Loading...
Logo TinLit
Read Story - Aku Mau
MENU
About Us  

Aku menatap marah pada gadis kecil yang tengah terduduk menangis di hadapanku. Dengan ujung mulut yang sedikit robek dan membiru aku berteriak padanya, “LO TAU GAK SIH?! SELAMA INI LO UDAH BIKIN GUE MALU!”

“Gara-gara lo yang lemah ini gue selalu diejek sama temen-temen gue. Mereka selalu bilang kalau gue itu cuman bisa main sama cewek, gak maco, lemah! Lo gak tau kan?!”

Gadis itu masih terduduk dan menangis. “Dan udah berapa kali gue bilang sama lo! GAK USAH IKUT CAMPUR!”

Aku menutup pagar itu dengan keras meninggalkan gadis itu yang terus menangis. Aku sudah memperingatkannya berulang kali untuk tidak ikut campur dengan apa yang aku lakukan.

~

Aku tersenyum menatap Ayu yang kini sedang fokus pada apa yang guru terangkan di depan. Dengan begitu semangatnya ia meyalin materi yang ada di whiteboard. Setidaknya di sini Ayu bisa sedikit melupakan masalahnya.

“Ehem, gurunya di depan, bukan di samping,” Tegur Indra yang duduk di sampingku. Aku mengalihkan tatapanku dari Ayu.

“Gue juga tau kali,” Aku kembali menyatat.

“Kalem aja kali, si Ayu gak bakalan diapa-apain sama si Esti.”

“Apaan coba?” Kilahku.

“Ck! Gue tau lo khawatir masa si Ayu.”

“Hem, keliatan, ya?”

“Banget,” Jawab Indra dengan penuh penekanan.

“Kalian!” Aku dan Indra terperenjat kaget. Kami langsung menatap ke sumber suara. “Dari tadi saya perhatikan kalian mengobrol terus!”

“Mampus pak Bambang murka,” Gumam Indra.

Dengan wajah yang menyeramkan pak Bambang menghampiri kami. bel peringatan terdengar nyaring, maksudku bel tanda istirahat berbunyi nyaris yang artinya hukuman dimulai.

~

Di bawah sinar matahari yang menyengat, aku dan Indra terpaksa berdiri di tengah lapangan menjadi tontonan gratis pasa siswa yang melewat atau bahkan sengaja menonton kami yang tengah melakukan hal nasionalisme dengan menghormat pada bendera.

“Ini bel kemerdekaan kapan bunyinya?” Keluh Indra.

“Nanti pasti tujuh belas Agustus,” Jawabku.

“Gila aja gue di suruh hormat sampe tujuh belas Agustus,” Aku terkekeh pelan mendengar ucapannya.

Suara kekehanku berhenti dan berubah menjadi sebuah senyuman lebar untuk sesorang yang sedang menungguiku. Ia duduk di lantai koridor depan kelasku yang kebetulan berada tepat di depan tempat aku di hukum.

Dengan jari kurusnya ia memberitahukan jika lima menit lagi bel akan berbunyi. Aku menganggukkan kepala dan melanjutkkan hukuman.

“Yaelah, romantis amat. Gue aja yang punya pacar gak gitu amat, menyedihkannya diriku.”

“Malu kali punya pacar kayak lo,” Bisikku memanas-manasi Indra.

“Sialan lo.”

Tak lama setelahnya terdengar suara bel yang membuat akami menghela napas lega. Dengan tubuh yang bercucuran keringat, kami melangkah gontai menuju tempat Ayu duduk sedari tadi. Beberapa teman kami yang sedari tadi menertawakan nasib sial kami, kembali berulah dengan mengejek kami. Sialan memang, tetapi mereka juga mengipasi tubuh kami yang sepertinya sudah bau panggangan.

Aku membaringkan tubuhku di atas lantai koridor, Ayu menyodorkan sebotol air mineral dingin dan meletakkannya di sampingku.

“Gue kagak dikasih nih? Gue juga haus kali,” Cemburu Indra, yang dibalas ejekan yang lainnya dan disusul gelak tawa semuanya.

Diantara semua tawa yang ada, hanya satu tawa yang menjadi fokusku. Sebongkah rindu kini telah lenyap, melihat Ayu kembali tertawa.

~

Hujan turun dengan lebatnya, membuat kami berlarian turun dari dalam angkot. Beberapa gelak tawa terdengar memecah suara hantaman air hujan pada aspal. Kami sepakat untuk memanfaatkan waktu satu minggu ini untuk mengembalikan Ayu yang ceria. Dan sekarang di sinilah kami di depan mall dengan keadaan setengah basah. Aku menatap Ayu yang masih mempertahankan senyumnya. Rambut sebahunya basah dan sepatunya juga, beruntung tadi aku memaksanya untuk memakai jaket.

“Keliatan banget kayak yang baru aja hujan-hujanan,” Ujar Gaga yang disambil tawa kecil oleh yang lain termasuk Ayu.

Kami melangkah masuk ke dalam mall, yang sukses menyedot perhatian banyak orang di dalam. Dengan tidak tahu malu, kami melangkah menyusuri mall yang nampak menjadi ramai karena sepertinya banyak yang terjebak hujan dan memilih berteduh di dalam mall.

“Kita mau kemana dulu?” Tanya Esti yang diangguki oleh yang lainnya.

Gaga selaku ketua dalam tour ini menatap sekitar. “Makan?”

“Eits dah, tau aja kalo gue lagi lapar. Tapi lo yang teraktir,” Indra langsung melesat ke arah tempat makanan berada.

“Yes! Gaga teraktir!” Teriak semuanya sambil mengikuti Indra. Gaga yang mendengar demikian hanya menghela napas, aku yang masih berdiri di sampingnya menepuk pundaknya pelan dan ikut menyusul yang lainnya.

~

Aku mengepalkan tanganku di bawah meja. “Ayah gak ngajarin kamu buat tawuran. Harusnya kamu bisa contoh kakak kamu, contoh Ayu.”

Ayu, ulangku dalam hati.

Aku mengangkat kepalaku yang sedari tadi tertunduk. Kutatap dengan berani orang yang duduk tepat dihadapanku, ayah. Kukumpulkan keberanianku.

“Ini semua salah Ayu, yah!”

“Ayu yang selama ini jadi alasan temen-temen Farhan buat bully Farhan,” Belaku dengan nada penuh amarah. “Ayah gak akan tau gimana temen-temen Farhan nge-bully Farhan.”

“Dan lagi selama ini ayah sama bunda selalu peduli sama Ayu, bukannya sama Farhan, anak kandung ayah sama bunda!” Aku bangkit dan berlari kearah kamarku.

Kututup pintu dengan keras. Membanting tubuhku ke atas kasur. Menatap langit-langit kamar. Dengan kesal aku melempar segala yang mampu aku jangkau.

Dengan napas yang masih tersengkal-sengkal aku menatap keadaan kamarku yang berantakan. Mengambil napas yang panjang, aku melangkah ke balkon kamar. Hujan lebat langsung menyambutku. Aku berjalan menuju pagar balkon. Kuulurkan tanganku pada hujan. Mengusapkan kedua tanganku yang basah pada wajahku. Aku meringis pelan saat air tersebut mengenai luka di wajahku.

Kupegang erat pagar balkon dan menatap ke depan. Samar-samar aku mendengar suara derung mesin diantara derasnya hujan. Kualihkan tatapanku pada rumah yang bersebrangan dengan rumahku.

Di sana seorang pria tua tengah mendorong pagar rumah. Nampak seorang gadis kecil tengah memohon padanya dengan sebuah boneka beruang di salah satu tangannya. Pria tua itu tidak menggubris apa yang tenagh di  lakukan gadis kecil itu. ia melenggang masuk ke dalam mobil yang mesinnya telah menyala. Seolah tak kehilangan akal, gadis kecil itu memilih berdiri di depan mobil sambil terus memohon. Suara keras klakson tidak membuatnya menyingkir dari sana.

Aku menegakkan tubuhku, saat melihat mobil itu memilih menabrak pelan gadis kecil itu hingga terjatuh. Ini namanya sudah keterlaluan. Saat aku hendak beranjak dari balkon, suara pintu mobil terbuka menghentikanku. Kupikir wanita tua itu akan mengecek keadaan Ayu dan memelukknya hangat, tetapi yang dilakukannya malah semakin menyulut emosiku.

Aku melangkah keluar kamar dengan terburu-buru. Berlari menuruni tangga dan segera menuju pintu utama. Saat pintu berhasil kubuka suara teriakan pilu sambutanku.

“Mamah! Papah! Ayu pengin ikut !! ”

 

OLEH LUTHFITA

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Golden Cage
553      336     6     
Romance
Kim Yoora, seorang gadis cantik yang merupakan anak bungsu dari pemilik restaurant terkenal di negeri ginseng Korea, baru saja lolos dari kematian yang mengancamnya. Entah keberuntungan atau justru kesialan yang menimpa Yoora setelah di selamatkan oleh seseorang yang menurutnya adalah Psycopath bermulut manis dengan nama Kafa Almi Xavier. Pria itu memang cocok untuk di panggil sebagai Psychopath...
Meja Makan dan Piring Kaca
66695      13353     53     
Inspirational
Keluarga adalah mereka yang selalu ada untukmu di saat suka dan duka. Sedarah atau tidak sedarah, serupa atau tidak serupa. Keluarga pasti akan melebur di satu meja makan dalam kehangatan yang disebut kebersamaan.
Unending Love (End)
19308      3835     9     
Fantasy
Berawal dari hutang-hutang ayahnya, Elena Taylor dipaksa bekerja sebagai wanita penghibur. Disanalah ia bertemua makhluk buas yang seharusnya ada sebagai fantasi semata. Tanpa disangka makhluk buas itu menyelematkan Elena dari tempat terkutuk. Ia hanya melepaskan Elena kemudian ia tangkap kembali agar masuk dalam kehidupan makhluk buas tersebut. Lalu bagaimana kehidupan Elena di dalam dunia tanpa...
BALTIC (Lost in Adventure)
5097      1904     9     
Romance
Traveling ke Eropa bagian Barat? Itu bukan lagi keinginan Sava yang belum terwujud. Mendapatkan beasiswa dan berhasil kuliah master di London? Itu keinginan Sava yang sudah menjadi kenyataan. Memiliki keluarga yang sangat menyanyanginya? Jangan ditanya, dia sudah dapatkan itu sejak kecil. Di usianya ke 25 tahun, ada dua keinginannya yang belum terkabul. 1. Menjelajah negara - negara Balti...
Mencintaimu di Ujung Penantianku
6135      1918     1     
Romance
Perubahan berjalan perlahan tapi pasti... Seperti orang-orang yang satu persatu pergi meninggalkan jejak-jejak langkah mereka pada orang-orang yang ditinggal.. Jarum jam berputar detik demi detik...menit demi menit...jam demi jam... Tiada henti... Seperti silih bergantinya orang datang dan pergi... Tak ada yang menetap dalam keabadian... Dan aku...masih disini...
Lantunan Ayat Cinta Azra
8911      2151     3     
Romance
Lantunan Ayat Cinta Azra adalah kisah perjalanan hidup seorang hafidzah yang dilema dalam menentukan pilihan hatinya. Lamaran dari dua insan terbaik dari Allah membuatnya begitu bingung. Antara Azmi Seorang hafidz yang sukses dalam berbisnis dan Zakky sepupunya yang juga merupakan seorang hafidz pemilik pesantren yang terkenal. Siapakah diantara mereka yang akan Azra pilih? Azmi atau Zakky? Mung...
JEOSEUNGSAJA 'Malaikat Maut'
12397      3308     1     
Fan Fiction
Kematian adalah takdir dari manusia Seberapa takutkah dirimu akan kematian tersebut? Tidak ada pilihan lain selain kau harus melaluinya. Jika saatnya tiba, malaikat akan menjemputmu, memberikanmu teh penghilang ingatan dan mengirim mu kedimensi lain. Ada beberapa tipikel arwah manusia, mereka yang baik akan mudah untuk membimbingnya, mereka yang buruk akan sangat susah untuk membimbingny...
Too Sassy For You
1773      883     4     
Fantasy
Sebuah kejadian di pub membuat Nabila ditarik ke masa depan dan terlibat skandal sengan artis yang sedang berada pada puncak kariernya. Sebenarnya apa alasan yang membuat Adilla ditarik ke masa depan? Apakah semua ini berhubungan dengan kematian ayahnya?
SarangHaerang
2456      1084     9     
Romance
(Sudah Terbit, sebentar lagi ada di toko buku dekat rumahmu) Kecelakaan yang menimpa saudara kembarnya membuat Hae-rang harus menyamar menjadi cewek. Awalnya dia hanya ingin memastikan Sa-rang menerima beasiswanya, akan tetapi buku harian milik Sa-rang serta teror bunga yang terjadi memberikan petunjuk lain kalau apa yang menimpa adiknya bukan kecelakaan. Kecurigaan mengarah pada Da-ra. Berb...
House with No Mirror
607      463     0     
Fantasy
Rumah baru keluarga Spiegelman ternyata menyimpan harta karun. Anak kembar mereka, Margo dan Magdalena terlibat dalam petualangan panjang bersama William Jacobs untuk menemukan lebih banyak harta karun. Berhasilkah mereka menguak misteri Cornwall yang selama ini tersembunyi?