Loading...
Logo TinLit
Read Story - Kisah di Langit Bandung
MENU
About Us  

           “Besok sudah mulai kerja lagi ya, nduk?” tanya Fatimah, sembari meletakkan ayam goreng di piring anak semata wayangnya.

            “Iya, Bu.. Cutinya habis...”

            Yudhi menyeruput tehnya. “Sepertinya, kamu harus perpanjang cuti, Bay..”

            “Buat apa, Pakde?”

            “Ya... Siapa tau mau menenangkan hati...”

            Pagi ini, nasi uduk dan ayam goreng buatan Fatimah sudah tersaji untuk anak semata wayangnya, serta Yudhi.

            “Justru Bayu butuh kesibukan, Pakde.. Supaya cepat lupa..”

            Jangan salah sangka. Selama Bayu pergi berpetualang, Yudhi tidak tinggal bersama Fatimah. Meski mereka sudah menjadi saudara, namun tetap saja tak etis apabila Fatimah tinggal satu atap dengan pria yang tak sedarah dengannya, meski hanya beberapa hari. Selama kepergian Bayu, Yudhi tinggal di kediaman keluarganya, di daerah gunung kidul, tempat Yudhi dan almarhum Budi—ayah kandung Bayu —dibesarkan. Namun setelah Bayu pulang, Yudhi harus menginap di rumahnya, karena ada hal yang harus diselesaikan, terkait Bayu dan kekasihnya.

            “Nanti, jam sembilan... Bapaknya Ayu akan datang ke rumah... Untuk menjelaskan semuanya,” kata Fatimah. “Kamu dan pakdemu, harus menemui...”

            Bayu menghela nafas. Ia takut tak kuat menerima kenyataan. Pasti sakit.

            “Nah. Makanya, Pakde bilang, kamu perpanjang saja cutinya. Kali saja, mau menenangkan diri...” Yudhi menepuk bahu keponakannya.

            “Ah, nggak, Pakde... Justru dengan ketemu teman-teman di kantor, perasaan saya mungkin bisa lebih baik...” balas Bayu, dengan argumennya yang sangat masuk akal.

            Menurut Bayu, berdiam diri di rumah hanya membuatnya meratapi nasib, yang berujung pada sakit hati tiada ujung. Lebih baik ia pergi bekerja, bertemu nasabah dan bertumpuk berkas, serta melempar lelucon dengan para rekannya. Karena hal itu lebih tepat, dan bisa membuat beban dalam hatinya sedikit berkurang.

            “Enak nasi uduknya?” tanya Fatimah.

            Bayu mengangguk. “Enak, bu...”

            “Alhamdulillah...”

            Yudhi menyeletuk lagi. “Makan yang banyak. Supaya kuat menerima kenyataan.”

            Dan lelucon itu, hanya Bayu tanggapi dengan sebuah senyuman tak ikhlas. Ia tau, niat Yudhi hanya mencairkan suasana. Tapi tetap saja, hatinya masih terlalu mati rasa tuk menerima segala lelucon yang ada.

            Jam menunjukan pukul tujuh pagi. Dan dalam waktu tiga jam lagi, segalanya akan terjawab sempurna.

 

*

            “Saya menyampaikan permintaan maaf... Terutama atas diri saya, dan juga keluarga saya... Sesungguhnya Ayu tidak bersalah. Dia hanya simbol anak perempuan paling berbakti, yang mau mematuhi permintaan bapaknya, yang sesungguhnya tak sejalan dengan perasaannya sendiri,” kata Joko, ayah kandung Ayu.

            Jam sudah menunjukkan pukul sembilan. Joko datang seorang diri, setengah jam lebih cepat dari waktu yang dijanjikan. Dan disinilah mereka. Di ruang tamu, dengan ragam kudapan sederhana, serta suasana syahdu nan muram yang berselimut.

            Bayu diam saja, hanya memberi jawaban dengan tatap sedihnya. Sementara Yudhi-lah, yang banyak melakukan komunikasi dengan Joko.

            “Sebenarnya, ini sungguh berat. Pembatalan pertunangan secara sepihak, membuat segalanya berantakan, terutama perasaan Bayu.” Yudhi berucap tegas.

            “Ya.. Saya paham.. Maka dari itu, saya memiliki itikad baik untuk datang kesini dan menjelaskan.”

            “Itu bukan itikad baik,” hardik Yudhi kejam. “Tapi itu adalah kewajiban.”

            Joko pun mengangguk. Tak tampak wajah penyesalan di wajahnya sama sekali.

            “Sejak awal... Saya sedikit curiga dengan sikap Bapak... Bisa-bisanya menekan Bayu, disaat Bayu baru saja kehilangan Bapaknya?” Yudhi menggelengkan kepala. “Sekarang, bisa anda jelaskan, mengapa anda melakukan pembatalan ini?”

            Joko terlihat menyiapkan diri tuk menjelaskan segalanya. Raut wajahnya berubah sedikit tegang. “Sebelumnya, saya benar-benar meminta maaf... Alasan saya membatalkan pertunangan antara Bayu dan Ayu adalah... Saya sudah menjodohkan Ayu dengan Bimo, laki-laki lain. Laki-laki pilihan saya.”

            Deg.

            “Apa pekerjaan Bimo?” tanya Yudhi.

            “Pengusaha sembako di daerah Klaten. Dia memiliki masa depan yang terjamin dan cerah, dengan kemampuannya berwirausaha, serta aset yang menjamin kehidupan anak saya di masa depan,” balas Joko.

            Materialistis. Duniawi.

            “Kenapa anda tidak mengajak Ayu untuk turut datang?”

            Joko tersenyum masam. “Untuk apa? Untuk mempersulit usaha Ayu melupakan Bayu? Lagipula, pembatalan ini saya yang ajukan. Jadi, lebih baik saya saja yang kesini dan mempertanggung jawabkan semuanya.”

            “Mempertanggung jawabkan penjelasan?” ujar Yudhi. “Penjelasan bukan upaya tanggung jawab. Yang harus anda pikirkan, adalah bagaimana terlukanya Bayu dengan perbuatan yang dengan mudahnya anda mainkan!”

            Joko mengangkat bahu. “Bayu kan pegawai bank. Pasti dia mudah mendapat perempuan lain. Nasabahnya juga ribuan.”

            Dasar, tak punya hati, batin Yudhi.

            Kali ini, nafas Bayu benar-benar tercekat. Jika ia memiliki asma, mungkin saja ia bisa terkapar karena nafasnya terputus tiba-tiba.

            “Anda menjodohkan Ayu dengan Bimo, ketika Ayu sedang memiliki hubungan dengan Bayu? Kacau, pikiran anda!” Yudhi meninggikan nadanya.

            “Saya tau. Namun ini semua demi kebaikan Ayu. Ayu harus segera menikah. Dan Bimo lah yang siap untuk menikahi Ayu dalam waktu dekat, tanpa menunggu waktu lagi... Selain itu, perhitungan weton Jawa antara Ayu dan Bimo, sudah cocok. Jadi saya pikir, Ayu ditakdirkan untuk Bimo.. Bukan Bayu.” Joko melanjutkan penjelasannya.

            Deg.

            Ingin rasanya Bayu masuk ke dalam rumah, dan bersembunyi saja. Tapi ia tak mau begitu. Sama saja ia merendahkan diri dengan terlihat lemah di hadapan bapak satu ini.

            “Anda punya Tuhan... Tetapi nurani anda seperti orang tak ber-Tuhan... Jika begini, saya sangat setuju jika pertunangan Bayu dan Ayu batal. Karena saya tidak rela, jika Bayu harus memiliki mertua yang egois dan keras hati seperti anda,” kata Yudhi, dengan bahu yang bergetar.

            Yudhi masih melanjutkan kalimatnya. “Saran saya, perdalamlah ilmu agama. Belajarlah soal akhlak, agar anda makin tau caranya menghargai perasaan orang.”

            “Ya. Terimakasih. Saya pamit,” ucap Joko, yang tak tahan dengan ceramah Yudhi.

            Aura pun makin gelap. Tampak emosi dari semua pihak. Namun Yudhi lah yang terlihat paling menahan amarah. Ia tak terima, keponakan tersayangnya dicaci maki dan direndahkan begitu saja.

**

            Sepulangnya Joko, Bayu langsung berlari ke belakang rumahnya. Sembari menatap tanaman milik ibunya, Bayu mengeluarkan ponselnya. Caci maki yang Joko beri, sudah cukup menjelaskan semuanya.

            Dan Bayu memutuskan tuk mengirim pesan singkat pada gadis yang telah sukses melukainya.

 

Ayah kamu sudah kesini. Terimakasih utk semuanya. Semoga kamu bahagia dengan Bimo, yang bisa menjamin masa depan kamu, lebih dari aku yang hanya mempersulit kehidupanmu.

Terimakasih, untuk segala luka, suka, duka, dan bahagia.

Selamat menempuh perjalanan barumu, Yu.

            Sent!

            Dan setelahnya, tanpa menunggu balasan Ayu, dengan cepat Bayu menekan opsi “blokir” pada kontak bernama Ayu tersebut.

            Rasa kecewanya sungguh besar. Bahkan, rasa cintanya dengan Ayu pun, seketika tertimbuh oleh rasa kecewa yang ia terima, akubat penghinaan yang keluarga Ayu berikan untuknya.

            Dunia miliknya hancur. Segalanya seakan tak berarti lagi. Kehancuran bertubi-tubi, datang menghampirinya.

            Tiga bulan lalu, bapaknya meninggal karena penyakit jantung yang menyerang secara tiba-tiba. Pagi ini, ia kehilangan wanita yang pernah menjadi pusat hidupnya di masa lalu. Dan detik ini, ia kehilangan wanita yang akan menjadi pusat hidupnya, di masa depan.          

            Segala kejadian yang terjadi seakan mempermainkannya. Semua seakan meninggalkannya di waktu yang berdekatan.

            Satu luka belum sembuh sempurna, namun luka lain sudah datang menyerang.

            Ya, itulah yang Bayu rasakan sekarang.

           

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Warna Jingga Senja
4396      1214     12     
Romance
Valerie kira ia sudah melakukan hal yang terbaik dalam menjalankan hubungan dengan Ian, namun sayangnya rasa sayang yang Valerie berikan kepada Ian tidaklah cukup. Lalu Bryan, sosok yang sudah sejak lama di kagumi oleh Valerie mendadak jadi super care dan super attentive. Hati Valerie bergetar. Mana yang akhirnya akan bersanding dengan Valerie? Ian yang Valerie kira adalah cinta sejatinya, atau...
SURAT CINTA KASIH
676      505     6     
Short Story
Kisah ini menceritakan bahwa hak kita adalah mencintai, bukan memiliki
THE DARK EYES
944      612     9     
Short Story
Mata gelapnya mampu melihat mereka yang tak kasat mata. sampai suatu hari berkat kemampuan mata gelap itu sosok hantu mendatanginya membawa misteri kematian yang menimpa sosok tersebut.
ALACE ; life is too bad for us
1137      711     5     
Short Story
Aku tak tahu mengapa semua ini bisa terjadi dan bagaimana bisa terjadi. Namun itu semua memang sudah terjadi
Mendadak Halal
9514      2900     1     
Romance
Gue sebenarnya tahu. kalau menaruh perasaan pada orang yang bukan makhramnya itu sangat menyakitkan. tapi nasi sudah menjadi bubur. Gue anggap hal ini sebagai pelajaran hidup. agar gue tidak dengan mudahnya menaruh perasaan pada laki-laki kecuali suami gue nanti. --- killa. "Ini salah!,. Kenapa aku selalu memandangi perempuan itu. Yang jelas-jelas bukan makhrom ku. Astagfirullah... A...
Noterratus
542      386     2     
Short Story
Azalea menemukan seluruh warga sekolahnya membeku di acara pesta. Semua orang tidak bergerak di tempatnya, kecuali satu sosok berwarna hitam di tengah-tengah pesta. Azalea menyimpulkan bahwa sosok itu adalah penyebabnya. Sebelum Azalea terlihat oleh sosok itu, dia lebih dulu ditarik oleh temannya. Krissan adalah orang yang sama seperti Azalea. Mereka sama-sama tidak berada pada pesta itu. Berbeka...
My Doctor My Soulmate
200      181     1     
Romance
Fazillah Humaira seorang perawat yang bekerja disalah satu rumah sakit di kawasan Jakarta Selatan. Fazillah atau akrab disapa Zilla merupakan seorang anak dari Kyai di Pondok Pesantren yang ada di Purwakarta. Zilla bertugas diruang operasi dan mengharuskan dirinya bertemu oleh salah satu dokter tampan yang ia kagumi. Sayangnya dokter tersebut sudah memiliki calon. Berhasilkan Fazillah menaklukkan...
Hidden Words Between Us
1586      775     8     
Romance
Bagi Elsa, Mike dan Jo adalah dua sahabat yang paling disayanginya nomor 2 setelah orang tuanya. Bagi Mike, Elsa seperti tuan putri cantik yang harus dilindunginya. Senyum dan tawa gadis itu adalah salah satu kebahagiaan Mike. Mike selalu ingin menunjukkan sisi terbaik dari dirinya dan rela melakukan apapun demi Elsa. Bagi Jo, Elsa lebih dari sekadar sahabat. Elsa adalah gadis pertama yang ...
Life
404      296     1     
Short Story
Kutemukan arti kehidupan melalui kalam-kalam cinta-Mu
Penantian
5993      2997     16     
Romance
Asa. Jika hanya sekali saja, maka...