Loading...
Logo TinLit
Read Story - The Devil Soul of Maria [18+]
MENU
About Us  

Delapan tahun yang lalu, tepatnya di bulan-bulan perkuliahan baru di mulai.

Para mahasiswa baru akan banyak menghabiskan waktu mereka di kampus untuk acara yang diselenggarakan oleh panitia atau kakak tingkat masing-masing.

Berbagai macam tugas dari dosen, acara seminar dari kampus dan kesibukan organisasi tidak lupa menjadi agenda wajib bagi mahasiswa semester satu.

Kala itu jurusan Meira sedang mengadakan acara di kampus sampai larut malam. Beberapa yang masih stay di kampus adalah anak organisasi lain. Selebihnya pasti sudah menyatu dengan bantal dan kasur di rumah atau kos masing-masing.

Keheningan dan suasana kampus yang berbeda itu dinikmati oleh Meira. Matanya sayup-sayup menatap sekeliling sambil merasakan angin malam berhembus lembut.

Saat masih asik meromantisasi keadaan, tiba-tiba mata Meira menangkap pemandangan aneh di luar area kampus. Lebih tepatnya di area parkiran belakang.

Meira memperhatikan sedari tadi ada seorang pria yang mengenakan jaket hitam sedang mondar-mandir di area pagar parkiran. Kemudian saat seorang mahasiswi jurusan kimia melewatinya, pria itu lantas mengikuti dari kejauhan.

Sebenarnya sudah biasa bagi semua mahasiswa untuk melewati jalur belakang itu dan bisa saja yang mondar-mandir dari tadi adalah teman dari mahasiswi barusan. Namun entah kenapa Meira merasa ada yang janggal.

Awalnya Meira ingin berpikir positif dan mengabaikan saja. Toh ia juga tidak kenal dengan mahasiswi tadi.

Nyatanya, baru dua setengah menit kemudian Meira memutuskan untuk bangkit dari duduknya dan berjalan mengikuti mahasiswi tadi.

Sambil sedikit berlari, Meira akhirnya melihat mereka berdua mulai memasuki area pesawahan. Pria itu masih mengikuti bahkan jaraknya jadi semakin dekat dari sebelumnya.

Bila dilihat dari laju langkahnya yang semakin cepat, mahasiswi itu juga sepertinya sadar kalau ia sedang diikuti.

Jalanan malam itu sepi, banyak lampu-lampu padam terutama di jalan setapak pesawahan. Perumahan warga masih seratus meter di depan. Semua hal-hal itu membuat suasana semakin mencekam.

Meira tetap dengan tenang mengamati pria itu dari belakang. Ketika memasuki jalanan yang mulai jauh dari penerangan, pria itu bergerak semakin cepat sambil memasukan satu tangannya ke dalam saku celananya. Seolah-olah sedang mengambil sesuatu dari dalam sana.

"Oii, my friend!!" Meira tiba-tiba berteriak kencang sekali sampai membuat kedua orang di depannya terkejut dan menoleh ke belakang.

Sambil tersenyum, Meira berlari ke arah mahasiswi itu menerobos pria yang sedari tadi ia curigai kemudian merangkul bahu mahasiswi tadi seolah teman akrabnya.

"Hee kamu kok udah sampai sini sih dari tadi aku cariin looh~" Meira masih bersuara kencang seolah tidak peduli walau mahasiswi yang dirangkulnya merasa kebingungan.

"Kak Rama sama Etfan nanti mau nyusulin loh, katanya mau ngajak makan bareng. Tuh mereka masih di belakang, bentar lagi paling nonggol." Meira sambil menunjuk ke arah belakang.

"Mbak, kamu diikutin ya. Tenang aja, tetep jalan begini sampai kosmu ya. Aku anterin." Barulah Meira mulai berbisik.

Mahasiswi itu mengangguk tanpa menjawab apa-apa. Wajahnya pucat pasi dan air mata nyaris tumpah dari matanya. Pastilah sedari tadi ia ketakutan dan tidak tau harus berbuat apa.

Tanpa di duga, pria itu sudah tidak mengikuti mereka lagi. Kedatangan Meira yang tiba-tiba tentu membuatnya panik. Ditambah sepertinya dia percaya kalau akan ada anak laki-laki lain yang menyusul dua wanita di depannya ini.

Setelah berhasil keluar dari area pesawahan, mahasiswi itu mengucapkan banyak terimakasih pada Meira.

"Santai aja Mbak. Lain kali jangan lewat sini kalo malem."

"Iya Mbak. Tadi kepepet soalnya jalan ini yang paling cepet sampek kos."

"Emang kos mbak di mana?" Meira tetap ikut melangkah dengan mahasiswi itu.

"Bunga merak dua. Mbaknya?"

"Lah, aku di Bunga merak satu." Tiba-tiba Meira berhenti. Diikuti mahasiswi itu.

"Loh? Kita cuma beda gang toh." Tanpa ada aba-aba mereka berdua pun tertawa.

"Namaku Cecilia Amartha. Jurusan Kimia semester satu." Amartha melanjutkan langkahnya sambil tersenyum ke arah Meira.

"Wah, satu angkatan juga kita. Namaku Meira Wijaya. Jurusan Desain dan Manajemen Produk. Salam kenal ya Ta." Meira pun tersenyum santai.

"Salam kenal Meira. Besok kelas jam berapa? Bareng yuk ke kampus."

"Oke. Nih nomor teleponku."

"BBM aja ada nggak?"

"Eh, aku belum pernah pakai aplikasi itu, gimana sih bikinnya?"

Mulai dari malam itu akhirnya Meira menemukan seorang teman sekaligus keluarga baru untuk sekedar berteduh.

 

¤¤¤

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Premium
Sakura di Bulan Juni (Complete)
23886      3759     1     
Romance
Margareta Auristlela Lisham Aku mencintainya, tapi dia menutup mata dan hatinya untukku.Aku memilih untuk melepaskannya dan menemukan cinta yang baru pada seseorang yang tak pernah beranjak pergi dariku barang hanya sekalipun.Seseorang yang masih saja mau bertahan bersamaku meski kesakitan selalu ku berikan untuknya.Namun kemudian seseorang dimasa laluku datang kembali dan mencipta dilemma di h...
Sebuah Jawaban
503      382     2     
Short Story
Aku hanya seorang gadis yang terjebak dalam sebuah luka yang kuciptakan sendiri. Sayangnya perasaan ini terlalu menyenangkan sekaligus menyesakkan. "Jika kau hanya main-main, sebaiknya sudahi saja." Aku perlu jawaban untuk semua perlakuannya padaku.
Seutas Benang Merah Pada Rajut Putih
2250      1180     1     
Mystery
Kakak beradik Anna dan Andi akhirnya hidup bebas setelah lepas dari harapan semu pada Ayah mereka Namun kehidupan yang damai itu tidak berlangsung lama Seseorang dari masa lalu datang menculik Anna dan berniat memisahkan mereka Siapa dalang dibalik penculikan Anna Dapatkah Anna membebaskan diri dan kembali menjalani kehidupannya yang semula dengan adiknya Dalam usahanya Anna akan menghadap...
Cinta Wanita S2
9970      3254     0     
Romance
Cut Inong pulang kampung ke Kampung Pesisir setelah menempuh pendidikan megister di Amerika Serikat. Di usia 25 tahun Inong memilih menjadi dosen muda di salah satu kampus di Kota Pesisir Barat. Inong terlahir sebagai bungsu dari empat bersaudara, ketiga abangnya, Bang Mul, Bang Muis, dan Bang Mus sudah menjadi orang sukses. Lahir dan besar dalam keluarga kaya, Inong tidak merasa kekurangan suatu...
Premium
Akai Ito (Complete)
6946      1501     2     
Romance
Apakah kalian percaya takdir? tanya Raka. Dua gadis kecil di sampingnya hanya terbengong mendengar pertanyaan yang terlontar dari mulut Raka. Seorang gadis kecil dengan rambut sebahu dan pita kecil yang menghiasi sisi kanan rambutnya itupun menjawab. Aku percaya Raka. Aku percaya bahwa takdir itu ada sama dengan bagaimana aku percaya bahwa Allah itu ada. Suatu saat nanti jika kita bertiga nant...
No Life, No Love
8077      4400     2     
True Story
Erilya memiliki cita-cita sebagai editor buku. Dia ingin membantu mengembangkan karya-karya penulis hebat di masa depan. Alhasil dia mengambil juruan Sastra Indonesia untuk melancarkan mimpinya. Sayangnya, zaman semakin berubah. Overpopulasi membuat Erilya mulai goyah dengan mimpi-mimpi yang pernah dia harapkan. Banyak saingan untuk masuk di dunia tersebut. Gelar sarjana pun menjadi tidak berguna...
I am Home
679      501     6     
Short Story
Akankah cinta sejati menemukan jalan pulangnya?
BALTIC (Lost in Adventure)
5161      1965     9     
Romance
Traveling ke Eropa bagian Barat? Itu bukan lagi keinginan Sava yang belum terwujud. Mendapatkan beasiswa dan berhasil kuliah master di London? Itu keinginan Sava yang sudah menjadi kenyataan. Memiliki keluarga yang sangat menyanyanginya? Jangan ditanya, dia sudah dapatkan itu sejak kecil. Di usianya ke 25 tahun, ada dua keinginannya yang belum terkabul. 1. Menjelajah negara - negara Balti...
Call Kinna
9907      3603     1     
Romance
Bagi Sakalla Hanggra Tanubradja (Kalla), sahabatnya yang bernama Kinnanthi Anggun Prameswari (Kinna) tidak lebih dari cewek jadi-jadian, si tomboy yang galak nan sangar. Punya badan macem triplek yang nggak ada seksinya sama sekali walau umur sudah 26. Hobi ngiler. Bakat memasak nol besar. Jauh sekali dari kriteria istri idaman. Ibarat langit dan bumi: Kalla si cowok handsome, rich, most wante...
Into The Sky
693      488     0     
Romance
Thalia Adiswara Soeharisman (Thalia) tidak mempercayai cinta. Namun, demi mempertahankan rumah di Pantai Indah, Thalia harus menerima syarat menikahi Cakrawala Langit Candra (Langit). Meski selamanya dia tidak akan pernah siap mengulang luka yang sama. Langit, yang merasa hidup sebatang kara di dunia. Bertemu Thalia, membawanya pada harapan baru. Langit menginginkan keluarga yang sesungguhnya....