Memasuki ronde kedua, pertarungan mereka tidak se-intens sebelumnya, setiap langkah yang dilakukan Galuh terlihat tergesa-gesa. Akhirnya, Ariadma menunjukkan keunggulannya dengan telak. Langkah terakhirnya membawa kemenangan, namun juga menimbulkan misteri baru. Setelah pertandingan, Galuh langsung pergi ke kamar mandi dan tidak pernah kembali, jejak keberadaan Galuh tidak pernah ditemukan lagi sejak saat itu. Kalimat terakhir yang ia katakan kepada Ariadma adalah, "aku ingin menemui suatu kekalahan dari bidangku, melawanmu adalah suatu kehormatan bagiku".
Dengan kemenangan Ariadma, pertandingan berlanjut ke tahap berikutnya. Ariadma melangkah maju untuk berhadapan dengan wakil guru, Ibu Guru Matematika. Suasana semakin tegang sebelum dimulai, para penonton menahan napas, menantikan pertarungan epik berikutnya, namun tidak dengan Manik dan Abigail yang kepala mereka seperti dihantam dengan pemukul bisbol, tidak terpikirkan sebelumnya bahwa Galuh akan kalah. Perwakilan Kelas A itu tidak pernah kembali setelah pertandingan, menghilang.
Oh, tidak. Pikir mereka berdua, bahkan kini mereka tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Pertandingan antara wakil murid melawan wakil guru akan dimulai sebentar lagi, Ariadma yang berhasil memberi kejutan di partai final menunggu pertandingan ini dengan duduk di meja caturnya, menyilangkan tangan di depan dada, merasa bosan.
Ibu Guru Matematika yang menjadi perwakilan permainan catur itu mencoba memuji muridnya, "kau telah membuat kejutan, Ariadma. Tapi ini bukan sekadar permainan, bukankah begitu?"
Ariadma mencondongkan tubuhnya kedepan, mencoba terlihat menerima tantangan, "saya tahu ini lebih dari sekadar permainan. Bagi saya, ini adalah kunci untuk mengungkap rahasia akademi, karena saya akan pastikan Anda memberikannya kepada saya setelah berhasil mengalahkan Anda."
Mendengar itu, Manik tercengang, seperti halnya Abigail yang menutupi mulutnya yang terbuka lebar karena tidak percaya dengan apa yang tengah didengarnya, bahwa, Ariadma selama ini tanpa sepengetahuan mereka telah merencanakan pemecahkan mitos akademi, hal sama seperti yang mereka tengah upayakan.
Pertandingan partai final dimulai, langkah demi langkah, mereka berdua menunjukkan kecerdasan yang luar biasa. Pertarungan ini lebih intens daripada yang sebelumnya, dengan setiap langkah yang membawa lebih jauh dengan kemenangan, membuat pertandingan kali ini jauh lebih menegangkan daripada saat Ariadma melawan Galuh. Setiap gerakan mereka bagaikan tarian perang kali ini, dengan setiap langkah yang saling menolak untuk kalah.
"Skak, muridku", ucap guru matematika itu ketika berhasil menciptakan peluang.
Ariadma langsung menggerakkan bidak catur kudanya, "tidak cukup, skak mat!"
Perwakilan guru begitu memahami permainan, dia menggerakkan peluncur dengan lihai untuk membunuh kuda itu tanpa ragu. Ariadma tersenyum sinis, merasa bahwa ia berhasil mengelabuhi lawan, namun, guru matematika itu nampaknya lebih pintar menguasai permainan sehingga tidak ragu sama sekali melakukan manuver-manuver berbahaya
Pertarungan semakin memanas, dengan setiap langkah yang artinya semakin dekat dengan kemenangan, artinya adalah Ariadma bisa mengungkapkan lebih banyak tentang rahasia akademi. Ariadma tidak bergeming untuk mencapai tujuannya, dia bertekad untuk menang. Setiap langkah yang diambilnya membawa pesan yang jelas: kebenaran harus terungkap setelah permainan ini selesai.
Ibu Guru Matematika itu mencoba meyakinkan Ariadma untuk menyerah, "kau bermain dengan begitu baik, tapi ini belum berakhir".
Ariadma bersikeras, "saya tidak akan menyerah sampai kebenaran terungkap, melawan Anda adalah bagian dari saya menuju kesana."
Ingin rasanya Abigail keluar dari laboratorium itu dan mengambil nafas, karena saat ini ia seperti merasakan sesak memenuhi dadanya, Ariadma benar-benar tidak bisa dihentikan. Pertarungan berlanjut dengan intens tanpa pemenang pada ronde kedua, hasil seri itu belum pernah terlihat sebelumnya di dalam pertandingan hari ini. Ariadma jelas berada di atas level kemampuan yang dimiliki oleh Galuh, perwakilan guru dibuatnya menelan hasil seri setelah bidak dari Ariadma tidak bisa bergerak sementara Bu Guru Matematika tidak bisa melakukan skak mat, berlanjut di ronde penentuan.
saintlyfly








