Loading...
Logo TinLit
Read Story - With You
MENU
About Us  

Tidak ada yang berani mendekati Jeno. Memang Jeno baik dan ramah tapi aura dinginnya membuat siapapun segan. Hal itu membuat siapapun yang melihat Karina berjalan di samping Jeno kemarin siang membuat sebagian besar perempuan yang menyukai Jeno merasa jengkel dan tidak segan untuk memberi pelajaran buat Karina.

Baru masuk ke gerbang sekolah Karina sudah dihadang dengan lima perempuan yang tidak dia kenal. Tangannya ditarik ke arah parkiran sekolah.

“Apaan sih!” Karina menghempaskan tangannya dengan keras. Dia menatap kelima perempuan itu dengan malas. Masih zaman main keroyokan seperti ini? Nggak etis sama sekali.

“Lo berani-beraninya deketin Jeno. Mau lo apa?” Karina mengerutkan keningnya.

“Emang lo siapanya Jeno?”

“Itu nggak penting, yang penting lo jauhin Jeno.”

“Lo aja nggak jelas statusnya, mau ngelarang gue?” Karina mengatakan dengan wajah menantang.

Perempuan yang menjadi ketuanya itu mengangkat tangannya bersiap menampar wajah Karina. Dibadge bajunya terdapat nama perempuan itu, Vanessa Kamila P. Tapi ada seseorang yang menghentikan tangan Vanessa. Karina dan Vanessa menatap orang yang menahan tamparan perempuan itu.

“Jangan menjadikan saya sebagai alasan untuk melukai orang lain.” Semua yang ada disitu terkesiap. Mereka terkejut mendapati Jeno yang menatap wajah Vanessa dengan tatapan tajam, wajah dinginnya semakin menakutkan. “Vanessa.” Jeno membaca nama yang ada dibadge Vanessa dan beralih menatap perempuan itu dengan dingin.

“Maaf.” Vanessa meminta maaf sambil menundukkan wajahnya.

Jeno melepaskan tangan Vanessa lalu menatap Karina yang diam dari tadi. “Lain kali jangan mengatasnamakan orang lain untuk melakukan kejahatan, apalagi membawa nama saya.” Jeno lalu menarik tangan Karina yang saat itu masih mematung sejak pertama melihat wajah Jeno yang memegang lengan Vanessa.

“Terima kasih Jen.”

“Kamu tahu namaku?”

“Siapa sih yang nggak tahu kamu,” balas Karina dengan begitu polosnya. Padahal mereka belum pernah berkenalan sebelumnya.

“Ahh.” Jeno menganggukkan kepalanya mengerti. “Kalau mereka ganggu kamu lagi, kamu bisa bilang sama aku.” Jeno menghentikkan langkahnya lalu menatap Karina dengan senyuman manis yang membuat Karina kembali terpesona. Dalam jarak berdekatan seperti ini membuat Karina semakin tidak bisa menahan jantungnya untuk tidak berdetak lebih kencang. Jeno sangat memesona.

“Hey, kamu suka ngelamun gini ya?” tanya Jeno ketika lagi-lagi Karina tidak menjawab pertanyaannya seperti saat pertama mereka bertemu.

“E-enggak kok. Aku duluan ya, terima kasih Jen.” Karina meninggalkan Jeno dengan wajahnya yang sudah memerah seperti kepiting rebus. Jeno yang melihatnya hanya tersenyum dan tidak habis pikir dengan perempuan itu.

***

Karina mendudukkan dirinya di kursi kesayangannya. Senyumnya masih mengembang dengan lebarnya membuat Adinda menggeleng tidak percaya dengan yang dia lihat saat ini. Adinda lalu membuka ponselnya dan kembali menulis jawaban pe-er yang belum dia kerjakan untuk mapel hari ini.

“Din! Din, coba tebak kenapa gue seneng.”

“Pe-er lo udah lo kerjain pasti,” jawab Adinda cuek, dia lalu kembali menulis jawaban dibukunya.

“Udah sih tapi bukan itu masalahnya. Gue tadi ditolongin sama Jeno.”

Adinda mengalihkan pandangannya lalu menatap Karina dengan terkejut, “Lo bikin gara-gara lagi?” tebak Adinda yang langsung mendapat pukulan di tangannya. “Auu sakit Kar.”

“Emang tampang gue suka cari gara-gara gitu?”

“Iya. Lo tau gasih kalau lo kemarin jadi berita panas diangkatan kita? Gegara lo kemarin ditolongin sama Jeno?”

“Hah? Serius? Pantes tadi ada yang ngelabrak gue.”

“What? Serius lo dilabrak? Sama gengnya siapa?”

“Vanessa.”

“Gilak lo.” Adinda menggeleng lalu kembali menulis dibukunya. “Diem dulu, ntar cerita lagi, gue harus nyelesain ini sebelum bel bunyi.”

Lima menit setelahnya Adinda berhasil menyelesaikan contekannya. Dia lalu menutup bukunya dan menatap Karina dengan intens. “Lo tahu gasih Vanessa itu siapa? Dia itu salah satu geng yang paling dihindari sama orang-orang. Mereka gak segan-segan buat nyerang lo.”

“Tadi gue ditolongin sama Jeno. Terus dia marah gitu sama Vanessa.”

“Ya apalagi itu. Hidup lo bakal gak tenang Kar, serius.”

“Terus gue harus ngapain?”

“Gue bakal bantuin lo. Jadi jangan lupa bawa hp lo kemanapun. Langsung telepon aja kalau lo ada butuh.”

“Kok jadi gini sih?”

“Ini bayaran karena lo semakin deket sama Jeno.”

Karina memandang Adinda dengan perasaan yang kalut. Selama ini dia tidak pernah benar-benar bergaul dengan orang di sekitarnya. Dia tidak pernah terlibat apapun yang bisa merugikan dirinya. Apa cinta pertamanya emang sesulit ini? Karina tidak habis pikir dengan orang-orang kebanyakan yang sampai membenci orang lain untuk bahagia. Karina juga ingin bahagia.

***

Karina merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Banyak hal yang terjadi hari ini. Ternyata tidak hanya Vanessa, bahkan ada beberapa orang yang terang-terangan tidak suka melihatnya. Ada yang sampai ingin membuatnya jatuh. Karina rasanya ingin marah tapi tidak bisa. Dia lalu berteriak dengan kencang di dalam kamarnya membuat sang Papa yang baru pulang dari kantor terkaget mendengarnya.

“Kar?” tanya Papanya yang kini berada di tengah pintu kamarnya.

“Nggak papa Pa. Cuma lagi kesel aja. Oh iya Pa. Papa kenal Jeno?” tanya Karina ketika mengingat Papanya pernah bercengkarama dengan Jeno diacara kemarin.

“Tumben kamu nanyain seseorang. Darimana kamu kenal sama Jeno? Seingat Papa kalian belum pernah ketemu lagi.”

“Waktu diacara pertemuan kemarin Pa di Perancis.”

“Ohh. Kenal dong, dia anak temen deket Papa. Kamu mau dikenalin sama dia?” tanya Papanya dengan senyum yang menggoda anaknya.

“Boleh.” Karina tersenyum sambil memamerkan deretan gigi putihnya yang rapi.

“Papa seneng ngelihat kamu senyum lagi.”

Sudah lama memang Varis tidak melihat senyum anaknya lagi. Sejak perceraiannya dengan isterinya Karina menjadi lebih pendiam dan hanya fokus pada pekerjaannya dan belajar untuk mengejar ketertinggalan pelajarannya di sekolah. Varis selalu mendukung apapun yang membuat Karina bahagia. Dia menyayangi putrinya melebihi dirinya sendiri.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Perihal Hati
590      357     2     
Romance
Hati manusia siapa yang tahu, hati manusia siapa yang tak mau dijaga. Namun hati siapa juga yang mau tersakiti. Ini semua hanya permainan hati.
DRAMA
693      502     13     
Short Story
Harusnya kau tahu ....
Bajak Darat
1045      734     0     
Humor
Setelah mengalami kecelakaan laut hingga kehilangan sebelah tangan dan kakinya, seorang bajak laut pulang kampung demi mendengar kampung halamannya akan dibuat menjadi kota mandiri dengan konsep terakota. Ia mencuri peta kuno, satu-satunya yang dapat menyelesaikan perdebatan batas wilayah antara Pemda Jakarata dengan Pemda Jataraka, dan bernilai fantastis yang cukup untuk membeli sawah dan trakto...
Stalker
595      385     3     
Short Story
Kata orang, cinta buta mampu membuat seseorang kehilangan akal dan rela melakukan apapun demi sosok yang dicinta. Itulah yang Ayuni jalani selama 4 tahun terakhir. Gadis yang pada tanggal 14 Februari esok tepat berusia 25 tahun itu merupakan salah satu korban cinta buta. Lebih tepatnya, ia berubah menjadi seorang stalker garis keras dari Rafael Adibara sesaat setelah pria itu mengatakan pu...
Night Wanderers
19755      4936     45     
Mystery
Julie Stone merasa bahwa insomnia yang dideritanya tidak akan pernah bisa sembuh, dan mungkin ia akan segera menyusul kepergian kakaknya, Owen. Terkenal akan sikapnya yang masa bodoh dan memberontak, tidak ada satupun yang mau berteman dengannya, kecuali Billy, satu roh cowok yang hangat dan bersahabat, dan kakaknya yang masih berduka akan kepergiannya, Ben. Ketika Billy meminta bantuan Julie...
Kesempatan
390      273     0     
Short Story
Pada dasarnya, manusia itu penakut. Seringkali menghindari situasi yang membuat dirinya merasa tidak nyaman. Pada dasarnya, manusia itu selalu menginginkan kebahagiaan atas dirinya sendiri. Dan seringkali melupakan kebahagiaan orang lain.
Cincin Untuk Tania
479      410     0     
Short Story
Argi yang akan segera ditinggal nikah oleh Tania berjuang keras untuk menjadi lelaki pertama yang memasangkan cincin di jari manis sang pujaan hati
Langit Jingga
3064      1202     4     
Romance
"Aku benci senja. Ia menyadarkanku akan kebohongan yang mengakar dalam yakin, rusak semua. Kini bagiku, cinta hanyalah bualan semata." - Nurlyra Annisa -
SIREN [ RE ]
710      419     5     
Short Story
nyanyian nya mampu meluluhkan hati. namanya dan suara merdunya mengingatkanku pada salah satu makhluk mitologi.
The Emergency Marriage Secret
3620      1818     0     
Romance
Raina tidak pernah berpikir bahwa hidupnya akan berubah drastis hanya karena satu permintaan terakhir dari sang Ayah. Permintaan yang sederhana namun berat, menikah. Calon suaminya adalah seorang dokter muda, anak dari sahabat lama Ayahnya. Raina tidak mencintai pria itu, bahkan nyaris tak mengenalnya. Tapi demi Ayah yang terbaring sakit dengan riwayat jantung melemah, Raina mengiyakan. ...