Loading...
Logo TinLit
Read Story - Secuil Senyum Gadis Kampung Belakang
MENU
About Us  

"Tanpa sengaja kau sudah memasuki kehidupanku. Begitu dalam hingga aku terhanyut. Sudah kucoba untuk kembali namun arus terlalu kuat membawaku."

Parasmu sungguh ayu. Sayang aku tidak pernah tahu siapa namamu. Hanya alamat, serta kondisi depan rumahmu yang kutahu. Setiap kali melewati rumahmu hanya ada tumpukan koran dan asbak putih yang penuh dengan puntung rontok. Kata orang isi rumah itu penuh dengan wanita. Tak terkecuali dirimu. 

Setiap sore dan pagi kulewati jalan depan rumahmu. Bukan karena tak ada jalan lain, tapi aku hanya ingin melihat senyummu. Senyum itu begitu memikat. 

Suatu sore dirimu sedang berada di beranda depan menunggu kedatangan pak pos. Entah surat dari siapa. Yang pasti bukan dariku. Kau sungguh senang saat menerimanya. Tanpa menunggu lama kau membuka dan membacanya selepas pak pos pergi. Dengan rona merah diwajah kau tutup dan lipat surat itu kembali. Tebakan ku pasti dari kekasih hati. Mungkin, bisa iya bisa juga tidak. 

Surat itu masuk kembali pada amplop putih tadi. Kau pun berdiri dan masuk kembali kedalam rumah. Aku hanya bisa memandangi dari pos ronda di depan rumahmu. Banyak anak yang berkumpul disana. Tepat di sebelah pos itu terdapat warung kucing. Warung kucing itu menjual berbagai macam makanan. Sayang porsi nasinya seperti pakan untuk kucing, benar-benar sedikit. Pos ronda dan warung kucing menjadi markas kami. Banyak lelaki yang menata strategi untuk berkunjung ke rumahmu. Mereka bahkan menuliskan dulu pada secarik kertas kata-kata serta bahasan apa yang akan diobrolkan nanti. Tidak hanya dirimu wahai gadisku. Kakak-kakakmu juga menjadi pilihan lelaki yang berkumpul disini. 

Kalian terkenal dengan senyum dan tingkah laku yang sopan. Tidak heran banyak yang ingin mendekati. Banyak dari mereka yang berpikiran nakal tapi setelah tahu bahwa ayahnya petinggi di angkatan darat nyalinya kembali ciut. Ada yang cuman bermain ada juga yang serius untuk mendekati. 

"Sayang aku hanya bisa melihat dari kejauhan saja. Belum berani mendekat."

Waktu terus berjalan wahai gadisku dan aku belum berani menanyakan namamu secara langsung.

Ternyata negara membutuhkan bantuan dari pemuda untuk bergabung membela bangsa dan tanah air. Dengan semangat juang kudaftarkan diri mengikuti panggilan. Entah medan mana yang akan kulalui aku hanya siap dan merasa bahwa ini langkah yang benar. Sebelumnya aku hanyalah siswa sekolah tehnik.

Perjalanan pembelaan tanah air tidak lagi melewati jalan depan rumahmu wahai gadisku. Ruteku sudah berubah.  Dari bukit hingga lembah harus kulewati. Jalan gerilya kami tempuh bersama sekompi pasukan. Senjata laras panjang dan ransel menjadi kekasih yang memeluk dengan erat. Mereka tidak bisa lepas dari kami. Cucuran keringat dan darah menjadi satu dalam perjalanan ini. 

Satu daerah demi daerah aku singgahi wahai gadisku. Perjalanan ini benar-benar menguras energi. Kami tidak bisa lagi bersantai di pos ronda atau warung kucing dengan berbagai makanannya. Kadang pagi kami terasa begitu kelam dan malam kami tak terlihat. Dari satu persembunyian ke persembunyian lain kami berjuang. Persedian makanan yang terus menipis tak membuat kami ragu untuk terus maju. Tuhan masih mau memberi makan makhluk-makhluknya ini. Dia tahu bahwa kami berjuang untuk membebaskan sengsara yang mengikat kami. Dan tentunya aku berjuang untuk kembali melihat senyummu.

Pengejaran kami belum selesai. Suatu malam kami tiba di sebuah desa yang porak poranda. sepi seperti tak berpenghuni. Tiba-tiba terjadi baku tembak yang tak terhindarkan. Penyinaran kami hanya sinar rembulan yang lama kelaman mulai redup. Karena indra penglihatan semakin minim maka pendengaran kami harus lebih peka. Tiba-tiba terjadi baku tembak. Suara timah panas yang melesat dari berbagai arah menjadi musik kami yang begitu harmoni. Ini adalah irama medan perjuangan. Entah musik apa yang sedang menghiburmu wahai gadisku. 

Jalan kami belum selesai dan masih harus terus berlanjut. Musuh belum menyerah dan begitu juga diriku. Satu persatu anggota tim kami memang gugur. Hal itu menjadi ketakutan luar biasa bagi diriku. Akankah senyummu masih dapat kulihat wahai gadisku.?

Ini sudah hari ke 330 sejak kulangkahkan kaki untuk berjuang bagi bangsaku. Sudah sejak hari itu pula tak bisa kulihat senyummu. Senyum indah itu hanya terekam dalam memori dan sanubariku. Dari satu senja berganti ke senja yang lain. Aku hanya bisa menyimpan senyummu dalam kantong hatiku agar tak jatuh.

Sore ini kami tiba di pos pengamanan. Musuh dalam jalur perjuanganku sudah terbasmi bagai hama di sawah. Kami benar-benar-senang dan tak bisa menunggu lebih lama lagi untuk pulang. Aku sudah terlalu rindu dengan senyummu wahai gadisku. 

Tas kami taruh ditanah tetapi senjata masih terkalung ditubuh. Senjata benar-benar tak bisa lepas. Langkah kami tertuju pada pusat kesehatan untuk mengobati luka di tubuh. Setelah itu kami mengantri untuk mendapat makanan. Sudah berhari-hari kami menahan lapar dan hanya mengisi perut dengan air. 

Sesi makan telah usai. Kami medapat giliran jaga bergantian. Karena belum giliranku maka aku berkumpul diruang makan bersama kwan yang tersisa. Banyak dari mereka yang sudah berkeluarga, ada yang sedang merajut kasih dan ditinggal, ada juga yang belum pasti seperti diriku ini. Kami bercerita satu sama lain tanpa canggung. 

Terdapat pengumuman yang mengatakan bahwa kami sudah bisa pulang dan bertemu kembali dengan keluarga. Perjalanan kembali dimulai besok pagi. Tepat saat matahari terbit pemberangkatan dimulai.

Kokok ayam sudah terdengar. Kami sudah siap untuk naik di truk pengangkut. dalam jarak lima ratus meter kami mendengar suara ledakan yang tak terelakkan. Segera serdadu barisan depan pasang badan dan menyiapkan serangan balik. Kami yang sudah hendak berangkat otomatis kembali untuk membantu yang lain. 

Saut menyaut suara ledakan tidak ada hentinya. Pagi belum benar-benar menyingsing tapi kami sudah harus bergelut dengan panasnya biji timah panas dan bahan peledak. Serangan ini sungguh tak terbaca. Musuh-benar-benar membuat kami kewalahan. Kalau bukan karena bantuan serangan udara mungkin pos pengamanan sudah habis terbakar ledakan yang bertubi-tubi. 

Bantuan udara benar-benar menyelamatkan kami walau korban yang jatuh juga tak terhindarkan. Beberapa temanku terlihat sudah terkapar tanpa nyawa. Yang lain masih bernafas tetapi terdapat luka tembak dibeberapa bagian. Sedang diriku masih utuh dan bernafas dengan baik. Sungguh perlindungan yang maha kuasa. Aku benar-benar takut apabila tak bisa pulang. Pasalnya hingga detik ini aku belum tau namamu wahai gadisku. 

Bala penyelamat sudah turun dan mengevakuasi kami satu persatu. Aku tak tahu lagi apa yang akan terjadi selanjutnya. Kepulangan kami benar-benar tertunda dan masih harus menunggu instruksi pusat. Kondisi belum memungkinkan bagi kami. 

Wahai gadis pemilik senyum yang memikat. Aku masih terus berjuang untuk bisa kembali. Saat aku kembali nanti aku akan langsung menemuimu dan bertanya siapa namamu. Secuil senyummu masih teringat dengan jelas di memoriku. Lesung pipi itu indah nian dan tak ada tanding. 

 

Tags: romance action

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Musyaffa
170      150     0     
Romance
Ya, nama pemuda itu bernama Argya Musyaffa. Semenjak kecil, ia memiliki cita-cita ingin menjadi seorang manga artist profesional dan ingin mewujudkannya walau profesi yang ditekuninya itu terbilang sangat susah, terbilang dari kata cukup. Ia bekerja paruh waktu menjadi penjaga warnet di sebuah warnet di kotanya. Acap kali diejek oleh keluarganya sendiri namun diam-diam mencoba melamar pekerjaan s...
My SECRETary
611      402     1     
Romance
Bagi Bintang, menjadi sekretaris umum a.k sekum untuk Damar berarti terus berada di sampingnya, awalnya. Tapi sebutan sekum yang kini berarti selingkuhan ketum justru diam-diam membuat Bintang tersipu. Mungkinkah bunga-bunga yang sama juga tumbuh di hati Damar? Bintang jelas ingin tahu itu!
Farewell Melody
315      226     2     
Romance
Kisah Ini bukan tentang menemukan ataupun ditemukan. Melainkan tentang kehilangan dan perpisahan paling menyakitkan. Berjalan di ambang kehancuran, tanpa sandaran dan juga panutan. Untuk yang tidak sanggup mengalami kepatahan yang menyedihkan, maka aku sarankan untuk pergi dan tinggalkan. Tapi bagi para pemilik hati yang penuh persiapan untuk bertahan, maka selamat datang di roller coaster kehidu...
the invisible prince
1697      951     7     
Short Story
menjadi manusia memang hal yang paling didambakan bagi setiap makhluk . Itupun yang aku rasakan, sama seperti manusia serigala yang dapat berevolusi menjadi warewolf, vampir yang tiba-tiba bisa hidup dengan manusia, dan baru-baru ini masih hangat dibicarakan adalah manusia harimau .Lalu apa lagi ? adakah makhluk lain selain mereka ? Lantas aku ini disebut apa ?
My Universe 1
4758      1729     3     
Romance
Ini adalah kisah tentang dua sejoli Bintang dan Senja versiku.... Bintang, gadis polos yang hadir dalam kehidupan Senja, lelaki yang trauma akan sebuah hubungan dan menutup hatinya. Senja juga bermasalah dengan Embun, adik tiri yang begitu mencintainya.. Happy Reading :)
Abnormal Metamorfosa
2614      1008     2     
Romance
Rosaline tidak pernah menyangka, setelah sembilan tahun lamanya berpisah, dia bertemu kembali dengan Grey sahabat masa kecilnya. Tapi Rosaline akhirnya menyadari kalau Grey yang sekarang ternyata bukan lagi Grey yang dulu, Grey sudah berubah...Selang sembilan tahun ternyata banyak cerita kelam yang dilalui Grey sehingga pemuda itu jatuh ke jurang Bipolar Disorder.... Rosaline jatuh simpati...
BATAM HAIL BASKETBALL
13502      3213     52     
Action
Sekuel dari novel ANTOLOGIA (terbitan Intishar ©November 2018) dan ANKLE BREAKER: ORIGIN. ---------------- Aku tidak mengira, kemegahan Batam yang selama ini terbangun, adalah hasil kerja dua tangan yang seharusnya saling melawan, namun saling berjabat tangan demi suatu tujuan. Ada konspirasi antara pemerintah kota dengan Demiro The Forbidden Most Wanted yang mengendalikan sentralisasi berja...
Maaf katamu? Buat apa?
805      527     0     
Short Story
“Kamu berubah. Kamu bukan Naya yang dulu.” “Saya memang bukan Naya yang dulu. KAMU YANG BUAT SAYA BERUBAH!”
Sebuah Kisah Tentang Dirinya
1287      770     0     
Romance
Setiap orang pernah jatuh cinta dan mempunya ekspetasi tinggi akan kisah percintaannya. Namun, ini adalah kehidupan, tak selalu berjalan terus seperti yang di mau
Venus & Mars
6838      2037     2     
Romance
Siapa yang tidak ingin menjumpai keagunan kuil Parthenon dan meneliti satu persatu koleksi di museum arkeolog nasional, Athena? Siapa yang tidak ingin menikmati sunset indah di Little Venice atau melihat ceremony pergantian Guard Evzones di Syntagma Square? Ada banyak cerita dibalik jejak kaki di jalanan kota Athena, ada banyak kisah yang harus di temukan dari balik puing-puing reruntuhan ...