Loading...
Logo TinLit
Read Story - Snow
MENU
About Us  

Setelah pria itu pulang , tidak ada yang terjadi lagi diantara mereka berdua. Angin masih berhembus dengan kencangnya diluar sana. Gadis itu memilih menghabiskan waktunya didalam kamar. Membuka lembar demi lembar novel dirak yang tersusun rapi disudut ruangan. 

Ting Tong! 

Gadis itu bangkit dan menuju pintu. Saat ia membuka pintu , betapa terkejutnya ia melihat pria itu berdiri dengan pakaian yang sama saat terakhir kali pamit dari apartemennya. 

" Kau ... belum pulang ?" Ucap gadis itu , memandang pria itu secara keseluruhan. Gadis itu yakin sekali pakaian itu masih sama.

" Boleh aku masuk sebentar ? Diluar dingin sekali. Aku tidak bisa pulang" Ucap pria itu. Merapatkan mantelnya kuat - kuat.

Entah pria itu sengaja atau tidak , tapi gadis itu tidak bisa menolak karena terlalu kasihan melihat wajah membiru pria itu. 

" Apa kau punya cokelat panas ?" Ucap pria itu.

" Tidak " Ucap gadis itu datar.

" Apa kau punya teh panas ?" 

" Tidak "

" Apa aku boleh tidur sebentar di sofa ini ?" 

" Terserah , lagipula jika kau berniat untuk menginap kenapa tidak bilang saja langsung " 

" Apa aku boleh menginap ?" Ucap pria itu.

Gadis itu menghela nafas berat. " Tentu saja , boleh " Gadis itu tersenyum , dengan berat hati. 

Gadis itu memperhatikan pria itu tidur di sofanya. Apa ia memang kedinginan ? Penghangat ruangannya sudah aku naikkan agar tidak terasa dingin. Kenapa wajahnya masih terlihat membeku seperti itu ? Apa sebaiknya aku selimuti dia dengan selimut yang tebal ? Ini karena aku pengertian. Beruntung sekali ia memiliki teman sepertiku.

Gadis itu menutupi tubuh pria itu dengan selimut. 

" Aku harap kau baik - baik saja " Ucap gadis itu , suaranya samar - samar terdengar. Lebih seperti berguman.

" Aku akan baik - baik saja " Eh ? Ia barusaja mendengar pria ini bicara. Apa ia salah dengar ? Lagi - lagi mengigau yang tidak jelas ya ?

" Kenapa juga pria ini selalu mengigau tidak jelas saat tidur ?" Ucap gadis itu.

Pria itu membuka matanya. Menatap gadis dihadapannya lama. Lalu bangun dengan posisi duduk.

" Kau ... dengar yang kukatakan tadi pagi ?" Ucap pria itu

" Yang mana maksudmu ? " 

" Saat kau bangun dan tahu aku sedang tertidur lalu mengatakan hal - hal aneh. Kau dengar apa yang aku katakan ?" Ucap pria itu.

Gadis itu mengangguk. Bagaimana tidak ingat. Ia bahkan masih memikirkannya hingga saat ini. Susah sekali melupakan pengakuan cinta itu.

" Kau tidak merasa gugup saat mendengarnya ?" Ucap pria itu. Nada suaranya aneh sejak ia membahasnya. Entahlah , seperti mendesak ingin tahu sesuatu.

" Aku .... tentu saja merasa gugup" Ucap gadis itu. Tatapannya mengarah ke lantai.

Pria itu terdiam lama. 

" Duduklah " Ucap pria itu. Entah karena apa , gadis itu tetap duduk atas suruhan pria itu. Sekarang , mereka duduk berdampingan.

" Apa duduk berdampingan seperti ini membuatmu gugup juga ?" Ucap pria itu , pandangannya masih terarah ke gadis disampingnya.

Gadis itu tidak tahu ada apa dengan pria disampingnya , tapi ia merasa seperti di interogasi walaupun tidak bersalah. Gadis itu mengangguk yang berarti ' iya , kau tidak salah lagi '.

Pria itu mendekatkan tubuhnya , memeluk gadis itu dengan erat. Sekarang wajah gadis itu 100% memerah. Apa yang sebenarnya ia lakukan ? Bukankah ini namanya tindak kriminal ? Memeluk orang tanpa permisi ? Tapi kenapa aku tidak memberontak ? Tunggu! Jangan - jangan ia bisa merasakan detak jantungku saking kencangnya berdetak. Kemudian menertawakanku sepuasnya. Bagaimana ini ? 

Pria itu memeluknya erat lama sekali. Untuk kemudian tersadar karena merasakan detak jantung gadis itu. Walaupun ia masih ingin merasakan kehangatan itu , tapi ia tetap melepaskan pelukannya. 

" Aku bisa merasakan detak jantungmu ". Ucap pria itu , membuat gadis itu seketika menahan malu.

" Tapi bukankah itu normal ?" Ucap pria itu lagi.

" Normal ?" Ucap gadis itu , mengernyitkan alisnya bingung.

" Kalau kau memang menyukaiku juga , bukankah itu namanya normal ? Berpelukan dengan orang yang kau sukai lalu kau merasa gugup , karena itulah detak jantungmu sampai bisa kudengar " Ucap pria itu.

Gadis itu membelalak kaget. Oh Tidak!Tanpa sengaja ia tertangkap basah. 

Siapapun , tolong selamatkan ia dari situasi ini.

Gadis itu wajahnya tiba - tiba saja memerah. Ia harus mengalihkan pembicaraan ini.

" Kau .... butuh cokelat panas ? Aku akan ambilkan .. maksudku ... aku akan meminta kepada tetangga .. bibi yang kebetulan tinggal dibawah apartemen baik sekali. Jadi .. aku akan coba minta padanya" Gadis itu bangkit dan mengambil mantel asal di atas kursi. 

Pria itu tersenyum menatap gadis itu. Ia melihat punggung gadis itu menjauh hingga hilang dari balik pintu. Lucu sekali wajahnya. Pikirnya.

Lima belas menit kemudian. Gadis itu kembali dengan membawa bungkus bubuk cokelat seduh , sengaja tidak menatap kedepan karena ia tahu pria itu memperhatikan gerak geriknya. Sedikit risih. Mencoba untuk setenang mungkin. Lima menit berlalu dengan rasa gugup tiada henti. Akhirnya gadis itu bisa bernafas lega karena pandangan pria itu akhirnya teralihkan dengan cokelat panas yang barusaja ia buat. Jika pria ini meminum cokelat panas itu dengan menatap dirinya. Pria ini benar - benar gila. 

Keheningan mulai terjadi. Tidak ada yang memulai pembicaraan. Hanya ada suara pemanas yang menyala. 

" Kau ... tidak berniat ingin pulang ? Ini sudah hampir sore." Ucap gadis itu , ia ingin sekali bersantai di hari yang dingin ini. Kumohon pulanglah. 

" Kau benar , sebaiknya aku pulang. Kalau begitu , terimakasih atas cokelat panasnya" 

Pria itu bangkit dan mengambil syal serta mantelnya untuk kemudian ia kenakan sebelum sampai diluar. 

" Hati - hatilah dijalan " Ucap gadis itu , ia hanya merasa perlu perhatian bukan dengan teman ? 

Pria itu tersenyum. 

" Ini normal , lagipula aku temanmu " Ucap gadis itu

Pria itu hanya mengangguk setuju dan melangkah pergi. Pria itu tidak mengatakan apa - apa. Ia tidak marah hanya karena kata ' teman ' kan ?

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Dream Of Youth
856      582     0     
Short Story
Cerpen ini berisikan tentang cerita seorang Pria yang bernama Roy yang ingin membahagiakan kedua orangtuanya untuk mengejar mimpinya Roy tidak pernah menyerah untuk mengejar cita cita dan mimpinya walaupun mimpi yang diraih itu susah dan setiap Roy berbuat baik pasti ada banyak masalah yang dia lalui di kehidupannya tetapi dia tidak pernah menyerah,Dia juga mengalami masalah dengan chelsea didala...
Summer Whispering Steam
8374      3510     1     
Romance
Nagisano Shizuka, Okinawa, angin laut yang lembut dan langit biru yang luas, kedai kopi yang menjadi persinggahan bagi siapa saja yang ingin beristirahat sejenak dari kesibukan dunia. Dikenal sebagai “Mimpi Panjang di Musim Panas Semesta”, selamat datang di Nagisano Shizuka. Yuki, sang manajer, menjalankan kedai ini bersama rekan-rekannya—Estrella, Arlend, Hayato, dan lainnya. Hari-hari ...
DocDetec
3203      1774     1     
Mystery
Bagi Arin Tarim, hidup hanya memiliki satu tujuan: menjadi seorang dokter. Identitas dirinya sepenuhnya terpaku pada mimpi itu. Namun, sebuah tragedi menghancurkan harapannya, membuatnya harus menerima kenyataan pahit bahwa cita-citanya tak lagi mungkin terwujud. Dunia Arin terasa runtuh, dan sebagai akibatnya, ia mengundurkan diri dari klub biologi dua minggu sebelum pameran penting penelitian y...
Odd Things
1522      982     22     
Short Story
Ramli merasakan banyak keanehan ketika Ara berada di dekatnya.
Cinta Tau Kemana Ia Harus Pulang
10458      2362     7     
Fan Fiction
sejauh manapun cinta itu berlari, selalu percayalah bahwa cinta selalu tahu kemana ia harus pulang. cinta adalah rumah, kamu adalah cinta bagiku. maka kamu adalah rumah tempatku berpulang.
Two Good Men
598      431     4     
Romance
What is defined as a good men? Is it their past or present doings? Dean Oliver is a man with clouded past, hoping for a new life ahead. But can he find peace and happiness before his past catches him?
FaraDigma
8159      2957     1     
Romance
Digma, atlet taekwondo terbaik di sekolah, siap menghadapi segala risiko untuk membalas dendam sahabatnya. Dia rela menjadi korban bully Gery dan gengnya-dicaci maki, dihina, bahkan dipukuli di depan umum-semata-mata untuk mengumpulkan bukti kejahatan mereka. Namun, misi Digma berubah total saat Fara, gadis pemalu yang juga Ketua Patroli Keamanan Sekolah, tiba-tiba membela dia. Kekacauan tak terh...
Cinta di Ujung Batas Negara
10      6     0     
Romance
Di antara batas dua negara, lahirlah cinta yang tak pernah diberi izin-namun juga tak bisa dicegah. Alam, nelayan muda dari Sebatik, Indonesia, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sepasang mata dari seberang. Siti Dzakyrah, pelajar Malaysia dari Tawau, hadir bagai cahaya kecil di tengah perbatasan yang penuh bayang. Mereka tak bertemu di tempat mewah, tak pula dalam pertemu...
How Precious You're in My Life
15792      3647     2     
Romance
[Based on true story Author 6 tahun] "Ini bukanlah kisah cinta remaja pada umumnya." - Bu Ratu, guru BK. "Gak pernah nemuin yang kayak gini." -Friends. "Gua gak ngerti kenapa lu kayak gini sama gua." -Him. "I don't even know how can I be like this cause I don't care at all. Just run it such the God's plan." -Me.
BELVANYA
370      261     1     
Romance
Vanya belum pernah merasakan jatuh cinta, semenjak ada Belva kehidupan Vanya berubah. Vanya sayang Belva, Belva sayang Vanya karna bisa membuatnya move on. Tapi terjadi suatu hal yang membuat Belva mengurungkan niatnya untuk menembak Vanya.