Loading...
Logo TinLit
Read Story - Pulang Selalu Punya Cerita
MENU
About Us  

Aluna berdiri di depan pintu kamar yang dulu menjadi tempatnya bersembunyi dari dunia luar. Kamar yang penuh dengan kenangan, kamar yang selalu menjadi saksi bisu dari setiap tawa, tangis, dan harapan. Kini, kamar itu terasa seperti tempat yang tak dikenal, meskipun setiap sudutnya begitu familiar. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba mengumpulkan keberanian. Beberapa tahun telah berlalu sejak terakhir kali ia menginjakkan kaki di kamar ini. Dulu, ia akan melangkah masuk dengan mudah, meraih gagang pintu yang terasa begitu nyaman di tangannya. Tapi sekarang, ada rasa ragu yang mengisi dadanya. Apakah kamar ini masih miliknya? Apakah kenangan yang ada di dalamnya masih bisa membawanya kembali ke masa lalu yang ia tinggalkan?

Dengan perlahan, Aluna membuka pintu kamar itu. Begitu pintu terbuka, aroma lama menyambutnya. Aroma yang sedikit berdebu, seperti buku yang belum pernah dibaca, atau seperti ruang yang tak pernah diberi kesempatan untuk bernapas. Aluna melangkah masuk, matanya menyapu seluruh ruangan. Segala sesuatu di dalam kamar ini seolah terhenti di waktu yang sama—tak ada yang berubah, tetapi semuanya terasa sangat asing.

Dinding kamar yang dulu dihiasi dengan poster-poster musik favoritnya kini tampak sedikit pudar. Lemari kayu yang dulu selalu penuh dengan pakaian dan barang-barang kecil miliknya masih berdiri tegak, meskipun sedikit lebih usang. Tempat tidurnya, yang dulu penuh dengan bantal dan selimut yang ia rapikan setiap pagi, kini hanya terdiri dari seprai yang sedikit kusut, seolah sudah lama tak digunakan.

“Apakah ini masih rumahku?” pikir Aluna, merenung. Ia mendekati meja belajarnya yang dulu penuh dengan catatan dan buku-buku pelajaran. Kini, meja itu kosong. Hanya sebuah lampu meja yang masih menyala redup, seolah menunggu untuk digunakan lagi.

Aluna duduk di tepi tempat tidurnya. Ia merasa berat, seperti ada beban yang menekan dadanya. Kamar ini dulunya adalah tempat di mana ia merasa aman. Tempat di mana ia bisa menjadi dirinya sendiri tanpa takut dihakimi oleh dunia luar. Tapi sekarang, semuanya terasa berbeda. Semua itu terasa jauh, seperti sebuah kehidupan yang sudah ia tinggalkan.

“Dulu aku selalu merasa kamar ini adalah tempat pelarian,” gumam Aluna pelan. Ia ingat betul bagaimana dulu ia sering menghabiskan waktu berjam-jam di sini, menulis di jurnalnya, mendengarkan musik, atau hanya diam dan merenung. Saat itu, dunia di luar kamar ini seolah tidak ada, dan kamar inilah yang memberinya kenyamanan dan kedamaian. Namun sekarang, ia merasa seolah ada jarak yang tak terlihat antara dirinya dan kamar ini. Seperti ada celah yang menganga, memisahkannya dari masa lalunya. Ia merasakan perasaan yang berat, seperti beban yang semakin lama semakin menggerogoti hatinya.

Aluna beranjak dari tempat tidur dan berjalan ke lemari. Ia membuka pintu lemari itu dan mulai menyelusuri pakaian-pakaian lama yang ada di dalamnya. Beberapa pakaian masih tampak rapi, sementara yang lainnya sudah sedikit kusut dan terabaikan. Ia menarik sebuah kaus favoritnya—kaus yang dulu selalu ia kenakan setiap kali pergi keluar rumah. Kaos itu sudah sedikit pudar, tapi ia masih bisa mengenali aroma yang melekat padanya. Aroma kenangan. Aroma masa lalu yang membuatnya merasa seperti kembali ke waktu yang lebih sederhana. Ia menatap kaus itu lama, mencoba mengingat kapan terakhir kali ia memakainya. Kenangan itu datang begitu saja, seperti aliran sungai yang tak bisa dibendung. Ia ingat betul saat ia mengenakan kaus itu dan pergi bersama teman-temannya ke taman. Mereka tertawa bersama, berbicara tentang masa depan, dan seolah tak ada yang bisa menghentikan mereka. Tapi kini, semuanya terasa berbeda. Semua orang sudah berubah, dan Aluna pun merasa seperti seseorang yang telah berjalan terlalu jauh dari dirinya sendiri.

Aluna menutup lemari dan berjalan ke jendela. Ia membuka jendela itu, membiarkan angin sore yang sejuk masuk ke dalam kamar. Di luar, langit mulai berubah warna menjadi jingga, tanda bahwa matahari akan segera terbenam. Ia memandang ke luar, ke halaman rumah yang dulu ia kenal sangat baik. Taman kecil yang penuh dengan bunga-bunga yang ditanam oleh ibunya, pohon mangga yang pernah ia panjat, dan jalan setapak yang mengarah ke gerbang rumah.

“Dulu, aku merasa dunia ini begitu kecil,” pikir Aluna, “Tapi sekarang, segalanya terasa begitu jauh. Seperti ada jarak yang menghalangi aku untuk kembali ke sana.”

Ia menarik napas dalam-dalam dan kembali duduk di tepi tempat tidur. Ia merasa bingung, terperangkap di antara masa lalu dan masa kini. Ada bagian dari dirinya yang ingin tetap berada di sini, di rumah ini, di kamar ini. Namun ada juga bagian dari dirinya yang merasa terjebak, seperti ia tak bisa lagi melanjutkan hidup di tempat yang sama. Tiba-tiba, suara ketukan terdengar di pintu kamar. Aluna terkejut dan menoleh. Dimas, adiknya, muncul di ambang pintu dengan senyum tipis di wajahnya. “Mau ngobrol?” tanyanya, masuk perlahan.

Aluna tersenyum, meskipun senyumnya terasa sedikit pahit. “Tentu, Dimas. Masuklah.”

Dimas duduk di sampingnya, dan keduanya terdiam sejenak. Tidak ada kata-kata yang perlu diucapkan, karena mereka tahu betul apa yang ada di dalam hati masing-masing. Dimas kemudian membuka mulutnya, memecah keheningan. “Kamu tahu, dulu aku selalu merasa kamu akan kembali ke sini. Meskipun setelah lama pergi, aku yakin kamu pasti akan pulang.”

Aluna menatap Dimas, matanya sedikit berkaca-kaca. “Aku tahu,” jawabnya pelan. “Aku juga berharap begitu. Tapi ada banyak hal yang berubah.”

Dimas mengangguk, menatap ke luar jendela, mengikuti arah pandangan Aluna. “Aku juga merasa banyak hal yang berubah. Tapi, kamu tahu, ini tetap rumah kita. Kamar ini tetap tempat kita.”

Aluna tersenyum lemah. Kata-kata Dimas mengingatkannya bahwa meskipun waktu terus berjalan dan kehidupan terus berubah, rumah ini—dan kenangan yang ada di dalamnya—tetap akan selalu ada, meskipun kadang terasa jauh. Malam semakin larut, dan keduanya duduk bersama di kamar itu, berbicara tentang masa lalu dan masa depan. Tak ada lagi kata-kata yang perlu diucapkan untuk mengungkapkan perasaan mereka. Kamar ini, meskipun terasa asing, tetap memiliki tempat di hati mereka.

Aluna menatap Dimas dan merasakan kehangatan dalam hatinya. Mungkin, rumah ini bukan hanya tentang tempat, tetapi tentang orang-orang yang ada di dalamnya. Tentang keluarga yang selalu ada untuk satu sama lain, meskipun kadang perasaan dan waktu membawa mereka jauh. Aluna tahu, suatu hari nanti, ia akan menemukan jalan kembali ke sini—ke kamar yang dulu miliknya, ke rumah yang penuh dengan cerita dan kenangan.

Karena pulang selalu punya cerita. Dan cerita itu, meskipun lama terlupakan, akan selalu membawa mereka kembali, meskipun hanya dalam kenangan.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
The In-Between
2283      1413     2     
Romance
Nara dan Zian, dua remaja dengan dunia yang berseberangan, pertama kali bertemu saat duduk di bangku SMA. Nara adalah seorang gadis pendiam yang gemar menulis cerpen, sementara Zian adalah sosok populer di sekolah yang penuh pesona. Takdir mempertemukan mereka saat kali pertama Nara menginjakan kakinya di sekolah dan saat itu pula Zian memperhatikannya. Pertemuan sederhana itu menjadi awal dari p...
My world is full wounds
576      423     1     
Short Story
Cerita yang mengisahkan seorang gadis cantik yang harus ikhlas menerima kenyataan bahwa kakinya didiagnosa lumpuh total yang membuatnya harus duduk di kursi roda selamanya. Ia juga ditinggalkan oleh Ayahnya untuk selamanya. Hidup serba berkecukupan namun tidak membuatnya bahagia sama sekali karena justru satu satunya orang yang ia miliki sibuk dengan dunia bisnisnya. Seorang gadis cantik yang hid...
Aku Mau
13400      3007     3     
Romance
Aku mau, Aku mau kamu jangan sedih, berhenti menangis, dan coba untuk tersenyum. Aku mau untuk memainkan gitar dan bernyanyi setiap hari untuk menghibur hatimu. Aku mau menemanimu selamanya jika itu dapat membuatmu kembali tersenyum. Aku mau berteriak hingga menggema di seluruh sudut rumah agar kamu tidak takut dengan sunyi lagi. Aku mau melakukannya, baik kamu minta ataupun tidak.
Lantunan Ayat Cinta Azra
9015      2233     3     
Romance
Lantunan Ayat Cinta Azra adalah kisah perjalanan hidup seorang hafidzah yang dilema dalam menentukan pilihan hatinya. Lamaran dari dua insan terbaik dari Allah membuatnya begitu bingung. Antara Azmi Seorang hafidz yang sukses dalam berbisnis dan Zakky sepupunya yang juga merupakan seorang hafidz pemilik pesantren yang terkenal. Siapakah diantara mereka yang akan Azra pilih? Azmi atau Zakky? Mung...
Anikala
6658      2622     3     
Romance
Kala lelah terus berjuang, tapi tidak pernah dihargai. Kala lelah harus jadi anak yang dituntut harapan orang tua Kala lelah tidak pernah mendapat dukungan Dan ia lelah harus bersaing dengan saudaranya sendiri Jika Bunda membanggakan Aksa dan Ayah menyayangi Ara. Lantas siapa yang membanggakan dan menyanggi Kala? Tidak ada yang tersisa. Ya tentu dirinya sendiri. Seharusnya begitu. Na...
Katamu
3388      1424     40     
Romance
Cerita bermula dari seorang cewek Jakarta bernama Fulangi Janya yang begitu ceroboh sehingga sering kali melukai dirinya sendiri tanpa sengaja, sering menumpahkan minuman, sering terjatuh, sering terluka karena kecerobohannya sendiri. Saat itu, tahun 2016 Fulangi Janya secara tidak sengaja menubruk seorang cowok jangkung ketika berada di sebuah restoran di Jakarta sebelum dirinya mengambil beasis...
The Call(er)
9840      5346     11     
Fantasy
Ketika cinta bukan sekadar perasaan, tapi menjadi sumber kekuatan yang bisa menyelamatkan atau bahkan menghancurkan segalanya. Freya Amethys, seorang Match Breaker, hidup untuk menghancurkan ikatan yang dianggap salah. Raka Aditama, seorang siswa SMA, yang selama ini merahasiakan kekuatan sebagai Match Maker, diciptakan untuk menyatukan pasangan yang ditakdirkan. Mereka seharusnya saling bert...
Alicia
1582      825     1     
Romance
Alicia Fernita, gadis yang memiliki tiga kakak laki-laki yang sangat protektif terhadapnya. Gadis yang selalu menjadi pusat perhatian sekolahnya karena memiliki banyak kelebihan. Tanpa mereka semua ketahui, gadis itu sedang mencoba mengubur luka pada masa lalunya sedalam mungkin. Gadis itu masih hidup terbayang-bayang dengan masa lalunya. Luka yang berhasil dia kubur kini terbuka sempurna beg...
Let Me be a Star for You During the Day
2800      1799     16     
Inspirational
Asia Hardjono memiliki rencana hidup yang rapi, yakni berprestasi di kampus dan membahagiakan ibunya. Tetapi semuanya mulai berantakan sejak semester pertama, saat ia harus satu kelompok dengan Aria, si paling santai dan penuh kejutan. Bagi Asia, Aria hanyalah pengganggu ritme dan ambisi. Namun semakin lama mereka bekerjasama, semakin banyak sisi Aria yang tidak bisa ia abaikan. Apalagi setelah A...
Cinta Semi
3147      1486     2     
Romance
Ketika sahabat baik Deon menyarankannya berpacaran, Deon menolak mentah-mentah. Ada hal yang lebih penting daripada pacaran. Karena itulah dia belajar terus-menerus tanpa kenal lelah mengejar impiannya untuk menjadi seorang dokter. Sebuah ambisi yang tidak banyak orang tahu. Namun takdir berkata lain. Seorang gadis yang selalu tidur di perpustakaan menarik perhatiannya. Gadis misterius serta peny...