerasa jadi orang yang ‘nggak seru’,
ingat: kamu tetap penting.
Versimu sendiri, apa adanya.

Dan itu… udah cukup luar biasa.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (2)
  • juliartidewi

    Hobi nenek saya adalah membaca. Nenek saya biasa mendongeng sebelum tidur untuk saya. Ceritanya macam2. Nenek saya kreatif banget

    Comment on chapter Bab 24 : Diri Sendiri Nggak Selalu Estetik, Tapi Tetap Layak Dicintai
  • juliartidewi

    Berdasarkan prediksi saya, di masa depan, para penulis akan dihargai karena buku-buku adalah gizi untuk otak. Bukti: Nenek saya meninggal karena jatuh, bukan karena Dementia atau Alzheimer.

    Comment on chapter Bab 3 : Tiap Hari Pakai Topeng, Tapi Nggak Pernah Menang Oscar
Similar Tags
SABTU
11014      4115     14     
True Story
Anak perempuan yang tumbuh dewasa tanpa ayah dan telah melalui perjalanan hidup penuh lika - liku, depresi , putus asa. Tercatat sebagai ahli waris cucu orang kaya tetapi tidak merasakan kekayaan tersebut. Harus kerja keras sendiri untuk mewujudkan apa yang di inginkan. Menemukan jodohnya dengan cara yang bisa dibilang unik yang menjadikan dia semangat dan optimis untuk terus melanjutkan hidupn...
MAMPU
10421      3521     0     
Romance
Cerita ini didedikasikan untuk kalian yang pernah punya teman di masa kecil dan tinggalnya bertetanggaan. Itulah yang dialami oleh Andira, dia punya teman masa kecil yang bernama Anandra. Suatu hari mereka berpisah, tapi kemudian bertemu lagi setelah bertahun-tahun terlewat begitu saja. Mereka bisa saling mengungkapkan rasa rindu, tapi sayang. Anandra salah paham dan menganggap kalau Andira punya...
Heavenly Project
1835      1349     5     
Inspirational
Sakha dan Reina, dua remaja yang tau seperti apa rasanya kehilangan dan ditinggalkan. Kehilangan orang yang dikasihi membuat Sakha paham bahwa ia harus menjaga setiap puing kenangan indah dengan baik. Sementara Reina, ditinggal setiap orang yang menurutnya berhaga, membuat ia mengerti bahwa tidak seharusnya ia menjaga setiap hal dengan baik. Dua orang yang rumit dan saling menyakiti satu sama...
Menjadi Aku
1755      1230     1     
Inspirational
Masa SMA tak pernah benar-benar ramah bagi mereka yang berbeda. Ejekan adalah makanan harian. Pandangan merendahkan jadi teman akrab. Tapi dunia tak pernah tahu, di balik tawa yang dipaksakan dan diam yang panjang, ada luka yang belum sembuh. Tiga sahabat ini tak sedang mencari pujian. Mereka hanya ingin satu halmenjadi aku, tanpa takut, tanpa malu. Namun untuk berdiri sebagai diri sendi...
Kutu Beku
472      334     1     
Short Story
Cerpen ini mengisahkan tentang seorang lelaki yang berusaha dengan segala daya upayanya untuk bertemu dengan pujaan hatinya, melepas rindu sekaligus resah, dan dilputi dengan humor yang tak biasa ... Selamat membaca !
The Bet
19537      3808     0     
Romance
Di cerita ini kalian akan bertemu dengan Aldrian Aram Calton, laki-laki yang biasa dipanggil Aram. Seperti cerita klise pada umumnya, Aram adalah laki-laki yang diidamkan satu sekolah. Tampan? Tidak perlu ditanya. Lalu kalau biasanya laki-laki yang tampan tidak pintar, berbeda dengan Aram, dia pintar. Kaya? Klise, Aram terlahir di keluarga yang kaya, bahkan tempatnya bersekolah saat ini adalah mi...
Finding the Star
4335      2741     9     
Inspirational
"Kamu sangat berharga. Kamu istimewa. Hanya saja, mungkin kamu belum menyadarinya." --- Nilam tak pernah bisa menolak permintaan orang lain, apalagi yang butuh bantuan. Ia percaya kalau hidupnya akan tenang jika menuruti semua orang dan tak membuat orang lain marah. Namun, untuk pertama kali, ia ingin menolak ajakan Naura, sahabatnya, untuk ikut OSIS. Ia terlalu malu dan tak bisa bergaul ...
Ragu Mengaku atau Kita Sama-Sama Penuh Luka
0      0     0     
True Story
Ada cerita yang dibagi itu artinya diantara kita sering terjadi percakapan panjang, Lip? Disebut kebetulan tapi kita selalu bertemu dengan merancanakannya, Auw? Kita saling memberi nama baru, ingat tidak saat di atas pohon mangga? mendengar kata "pohon mangga" kita tertawa. Memanjat, duduk, mengunyah mangga sambil menikmati angin Bandung, dasar pencuri. Kalau pemiliknya datang kami baru berkata...
Dalam Waktu Yang Lebih Panjang
1585      1290     22     
True Story
Bagi Maya hidup sebagai wanita normal sudah bukan lagi bagian dari dirinya Didiagnosa PostTraumatic Stress Disorder akibat pelecehan seksual yang ia alami membuatnya kehilangan jati diri sebagai wanita pada umumnya Namun pertemuannya dengan pasangan suami istri pemilik majalah kesenian membuatnya ingin kembali beraktivitas seperti sedia kala Kehidupannya sebagai penulis pun menjadi taruhan hidupn...
FAYENA (Menentukan Takdir)
1970      1301     2     
Inspirational
Hidupnya tak lagi berharga setelah kepergian orang tua angkatnya. Fayena yang merupakan anak angkat dari Pak Lusman dan Bu Iriyani itu harus mengecap pahitnya takdir dianggap sebagai pembawa sial keluarga. Semenjak Fayena diangkat menjadi anak oleh Pak Lusman lima belas tahun yang lalu, ada saja kejadian sial yang menimpa keluarga itu. Hingga di akhir hidupnya, Pak Lusman meninggal karena menyela...