Read More >>"> KELANA [Kenzie - Elea - Naresh] (18. KENCAN) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - KELANA [Kenzie - Elea - Naresh]
MENU
About Us  

Setelah Elea memasuki kediamannya dan menjelaskan kepada orang tuanya hingga mereka paham atas yang menimpa dirinya. Elea pun diperbolehkan untuk beristirahat. Ibu Venita dan Pak Ian memutuskan untuk tak terlalu menekan Elea dan mencecar sang putri dengan banyak pertanyaan.

Elea naik ke lantai atas, lalu masuk ke kamarnya. Gadis itu merebahkan tubuhnya begitu saja di atas ranjang. Dia terlalu lelah untuk sekedar membersihkan dirinya.

Elea memandang langit-langit kamarnya seraya mencerna semua yang terjadi. “Apakah gue ini benar-benar bodoh, dan benar-benar naif? Gue mencintai seseorang yang enggak mencintai gue. Sehingga apa pun yang gue lakukan enggak terlihat dimatanya.”

Elea mencoba menahan air matanya yang akan tumpah. “Benar kata max, gue juga berhak bahagia, gue berhak merasakan cinta, tidak seperti saat ini ....”

Sekeras apa pun Elea mencoba tegar dia tetap tak bisa. Benteng pertahannya runtuh beriringan dengan air mata yang mulai pecah.

“Aaarrrgh!”

Elea menenggelamkan kepalanya ke dalam bantal tidurnya. Dia berusaha meredam tangisannya agar tak ada yang mendengar. Hatinya begitu sesak saat mengingat semua perjuangannya untuk naresh, serta mengingat semua perlakuan naresh terhadapnya.

Elea terus menangis menumpahkan kesedihannya hingga dia mulai kelelahan dan memejamkan matanya.

.....

 

Keesokan Paginya.

Suara ketukan di pintu terdengar membuat Elea mengerjapkan matanya. Tak lama dari balik pintu muncul sosok sang ibu.

“Elea ....”

“Iya Ma, ada apa?” Elea bertanya dengan suara yang masih parau.

“Ada temanmu yang mau ketemu.”

Elea menarik kembali selimutnya hingga menutupi muka. “Kalau itu Kenzie dan Naresh suruh mereka pulang aja Ma. Bilangin aja aku masih tidur.”

“Dia bukan Kenzie atau Naresh.”

“Lalu siapa?” tanya Elea seraya mengangkat kepalanya.

“Ini temanmu El.” Ibu Venita menunjuk sosok di belakangnya. Lalu dari balik punggung muncul Max yang melambaikan tangannya.

“Hai, El.”

“Max!” Elea langsung beranjak dan berlari ke kamar mandi. Dia malu karena Max melihat wajah bare facenya.

Setelah mencuci mukanya dan keluar dari kamar mandi. Elea sudah mendapati Max duduk di sofa yang terletak di dekat pintu

“Ada apa sih pagi begini lo udah ada di rumah gue?” tanya Elea dengan kening mengernyit.

Max tersenyum lembut. “Enggak ada apa-apa, gue datang cuma buat bawain lo sarapan karena gue tau lo pasti masih mikirin dia. Jadi gue takut lo mengabaikan kesehatan lo sendiri.”

Elea sedikit tersentuh, dia tak menyangka mendapatkan perhatian yang hangat dari Max. “Terima kasih max, lo udah repot jauh-jauh kemari cuma buat bawain gue sarapan.

“Sebenarnya bukan cuma itu aja sih. Gue mau ngajak lo ke sesuatu tempat. Kebetulan sekarang lagi ada acara di The Kasablanka Hall

“The Kasablanka Hall?”

“Iya , di sana ada acara fameeting sama aktor Korea. Lo pasti suka.”

“Enggak ah Max, gue masih ingin sendiri. Gue belum ingin pergi kemana-mana”

Max membujuk Elea. “Udah ayo pergi bareng gue. Jika terus mengurung diri begini lo malah tambah stres. Gue jamin lo pasti suka acara di sana.”

Melihat Max terus membujuknya akhirnya Elea mengiyakan ajakan Max. “Baiklah, gue mandi dulu. By the way terima kasih untuk makanannya, setelah mandi baru gue makan”

Max merasa senang. Dia terus mengamati punggung Elea yang masuk ke kamar mandi lalu mulai tersenyum menyeringai. “Hehehe, gue yakin bisa dapetin lo. Sayang sekali jika wanita secantik lo dibiarin sendiri.”

Max melangkah keluar. Dia memutuskan menunggu Elea di depan kamar saja.

Setelah elea mandi, dia pun mulai merias wajahnya dengan sentuhan natural. Rambut panjang yang digerai dan gaun biru selutut yang dia kenakan menambah pesonanya menjadi lebih menawan.

Max yang melihat Elea saat keluar dari kamar langsung tercengang. Max menganga tanpa berkedip sedikit pun. Dia tidak mengira elea bisa terlihat begitu cantik melebihi Ilonna.

Elea mengernyitkan keningnya melihat reaksi Max. “Max, Lo kenapa natap gue kayak gitu? Apa penampilan gue terlihat aneh?”

Max buru buru sadar dari lamunannya lalu menggeleng. “Haha enggak ada yang aneh kok. Gue hanya terpesona liat penampilan lo yang berbeda dari biasanya. Lo cantik banget El.”

Pipi Elea sedikit memerah mendengar pujian Max. “Haha makasih buat pujiannya Max. Ya udah ayo kita pergi.”

“Eh, tunggu sebelum pergi lo mesti sarapan dulu. Gue enggak mau kalau tiba-tiba lo pingsan karena belum makan.”

“Ok ya udah gue makan dulu.”

Elea pun membawa makanan pemberian Max dan menikmatinya di ruang makan. Max duduk di samping Elea dan mengawasinya dengan seksama.

“Sekarang gue makan dulu ya.”

“Iya silakan El, gue bawain makanan kan biar lo makan.”

Elea menyunggingkan senyum manisnya lalu mulai menyantap makanan di hadapannya. Ketika Elea makan mata Max tak bisa lepas memandangi Elea. Sesekali Max mengangkat tepi bibirnya tanpa Elea sadari. Sepertinya dia benar-benar sudah terhipnotis dengan kecantikan yang dimiliki Elea.

.......

Setelah elea sarapan keduanya pun pergi ke The Kasablanka Hall. Elea tak mengira ketika datang sudah banyak orang yang mengantri di sana. Dia juga disuguhi oleh baliho besar yang memajang foto sang aktor tampan favoritnya.

Elea menghela nafasnya. Apakah aku terlalu fokus memikirkan Naresh? Hingga aku tak menyadari aktor favoritku datang kemari.

Max menghampiri salah satu kenalannya yang merupakan tim pengurus acara fanmeet. Ternyata berkat bantuan sang teman Max bisa mendapatkan tiket untuk kursi di bagian biru. Yaitu kursi bernomor dan jaraknya cukup dekat dari panggung sang aktor Korea.

“Ayo El, kita masuk.”

Elea pun menuntun Max dan melewati antrian para fans yang lain. Elea hendak mendudukkan tubuhnya. Namun, tiba-tiba pandangannya tertuju oleh sosok Kenzie yang duduk di baris depan.

Lalu yang semakin membuatnya kaget adalah Kenzie tak datang seorang diri. Dia datang didampingi Raisa. Raisa juga berpenampilan anggun hari ini, dan binar wajahnya terlihat begitu bahagia. Namun, wajah Kenzie malah terlihat sebaliknya. Dia murung tanpa senyum sedikit pun.

Max menyadari Elea yang termenung. Dia mengikuti arah pandang Elea hingga matanya juga melihat sosok Kenzie. Max tertegun sejenak hingga sebuah ide cemerlang untuk menarik perhatian Elea pun muncul di otaknya.

Max menunjuk ke arah Kenzie. “Itu Kenzie dan Raisa kan? Wah sepertinya mereka sudah jadian. Enggak nyangka ternyata Kenzie menyukai mantan adiknya.

Elea refleks menggeleng. “Itu belum pasti Max. Bisa aja mereka tuh cuma sahabatan kayak lo sama gue.”

Elea menundukkan wajahnya. Entah kenapa kini dirinya merasa tak suka melihat Kenzie berdekatan dengan perempuan lain.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Cinta Tiga Meter
463      296     0     
Romance
Fika sudah jengah! Dia lelah dengan berbagai sikap tidak adil CEO kantor yang terus membela adik kandungnya dibanding bekerja dengan benar. Di tengah kemelut pekerjaan, leadernya malah memutuskan resign. Kini dirinya menjadi leader baru yang bertugas membimbing cowok baru dengan kegantengan bak artis ibu kota. Ketika tuntutan menikah mulai dilayangkan, dan si anak baru menyambut setiap langkah...
EPHEMERAL
99      90     2     
Romance
EPHEMERAL berarti tidak ada yang kekal, walaupun begitu akan tetap kubuktikan bahwa janji kita dan cinta kita akan kekal selamanya walaupun nanti kita dipisahkan oleh takdir. Aku paling benci perpisahan tetapi tanpa perpisahan tidak akan pernah adanya pertemuan. Aku dan kamu selamanya.
The Maze Of Madness
3776      1537     1     
Fantasy
Nora tak banyak tahu tentang sihir. Ia hidup dalam ketenangan dan perjalanan normal sebagai seorang gadis dari keluarga bangsawan di kota kecilnya, hingga pada suatu malam ibunya terbunuh oleh kekuatan sihir, begitupun ayahnya bertahun-tahun kemudian. Dan tetap saja, ia masih tidak tahu banyak tentang sihir. Terlalu banyak yang terjadi dalam hidupnya hingga pada saat semua kejadian itu merubah...
Langit Indah Sore Hari
98      84     0     
Inspirational
Masa lalu dan masa depan saling terhubung. Alka seorang remaja berusia 16 tahun, hubungannya dengan orang sekitar semakin merenggang. Suatu hari ia menemukan sebuah buku yang berisikan catatan harian dari seseorang yang pernah dekat dengannya. Karena penasaran Alka membacanya. Ia terkejut, tanpa sadar air mata perlahan mengalir melewati pipi. Seusai membaca buku itu sampai selesai, Alka ber...
Rembulan
768      428     2     
Romance
Orang-orang acap kali berkata, "orang yang gagal dalam keluarga, dia akan berhasil dalam percintaan." Hal itu tidak berlaku bagi Luna. Gadis mungil dengan paras seindah peri namun memiliki kehidupan seperti sihir. Luna selalu percaya akan cahaya rembulan yang setiap malam menyinari, tetapi sebenarnya dia ditipu oleh alam semesta. Bagaimana rasanya memiliki keluarga namun tak bisa dianggap ...
Just For You
4144      1633     1     
Romance
Terima kasih karena kamu sudah membuat hidupku menjadi lebih berarti. (Revaldo) *** Mendapatkan hal yang kita inginkan memang tidak semudah membalik telapak tangan, mungkin itu yang dirasakan Valdo saat ingin mendapatkan hati seorang gadis cantik bernama Vero. Namun karena sesuatu membuatnya harus merelakan apa yang selama ini dia usahakan dan berhasil dia dapatkan dengan tidak mudah. karen...
Edelweiss: The One That Stays
1385      589     1     
Mystery
Seperti mimpi buruk, Aura mendadak dihadapkan dengan kepala sekolah dan seorang detektif bodoh yang menginterogasinya sebagai saksi akan misteri kematian guru baru di sekolah mereka. Apa pasalnya? Gadis itu terekam berada di tempat kejadian perkara persis ketika guru itu tewas. Penyelidikan dimulai. Sesuai pernyataan Aura yang mengatakan adanya saksi baru, Reza Aldebra, mereka mencari keberada...
Nyanyian Burung di Ufuk Senja
2350      908     0     
Romance
Perceraian orangtua Salma membuatnya memiliki kebimbangan dalam menentukan suami masa depannya. Ada tiga pria yang menghiasi kehidupannya. Bram, teman Salma dari semenjak SMA. Dia sudah mengejar-ngejar Salma bahkan sampai menyatakan perasaannya. Namun Salma merasa dirinya dan Bram berada di dunia yang berbeda. Pria kedua adalah Bagas. Salma bertemu Bagas di komunitas Pencinta Literasi di kampu...
Cinta dalam Impian
86      67     1     
Romance
Setelah ditinggal oleh kedua orang tuanya, seorang gadis dan abangnya merantau untuk menjauh dari memori masa lalu. Sang gadis yang mempunyai keinginan kuat untuk meraih impian. Voska belajar dengan rajin, tetapi dengan berjalannya waktu, gadis itu berpisah dengan san abang. Apa yag terjadi dengan mereka? Mampukah mereka menyelesaikan masalahnya atau berakhir menjauh?
Asmaraloka Jawadwipa (Sudah Terbit / Open PO)
7264      2169     1     
Romance
Antara anugerah dan kutukan yang menyelimuti Renjana sejak ia memimpikan lelaki bangsawan dari zaman dahulu yang katanya merupakan sang bapa di lain masa. Ia takkan melupakan pengalaman dan pengetahuan yang didapatnya dari Wilwatikta sebagai rakyat biasa yang menyandang nama panggilan Viva. Tak lupa pula ia akan indahnya asmara di Tanah Blambangan sebelum mendapat perihnya jatuh cinta pada seseor...