Loading...
Logo TinLit
Read Story - Kisah di Langit Bandung
MENU
About Us  

          Tepat di pagi ini, usai menunaikan sholat subuh, Bayu segera beranjak menuju kamar yang ditempati Andra. Sarapan pagi sudah tersedia. Dan ini saatnya Bayu menjemput Andra tuk mengajaknya sarapan.

            Namun dunia seakan melemahkan harapnya.  Setelah ia tiba di depan kamar Andra, justru yang ia temukan hanyalah sepi. Pintu kamar sudah terbuka, dengan pelayan hotel yang sibuk melepas bedcover serta merapikan kamar yang sejak beberapa hari lalu dihuni Andra.

            “Mbak, penghuni kamar ini... Kemana, ya?” tanya Bayu, dengan gemetar.

            Pelayan hotel tersebut hanya tersenyum. “Sudah check out sejak jam empat pagi, Mas...”

            “Jam empat, Mbak?” Bayu terbelalak.

            “Iya, Mas.”

            Bodoh jika ia meragukan jawaban dari sang pegawai hotel. Nyatanya memang benar. Ia melihat kamar Andra telah kosong.

            Namun satu yang masih tersisa. Aroma parfum apel segar, yang sering Andra gunakan, masih sedikit membekas di kamar ini.

            “Mas... Apa benar, nama Mas adalah Bayu?” tanya pelayan tersebut.

            “Benar, Mbak. Ada apa?”

            Dan wanita tersebut, menyodorkan sepucuk surat yang dibungkus oleh amplop berwarna biru muda. “Ada titipan dari Mbak Andra, yang tadi menghuni kamar ini... Mbak Andra menyerahkan suratnya tepat sebelum dia check out dari sini... Silakan..”

            “Oh.. Terimakasih, Mbak..”

            Dan setelah menerima surat tersebut, Bayu segera melangkahkan kaki keluar kamar, dan beranjak menuju ruang makan. Namun yang pertama ia lakukan di ruang makan, bukanlah menyantap makanan, melainkan membaca sepucuk surat yang Andra tulis dengan tulisan khasnya yang sungguh rapi.

**

            Untuk: Seorang lelaki, yang hingga semalam—kuanggap—masih menjadi milikku.

            Halo, Bayu.

            Mungkin, ketika pagi hari kamu membaca surat ini, aku sudah pergi.. Bukan pergi tuk kembali. Namun kepergianku, adalah yang terakhir kali. Aku akan berusaha semampuku, untuk menghindarimu. Aku akan berusaha sekuat jiwa ragaku, untuk melupakanmu, serta memupuk segala kenangan yang selalu membuatku mengingatmu.

            Kemarin aku berkata, bahwa aku adalah wanita yang tersakiti, jika kita terus terjebak dalam sebuah komunikasi. Kamu bisa melupakanku dengan mudah, karena ada sosok Ayu yang menghidupkanmu, lebih dari aku menghidupkanmu.

            Tapi bagaimana dengan aku? Aku adalah sosok yang masih menyayangimu, masih mengharapkanmu, masih menginginkanmu. Dan komunikasi yang terjalin diantara kita, hanya akan membuatku berharap, tanpa sebuah balas yang nyata.

            Aku tau, memutus silahturahmi adalah dosa besar. Tapi apa kamu rela, jika silahturahmi yang terjalin diantara kita, hanya membuat lukaku makin menganga?

            Lebih baik, kita sampai disini. Kita berpisah, bukan tuk kembali dalam wujud persahabatan. Karena jujur, aku belum bisa. Lebih baik, kita saling lupa. Dalam segala sisi, kita putuskan segala bentuk komunikasi yang pernah ada. Menjadi sebuah makna kosong, yang tiada.

            Dalam sebuah hubungan, kita perlu realistis; bukan melankolis.

            Dan realistis ini, yang menuntunku berani tuk memutuskan hubungan diantara kita, dalam segala bentuk. Seperti realistis, yang membuat kita paham, bahwa perbedaan diantara kita, semata-mata hanya tuk saling menghargai, bukan tuk bersatu sempurna.

            Semalam kamu bilang, jika kita tak akan bersama karena sebuah perbedaan, kan?

            Dan aku mewujudkannya. Aku pergi, dengan cara yang sederhana. Aku pergi, tanpa meninggalkan kata. Semoga, masa lalu kita meninggalkan makna. Bukan sekedar tuk dibuat lupa.

            Semoga, kamu berbahagia.

            Dan akupun juga.

 

            Salam,

            Diandra.

 

****

            Usai menutup surat tersebut, tiba-tiba, seorang pelayan menghampiri Bayu yang masih duduk terpaku di ruang makan. Pandangannya masih kosong, sebelum sang pelayan menepuk bahunya.

            “Punten, Mas...” sapa si pelayan.

            “Oh, ya. Gimana, Mbak?” tanya Bayu, sembari mengerjapkan matanya.

            Sang pelayan menyodorkan sebuah buku, berwarna hijau tosca, dengan pembatas yaitu setangkai bunga mawar merah yang sudah mengering. “Ini, buku punya teman Mas... Sepertinya tertinggal di kamar..”

            “Oh.. Oke, Mbak..”

            “Mau dibawa Mas, atau biar pihak hotel amankan saja? Nanti kami yang menghubungi pe—“

            “Nggak, Mbak. Saya aja yang bawa. Besok saya kasihkan ke teman saya,” jawab Bayu.

            Besok. Entah kapan.

            Apakah mungkin mereka akan bertemu lagi disaat badai sudah menerjang dan menghancurkan hubungan mereka?

            Namun, meski yakin tak akan ada jumpa, Bayu tetap bersikukuh tuk membawa buku tersebut. Dalam hatinya, ada sesuatu yang berbisik bahwa buku itu akan membawanya menuju sesuatu yang tak pernah ia duga sebelumnya.

            Apakah sesuatu itu berupa pertemuan?

            Entahlah.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Tsurune: Kazemai Koukou Kyuudoubu - Masaki dan Misaki dan Luka Masa Lalu-
4425      1621     1     
Fan Fiction
Klub Kyudo Kazemai kembali mengadakan camp pelatihan. Dan lagi-lagi anggota putra kembali menjadi 'Budak' dalam camp kali ini. Yang menjadi masalah adalah apa yang akan dilakukan kakak Masaki, Ren, yang ingin meliput mereka selama 3 hari kedepan. Setelah menjadi juara dalam kompetisi, tentu saja Klub Kyudo Kazemai banyak menjadi sorotan. Dan tanpa diketahui oleh Masaki, Ren ternyata mengundang...
PEREMPUAN ITU
636      461     0     
Short Story
Beberapa orang dilahirkan untuk membahagiakan bukan dibahagiakan. Dan aku memilih untuk membahagiakan.
Dont Expect Me
624      479     0     
Short Story
Aku hanya tidak ingin kamu mempunyai harapan lebih padaku. Percuma, jika kamu mempunyai harapan padaku. Karena....pada akhirnya aku akan pergi.
Lost Daddy
6203      1820     8     
Romance
Aku kira hidup bersama ayahku adalah keberuntungan tetapi tidak. Semua kebahagiaan telah sirna semenjak kepergian ibuku. Ayah menghilang tanpa alasan. Kakek berkata bahwa ayah sangat mencintai ibu. Oleh sebab itu, ia perlu waktu untuk menyendiri dan menenangkan pikirannya. Namun alasan itu tidak sesuai fakta. AYAH TIDAK LAGI MENCINTAIKU! (Aulia) Dari awal tidak ada niat bagiku untuk mendekati...
How Precious You're in My Life
15740      3619     2     
Romance
[Based on true story Author 6 tahun] "Ini bukanlah kisah cinta remaja pada umumnya." - Bu Ratu, guru BK. "Gak pernah nemuin yang kayak gini." -Friends. "Gua gak ngerti kenapa lu kayak gini sama gua." -Him. "I don't even know how can I be like this cause I don't care at all. Just run it such the God's plan." -Me.
Kinara
6995      2912     0     
Fantasy
Kinara Denallie, seorang gadis biasa, yang bekerja sebagai desainer grafis freelance. Tanpa diduga bertemu seorang gadis imut yang muncul dari tubuhnya, mengaku sebagai Spirit. Dia mengaku kehilangan Lakon, yang sebenarnya kakak Kinara, Kirana Denallie, yang tewas sebagai Spirit andal. Dia pun ikut bersama, bersedia menjadi Lakon Kinara dan hidup berdampingan dengannya. Kinara yang tidak tahu apa...
Miss Shinonome Just Wanted to be NORMAL!
285      43     0     
Romance
"Aku hanya ingin menjadi gadis biasa?" Bagi mereka yang tak mengenalnya, Kobayashi Tatsuya, tampak seperti siswa SMA biasa yang menjalankan kesehariannya dengan normal. Namun, di permukaan yang tak banyak dilihat orang, nyatanya dia adalah seorang "Profesional". Memata-matai, menyebar propaganda, penyalur barang gelap, sebut saja. Dia ialah ahli dalam pekerjaan bawah tanah. Tak peduli sebes...
Sweeter Than Sweet Seventeen
881      642     5     
Short Story
Menunggu papa peka akan suatu hal yang aku impi - impikan. Namun semua berubah ketika ia mengajakku ke tempat, yang tak asing bagiku.
Wedding Dash [Ep. 2 up!]
3317      1388     8     
Romance
Arviello Surya Zanuar. 26 tahun. Dokter. Tampan, mapan, kaya, dan semua kesempurnaan ada padanya. Hanya satu hal yang selalu gagal dimilikinya sejak dulu. Cinta. Hari-harinya semakin menyebalkan saat rekan kerjanya Mario Fabrian selalu mengoceh panjang lebar tentang putri kecilnya yang baru lahir. Juga kembarannya Arnaferro Angkasa yang selalu menularkan virus happy family yang ti...
Run Away
9247      2553     4     
Romance
Berawal dari Tara yang tidak sengaja melukai tetangga baru yang tinggal di seberang rumahnya, tepat beberapa jam setelah kedatangannya ke Indonesia. Seorang anak remaja laki-laki seusia dengannya. Wajah blesteran campuran Indonesia-Inggris yang membuatnya kaget dan kesal secara bersamaan. Tara dengan sifatnya yang terkesan cuek, berusaha menepis jauh-jauh Dave, si tetangga, yang menurutnya pen...