Loading...
Logo TinLit
Read Story - Pulang Selalu Punya Cerita
MENU
About Us  

Cahaya matahari yang redup masuk melalui jendela dapur, membias di atas meja kayu yang sudah sedikit usang. Di atas meja itu, sebuah gelas kopi yang tak lagi terlalu panas menunggu untuk diminum. Damar duduk diam di depannya, mata yang lelah menatap kosong ke luar jendela. Pikirannya berputar-putar, mengingat masa lalu yang masih segar, walaupun sudah begitu lama berlalu.

Matahari yang merangkak naik di atas langit seolah tak menyadari bahwa ada begitu banyak cerita yang belum selesai. Sebuah cerita yang terpendam dalam dada, yang tak pernah bisa sepenuhnya ditumpahkan, bahkan saat air mata pun mulai jatuh. Damar tahu, hari itu adalah hari yang sudah terlalu lama ditunggu. Hari yang seharusnya bisa memberikan kelegaan, tapi malah menambah berat beban di hati.

Gelas kopi itu adalah simbol dari setiap kenangan yang tertinggal. Tak hanya tentang rasa pahit yang tersisa setelah menyeruputnya, tapi juga tentang kenangan manis yang pernah ada. Damar teringat, dulu, ada seseorang yang selalu menemaninya minum kopi pagi-pagi di teras rumah itu. Ada banyak cerita yang mengalir di antara gelas kopi dan tawa mereka. Tapi itu semua kini hanya menjadi kenangan yang kini terasa terlalu jauh, bahkan untuk dijangkau.

Beberapa detik berlalu dalam keheningan, hanya ada suara kipas angin yang berputar pelan di langit-langit dapur. Damar menggenggam gelas itu, menatapnya sejenak, kemudian meneguk sedikit kopi yang sudah mulai dingin. Rasanya tak lagi seperti dulu, tak lagi ada kehangatan seperti dulu. Segalanya berubah, bahkan rasa kopi pun terasa berbeda. Ia teringat pada ibu, pada tawa kecil yang selalu terdengar saat mereka duduk bersama di meja makan. Wajah ibu yang cerah, yang selalu penuh cinta, kini hanya tinggal bayangan di pikirannya. Rumah yang dulu penuh dengan tawa dan kebahagiaan kini terasa begitu sepi. Ibu tak lagi menyulam di sudut ruang tamu, tak lagi menyapa dengan lembut. Semua itu hilang, tersapu oleh waktu yang tak bisa dihentikan.

Mata Damar mulai berkaca-kaca. Ia mencoba untuk menahan, tapi air mata itu tetap jatuh. Ada begitu banyak hal yang ingin ia katakan, tetapi entah kenapa mulutnya terasa kaku. Seperti ada sesuatu yang tertahan di dalam dada, sesuatu yang tak bisa ia ungkapkan.

"Kenapa kamu pergi?" gumam Damar pelan, hanya terdengar oleh dirinya sendiri. "Kenapa kamu tak memberiku waktu lebih banyak? Waktu untuk mengatakan semua yang tak sempat aku katakan."

Rasanya begitu sulit untuk menerima kenyataan bahwa ibu telah pergi begitu cepat. Semua hal yang belum selesai, semua kata yang belum sempat diucapkan, kini hanya tinggal kenangan yang menyakitkan. Gelas kopi yang ada di depannya kini hanya menjadi simbol dari segala ketidakpastian yang ia rasakan. Seperti kopi yang sudah dingin, hidupnya pun terasa begitu hambar. Ia tak bisa lagi merasakan kehangatan seperti dulu.

"Tapi aku harus belajar, kan?" Damar berkata pada dirinya sendiri, berusaha meyakinkan hati yang semakin rapuh. "Aku harus belajar menerima bahwa hidup tak selalu berjalan sesuai harapan."

Ia menghembuskan nafas panjang, mencoba untuk meredakan gejolak yang ada di dalam hatinya. Ia tahu, ia tak bisa terus-menerus tenggelam dalam kesedihan. Meskipun hati ini terasa begitu hampa, ia harus bisa bangkit. Untuk ibu. Untuk dirinya sendiri. Damar menatap foto ibu yang ada di dinding, sebuah foto lama yang diambil saat mereka masih hidup bersama. Ibu tersenyum lebar di sampingnya, wajah penuh kebahagiaan yang kini terasa begitu jauh. Damar ingin sekali memeluk ibu, ingin sekali mendengar ibu menyapanya seperti dulu. Tapi itu hanya bisa ia lakukan dalam bayangan.

Pikirannya melayang, berpindah ke masa lalu, ke setiap momen yang mereka bagi bersama. Saat mereka berjalan di bawah hujan, saat mereka duduk di atas lantai rumah sambil makan mi instan dan menonton acara TV bersama. Semuanya terasa begitu sederhana, tapi sekarang, kenangan itu begitu berharga.

Damar merasa sesak di dadanya. Ia memejamkan mata sejenak, meresapi setiap kenangan yang datang. Tak ada yang bisa mengembalikan waktu, tak ada yang bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Semua sudah berlalu. Tapi kenangan itu, kenangan tentang ibu, akan tetap hidup dalam dirinya.

Ia menatap gelas kopi yang kini sudah hampir kosong. Ia menyentuh sisi gelas itu, merasakan dinginnya yang meresap ke dalam telapak tangan. Seperti hidupnya, yang kini tak lagi penuh seperti dulu. Seperti kopi ini, yang dulunya selalu hangat dan penuh kenikmatan. Tapi kini, semuanya berubah. Dengan perlahan, Damar menyelesaikan sisa kopinya, meskipun rasa pahit itu tetap menggelitik tenggorokannya. Ia tahu, kopi ini tidak akan mengubah apa pun. Ia tahu, air mata ini tidak akan membawa ibu kembali. Tetapi, mungkin, dengan setiap tegukan kopi ini, ia bisa mulai belajar untuk melepaskan.

Ketika akhirnya ia meletakkan gelas itu kembali ke meja, Damar merasakan ketenangan yang perlahan menyelimuti dirinya. Air mata yang tadi jatuh kini sudah berhenti. Ia tahu bahwa hidup harus terus berjalan. Ia tahu, meskipun ada kehilangan yang tak terpermanen, ia harus tetap berdiri. Ia bangkit dari kursinya, memandang sekeliling dapur yang tampak begitu sunyi. Seperti semuanya yang ada di sini, semuanya yang pernah ada, semuanya yang pernah ia cintai. Tetapi, dengan tekad yang baru, ia tahu bahwa dirinya harus berjuang untuk menemukan kebahagiaan meski dengan hati yang terluka.

Hari ini, Damar tidak hanya menuntaskan gelas kopi yang dingin. Ia menuntaskan sebuah bab dalam hidupnya, sebuah bab yang penuh dengan air mata, kenangan, dan harapan baru. Ia tahu, hidup ini akan terus berlanjut, dan kadang, hidup memang tidak selalu seperti yang kita harapkan. Namun, di balik segalanya, ada pelajaran yang bisa diambil, ada cerita yang akan selalu mengiringi langkahnya ke depan.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
CHERRY & BAKERY (PART 1)
4817      1475     2     
Romance
Vella Amerta—pindah ke Jakarta sebagai siswi SMA 45. Tanpa ia duga kehidupannya menjadi rumit sejak awal semester di tahun keduanya. Setiap hari dia harus bertemu dengan Yoshinaga Febriyan alias Aga. Tidak disangka, cowok cuek yang juga saingan abadinya sejak jaman SMP itu justru menjadi tetangga barunya. Kehidupan Vella semakin kompleks saat Indra mengajaknya untuk mengikuti les membuat cu...
Jalan Yang Kau Pilih
1834      840     3     
Romance
Berkisah tentang seorang ayah tunggal yang mengurus anaknya seorang diri. Ayah yang sebelumnya seorang militer kini beralih profesi menjadi seorang pemilik kafe. Dia bertemu dengan wanita yang adalah wali kelas anaknya. Terlebih lagi, mereka adalah tetangga dan anaknya menyukai wali kelasnya itu.
Merayakan Apa Adanya
1872      1431     8     
Inspirational
Raya, si kurus yang pintar menyanyi, merasa lebih nyaman menyembunyikan kelebihannya. Padahal suaranya tak kalah keren dari penyanyi remaja jaman sekarang. Tuntutan demi tuntutan hidup terus mendorong dan memojokannya. Hingga dia berpikir, masih ada waktukah untuk dia merayakan sesuatu? Dengan menyanyi tanpa interupsi, sederhana dan apa adanya.
Shymphony Of Secret
1031      678     1     
Romance
Niken Graviola Bramasta “Aku tidak pernah menginginkan akan dapat merasakan cinta.Bagiku hidupku hanyalah untuk membalaskan dendam kematian seluruh keluargaku.Hingga akhirnya seseorang itu, seseorang yang pernah teramat dicintai adikku.Seseorang yang awalnya ku benci karena penghinaan yang diberikannya bertubi-tubi.Namun kemudian dia datang dengan cinta yang murni padaku.Lantas haruskah aku m...
Sampai Kau Jadi Miliku
2088      1062     0     
Romance
Ini cerita tentang para penghuni SMA Citra Buana dalam mengejar apa yang mereka inginkan. Tidak hanya tentang asmara tentunya, namun juga cita-cita, kebanggaan, persahabatan, dan keluarga. Rena terjebak di antara dua pangeran sekolah, Al terjebak dalam kesakitan masa lalu nya, Rama terjebak dalam dirinya yang sekarang, Beny terjebak dalam cinta sepihak, Melly terjebak dalam prinsipnya, Karina ...
Premium
Bertemu Jodoh di Thailand
6881      2559     0     
Romance
Tiba saat nya Handphone Putry berdering alarm adzan dan Putry meminta Phonapong untuk mencari mesjid terdekat karena Putry mau shalat DzuhurMeskipun negara gajah putih ini mayoritas beragama buddha tapi ada sebagian kecil umat muslimnya Sudah yang Sholatnya Sudah selesai yang Sekarang giliran aku yaaku juga mau ibadah ke wiharakamu mau ikut yang Iya yangtapi aku tunggu di luar saja ya Baikl...
PUZZLE - Mencari Jati Diri Yang Hilang
1634      1067     0     
Fan Fiction
Dazzle Lee Ghayari Rozh lahir dari keluarga Lee Han yang tuntun untuk menjadi fotokopi sang Kakak Danzel Lee Ghayari yang sempurna di segala sisi. Kehidupannya yang gemerlap ternyata membuatnya terjebak dalam lorong yang paling gelap. Pencarian jati diri nya di mulai setelah ia di nyatakan mengidap gangguan mental. Ingin sembuh dan menyembuhkan mereka yang sama. Demi melanjutkan misinya mencari k...
Melody untuk Galang
552      351     5     
Romance
Sebagai penyanyi muda yang baru mau naik daun, sebuah gosip negatif justru akan merugikan Galang. Bentuk-bentuk kerja sama bisa terancam batal dan agensi Galang terancam ganti rugi. Belum apa-apa sudah merugi, kan gawat! Suatu hari, Galang punya jadwal syuting di Gili Trawangan yang kemudian mempertemukannya dengan Melody Fajar. Tidak seperti perempuan lain yang meleleh dengan lirikan mata Gal...
Van Leyden, Lagi
32      30     0     
Action
Ia mati di tangan bangsanya sendiri. Kini, ia bangkit di tubuh seorang gadis pribumi. Di tanah yang bangsanya ingin kuasai. Di tengah abu pasca Bandung Lautan Api, Raras van Leyden hanya punya satu tujuan: kembali ke Netherland, ke organisasinya, ke kekuasaan yang dahulu mengagungkannya. Tapi ini dunia 76 tahun setelah kematiannya. Dan Raras memilih masuk ke Akademi Mandala Rakyat di...
My Perfect Stranger
9177      3395     2     
Romance
Eleanor dan Cedric terpaksa menjalin hubungan kontrak selama dua bulan dikarenakan skandal aneh mengenai hubungan satu malam mereka di hari Valentine. Mereka mencurigai pelaku yang menyebarkan gosip itu adalah penguntit yang mengincar mereka semenjak masih remaja, meski mereka tidak memiliki hubungan apa pun sejak dulu. Sebelum insiden itu terjadi, Eleanor mengunjungi sebuah toko buku misteri...