Ronde kedua dimulai setelah jeda selama lima menit untuk mereka bersitirahat, setiap langkah di ronde penentuan ini membawa Ariadma lebih dekat menuju kebenaran, sekaligus membuat guru matematika semakin menyembunyikan kebenaran akademi, mereka saling mengimbangi; setiap gerakan mengungkapkan lebih banyak rahasia akademi. Akhirnya, Ariadma menunjukkan keunggulannya, memenangkan pertarungan melawan Ibu Guru Matematika di 10 detik terakhirnya, selisih waktu membuat Ariadma menang dengan sedikit keberuntungan. Namun, pertarungan ini bukan hanya tentang kemenangan, tapi tentang mengungkap kebenaran yang tersembunyi.
Ariadma berujar, "ini hanya awal dari pencarian saya, maaf melibatkan Anda sejauh ini. Kebenaran akan terungkap meski akademi menutupinya, meski harus melalui jalan yang sulit, saya akan mematahkannya".
Ibu Guru Matematika itu berdiri, memberikan tepuk tangan, terdengar begitu keras karena seluruh penonton lainnya masih tercengang dengan hasil akhir tersebut dan memilih diam.
"Sebagai hadiah kemenanganmu, seluruh data yang dikumpulkan oleh laboratorium ini ada di meja saya, kau bisa mengambilnya karena setelah ini. Para guru yang saya wakili akan menghilang dari paralel ini karena telah dikalahkan oleh perwakilan murid", kata Ibu Guru Matematika itu dengan meletakkan kacamatanya di meja catur dan meninggalkan laboratorium.
"Terimakasih, Miss Meagan Eleanor", ucap Ariadma sembari membungkukkan badan, "suatu kehormatan bisa mengalahkan anda."
Begitu Miss Meagan Eleanor melawati pintu keluar yang diiringi oleh tepuk tangan meriah para murid, setelahnya, para guru tidak pernah lagi terdengar ada di akademi. Hanya petugas kebersihan dan karyawan akademi yang melakukan tugas merawat seluruh lingkungan tua itu.
Manik, Abigail, beserta Michellin dan Septiansa kini menghadapi lawan baru mereka dalam upaya memecahkan misteri, Ariadma Suraioga, wakil ketua kelas B yang tidak pernah mereka perhatikan itu ternyata memiliki tujuan yang sama dengan mereka, bahkan mampu meniadakan Galuh secara paksa.
Ariadma yang berdiri menatap Manik dengan senyuman puas, lalu pergi meninggalkan laboratorium saat dia dikerumuni seluruh kelas B yang mendukungnya. Manik akan mengahadapi libur musim panas tanpa akhir di akademi. Pertarungan baru dimulai, Manik dan Ariadma akan meletakkan kebenaran masing-masing sebagai taruhannya.
Selesailah, para pemberani. Hari ini turnamen catur diselenggarakan di laboratorium akademi yang dihias meriah. Galuh kalah melawan Ariadma dalam pertarungan catur yang ia buat sendiri, membuatnya meniada dan tidak pernah ditemukan lagi. Ariadma kemudian melawan Miss Meagan dalam pertarungan yang lebih intens, kemudian berhasil mendapatkan data yang diperlukan untuk mengungkap rahasia akademi. Ariadma kini berdiri di seberang jalan, sebagai lawan Manik dalam memecahkan misteri akademi.
saintlyfly








