Loading...
Logo TinLit
Read Story - SECRET IN SILENCE
MENU
About Us  

"Bisa tolong jelaskan itu?" Molly menyipitkan mata, sedikit sanksi atas apa yang barusan diucapkan oleh Cardos.

Lelaki itu menyugar rambutnya, mendengkus, membenarkan posisi duduknya yang sekarang jauh lebih lancang—kedua kakinya naik hingga ke atas meja. Cardos lebih mirip seorang raja nakal ketimbang Penjaga Agung Lembah yang dikenal atas kebijaksanaan dan wibawanya.

"Aku akan menjelaskan latar belakang mengapa kakakmu memerlukan Keajaiban Bilena," jelas Cardos, masih menggantung. "Alasan mengapa dia harus bertindak sejauh ini."

"Dia sudah memberitahuku, demi mengontrol essentia-nya, bukan?" Molly melipat tangannya di dada, tidak sabaran dengan penjelasan Cardos.

"Ya. Tapi, kau perlu mendengarkan latar belakangnya." Cardos memegang pipinya, melanjutkan, "Agatha terlahir sebagai essentor dalam wujud essentia berupa api, seperti mendiang ayahmu. Namun, tidak seperti dirimu yang dapat menguasai kemampuan secara natural, Agatha perlu melakukan latihan ekstra untuk menguasainya, makanya dia bergabung militer," imbuh Cardos, "sayangnya, essentia miliknya terlalu liar dan tidak terkontrol. Jadi, dia memerlukan sesuatu yang bisa menjadi pemicu."

"Tetap saja, alasan itu tidak bisa menjadi dasar baginya untuk pergi dari rumah begitu saja, sampai-sampai menjebak Pandia menjadi pengantin pengganti." Molly memiringkan kepalanya, menunjukkan ketidaksetujuan.

"Kau perlu mengorbankan sesuatu hal yang berharga demi mencapai tujuanmu, Mol," Cardos menyahut. Nada bicaranya masih tenang, namun tatapannya sinis. "Sepertimu yang datang ke tempatku, kau perlu mengorbankan Lilin Lintas satu-satunya milik Iefyr."

Molly memutar matanya. "Aku tahu dan aku sangat menyesalinya sekarang. Tapi, apa yang dilakukan oleh Agatha tetap tidak bisa dimaafkan."

"Mungkin kau tidak mengerti, kalau Agatha sampai gagal mengontrol apinya, dia bisa saja mencelakai orang-orang terdekatnya. Bisa jadi kau dan adikmu akan menjadi korban ganasnya essentia api Agatha," sanggah Cardos.

Pandangan Molly terkunci pada mata Cardos, cukup lama, sangat intens, menunjukkan kecurigaan yang terang-terangan. "Kau kedengarannya mendukung tindakan kakakku, Cardos."

"Aku hanya menyampaikan informasi yang perlu kau ketahui saja." Cardos menaikkan bahunya acuh tak acuh. "Lagipula, Agatha yang memintaku agar menyampaikan hal ini padamu."

"Kau dibayar berapa olehnya?" tuduh Molly.

Cardos mengedipkan matanya pelan-pelan, bibirnya dikatupkan hingga membentuk garis tipis, dia benar-benar tersinggung. Kemudian Sang Penjaga Agung tertawa terbahak-bahak. Suaranya cukup kencang hingga memenuhi rongga terkecil menara megah ini. Cardos mengusap air matanya dengan jari telunjuk, menggelengkan kepala pelan heran.

"Astaga, Mol. Aku ini Penjaga Agung Lembah. Aku entitas agung yang menjaga perbatasan dunia kematian, juga tidak bisa merasakan lapar dan lelah. Untuk apa aku menerima uang dari makhluk fana seperti kalian?" Cardos menggelengkan kepala heran.

"Siapa tahu Agatha memang memberimu sesuatu, sampai-sampai kau membelanya," Molly menyahut sinis.

"Aku melakukannya karena memang murni menyampaikan pesan," Cardos membalas, masih setengah tertawa dan mengusap air mata. "Kaum Penjaga Agung tidak memiliki alasan busuk seperti kalian, makhluk fana."

Molly lalu menegakkan tubuhnya dan bedeham, sedikit malu.

"Meskipun begitu, dari penjelasanmu, aku tidak menemukan inti dari pernyataanmu yang sebelumnya, tentang usahaku yang menjadi sisa-sia," Molly berkata, mencoba untuk mengembalikan topik pembicaraan pada jalur awal.

Cardos mengangguk perlahan, dan menambahkan, "Tidak ada yang tahu bagaimana Keajaiban Bilena akan membantu Agatha. Apakah nantinya artefak itu berhasil membantunya, atau malah Agatha sendiri terbakar oleh apinya. Keajaiban Bilena adalah artefak yang labil, dan hanya orang yang tepat yang bisa menggunakannya. Juga—" Jeda. Ia menggaruk lehernya. "Agatha tidak ingin kau tahu kalau-kalau dia gagal menggunakan artefak itu."

Molly menaikkan satu alis tanpa sadar, tanda tak percaya.

"Mol, aku mengerti kau ingin menjemput Agatha pulang," kata Cardos menggaruk keningnya, bingung harus menjelaskan bagaimana lagi. "Setelah aku bertemu dengan kakakmu semalam, aku mengerti satu hal, bahwa Keajaiban Bilena memiliki pengaruh besar bagi Agatha. Kau tahu, benda itu adalah artefak yang sangat kuat, dan kakakmu telah terikat. Kalaupun kau berhasil menjemputnya, bisa saja kakakmu telah terlibat terlalu dalam dengan kekuatan Bilena dan itu akan membahayakan keluargamu."

Molly terus mengamati gelagat Cardos. Sang Penjaga Agung sering sekali memutus kontak mata, kemudian mengusap mulut dan dagunya, menggaruk leher dan tengkuknya bergantian, terakhir yang menyebalkan adalah memberikan jawaban samar yang menggantung dan berbelit-belit, seolah Molly harus memikirkannya sendiri.

"Jadi, kau menginginkan aku agar berhenti menjemputnya lalu pulang dan berharap Agatha kembali dengan kondisi utuh?" Molly mencibir, teringat akan pesan Rolan sewaktu di kedai Anyelir Merah. "Bila itu terjadi, Pandia sudah lebih dulu menikah dengan pria tua bangkotan, Cardos."

Cardos menggaruk kepalanya yang tidak gatal, seraya menurunkan kaki dari atas meja. "Tadinya aku berpikir kau berbeda dengan Agatha, tapi rupanya kalian sama-sama keras kepala."

"Kami memang berbeda," Molly menyahut, "setidaknya aku melakukan semua ini demi Pandia, sementara Agatha pergi dari tanggung jawabnya hanya karena keegoisannya semata."

"Dia memerlukan artefak itu untuk mengendalikan apinya, Mol—"

"Kenapa harus Keajaiban Bilena?" sergah perempuan berambut emas itu. "Kenapa dia tidak mencari seorang essentor handal di Tanah Utama? Aku yakin ada seribu essentor berlisensi hitam yang tersebar di berbagai penjuru kerajaan di Negeri Selatan." Molly membuka kedua tangannya. "Alasan itu lebih tepat ketimbang menggunakan artefak untuk mencapai hasil instan. Pilihannya terlalu berisiko dan tidak berencana—"

"Karena Keajaiban Bilena sendiri yang memilih Agatha." Akhirnya Cardos berkata jujur.

Bingo! Pernyataan itu mengungkap satu alasan yang sempat mengambang di udara tanpa kejelasan. Molly menyeringai seraya mencondongkan tubuhnya mendekat ke arah Cardos. Matanya berkilat penuh kemenangan.

"Kau bilang hanya orang-orang yang tepat yang bisa menggunakan Keajaiban Bilena," Molly berkata dengan suara rendah. "Berhubung artefak itu memilih kakakku, berarti peluang keberhasilan Agatha menjadi lebih besar."

Cardos bergeming, seolah dimantrai oleh sorot tajam milik Molly. Dia menelan ludahnya, tersadar kalau dirinya baru saja melontarkan sebuah fakta.

Molly tersenyum dan mengucapkan, "Bayangkan, aku menjemput Agatha tepat ketika dia berhasil menggunakan artefak itu. Lalu, kami pulang bersama-sama dan kembali ke Nevervale dalam kondisi selamat. Bukankah itu bagus?"

Cardos memijat ujung hidungnya dan mendesah, "Molly, kau tahu sendiri apa yang terjadi sewaktu kau dan Agatha di Sarang Dalam para druid—"

Molly tertawa sinis. Tentu saja, Sang Penjaga Agung tahu. "Cardos, aku telah menempuh perjalanan jauh dari tempatku berasal. Tidak ada yang namanya sia-sia jika tidak dicoba." Perempuan itu mengangkat dagunya, kepercayaan dirinya memancar dari sorot mata dan gestur tubuhnya. "Aku mungkin pernah gagal di Sarang Dalam, bukan berarti aku akan gagal untuk kedua kalinya. Usahaku tidak akan mengkhianati hasil, Cardos. Aku pasti berhasil membawa Agatha pulang."

Lelaki itu sempat diam tertegun melihat keyakinan matang pada diri Molly. Kemudian, Cardos tertawa kecil sambil menggelengkan kepalanya. "Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Semangat dan tekadmu mirip Agatha. Tapi, aku hanya bisa berharap, semoga ini yang terakhir kalinya, dan semoga usahamu tidak sia-sia seperti yang sudah-sudah."[]

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
My Perfect Stranger
9177      3395     2     
Romance
Eleanor dan Cedric terpaksa menjalin hubungan kontrak selama dua bulan dikarenakan skandal aneh mengenai hubungan satu malam mereka di hari Valentine. Mereka mencurigai pelaku yang menyebarkan gosip itu adalah penguntit yang mengincar mereka semenjak masih remaja, meski mereka tidak memiliki hubungan apa pun sejak dulu. Sebelum insiden itu terjadi, Eleanor mengunjungi sebuah toko buku misteri...
Forestee
514      366     4     
Fantasy
Ini adalah pertemuan tentang kupu-kupu tersesat dan serigala yang mencari ketenangan. Keduanya menemukan kekuatan terpendam yang sama berbahaya bagi kaum mereka.
Puncak Mahiya
677      507     4     
Short Story
Hanya cerita fiktif, mohon maaf apabila ada kesamaan nama tempat dan tokoh. Cerita bermula ketika tria dan rai mengikuti acara perkemahan dari sekolahnya, tria sangat suka ketika melihat matahari terbit dan terbenam dari puncak gunung tetapi semua itu terhalang ketika ada sebuah mitos.
KSATRIA DAN PERI BIRU
227      192     0     
Fantasy
Aku masih berlari. Dan masih akan terus berlari untuk meninggalkan tempat ini. Tempat ini bukan duniaku. Mereka menyebutnya Whiteland. Aku berbeda dengan para siswa. Mereka tak mengenal lelah menghadapi rintangan, selalu patuh pada perintah alam semesta. Tapi tidak denganku. Lalu bagaimana bisa aku menghadapi Rick? Seorang ksatria tangguh yang tidak terkalahkan. Seorang pria yang tiba-tiba ...
Navia and Magical Planet
684      491     2     
Fantasy
Navia terbangun di tempat asing tak berpenghuni. Pikirnya sebelum dia dikejar oleh sekelompok orang bersenjata dan kemudian diselamatkan oleh pemuda kapal terbang tak terlihat bernama Wilton. Ah, jangan lupa juga burung kecil penuh warna yang mengikutinya dan amat berisik. Navia kaget ketika katanya dia adalah orang terpilih. Pasalnya Navia harus berurusan dengan raja kejam dan licik negeri ters...
Not Nice Lady
4      2     1     
Romance
Alara Si Pengacau, anak dari Duke Roderic yang terobsesi pada Putra Mahkota itu harus mati mengenaskan di tangan pemuda yang dicintainya. Bagiku Alara bukanlah antagonis yang pantas mati. Nasibnya malang dipermainkan oleh keluarga sendiri sehingga bertindak berlebihan demi terlepas dari nama Roderic. Setelah mengungkapkan pendapatku itu, AJAIBNYA aku malah menjadi Alara! Bersikap baik tidak...
BALTIC (Lost in Adventure)
5102      1909     9     
Romance
Traveling ke Eropa bagian Barat? Itu bukan lagi keinginan Sava yang belum terwujud. Mendapatkan beasiswa dan berhasil kuliah master di London? Itu keinginan Sava yang sudah menjadi kenyataan. Memiliki keluarga yang sangat menyanyanginya? Jangan ditanya, dia sudah dapatkan itu sejak kecil. Di usianya ke 25 tahun, ada dua keinginannya yang belum terkabul. 1. Menjelajah negara - negara Balti...
Late Night Butterfly
83      76     0     
Mystery
Maka sejenak, keinginan sederhana Rebecca Hahnemann adalah untuk membebaskan jiwa Amigdala yang membisu di sebuah belenggu bernama Violetis, acap kali ia memanjatkan harap agar dunia bisa kembali sama meski ia tahu itu tidak akan serupa. "Pulanglah dengan tenang bersama semua harapanmu yang pupus itu, Amigdala..." ucapnya singkat, lalu meletupkan permen karet saat langkah kakinya kian menjauh....
A.P.I (A Perfect Imaginer)
234      202     1     
Fantasy
Seorang pelajar biasa dan pemalas, Robert, diharuskan melakukan petualangan diluar nalarnya ketika seseorang datang ke kamarnya dan mengatakan dia adalah penduduk Dunia Antarklan yang menjemput Robert untuk kembali ke dunia asli Robert. Misi penjemputan ini bersamaan dengan rencana Si Jubah Hitam, sang penguasa Klan Kegelapan, yang akan mencuri sebuah bongkahan dari Klan Api.
Sistem Kekayaan zero
193      180     1     
Fantasy
Kisah seorang pemuda yang bernama xai yang diputuskan oleh kekasihnya Yolanda, Yolanda lebih memilih pria lain yang statusnya lebih tinggi dari xai, akan tetapi xai mendapatkan sistem zero yang mengubah kehidupan nya .