Loading...
Logo TinLit
Read Story - Loveless
MENU
About Us  

"Gue menghindari lo karena malu. Lo masih ingat pertemuan pertama kita?" tanya Rai.

"Masih lah!"

"Ya itu gue malu. Di pertemuan pertama kita gue udah mempermalukan diri gue dengan memberi jawaban yang nggak jelas mana lo salah paham lagi."

"Gue tanya menurut lo cinta itu gimana tapi lo malah jawab kayak permen karet?" Sora tertawa mengingat wajah linglung Rai satu tahun lalu.

"Waktu lo itu juga nangis di halte terus tiba-tiba tanya gue soal cinta-cintaan gimana gue nggak bingung! Mana kita baru aja kenal karena satu kelompok waktu MOS. Terus gue lihat bungkus permen karet di lantai halte jadi gue asal nyeletuk aja. Tapi gue punya alasan yang beda kenapa jawab permen karet, nggak seperti alasan lo."

Sora menaikkan satu alisnya. "Memangnya apa alasan lo?"

"Maksud gue cinta kayak permen karet itu gara-gara orang yang lagi mabok cinta lengket mulu. Tahu kan kalau permen karet nempel di rambut pasti susah di lepas? Pasti ujung-ujungnya rambutnya di potong. Ya, orang fall in love itu kayak gitu, mereka susah banget dilepas, kecuali akhirnya mereka putus atau patah hati," jelas Rai.

Rai merasa lega karena akhirnya ia bisa menjelaskan maksudnya yang dari kelas 10 ia pendam-pendam mulu. Dan Sora tidak salah paham lagi.

"Bukan habis manis sepah dibuang, Ra," lanjut Rai.

Sora tertawa sampai menepuk-nepuk bahu Rai. "Permen karet kalau rasanya udah nggak manis lagi pasti dibuang, jadi gue menyimpulkan gitu."

"Ya, ya, sebenarnya bisa kayak gitu juga sih." Rai meringis sembari mengusap tengkuknya.

Tawa Sora reda. Ia menatap dalam mata Rai, sedang yang ditatap mengalihkan pandanganya.

Masa ditatap doang salting! Lo kuat Rai lo kuat. Tatap balik nggak!

Rai membalas tatapan Sora, tetapi baru beberapa detik langsung dialihkan lagi. Sora tersenyum melihat Rai salah tingkah.

"Tapi, Rai, cinta emang nggak selamanya manis. Gue udah pernah bilang kan? Cinta yang awalnya begitu manis tapi bisa sekejap aja berubah jadi pait. Intinya cinta bisa berubah kapan pun dan bisa hilang kapan saja."

"Lo pengalaman banget ya soal cinta?" Kali ini Rai berani menatap Sora.

Sora mendekatkan wajahnya pada Rai dan membuat Rai terkejut. Ia menepuk pipi Rai yang tembam. "Nggak juga. Mau coba nggak?"

Rai berdehem, lalu memundurkan kepalanya. "Coba apa?"

"Jatuh cinta kayak di novel-novel yang gue baca."

"Nggak minat."

"Kita coba bareng-bareng. Masih nggak minat?"

Rai terdiam. Di pandanginya Sora yang masih senyum-senyum tidak jelas. Pipinya tiba-tiba panas.

Dia ngegodain gue kan?

Tangan Rai terulur mendorong dahi Sora pelan agar mereka tidak terlalu dekat. "Jangan makan biskuit sama yogurt banyak-banyak, jadi mabok kan!"

"Gue boleh minta es krim?"

"Boleh. Ini yang di kantong kresek boleh lo makan." Rai mendekatkan kantong kresek berlogo minimarket ke depan Sora.

Sora mengambil es krim rasa coklat, kemudian dengan cepat ditempelkannya di pipi Rai. Rai kembali terkejut dan tak sempat mengelak.

"Pipi lo merah."

"Panas," bohong Rai.

Sora tak lagi menempelkan cup es krim di pipi Rai. Ia membuka tutup es krim itu dan memakannya dengan lahap sebelum mencair.

Yang katanya cuman mau Biskuat dan yogurt malah menghabiskan hampir setengah kresek camilan yang dibelikan Rai. Rai sendiri senang-senang saja melihat Sora memakan jajan yang dibelinya. Sekarang gadis itu anteng karena fokus menghabis kripik kentang.

Baru setelah Sora kenyang ia mengajak Rai pulang. Rai meminta Sora membawa jajanan yang tersisa, Sora tidak menolak sekali. Rezeki tidak boleh ditolak.

"Pakai!" Rai menyerahkan helm milik Milo dan jaket hitam miliknya.

"Masa panas-panas gini pakai jaket, Rai? Gerah!" keluh Sora.

"Ter---"

"Eh, tapi gue pakai aja deh." Sora buru-buru memakai jaket Rai, sedang Rai hanya geleng-geleng kepala.

Selama diperjalanan pulang Sora tak henti-hentinya tersenyum sembari memandangi punggung Rai. Ia tak menyangka dulu sosok di depannya ini sering menghindarinya, tetapi beberapa hari terakhir malah sering mengantarnya pulang, mentraktirnya, bahkan ikut bolos bersamanya.

Sikap Rai sekarang berbeda sekali sama Rai waktu kelas 10 dulu. Walau, kadang kala cowok itu masih menyebalkan.

🍬🍬🍬

 

Tanpa melepaskan seragam sekolahnya Rai langsung tengkurap di ranjangnya. Tasnya dibiarkan tergeletak sembarangan di lantai. Bundanya akan mengomel jika melihatnya sekarang.

Rai mengerang saat kembali mengingat Sora yang memegang pipinya. Apa kata cewek itu? Mencoba bareng-bareng jatuh cinta kayak di novel-novel?!

Sinting!

Harusnya Sora mengajak Milo saja. Mereka berdua kan sefrekkuensi dan suka sekali menghalu.

Rai mengacak-acak rambutnya. "Arghh! Emang jatuh cinta kayak di novel itu gimana?!"

Rai mengubah posisinya jadi terlentang. Ia mengambil ponselnya lalu menghubungi Milo.

Rai: jatuh cinta kayak di novel-novel itu gimana?

Sambil menunggu balasan Milo yang tak kunjung datang Rai menatap langit-langit kamarnya yang berwarna biru langit. Pasti sahabatnya itu sedang sibuk bersama novel-novelnya sampai tidak memperdulikan ponselnya.

Lama kelamaan Rai tengelam dalam lamunannya. Ingatannya terlempar pada saat satu tahun lalu, di mana ia baru dua hari masuk sekolah dan pertemuannya dengan Sora di halte.

Hari itu setelah acara MPLS selesai seluruh siswa-siswi baru boleh pulang. Rai pergi ke halte sambi menunggu ojol yang dipesannya tiba, motornya lagi dibengkel waktu itu.

Siapa sangka di halte sudah ada seorang gadis yang memakai seragam yang sama dengannya. Rambut gadis itu dikuncir kuda, tetapi sudah acak-acakan. Tas biru tersangklot rapi di bahunya. Rai mengenali gadis itu sebagai teman satu kelompok bersamanya tadi saat bermain game. Sora.

Ia duduk di samping Sora, tetapi ia juga memberi jarak yang kira-kira satu meter. Rai tidak menyapa, begitu pula dengan Sora.

Tak berapa lama terdengar isak tangais keluar dari mulut Sora. Rai menoleh dan ternyata wajah Sora sudah sembab. Rai beralih memandang keadaan sekitar yang lumayan ramai anak-anak SMA-nya pulang sekolah.

Bisa-bisa gue disangka ngapa-ngapain nih cewek!

Belum pulih keterkejutannya akan Sora yang tiba-tiba nangis, ia malah kembali dikejutkan oleh pertanyaan Sora.

"Menurut lo cinta itu kayak gimana?" tanya Sora.

Rai menggaruk tengkuknya. Baru pertama kali ia ditanya soal cinta-cintaan. Ia belum punya pengalaman sama sekali soal cinta. Pernah deketin cewek aja nggak.

Kemudian tatapan Rai jatuh pada bungkus biru permen karet di lantai halte.

Siapa nih yang buang sampah sembarang?! Padahal jelas-jelas ada tempat sampah Segede gaban di samping halte!

"Gimana?" ulang Sora karena tak kunjung dapat jawaban.

"Eh, kayak permen karet!" jawab Rai reflek.

Sora menoleh, dahinya mengernyit heran. Jawaban macam apa itu?

"Maksud lo habis manis sepah dibuang gitu?!" Sora berdecih.

"Bukan gitu maksud gue--"

Belum sempat Rai menjelaskan Sora malah nyelonong pergi. Ternyata Sora menghampiri ojolnya yang sudah datang.

Sebelum ojolnya melesat pergi Sora menyempatkan menunjuk matanya dengan jari telunjuk dan tengahnya lalu berganti menunjuk Rai. Ia mencoba mengatakan 'awas lo!' tanpa bersuara.

Rai menghembuskan napas kasar.
"Baru kenal udah kasih pertanyaan random aja. Mana salah paham lagi. Meskipun gue asal jawab kan tapi gue bisa jelasin kenapa cinta kayak permen karet! Orang jatuh cinta kan pasti pingin nempel mulu kepasanganya!" rutuk Rai.

"Tapi kalau dipikir-pikir kok gue malu ya jawab kayak gitu? Terus gimana kalau gue ketemu tuh cewek lagi! Gimana gue diteror pertanyaan nggak jelas lagi?!" Rai bergidik ngeri.

Sejak saat itu Rai selalu berusaha menghindari Sora. Salah satu alasannya ya malu. Namun, alasan besarnya ya takut ditanya aneh-aneh lagi.

Tapi siapa sangka semakin ia menghindar semakin semangat pula Sora mendekatinya.

"Rai! Sini ke dapur bantuin Bunda kupas bawang merah sama bawang putih!" Panggilan dari bundanya membuyarkan lamunan masalalu Rai.

"Terus kenapa waktu itu Sora nangis?" tanya Rai pada dirinya sendiri.

"Harusnya gue tanya Sora tadi mumpung bahas soal permen karet dan alasan gue menghindari dia! Kenapa gue melewatkan bagian itu!"

"Rai!" Bunda kembali memanggil.

"Iya, Bunda sebentar!"

Buru-buru Rai berlari ke dapur. Ia sampai lupa kalau dirinya masih memakai seragam.

Baru sampai di dapur ia langsung disemprot bundanya suruh berganti baju. Rai menghelas napas kasar.
 

[ ]

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (36)
  • nazladinaditya

    aduh, siapapun gigit cantika tolong 😭 aku pernah bgt punya temen kerja begitu, pengen jambak:(

    Comment on chapter Chapter 7 - Sisi baik dan kebahagiaan yang Tuhan janjikan
  • serelan

    Sumpah udh gedeg banget sama atasannya. Sikapnya kya org yg gak berpendidikan mentang² punya power. Maen tuduh, rendahin org, nginjek² org mulu tanpa nyari tau dulu kenyataannya. Klo tau ternyata si Jelek -males banget manggil Cantika- yg lagi² bikin kesalahan yakin sikapnya gak sama dgn sikap dia k Wisnu mentang² dia cewek cantik😡 lagian tu cewek gak becus knp masih d pertahanin mulu sih d situ, gak guna cuma bikin masalah bisanya. Tapi malah jadi kesayangan heran😑

    Comment on chapter Chapter 8 - Lebih dari hancur
  • serelan

    Nu Wisnuuu semoga jalan untuk menemukan kebahagian dalam hidupmu dimudahkan ya jalannya

    Comment on chapter Chapter 7 - Sisi baik dan kebahagiaan yang Tuhan janjikan
  • serelan

    Buat atasannya Wisnu jangan mentang² berpendidikan tinggi, berprofesi sebagai seorang dokter anda bisa merendahkan orang lain ya.. yang gak punya etika itu anda hey coba ngaca... ada kaca kan d rumah??
    Buat si Cantika yang sifatnya gak mencerminkan namanya anda d kantor polisi ya? Gara² apa kah? Jangan balik lg ya klo bisaaaa

    Comment on chapter Chapter 7 - Sisi baik dan kebahagiaan yang Tuhan janjikan
  • serelan

    Khawatirnya si ibu cuma karena mikirin masa depan si Selly mulu, takut banget klo mas Wisnu d pecat. Padahal jelas² tau mas Wisnu lg sakit tapi nyuruh buru² kerja jgn sampe d pecat. Semangat pula nyiapin bekal dan jadi tiba² perhatian cuma karena mas Wisnu bilang mau nyari kerja part time. Biar dapet tambahan duit buat si Selly ya bu ya😑.

    Comment on chapter Chapter 7 - Sisi baik dan kebahagiaan yang Tuhan janjikan
  • nazladinaditya

    baru baca bab 3, speechless si.. cantika kata gue lo asu 😭🙏🏻 maaf kasar tp kamu kayak babi, kamu tau gak? semoga panjang umur cantika, sampe kiamat

    Comment on chapter Chapter 3 - Dorongan atau peringatan?
  • serelan

    Curiga Selly yg ngambil dompet ibunya terus uangnya d pake CO Shopee, karena takut ketauan belanja sesuatu makanya pulang dulu buat ambil paketnya... Atasannya mas Wisnu cunihin ya sepertinya😂 ke cewe² aja baik, ke cowo² galak bener... gak adakah org yg bener² baik di sekitaran Wisnu? Ngenes banget idupnya..

    Comment on chapter Chapter 6 - K25.4
  • nazladinaditya

    siapa yang menyakitimuu wahai authoorrr 😭😭 tolong musnahkan ibu itu, singkirkan dia dari wisnu jebal

    Comment on chapter Chapter 5 - Pergi sulit, bertahan sakit
  • serelan

    Kesel banget sama ibunya. Selalu banding²in. Negative thinking terus lagi sama Wisnu. Awas aja klo ternyata anak yg d bangga²kan selama ini justru malah anak yg durhaka yg gak tau diri, rusak gara² cara didik yg gak bener.

    Comment on chapter Chapter 5 - Pergi sulit, bertahan sakit
  • serelan

    Nu, udh parah itu Nu🥺
    Nu, coba bilang aja dulu sama atasan klo si Selly mau coba bantu² biar liat gimana kakaknya diperlakukan di tempat kerjanya. Biar bisa mikir tu anak kakaknya nyari duit susah payah.

    Comment on chapter Chapter 4 - Namanya juga hidup
Similar Tags
Love 90 Days
7655      2887     2     
Romance
Hidup Ara baikbaik saja Dia memiliki dua orangtua dua kakak dan dua sahabat yang selalu ada untuknya Hingga suatu hari seorang peramal mengatakan bila ada harga yang harus dibayar atas semua yang telah dia terima yaitu kematian Untuk membelokkan takdir Ara diharuskan untuk jatuh cinta pada orang yang kekurangan cinta Dalam pencariannya Ara malah direcoki oleh Iago yang tibatiba meminta Ara untu...
Stuck On You
396      323     0     
Romance
Romance-Teen Fiction Kisah seorang Gadis remaja bernama Adhara atau Yang biasa di panggil Dhara yang harus menerima sakitnya patah hati saat sang kekasih Alvian Memutuskan hubungannya yang sudah berjalan hampir 2 tahun dengan alasan yang sangat Konyol. Namun seiring berjalannya waktu,Adhara perlahan-lahan mulai menghapus nama Alvian dari hatinya walaupun itu susah karena Alvian sudah memb...
XIII-A
3330      2404     4     
Inspirational
Mereka bukan anak-anak nakal. Mereka hanya pernah disakiti terlalu dalam dan tidak pernah diberi ruang untuk sembuh. Athariel Pradana, pernah menjadi siswa jeniushingga satu kesalahan yang bukan miliknya membuat semua runtuh. Terbuang dan bertemu dengan mereka yang sama-sama dianggap gagal. Ini adalah kisah tentang sebuah kelas yang dibuang, dan bagaimana mereka menolak menjadi sampah sejar...
Special
1866      1063     1     
Romance
Setiap orang pasti punya orang-orang yang dispesialkan. Mungkin itu sahabat, keluarga, atau bahkan kekasih. Namun, bagaimana jika orang yang dispesialkan tidak mampu kita miliki? Bertahan atau menyerah adalah pilihan. Tentang hati yang masih saja bertahan pada cinta pertama walaupun kenyataan pahit selalu menerpa. Hingga lupa bahwa ada yang lebih pantas dispesialkan.
The Call(er)
8906      5092     11     
Fantasy
Ketika cinta bukan sekadar perasaan, tapi menjadi sumber kekuatan yang bisa menyelamatkan atau bahkan menghancurkan segalanya. Freya Amethys, seorang Match Breaker, hidup untuk menghancurkan ikatan yang dianggap salah. Raka Aditama, seorang siswa SMA, yang selama ini merahasiakan kekuatan sebagai Match Maker, diciptakan untuk menyatukan pasangan yang ditakdirkan. Mereka seharusnya saling bert...
AMBUN
512      374     1     
Romance
Pindahnya keluarga Malik ke Padang membuat Ambun menjadi tidak karuan. Tidak ada yang salah dengan Padang. Salahkan saja Heru, laki-laki yang telah mencuri hatinya tanpa pernah tahu rasanya yang begitu menyakitkan. Terlebih dengan adanya ancaman Brayendra yang akan menikahkan Ambun di usia muda jika ketahuan berpacaran selama masa kuliah. Patah hati karena mengetahui bahwa perasaannya ditiku...
Bunga Hortensia
2285      564     0     
Mystery
Nathaniel adalah laki-laki penyendiri. Ia lebih suka aroma buku di perpustakaan ketimbang teman perempuan di sekolahnya. Tapi suatu waktu, ada gadis aneh masuk ke dalam lingkarannya yang tenang itu. Gadis yang sulit dikendalikan, memaksanya ini dan itu, maniak misteri dan teka-teki, yang menurut Nate itu tidak penting. Namun kemudian, ketika mereka sudah bisa menerima satu sama lain dan mulai m...
Monokrom
331      294     1     
Science Fiction
Tergerogoti wabah yang mendekonstruksi tubuh menjadi serpihan tak terpulihkan, Ra hanya ingin menjalani kehidupan rapuh bersama keluarganya tanpa memikirkan masa depan. Namun, saat sosok misterius bertopeng burung muncul dan mengaku mampu menyembuhkan penyakitnya, dunia yang Ra kenal mendadak memudar. Tidak banyak yang Ra tahu tentang sosok di balik kedok berparuh panjang itu, tidak banyak ju...
A Sky Between Us
186      156     2     
Romance
Sejak kecil, Mentari selalu hidup di dalam sangkar besar bernama rumah. Kehidupannya ditentukan dari ia memulai hari hingga bagaimana harinya berakhir. Persis sebuah boneka. Suatu hari, Mentari diberikan jalan untuk mendapat kebebasan. Jalan itu dilabeli dengan sebutan 'pernikahan'. Menukar kehidupan yang ia jalani dengan rutinitas baru yang tak bisa ia terawang akhirnya benar-benar sebuah taruha...
Heavenly Project
1820      1343     5     
Inspirational
Sakha dan Reina, dua remaja yang tau seperti apa rasanya kehilangan dan ditinggalkan. Kehilangan orang yang dikasihi membuat Sakha paham bahwa ia harus menjaga setiap puing kenangan indah dengan baik. Sementara Reina, ditinggal setiap orang yang menurutnya berhaga, membuat ia mengerti bahwa tidak seharusnya ia menjaga setiap hal dengan baik. Dua orang yang rumit dan saling menyakiti satu sama...