Loading...
Logo TinLit
Read Story - Kutunggu Kau di Umur 27
MENU
About Us  

Sepuluh tahun dibayar dengan satu hari. Cerita yang tidak pernah Irish sangka-sangka. Perasaannya benar-benar disambut baik oleh Aksara. Rasa sakit, ketidakpastian, dan sendiri itu ternyata telah berakhir saat ini. Irish telah menemukan jawaban terbaik yang bisa dia berikan kepada perasaannya. Ketika tiba-tiba ada tiga orang yang datang kepadanya, perasaannya kembali membuncah. Perasaan yang mati itu tumbuh kembali.

Aksara datang sebagai pemberi warna hidupnya. Sebesar apapun dia mengubur perasaan itu, nyatanya pemiliknya tetap sama. Perasaannya bukannya hilang, perasaan itu hanya tersimpan rapi sampai pemiliknya benar-benar datang. Irish merasa hidupnya kembali.

“Kenapa kamu senyum-senyum?” Aksara mengganti piring miliknya yang telah dipotong-potong. Daging setengah matang yang dia pilih. Daging kualitas terbaik untuk orang yang terbaik dalam hidupnya. Selama sepuluh tahun akhirnya Aksara mendapatkan senyuman itu kembali.

“Aku … hanya tidak menyangka kita berakhir seperti ini.”

“Aku nih udah?” goda Aksara dengan senyum jailnya.

“Iya dong. Nggak mau nih? Gue lo aja kalik ya?”

Aksara menurunkan bibirnya. Pria itu menjadi lebih ekspresif daripada sebelumnya. “Jangan dong. Bagus yang tadi loh ya.”

“Oke.” Irish mengedipkan satu matanya. Aksara memegang dadanya dan berakting seolah terkena serangan jantung. “Lebay banget.”

“Ini bentuk perasaanku yang sebenarnya.”

“Oh ya?” Irish menaikkan satu alisnya dengan bibir meremehkan.

“Iyaa. Mana bisa aku membayangkan kita bisa makan kayak gini. Bagaimana bisa aku membayangkan kita tadi di tem—“

“Shuuuttt. Nggak perlu dijelasin. Nggak penting banget.” Membayangkan kejadian tadi saya pipi Irish langsung bersemu merah. Dia dengan cepat memasukkan potongan daging ke dalam mulutnya.

“Penting bangettt, Rish. Aku nggak pernah ngira kamu bisa baik sama aku.” Irish menaikkan alisnya kembali. Dia tidak berniat menjawab. Hanya ingin mendengarkan sampai Aksara menyelesaikan penjelasannya. “Akuuu nggak pernah ngira kita bisa bersama. Rasanya susah banget buat dapetin kamu. Kayaknya kamu punya beban tersendiri.”

Irish meletakkan garpu dan pisaunya. Dia meminum jus cranberry yang berada di samping piringnya. Setelahnya dia menghela napas untuk mulai mengatakan sejujurnya. “Tapi aku nggak pernah bilang kita udah bersama. Kayak … ini terlalu cepat buat aku putuskan Aksara. Aku tahu kita udah kenal lamaaaa bangett. Tapi satu hal yang pasti. Kita nggak pernah kenal sedalam itu. Aku bahkan nggak tahu kamu orangnya kayak gimana selain yang dulu. Aku nggak tahu kamu sebaik dan seburuk apa. Aku nggak pernah berharap kamu sebaik itu. Aku tidak sepercaya itu dengan hubungan percintaan.”

“Rish, beri aku kesempatan. Aku akan berusaha dengan sangat baik. Aku nggak akan melepaskan kamu apapun itu. Aku sudah menemukan tambatan hati aku. Kamu … dan memang hanya kamu.”

“Sepuluh tahun itu waktu yang lama untuk memutuskan itu hanya dengan pertemuan singkat ini. Hati manusia itu mudah terbolak-balik, Aksara. Aku hanya tinggal menunggu kesempatan itu datang dan membuktikan semua ucapan kamu.”

“Aku bukan orang yang seperti itu, Rish.”

Irish menarik napasnya lebih dalam lagi. Rasanya semakin berat menjelaskan segala ketakutannya tentang laki-laki. Kebencian itu telah terlalu lama dia simpan. “Laki-laki terkadang lebih banyak berbicara tanpa adanya bukti, Aksara.”

“Aku tidak akan menyerah, Rish. Aku akan buktiin itu,” ucap Aksara dengan yakin.

Irish menelan ludahnya dengan kasar. Dia sangat-sangat takut untuk kecewa. Tapi sampai berapa lama dia harus berada dalam kebencian yang dalam itu? Laki-laki yang dulu pernah menyakitinya juga telah meminta maaf dengan baik. Kisah itu telah selesai. Pria itu telah menemukan kebahagiaannya. Sekarang, tinggal dirinya. Ya hanya tinggal dirinya yang masih berada di tempat yang sama.

“Tapi kamu pernah mengecewakan aku, Aksara. Kamu pernah membentakku. Di depan umum.” Irish menekankan kalimat terakhirnya.

“Aku terlalu cemburu saat itu, Rish. Aku bahkan terkejut dengan apa yang terjadi saat itu. Itu benar-benar bukan kebiasaanku. Semuanya terasa mendadak. Aku janji aku nggak akan melakukan itu. Aku bisa menjadi apa yang kamu mau.”

Irish menyisir rambutnya ke belakang. “Aku nggak butuh kamu berubah buat aku. Aku hanya ingin kamu menjadi dirimu sendiri. Kamu nggak perlu jadi pria yang diidamkan semua wanita dengan perbuatannya, dengan perkataan manisnya, dengan apa pun yang selalu ideal. Aku hanya ingin kamu menjadi dirimu sendiri tanpa menjadi toksik. Kita sudah sama-sama dewasa. Pertengkaran yang nggak penting itu terlalu melelahkan buatku.” Irish tersenyum tipis. Ada banyak harapan yang bisa dia sampaikan kepada Aksara jika pria itu memang ingin. Tapi saat ini Irish hanya butuh itu.

“Aku akan menjadi terbaik versiku. Untuk menemuimu pun aku sudah berusaha menjadi yang terbaik versi aku.” Aksara menarik tangan Irish. Dia mengusapnya dengan lembut. Pilihannya kepada Irish memang tidak salah. Irish memang sangat dewasa.

Satu hal yang membuat Aksara tidak berani menemui Irish saat itu karena dia takut tidak bisa mengimbangi kedewasaan Irish. Irish terlalu sempurna untuk dirinya. Dia tidak pernah menyangka bisa menghadapi Irish saat ini. Dia sudah bukan Aksara berumur dua puluh tiga tahun lagi. Dia tidak lagi mengutamakan ketakutannya. Dia selangkah lebih maju. Dia lebih berani daripada yang dulu. Sekarang di depannya ada perempuan yang memang sangat dia dambakan.

“Rish, kamu tinggal diam dan lihat aku berjuang buat kamu. Akan aku kalahkan Jeremy dan Radit-radit itu. Aku pasti bisa.” Aksara menguatkan pegangan tangannya. Jantungnya menggebu-gebu. Dia sudah lama tidak merasa hormon adrenalinnya terpacu. Sekarang, di depan perempuan itu, Aksara akan mewujudkan mimpinya. Perasaannya itu nyata. Bukan lagi ilusi.

“Hemmm, oke. Tapi jika kamu mengecewakan aku lagi … kayaknya aku akan langsung nikah sama mereka. Toh umur kita ini emang sudah saatnya menikah.”

“Memang kamu ingin menikah dengan orang yang tidak kamu sayangi?” Aksara bertanya dengan serius. Pria itu sepertinya merasa cemburu.

“Siapa bilang aku nggak sayang? Emang siapa yang aku sayang?” tanya Irish dengan pura-pura.

“Aku dong. Aku loh yang paling kamu sayang. Aku aja kan?” Aksara menjawab dengan menggebu-gebu.

Irish tertawa dengan lembut. Matanya yang sipit itu menghilang sepenuhnya. Aksara sangat-sangat menggemaskan di matanya saat ini. Pria dengan kemeja lengan pendek berwarna putih itu terlihat lebih tampan dariapda sebelumnya.

“Kayaknya bisa aja masih berubah sih.”

“Enggak. Aku tahu cuma aku. Nggak mungkin kamu bales DM aku.”

“Gimana kalau itu terpaksa?”

“Aku nggak akan terpaksa melamarmu dengan dua set novel impian kamu.”

“Haha. Aku nggak nyangka kamu melakukan itu.”

Aksara memukul meja dengan pelan. “Itu aku belajar dari novel-novel kamu loh. Ternyata kamu memang punya sisi romantis. Meskipun tampilan luarnya sangat keras.”

“Ahhhh, cukupppp Aksara. Cukuppp, kita makan lagi yah.” Irish menusuk daging dan langsung memasukkannya ke dalam mulut Aksara. Irish tidak akan membiarkan Aksara berbicara kali ini. Tidak ada lagi pembahasan mengenai novel-novel halunya itu. Irish terlalu malu untuk dibahas sana-sini. Apalagi pembahasan itu dari Aksara. Tidak terbayangkan sampai kapan pun.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Dalam Waktu Yang Lebih Panjang
1608      1303     22     
True Story
Bagi Maya hidup sebagai wanita normal sudah bukan lagi bagian dari dirinya Didiagnosa PostTraumatic Stress Disorder akibat pelecehan seksual yang ia alami membuatnya kehilangan jati diri sebagai wanita pada umumnya Namun pertemuannya dengan pasangan suami istri pemilik majalah kesenian membuatnya ingin kembali beraktivitas seperti sedia kala Kehidupannya sebagai penulis pun menjadi taruhan hidupn...
Imajinasi si Anak Tengah
11040      6500     16     
Inspirational
Sebagai anak tengah, Tara terbiasa berada di posisi "di antara" Di antara sorotan dan pujian untuk kakaknya. Dan, di antara perhatian untuk adiknya yang selalu dimanjakan. Ia disayang. Dipedulikan. Tapi ada ruang sunyi dalam dirinya yang tak terjamah. Ruang yang sering bertanya, "Kenapa aku merasa sedikit berbeda?" Di usia dua puluh, Tara berhadapan dengan kecemasan yang tak bisa ia jel...
Premium
GUGUR
16593      2663     9     
Romance
Ketika harapan, keinginan, dan penantian yang harus terpaksa gugur karena takdir semesta. Dipertemukan oleh Kamal adalah suatu hal yang Eira syukuri, lantaran ia tak pernah mendapat peran ayah di kehidupannya. Eira dan Kamal jatuh dua kali; cinta, dan suatu kebenaran yang menentang takdir mereka untuk bersatu. 2023 © Hawa Eve
Wedding Dash [Ep. 2 up!]
3293      1368     8     
Romance
Arviello Surya Zanuar. 26 tahun. Dokter. Tampan, mapan, kaya, dan semua kesempurnaan ada padanya. Hanya satu hal yang selalu gagal dimilikinya sejak dulu. Cinta. Hari-harinya semakin menyebalkan saat rekan kerjanya Mario Fabrian selalu mengoceh panjang lebar tentang putri kecilnya yang baru lahir. Juga kembarannya Arnaferro Angkasa yang selalu menularkan virus happy family yang ti...
Di Antara Mereka
8102      2820     3     
Romance
Mengisahkan seorang cewek dan cowok yang telah lama bersahabat. Mereka bernana Gio dan Mita Persahabatan mereka di tahun ke dua tidaklah mudah. Banyak likaliku yang terjadi hingga menyakiti hati Keduanya sempat saling menjauh karena suatu keterpaksaan Gio terpaksa menjauhi Mita karena sang Ibu telah memilihkan kekasih untuknya. Karena itu Mita pun menjauhi Gio. Gio tak dapat menerima kenyataan it...
Premium
Titik Kembali
7442      2765     16     
Romance
Demi membantu sebuah keluarga menutupi aib mereka, Bella Sita Hanivia merelakan dirinya menjadi pengantin dari seseorang lelaki yang tidak begitu dikenalnya. Sementara itu, Rama Permana mencoba menerima takdirnya menikahi gadis asing itu. Mereka berjanji akan saling berpisah sampai kekasih dari Rama ditemukan. Akankah mereka berpisah tanpa ada rasa? Apakah sebenarnya alasan Bella rela menghabi...
When I Met You
679      404     14     
Romance
Katanya, seorang penulis kualat dengan tokohnya ketika ia mengalami apa yang dituliskannya di dunia nyata. Dan kini kami bertemu. Aku dan "tokohku".
Cinta untuk Yasmine
2944      1381     17     
Romance
Yasmine sama sekali tidak menyangka kehidupannya akan jungkir balik dalam waktu setengah jam. Ia yang seharusnya menjadi saksi pernikahan sang kakak justru berakhir menjadi mempelai perempuan. Itu semua terjadi karena Elea memilih untuk kabur di hari bahagianya bersama Adam. Impian membangun rumah tangga penuh cinta pun harus kandas. Laki-laki yang seharusnya menjadi kakak ipar, kini telah sah...
SURGA DALAM SEBOTOL VODKA
12071      3604     6     
Romance
Dari jaman dulu hingga sekarang, posisi sebagai anak masih kerap kali terjepit. Di satu sisi, anak harus mengikuti kemauan orang tua jikalau tak mau dianggap durhaka. Di sisi lain, anak juga memiliki keinginannya sendiri sesuai dengan tingkat perkembangan usianya. Lalu bagaimanakah jika keinginan anak dan orang tua saling bertentangan? Terlahir di tengah keluarga yang kaya raya tak membuat Rev...
Renjana
626      475     2     
Romance
Paramitha Nareswari yakin hubungan yang telah ia bangun selama bertahun-tahun dengan penuh kepercayaan akan berakhir indah. Selayaknya yang telah ia korbankan, ia berharap agar semesta membalasnya serupa pula. Namun bagaimana jika takdir tidak berkata demikian? "Jika bukan masaku bersamamu, aku harap masanya adalah milikmu."