Loading...
Logo TinLit
Read Story - Cinta Dalam Dilema
MENU
About Us  

Cinta sejati…?

Hatiku bergetar mengejanya. Cinta sejati. Ya, cinta sejati. Cinta yang bisa membuat seseorang merasa bahagia. Yang membuat seseorang menemukan dunia sesungguhnya. Karena memang sudah galibnya yang dicari manusia di dunia ini adalah cinta.

Karena cinta sumber kebahagiaan. Cinta sumber kehidupan. Dengan cinta orang bisa hidup dan melanjutkan hidupnya. Cinta adalah telaga energi tak pernah kering, yang senantiasa menyuntikkan semangat dan gairah pada jiwa, yang senantiasa menyejukkan dan mendamaikan hati.

Karena itu, siapa yang rela mengorbankan cintanya? Siapa pun pasti tidak mau. Sangat bodoh dan kerdil jiwanya jika seseorang mau memberikan cintanya pada orang lain. Itu sama juga membunuh hidupnya sendiri.

Bila ada orang bilang mengorbankan cinta demi kebahagiaan orang lain, itu omong kosong belaka. Cinta seharusnya diperjuangkan, kalau perlu dengan mengorbankan jiwa dan harta benda. Cinta harus dimiliki, apapun taruhannya. Sekalipun harus disingkirkan dan diasingkan oleh keluarganya!

Bicara tentang cinta, banyak hal bisa diungkapkan. Benar kata orang, kehidupan cinta banyak diwarnai dengan suka-duka, tawa-tangis, manis-pahit, dan bahagia-derita.

Aku bisa mengatakan demikian, karena cinta memang bagai dua sisi mata uang. Satu sisi menawarkan keindahan, keceriaan, dan kebahagiaan. Namun di sisi lain cinta juga menghadirkan penderitaan, kemalangan, dan duka lara. Kisah cinta yang romantis, heroik, sekaligus tragis. Itulah yang kualami dan akan kututurkan kisahnya…

Aku akan mulai dari Tina. Hari itu seisi rumah heboh ketika Tina pulang membawa seorang laki-laki. Apalagi laki-laki itu diaku sebagai kekasihnya. Namanya Budi. Dia kakak kelas Tina dan sudah menjelang wisuda.

Orangnya cukup ganteng, gagah, dan keren. Ayah dan Ibu terlihat resah. Mereka lalu menarik tangan Tina, membawanya ke kamar untuk diinterograsi.

Jika orangtua lain cukup bahagia anak gadisnya sudah punya pacar, tidak demikian dengan orangtuaku.

“Sudah berapa lama kamu mengenal dia, Tina?” tanya Ayah seperti anggota intel negara.

“Sebenarnya sih, sudah lama, Yah. Tapi kita jadian baru satu minggu ini!” jawab Tina.

“Apa? Baru satu minggu kamu sudah menganggapnya pacar?” seru Ibu kaget.

“Memangnya kenapa, Bu? Tidak boleh aku pacaran? Aku kan sudah dewasa. Sebentar lagi aku juga lulus!”

“Ibu tahu, Nak. Tapi kenapa secepat itu. Kamu belum mengenal dia lebih jauh, tapi sudah memutuskan untuk pacaran. Ibu takut nanti dia akan menyakiti hatimu. Dia akan meninggalkanmu dan akhirnya kamu…”

“Sudahlah, Bu. Kenapa Ibu jadi nyinyir begitu. Dulu, waktu SMA aku tidak boleh pacaran, bahkan sampai aku kuliah di tingkat dua. Aku mencoba menuruti keinginan Ibu. Tapi sekarang aku sudah cukup dewasa!”

“Ya, Ibu mengerti. Tapi…?”

Aku yang mendengar pembicaraan itu dari balik pintu hanya senyum-senyum. Aku jadi penasaran, seperti apa cowok yang dibawa Tina. Aku segera menghampiri dia yang sedang duduk sendirian di ruang depan. Kasihan, tamu dibiarkan menganggur.

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
BISIKAN ASA DI TENGAH BADAI
128      112     2     
Inspirational
Setiap langkah dalam hidup membawa kita pada pelajaran baru, terkadang lebih berat dari yang kita bayangkan. Novel ini mengajak kita untuk tidak takut menghadapi tantangan, bahkan ketika jalan terasa penuh dengan rintangan. Di dalam setiap karakter, ada kekuatan yang tersembunyi, yang hanya akan terungkap ketika mereka memilih untuk bertahan dan tidak menyerah. Cerita ini mengingatkan kita bahwa ...
Sepotong Hati Untuk Eldara
1833      920     7     
Romance
Masalah keluarga membuat Dara seperti memiliki kepribadian yang berbeda antara di rumah dan di sekolah, belum lagi aib besar dan rasa traumanya yang membuatnya takut dengan kata 'jatuh cinta' karena dari kata awalnya saja 'jatuh' menurutnya tidak ada yang indah dari dua kata 'jatuh cinta itu' Eldara Klarisa, mungkin semua orang percaya kalo Eldara Klarisa adalah anak yang paling bahagia dan ...
Bullying
599      377     4     
Inspirational
Bullying ... kata ini bukan lagi sesuatu yang asing di telinga kita. Setiap orang berusaha menghindari kata-kata ini. Tapi tahukah kalian, hampir seluruh anak pernah mengalami bullying, bahkan lebih miris itu dilakukan oleh orang tuanya sendiri. Aurel Ferdiansyah, adalah seorang gadis yang cantik dan pintar. Itu yang tampak diluaran. Namun, di dalamnya ia adalah gadis rapuh yang terhempas angi...
Cinta Si Kembar
13142      3009     2     
Romance
Lala dan Lulu adalah saudara kembar yang memiliki kepribadian dan pekerjaan yang berbeda,tetapi mereka mempunyai permasalahan yang sama yaitu mereka berdua dijodohkan oleh orang tua mereka.Akankah mereka akan menyetujui perjodohan tersebut dan akankah mereka akan menyukai calon tunangan mereka.
Peneduh dan Penghujan
443      379     1     
Short Story
Bagaimana hujan memotivasi dusta
MERAH MUDA
628      476     0     
Short Story
Aku mengenang setiap momen kita. Aku berhenti, aku tahu semuanya telah berakhir.
LOVE IN COMA
674      499     7     
Short Story
Cerita ini mengisahkan cinta yang tumbuh tanpa mengetahui asal usul siapa pasangannya namun dengan kesungguhan didalam hatinya cinta itu tumbuh begitu indah walaupun banyak liku yang datang pada akhirnya mereka akan bersatu kembali walau waktu belum menentukan takdir pertemuan mereka kembali
ADA SU/SW-ARA
4009      1459     1     
Romance
Ada suara yang terdengar dari lubuknya Ada Swara....
Kebugaran cinta
633      469     0     
Romance
Meskipun sudah memiliki harta kekayaan yang berlimpah tidak membuat martia merasakan ketulusan dan bahagia. Orang tua martia selalu sibuk mengejar karir dan kesuksesan sampai-sampai martia dari kecil sampai besar harus dirawat oleh asisten rumah tangganya. Kebiasaan buruk martia selalu melampiaskan kekesalan, kekecewaan, dan juga kesedihan nya dengan cara ngemil makanan sehingga tanpa sadar bera...
Last October
2164      964     2     
Romance
Kalau ada satu yang bisa mengobati rasa sakit hatiku, aku ingin kamu jadi satu-satunya. Aku akan menunggumu. Meski harus 1000 tahun sekali pun. -Akhira Meisa, 2010. :: Terbit setiap Senin ::