Loading...
Logo TinLit
Read Story - From Thirty To Seventeen
MENU
About Us  

“Dua Milyar!!! Apa Anda gak salah, Pak?” seru Aina.

Aina Malika seorang wanita cantik berusia hampir 30 tahun sangat terkejut usai mendengar penjelasan dari salah satu deb collector yang datang ke rumahnya. Pagi itu, seperti biasa Aina baru saja usai bersiap dan hendak sarapan pagi saat tiba-tiba datang dua orang tinggi besar bertampang menyeramkan. Aina makin terkejut saat salah satu dari mereka mengatakan kalau suaminya, Rayyan Toriq mempunyai hutang sebesar 2 M.

“Iya, betul, Nyonya. Suami Anda memang berhutang sebesar itu dan menjaminkan rumah ini beserta isinya. Jadi saya mohon kerjasamanya untuk segera melunasi atau rumah ini kami sita,” ujar salah satu pria bertubuh besar itu.

“Apa Anda tahu untuk apa suami saya berhutang sebesar itu? Selama ini kondisi keuangan kami stabil bahkan perusahaan yang ia pegang juga tidak mengalami masalah finansial. Apa Anda tidak salah, Pak? Mungkin Rayyan Toriq yang lain, bukan suami saya?”

Pria bertubuh besar itu tersenyum sambil menggelengkan kepala berulang.

“Bukan, Nyonya. Ini benar suami Anda. Benar ini KTP-nya, bukan?” Pria itu menunjukkan sebuah berkas yang dia bawa dan menunjukkan salinan KTP suami Aina.

Aina terdiam dan mengatupkan rapat bibirnya. Ia sungguh tidak tahu untuk apa Rayyan meminjam uang sebanyak itu. Apa mungkin perusahaannya sedang mengalami kolaps dan Rayyan tidak mengatakannya. Sepeninggal Tuan Farid Sukmana, memang Rayyan yang mengambil alih tampuk pimpinan perusahaan. Aina tidak bisa meneruskan kepemimpinan ayahnya karena belakangan ini kondisi fisik Aina tidak memungkinkan. Dia sering sakit dan pingsan tanpa sebab jika kecapekan.

Rayyan tidak tega melihat istrinya terus pingsan dan kecapekan. Itu sebabnya Rayyan meminta Aina tinggal di rumah saja. Memang pernikahannya dengan Rayyan sedikit rumit. Rayyan adalah saudara sepupunya, putra angkat dari kakak ibunya. Aina mengenal Rayyan sejak usia tujuh belas tahun saat pertama kali Rayyan datang ke rumah. Rayyan terpaksa dirawat oleh Tuan Farid dan Nyonya Amanda, nenek Aina karena kedua orang tuanya meninggal dalam kecelakaan mobil.

Sosok Rayyan yang tampan dengan postur tinggi, putih dan rambut belah tengah seperti sosok anime kesukaannya telah membuat Aina terpikat. Sejak hari itu juga, Aina jatuh cinta dan menentukan kalau Rayyan nanti yang akan menjadi suaminya. Awalnya Tuan Farid dan Nyonya Amanda melarangnya, tapi Aina bersikeras bahkan sempat hendak mencelakai dirinya jika hubungannya dengan Rayyan ditentang.

“Nyonya ... apa kami bisa bertemu dengan Tuan Rayyan?” Pria bertubuh besar itu menginterupsi lamunan Aina.

“Eng ... Mas Rayyan sedang tidak ada di rumah. Dia keluar kota sejak dua hari yang lalu. Kalau tidak percaya cari saja di kantornya.”

Pria bertubuh tinggi besar itu menganggukkan kepala sambil melihat dengan tajam ke arah Aina.

“Kami sudah ke kantornya terlebih dulu tadi, Nyonya. Tuan Rayyan memang tidak ada di sana. Kami pikir beliau ada di rumah.”

Aina menarik napas panjang sambil menggelengkan kepala. “Jadi kalian pikir aku menyembunyikan dia, begitu?”

Pria bertubuh besar itu tersenyum menyeringai. “Ya ... siapa tahu begitu, Nyonya.”

Aina mendengus dengan sebal sambil menatap jengkel ke arah dua pria di depannya ini.

“Sudah kubilang suamiku tidak ada di rumah. Kalian bisa periksa sendiri kalau tidak percaya.”

Dua pria itu lantas menggelengkan kepala dengan cepat.

“Baiklah, Nyonya. Mungkin saat ini suami Anda tidak ada di rumah, tapi kami minta tolong kalau sudah datang suruh menghubungi kami. Setidaknya punya itikad baik untuk menyelesaikan hutangnya.”

Aina mengangguk dengan cepat. Ia ingin segera mengakhiri pertemuan dengan dua orang tak dikenal ini. Pagi-pagi moodnya sudah berantakan gara-gara kedatangan mereka. Kedua deb collector itu sudah berlalu pergi meninggalkan rumah Aina.

Aina menghela napas panjang sambil berjalan ke ruang makan. Ada nasi goreng di piring yang belum tersentuh olehnya. Aina baru akan memakannya saat tiba-tiba dua orang tadi datang. Aina duduk menghempaskan tubuhnya ke kursi kemudian meraih ponsel yang berada di atas meja. Ia sedang sibuk melakukan sebuah panggilan kali ini.

“Ya ampun!! Mas Rayyan ini ke mana, sih? Kok ponselnya gak aktif mulai kemarin. Masak meeting gak kelar-kelar.”

Aina menghempaskan ponselnya ke atas meja. Memang hubungannya dengan Rayyan tidak pernah harmonis. Selama ini hanya Aina yang terlihat begitu mencintai Rayyan sementara Rayyan tidak pernah menunjukkan perasaannya. Pria tampan itu tampak datar memperlakukan Aina bahkan kadang dingin. Rayyan memang sengaja menerima pernikahan ini atas syarat dari Tuan Farid. Tuan Farid merasa Rayyan harus membalas budinya atas semua biaya yang telah ia keluarkan untuk merawatnya hingga sesukses ini.

Memang Rayyan sangat pintar selama sekolah dan kuliah, wajar jika dia selalu bisa masuk di universitas ternama. Namun, tentu saja semua itu membutuhkan biaya yang banyak. Rayyan juga pandai mengelola perusahaan bahkan perusahaan milik Tuan Farid mengalami kemajuan pesat sejak dipegang Rayyan. Makanya Aina sedikit terkejut saat tahu suaminya berhutang sebesar dua milyar tadi.

TING!!

Ponsel Aina berdenting tanda sebuah pesan masuk. Aina urung melanjutkan makan paginya dan kembali meraih ponselnya. Ia terdiam saat melihat ada sebuah nomor telepon tidak dikenal mengirimnya pesan. Karena penasaran, Aina gegas membuka pesan itu.

[Apa kamu ingin tahu di mana suamimu berada?] tulis pesan dari nomor tak dikenal itu.

Aina terdiam sesaat. Inginnya dia mengabaikan pesan itu. Memang Aina tahu kalau Rayyan tidak pernah mencintainya, tapi Aina yakin Rayyan tidak akan macam-macam di belakangnya. Rayyan itu pria kulkas dua belas pintu. Mana ada wanita yang mau dengannya. Bahkan saat di ranjang saja, Rayyan sangat pasif selalu Aina yang agresif memulai semuanya.

Aina menghela napas dan meletakkan ponselnya kembali. Ia sudah mengaduk nasi goreng yang mulai dingin dan memasukkan suapan pertama ke mulutnya. Belum selesai nasi goreng itu dikunyah Aina. Tiba-tiba ponselnya berdenting lagi. Aina melirik dan melihat nomor tak dikenal itu mengirim pesan.

Aina penasaran dan gegas membaca pesannya.

[Aku yakin kamu tidak akan kecewa jika membalas pesanku kali ini, Nyonya Aina.]

Aina terkejut saat tahu si Pengirim pesan mengetahui siapa namanya. Ia gemas dan tangannya kini sudah menari di atas ponsel.

“Siapa kamu dan di mana suamiku?” gumam Aina sambil menjawab pesan di ponsel.

[Anda tidak perlu tahu siapa saya. Sekarang datang saja secepat mungkin ke sini.]

Si Pengirim pesan dengan cepat membalas bahkan kini memberi Aina shareloc sebuah tempat. Aina ragu ingin mempercayainya atau tidak. Namun, dia juga harus segera menemui Rayyan. Apalagi usai menerima kedatangan deb colletor tadi.

Tanpa pikir panjang, Aina gegas bangkit dan menuju garasi. Tak lama dia sudah terlihat melajukan mobil mengikuti shareloc alamat yang diberi. Aina menghentikan mobilnya saat tiba di tempat sesuai shareloc.

“Masjid? Untuk apa juga orang itu mengirimi aku shareloc masjid,” gumam Aina.

Aina penasaran dan mencoba menghubungi nomor tak dikenal tersebut. Namun, nomor itu sudah tidak aktif.

“Sialan!!! Aku dipermainkan orang dua kali hari ini!!” geram Aina.

Maunya Aina ingin langsung pulang, tapi dia juga penasaran untuk apa orang tak dikenal itu mengiriminya shareloc ini. Aina turun dari mobil dan melihat di masjid yang megah itu ada keramaian. Tepat di sebelah masjid ada gedung pertemuan yang sudah dihias dengan beberapa janur kuning melengkung. Sepertinya sedang ada acara pernikahan di sana.

Entah mengapa seakan ada yang menuntun langkah kaki Aina mendekat masuk ke dalam masjid. Di sana baru saja usai acara akad nikah. Tampak semua yang hadir bersuka cita sambil melantunkan doa. Kemudian Aina melihat seorang wanita cantik berpakaian pengantin serba putih masuk ke dalam hendak menghampiri pria yang baru saja mengucapkan ijab kabul.

Aina berdiri terdiam mengamati, banyak tamu yang hadir di sana sehingga kehadiran Aina tidak terlalu diperhatikan oleh orang sekitar. Mungkin juga mereka berpikir kalau Aina salah satu kerabat atau juga tamu undangan.

Pria yang baru saja melakukan ijab kabul itu berdiri dan membalikkan badan sehingga Aina bisa melihat wajahnya. Pria itu sangat tampan mengenakan baju beskap putih senada dengan pengantin wanita. Senyum ceria nan menawan terukir di wajah tampannya. Aina kenal wajah pria itu, tapi dia tidak pernah melihat senyum seindah itu terukir di wajahnya ketika pria itu bersamanya.

Aina menarik napas dalam-dalam menatap dengan pandangan berkabut sambil bergumam lirih.

“Mas Rayyan ... .”
 

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Perjalanan Move On Tata
617      448     0     
Short Story
Cinta, apasih yang bisa kita katakan tentang cinta. Cinta selalu menimbulkan rasa sakit, dan bisa juga bahagia. Kebanyakan penyakit remaja sekarang yaitu cinta, walaupun sudah pernah merasakan sakit karena cinta, para remaja tidak akan menghilangkan bahkan berhenti untuk bermain cinta. Itulan cinta yang bisa membuat gila remaja.
Kainga
5366      2644     13     
Romance
Sama-sama menyukai anime dan berada di kelas yang sama yaitu jurusan Animasi di sekolah menengah seni rupa, membuat Ren dan enam remaja lainnya bersahabat dan saling mendukung satu sama lain. Sebelumnya mereka hanya saling berbagi kegiatan menyenangkan saja dan tidak terlalu ikut mencampuri urusan pribadi masing-masing. Semua berubah ketika akhir kelas XI mereka dipertemukan di satu tempat ma...
Who are You?
1578      768     9     
Science Fiction
Menjadi mahasiswa di Fakultas Kesehatan? Terdengar keren, tapi bagaimana jadinya jika tiba-tiba tanpa proses, pengetahuan, dan pengalaman, orang awam menangani kasus-kasus medis?
Untuk Takdir dan Kehidupan Yang Seolah Mengancam
996      702     0     
Romance
Untuk takdir dan kehidupan yang seolah mengancam. Aku berdiri, tegak menatap ke arah langit yang awalnya biru lalu jadi kelabu. Ini kehidupanku, yang Tuhan berikan padaku, bukan, bukan diberikan tetapi dititipkan. Aku tahu. Juga, warna kelabu yang kau selipkan pada setiap langkah yang kuambil. Di balik gorden yang tadinya aku kira emas, ternyata lebih gelap dari perunggu. Afeksi yang kautuju...
Melepaskan
495      348     1     
Romance
Ajarkan aku membenci tawamu, melupakan candamu. Sebab kala aku merindu, aku tak bisa lagi melihatmu..
Shymphony Of Secret
1073      710     1     
Romance
Niken Graviola Bramasta “Aku tidak pernah menginginkan akan dapat merasakan cinta.Bagiku hidupku hanyalah untuk membalaskan dendam kematian seluruh keluargaku.Hingga akhirnya seseorang itu, seseorang yang pernah teramat dicintai adikku.Seseorang yang awalnya ku benci karena penghinaan yang diberikannya bertubi-tubi.Namun kemudian dia datang dengan cinta yang murni padaku.Lantas haruskah aku m...
My Brother Falling in Love
42017      5757     8     
Fan Fiction
Pernah terlintas berjuang untuk pura-pura tidak mengenal orang yang kita suka? Drama. Sis Kae berani ambil peran demi menyenangkan orang yang disukainya. Menjadi pihak yang selalu mengalah dalam diam dan tak berani mengungkapkan. Gadis yang selalu ceria mendadak merubah banyak warna dihidupnya setelah pindah ke Seoul dan bertemu kembali dengan Xiumin, penuh dengan kasus teror disekolah dan te...
Mengejarmu lewat mimpi
2422      1051     2     
Fantasy
Saat aku jatuh cinta padamu di mimpiku. Ya,hanya di mimpiku.
Desire Of The Star
1862      1206     4     
Romance
Seorang pria bernama Mahesa Bintang yang hidup dalam keluarga supportif dan harmonis, pendidikan yang baik serta hubungan pertemanan yang baik. Kehidupan Mahesa sibuk dengan perkuliahannya di bidang seni dimana menjadi seniman adalah cita-citanya sejak kecil. Keinginannya cukup sederhana, dari dulu ia ingin sekali mempunyai galeri seni sendiri dan mengadakan pameran seni. Kehidupan Mahesa yang si...
Hug Me Once
9697      2542     7     
Inspirational
Jika kalian mencari cerita berteman kisah cinta ala negeri dongeng, maaf, aku tidak bisa memberikannya. Tapi, jika kalian mencari cerita bertema keluarga, kalian bisa membaca cerita ini. Ini adalah kisah dimana kakak beradik yang tadinya saling menyayangi dapat berubah menjadi saling membenci hanya karena kesalahpahaman