Loading...
Logo TinLit
Read Story - The Skylarked Fate
MENU
About Us  

Beberapa manusia menerima kelebihan dalam dirinya. Kelebihan untuk melihat makhluk penghubung romansa dan takdir setiap orang. Gilbert dan wanita yang mengejarnya adalah contohnya. Dapat leluasa bertemu dan berkomunikasi dengan sang penghubung takdir belahan jiwanya.

 

Gilbert melihat sekelilingnya. Ia seperti berdiri dalam sekumpulan awan yang terlihat lembut. Dihadapannya terdapat singgasana yang terlihat megah. Cupid pertama kali menampakkan diri dalam wujud anak kecil bersayap. Ia akan terbang mengelilingi singgasana tersebut, bahkan terkadang menjahili Gilbert terlebih dahulu. Ia juga akan muncul dalam wujud pria dewasa yang sangat tampan, Eros. Saat penampilannya seperti itu, ia menjadi lebih tegas, tapi tetap ada jiwa ‘nakal’ dalam dirinya.

 

Ia menjelaskan bahwa dua panahnya tertancap pada hati Gilbert dan seorang perempuan. Perempuan itu jatuh cinta padanya, tetapi entah mengapa Gilbert tidak merasakan apapun. Dalam beberapa masa, tak pernah sekalipun Gilbert menaruh hati padanya.

 

Pria yang aneh. Mungkin beberapa yang mendengar kisahnya bakal mengutuk lelaki itu. Walaupun tanpa belas kasih cupid, pasti ada kemungkinan ia menaruh hati karena kegigihan dan perlakuan manis gadis itu. Cupid saja sampai menjulukinya sebagai orang yang bebal.

 

"Gilbert, kupikir aku bakal terus bosan melihatmu disini. Mengapa setelah di reinkarnasi ketujuh kau juga masih tetap melajang? Tidak pernah mendengarkan omonganku pula. Padahal aku sudah bermurah hati padamu."

 

"Untuk apa aku mendengarkan omongan dari eksistensi sepertimu? Kamu pikir aku tertarik untuk menjalin hubungan semacam itu?"

 

Asal tahu saja, dahulu sifatnya tidak seperti itu, tetapi manusia terus berubah bukan? Jika dahulu ia akan sibuk memberi pada orang lain, sekarang ia menjadi manusia super cuek. Ia pernah berusaha untuk orang lain, tetapi sekarang ia bekerja dan berusaha untuk dirinya sendiri. Sama sekali tidak ada ruang untuk menjalin hubungan romansa dengan manusia manapun.

 

"Kalau kamu memaksaku, tidak kah lebih baik untuk memberikan wanita yang lebih bagus daripada dia?"

 

Sudah terlalu sombong, tidak pernah mendengarkan ucapan dewa lagi. Cupid sendiri merasa frustasi harus menghadapi manusia seperti Gilbert. Belum saja ia dihampiri Nemesis sebagai balasan kekesalan dewa padanya.

 

“Begini, kamu tahu kan aku ini siapa dan seberapa pentingnya aku. Panah emasku tidak pernah gagal untuk membuat seseorang jatuh cinta. Itu berarti kamu memang ditakdirkan menjadi pasangannya.”

 

“Hal itu berarti panahmu gagal bekerja padaku. Kau dewa tapi bisa juga ya mengalami kekuatanmu yang tidak mempan.”

 

Cupid terbang memutarinya dengan cepat. Wajahnya tertekuk karena amat kesal. “Kau menantangku? Kau mau aku menembakkan panah lagi?”

 

Cupid berpikir sejenak. Apabila ia benar-benar menembakkan panah lagi, ia akan membuat Gilbert mengakui bahwa kekuatannya memang lemah. Bila ia benar menembakkannya tidak ada hiburan lagi baginya.

 

“Kau tidak bisa mengelabuiku, anak manusia. Pokoknya, suatu saat mulutmu itu pasti akan berhenti sombong. Kau akan mengakui kekuatan panahku dan kau akan jatuh cinta padanya!”

 

*

 

Gilbert mendengus. Lagi-lagi ia bertemu dengan perempuan ini. Sudahlah ia bertemu di kehidupan sebelumnya, ia bertemu lagi di fakultas dengan perempuan ini. Oleh karena masih satu jiwa, penampilan yang terlihat juga masih sama seperti ingatannya. Perempuan itu memang cantik dan ceria, tapi penampilannya tidak membuat Gilbert lama-lama terpaku padanya. Cenderung biasa saja, mengingat sedari dulu perempuan itu juga mengenakan apa saja yang diberikan padanya.

 

Merasa seleranya tinggi, ia sama sekali tidak tertarik pada penampilannya. Lagi-lagi ia mengutuk cupid yang menjodohkannya dengan perempuan ini.

 

“Hai, Gilbert! Kamu mau kemana? Mau ngerjain skripsi, ya?”

 

Barusaja dibicarakan, semesta langsung ia langsung hadir dihadapan Gilbert. Gilbert sedang tidak ingin berbicara, tapi malah disapa dan ditanya topik sensitif.

 

“Bukan urusanmu.” Seperti inilah tabiat Gilbert bila dihadapkan oleh Patricia. Terkadang ia tidak mengacuhkannya, dan tetapi terkadang tidak sadar bahwa ia otomatis meladeni Patricia.

 

“Namaku Patricia, biasa dipanggil Pat, pat-pat dan aku juga suka di-patpat.” Itulah slogan Patricia setiap kali ia memperkenalkan dirinya di kelas. Beberapa kali ia melihat gadis itu bercanda dengan teman perempuannya dan berakhir mereka mengelus kepala gadis itu. Sepertinya alasannya karena gadis itu termasuk sedikit lebih pendek dibanding teman-temannya dan memiliki rambut panjang yang halus.

 

‘Bukan berarti aku memperhatikan dan pernah mengelus rambutnya, ya.’ Gilbert mengelak pemikirannya sendiri. Sejurus kemudian sisi julidnya muncul. ‘Kayak anak kecil aja, tapi gak cocok sama tampilannya.’

 

Salah satu alasan ia cukup tahu mengenai gadis ini adalah mereka satu fakultas di teknik. Laboratorium milik jurusan Gilbert berada di bawah laboratorium jurusannya Pat, sehingga mereka cukup sering saling menjumpai satu sama lain ketika selesai praktikum. Fakultas mereka memiliki tugas berupa laporan hasil praktikum. Biasanya mereka melakukan asistensi untuk laporan tersebut setiap minggu. Terdapat 2 atau lebih laporan yang harus mereka kerjakan setiap minggunya.

 

Gilbert sedikit merasa lega. Meskipun sering melihat gadis itu berlalu lalang, intensitas pertemuannya tidak sesering dulu. Praktikum dan laporan menyibukkan mereka sehingga jarang berbincang.

 

Akan tetapi, Patricia tidak melewatkan satu pertemuan sia-sia. Dimanapun ia bertemu Gilbert ia akan menyapanya. Entah saat ia sendiri maupun bersama dengan teman-temannya. Bila bersama dengan teman-temannya, Patricia hanya tersenyum ceria dan manis sekali. Dan saat ia sendirian ia lebih ceria. Senyuman dan cengirannya sangat lebar.

 

Teman-temannya yang melihat itu pastilah sudah berspekulasi mengenai gadis itu. Mereka yakin gadis itu memiliki perasaan berlebih padanya.

 

“Gilbert?”

 

Gilbert tersadar kembali setelah Pat memanggilnya. Gadis itu menatapnya dengan raut bingung. Namun, Gilbert merasa terganggu karena wajah gadis itu terlalu dekat.

 

“Apa, sih?”

 

“Gil melamun sih tadi. Oh, ya Gil mau bimbingan kah atau mau ngerjain skripsi, revisian? Ngerjain revisian bareng yuk! Di perpus enak tuh, dingin sepi juga.”

 

Revisian, revisian. Salah satu momok yang menjadi beban pikiran mahasiswa semester akhir. Gilber sudah melaksanakan seminar proposal dua bulan lalu. Teman-temannya cukup cepat melaksanakan seminar proposal. Sekarang ia berada di tahapan mengerjakan bab penelitian. Topik jurusan mereka adalah pra-rancangan pabrik. Sungguh banyak bab yang harus ia kerjakan, tetapi teman mengerjakan skripsinya tengah gaib. Bila dibahas terus-terusan ia merasa bisa menembakkan api kepada siapapun yang menyebalkan.

 

Gilbert berjalan cepat meninggalkan Patricia. Ia tidak ada urusan dan tidak merasa harus berhubungan dengan gadis itu.

 

“Oh, oke kalau ga mau. Sampai nanti!”

 

Hah?

 

Gilbert benar-benar berhenti mendadak. Ia berbalik menghadap Patricia yang sekarang menatapnya terkejut.

 

Sebentar. Gilbert merasa agak aneh dalam dirinya. Sejak kapan ia mengharapkan Patricia mencegahnya pergi, menempelinya. Memang seingatnya Patricia ini cukup agresif. Maksudnya, cukup pemberani mendekati Gilbert dan pantang menyerah. Bila Gilbert menolak, maka ia akan mencoba lagi supaya Gilbert mengikutinya.

 

Tidak ada pihak yang benar-benar dipaksa. Namun, karena Gilbert pasif ia menyetujui saja ajakan Patricia. Pada akhirnya, hari-hari Gilbert dipenuhi dengan ocehan dan kehadiran Patricia.

 

“Ada apa, Gil?”

 

Gilbert tersadar dari pemikirannya. “Tidak ada,” katanya dengan cepat lalu berbalik untuk segera pergi dari situ.

 

Patricia memandang kepergian Gilbert selama beberapa saat sebelum akhirnya ia pergi. Ia akan melakukan bimbingan sehingga ia akan menemui dosennya.

 

 

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Man in a Green Hoodie
5913      1834     7     
Romance
Kirana, seorang gadis SMA yang supel dan ceria, telah memiliki jalan hidup yang terencana dengan matang, bahkan dari sejak ia baru dilahirkan ke dunia. Siapa yang menyangka, pertemuan singkat dan tak terduga dirinya dengan Dirga di taman sebuah rumah sakit, membuat dirinya berani untuk melangkah dan memilih jalan yang baru. Sanggupkah Kirana bertahan dengan pilihannya? Atau menyerah dan kem...
PELANGI SETELAH HUJAN
567      425     2     
Short Story
Cinta adalah Perbuatan
MANTRA KACA SENIN PAGI
4076      1566     1     
Romance
Waktu adalah waktu Lebih berharga dari permata Tak terlihat oleh mata Akan pergi dan tak pernah kembali Waktu adalah waktu Penyembuh luka bagi yang sakit Pengingat usia untuk berbuat baik Juga untuk mengisi kekosongan hati Waktu adalah waktu
Chrisola
1416      899     3     
Romance
Ola dan piala. Sebenarnya sudah tidak asing. Tapi untuk kali ini mungkin akan sedikit berbeda. Piala umum Olimpiade Sains Nasional bidang Matematika. Piala pertama yang diraih sekolah. Sebenarnya dari awal Viola terpilih mewakili SMA Nusa Cendekia, warga sekolah sudah dibuat geger duluan. Pasalnya, ia berhasil menyingkirkan seorang Etma. "Semua karena Papa!" Ola mencuci tangannya lalu membasuh...
Tiba Tiba Cinta Datang
528      373     0     
Short Story
Cerita tersebut menceritakan tentang seorang lelaki yang jatuh cinta pada seorang gadis manis yang suka pada bunga mawar. Lelaki itu banyak belajar tentang cinta dan segala hal dari gadis dan bunga mawar
Tumpuan Tanpa Tepi
14140      4418     0     
Romance
Ergantha bercita-cita menjadi wanita 'nakal'. Mencicipi segala bentuk jenis alkohol, menghabiskan malam bersama pria asing, serta akan mengobral kehormatannya untuk setiap laki-laki yang datang. Sialnya, seorang lelaki dewasa bermodal tampan, mengusik cita-cita Ergantha, memberikan harapan dan menarik ulur jiwa pubertas anak remaja yang sedang berapi-api. Ia diminta berperilaku layaknya s...
Mendadak Pacar
10025      2255     1     
Romance
Rio adalah seorang pelajar yang jatuh cinta pada teman sekelasnya, Rena. Suatu hari, suatu peristiwa mengubah jalannya hari-hari Rio di tahun terakhirnya sebagai siswa SMA
Orkanois
3083      1337     1     
Fantasy
Ini adalah kisah yang ‘gila’. Bagaimana tidak? Kisah ini bercerita tentang seorang siswa SMA bernama Maraby, atau kerap dipanggil Mar yang dengan lantang menginginkan kiamat dipercepat. Permintaannya itu terwujud dengan kehadiran Orkanois, monster bertubuh tegap, berkepala naga, dengan tinggi 3 meter, dan ia berasal dari planet Orka, planet yang membeku. Orkanois mempunyai misi berburu tubuh ...
Confession
672      507     1     
Short Story
Semua orang pasti pernah menyukai seseorang, entah sejak kapan perasaan itu muncul dan mengembang begitu saja. Sama halnya yang dialami oleh Evira Chandra, suatu kejadian membuat ia mengenal Rendy William, striker andalan tim futsal sekolahnya. Hingga dari waktu ke waktu, perasaannya bermetamorfosa menjadi yang lain.
Kisah yang Kita Tahu
6436      2143     2     
Romance
Dia selalu duduk di tempat yang sama, dengan posisi yang sama, begitu diam seperti patung, sampai-sampai awalnya kupikir dia cuma dekorasi kolam di pojok taman itu. Tapi hari itu angin kencang, rambutnya yang panjang berkibar-kibar ditiup angin, dan poninya yang selalu merumbai ke depan wajahnya, tersibak saat itu, sehingga aku bisa melihatnya dari samping. Sebuah senyuman. * Selama lima...