Loading...
Logo TinLit
Read Story - Dearest Friend Nirluka
MENU
About Us  

Hari ini adalah dimulainya festival pertandingan catur, laboratorium akademi dihiasi berbagai ornamen festival, meriah, dan penuh warna. Berbagai macam spanduk menggantung di langit-langit, balon bertebaran di berbagai sudut, juga, meja-meja catur telah tertata dengan rapi siap untuk dimainkan. Para siswa dari berbagai kelas berkumpul, mereka bersorak, semua ingin menyaksikan pertandingan catur yang berlangsung ini.

Laboratorium akademi pagi itu tampak berbeda, dari yang biasanya seperti usang tidak pernah tersentuh berubah menjadi suasana yang penuh antusiasme, suara sorakan para siswa menggema di seluruh ruangan, menciptakan atmosfer yang penuh antisipasi dari mereka di setiap pertandingannya.

Galuh, yang mewakili kelas A terlihat tidak begitu bergairah. Duduk termenung di salah satu meja catur. Seakan kehilangan sesuatu, dirinya hanya berdiri dan menyalami lawannya ketika hendak dimulainya pertandingan. Memenangkan permainan pertama dengan mudah, ia beristirahat di suatu tempat, mencari air minum di jeda waktu yang diberikan oleh wasit.

Manik melihat itu dari kejauhan, sambil duduk di bangku penonton yang bersorak-sorai, ia mencoba menuliskan bait, melanjutkan naskah Navaphare. Namun tetap saja, ia tidak bisa menuliskan apapun, ia memerlukan Nirluka untuk membantunya, Manik tidak pernah berhasil menulis satu kalimat pun ketika ia sendirian mencobanya.

Dalam keadaan frustasi itu, Manik membenturkan kepalanya dengan naskah kosong itu sembari bergumam, ayolah, ayolah! sekali saja! kau tidak pernah bisa menulis Navaphare sendirian!, pikirnya, sembari menusuk-nusukkan pulpen ke pahanya karena tidak ada satu kata pun tertulis kali ini.

Genap satu bulan ia tidak menjumpai Nirluka dimanapun, meski ia sendiri mencoba mencarinya, selalu gagal menemukan gadis tersebut. Teman-temannya pun tidak ada yang tahu keberadaan Nirluka, sehingga, Manik menyerah kali ini. Ia merasa asing di kerumunan orang yang saling memberikan dukungan kepada kelasnya dari tribun, suana sangatlah ramai, pertandingan itu juga disiarkan langsung melalui layar proyektor yang terpasang di beberapa sudut laboratorium.

Sial, maafkan aku teman-teman, tidak ada yang bisa aku tulis sama sekali hari ini! Manik terus menerus menyalahkan diri sendiri, rasanya ingin memilih untuk menyerah.

.

Pertandingan demi pertandingan dilalui Galuh Satria dengan cukup mudah, ia bermain dengan cepat seakan tidak menemui suatu kesulitan berarti hingga memasuki final.

Siang hari, laboratorium itu menyisakan perwakilan dari kelas A dan kelas B, mereka memasuki partai final. Sementara, penonton dari kelas lain masih di lokasi untuk menyaksikan pertarungan final antar wakil kelas itu.

Galuh melangkah dengan memasang wajah serius tanpa ekspresinya, setelah ia memenangkan pertandingan demi pertandingan dengan gemilang, ia merasa tidak puas. Pun saat ini, ia merasa bisa menang dengan mudah seperti sebelumnya. Ariadma, perwakilan dari kelas B, berdiri dan bersalaman dengannya, saat mereka bersama duduk, selang beberapa waktu, juri mempersilakan permainan partai final untuk dimulai hingga dua ronde.

Langkah-langkah catur yang mereka lakukan seperti tarian yang terencana, setiap gerakan dipikirkan oleh mereka secara matang, tidak ada gerakan yang tidak berarti. Namun, ketika Galuh kehilangan menteri, untuk pertama kalinya, bayangan kekalahan menghantui dirinya. Ariadma terlalu kuat, dia baru menyadari itu.

Pertarungan antara Galuh dan Ariadma berlangsung dengan intensitas yang luar biasa. Langkah demi langkah, keduanya menunjukkan kecerdasan dan strategi yang tak terduga. Meski Galuh bermain tanpa menteri di ronde pertama ini, setiap serangan yang dilakukan oleh Ariadma mampu dibalas dengan taktik yang lebih cerdik, pertunjukan itu membuat penonton terdiam, menahan napas. Pertarungan mereka bukan hanya tentang catur, tapi juga tentang gengsi antar kelas.

Galuh memberikan komentar untuk pertama kalinya sejak ronde pertama ke lawan bermainnya, "kau bermain dengan baik, Ariadma. Sejauh ini kau mendesakku dalam permainanmu."

Tidak menganggap serius pujian itu, Ariadma membalas dengan hambar, "kau bermain dengan bidak hitam, harusnya kau hanya perlu mengimbangi permainanku saja".

Langkah demi langkah, pertarungan mereka di ronde pertama semakin intens. Keduanya menunjukkan kecerdasan dalam permainan catur, membuat penonton semakin terpukau. Setiap langkah mereka bagaikan simfoni yang harmonis, tanpa sadar, beberapa langkah kemudian Galuh kalah.

"Tidak secepat itu. Menyerahlah", perintah Ariadma setelah melakukan gerakan skak mat mengakhiri permainan.

Galuh tidak bisa berkomentar banyak, ia terdiam beberapa saat sebelum bersiap menuju ronde berikutnya, memungut bidak putih untuk bersiap melakukan serangan pertama.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Refulgence of The White Wings Act I
0      0     0     
Fantasy
Ren, seorang siswa tahun kedua di Akademi Militer Legion, hidup di ibu kota bangsa manusia, Oswald. Lima tahun lalu, insiden pencurian artefak kekaisaran mengguncang dunia yang dikenalnya, mengubah segalanya dan menjadi titik balik yang menentukan dalam hidupnya. Tragedi itu merenggut orang-orang terkasih dari sisinya, menyalakan api kebencian yang membara terhadap kekaisaran yang seharusnya m...
[END] Ketika Bom Menyulut Cinta (Sudah Terbit)
3046      1751     5     
Action
Bagaimana jika seorang karyawan culun tiba-tiba terseret dalam peristiwa besar yang mengubah hidupnya selamanya? Itulah yang dialami Maya. Hari biasa di kantor berubah menjadi mimpi buruk ketika teror bom dan penculikan melanda. Lebih buruk lagi, Maya menjadi tersangka utama dalam pembunuhan yang mengejutkan semua orang. Tanpa seorang pun yang mempercayainya, Maya harus mencari cara membersihka...
Selfless Love
5028      1528     2     
Romance
Ajeng menyukai Aland secara diam-diam, meski dia terkenal sebagai sekretaris galak tapi nyatanya bibirnya kaku ketika bicara dengan Aland.
Yang ( Tak ) Di Impikan
652      502     4     
Short Story
Bagaimana rasanya jika hal yang kita tidak suka harus dijalani dengan terpaksa ? Apalagi itu adalah permintaan orangtua, sama seperti yang dilakukan oleh Allysia. Aku melihat Mama dengan maksud “ Ini apa ma, pa ?” tapi papa langsung berkata “ Cepat naik, namamu dipanggil, nanti papa akan jelaskan.” ...
One hour with Nana
485      353     3     
Short Story
Perkelahiannya dengan Mandala sore itu, membuat Egi dalam masalah. Mandala tewas setelahnya dengan tubuh penuh luka tusukan. Semua orang, pasti akan menuduh Egi sebagai pelaku. Tapi tidak bagi seorang Nana. Bagaimana Gadis berwajah pucat itu menangkap pelaku sebenarnya? Bisakah Egi selamat dari semua kejadian ini?
Listen To My HeartBeat
704      458     1     
True Story
Perlahan kaki ku melangkah dilorong-lorong rumah sakit yang sunyi, hingga aku menuju ruangan ICU yang asing. Satu persatu ku lihat pasien dengan banyaknya alat yang terpasang. Semua tertidur pulas, hanya ada suara tik..tik..tik yang berasal dari mesin ventilator. Mata ku tertuju pada pasien bayi berkisar 7-10 bulan, ia tak berdaya yang dipandangi oleh sang ayah. Yap.. pasien-pasien yang baru saja...
#SedikitCemasBanyakRindunya
3584      1413     0     
Romance
Sebuah novel fiksi yang terinspirasi dari 4 lagu band "Payung Teduh"; Menuju Senja, Perempuan Yang Sedang dalam Pelukan, Resah dan Berdua Saja.
Tak Segalanya Indah
809      561     0     
Short Story
Cinta tak pernah meminta syarat apapun
Tuan Landak dan Nona Kura-Kura
3387      1262     1     
Romance
Frans Putra Mandala, terancam menjadi single seumur hidupnya! Menjadi pria tampan dan mapan tidak menjamin kisah percintaan yang sukses! Frans contohnya, pria itu harus rela ditinggal kabur oleh pengantinnya di hari pernikahannya! Lalu, tiba-tiba muncul seorang bocah polos yang mengatakan bahwa Frans terkena kutukan! Bagaimana Frans yang tidak percaya hal mistis akan mematahkan kutukan it...
Can You Love Me? Please!!
4346      1424     4     
Romance
KIsah seorang Gadis bernama Mysha yang berusaha menaklukkan hati guru prifatnya yang super tampan ditambah masih muda. Namun dengan sifat dingin, cuek dan lagi tak pernah meperdulikan Mysha yang selalu melakukan hal-hal konyol demi mendapatkan cintanya. Membuat Mysha harus berusaha lebih keras.