Loading...
Logo TinLit
Read Story - Dear N
MENU
About Us  

  Gadis itu berjalan masuk kedalam rumahnya. Sayup-sayup terdengar suara ribut dari dalam ruang tamunya. Langkahnya terhenti, keningnya berkerut, dirinya merasa sangat familiar dengan suara itu. Dan setelah ia amati dengan seksama, gadis itu diam-diam mengukir senyum.

  "Papa." Katanya. Baru saja ia ingin melangkah masuk, suara mamanya membuat Adira mengurungkan niatnya.

  "Ngapain kamu balik lagi kesini?." Tanya wanita itu dengan nada suara dingin. Adira sempat mengernyit bingung lantaran mamanya malah mengatakan itu.

  "Aku cuma mau lihat kondisi anak-anakku ngga boleh?." Jawab pria paruh baya itu. Suara yang sangat Adira rindukan selama ini. Sebenarnya ia ingin sekali memeluk sosok itu dengan sangat erat.

  Terdengar kekehan dari mama Adira, "Kenapa baru sekarang? Kemana kamu dua tahun terakhir ini? Ada kamu inget anak-anak kamu?ngga kan? Kenapa sekarang tiba-tiba pengen tahu kabar mereka?."

  "Selama ini aku kan kerja, Sinta." Jawab papa Adira

  Sinta tersenyum kecut, "Kerja katamu? Selama dua tahun ini ngga ada tuh kamu biayain hidup mereka. Semuanya aku yang lakuin. Stop bikin alibi Tio, kamu jadi makin keliatan bodoh." 

  "Maksud kamu apa?." Tanya Tio tak mengerti.

  "Kamu pikir aku ngga tau kalo selama ini kamu selingkuh? Dan itu kan alasan kamu ngga pernah kirim uang lagi selama dua tahun terakhir ini? Aku selalu berusaha keras buat nutupin semua sifat jelek kamu didepan anak-anak. Tapi kamu ngga pernah mau mikirin mereka." Ungkap Sinta.

  Tio terdengar menghela napas, "Maaf." Katanya.

  Sinta mendecih, "Cih, kamu pikir permintaan maaf mu bisa balikin semuanya? Semuanya udah hancur dari semenjak kamu mutusin buat menetap di Singapura."

  "Izinin aku lihat anak-anak sekali aja." Pinta Tio.

  "Kamu masih nganggep mereka anak?."

  "Jelaslah, mereka darah dagingku."

  "Kalo gitu kenapa kamu ngga mikirin mereka sebelum mutusin pergi sama wanita dari Singapura itu? Sekarang pun percuma kamu kesini, ngga akan ada apa-apa." Ujar Sinta.

  "Aku mau bawa Adira ke Singapura." Sahut Tio tiba-tiba.

  Sinta tertegun menatap laki-laki yang notabennya masih suaminya itu tidak percaya. "Are you crazy? Kamu sadar sama apa yang kamu bilang? Jangan mimpi! Gak akan pernah aku bolehin kamu bawa pergi anak-anakku."

  "Sinta, jangan egois." Ujar Tio.

  Mama Adira tertawa getir, "Aku egois? Kamu yang egois! Selama ini aku nanggung semuanya sendiri. Aku jatuh dan bangun sendiri. Aku yang rawat mereka pake usaha dan tenagaku sendiri. Sekarang tiba-tiba kamu dateng setelah kamu hancurin semua rumah tangga kita sampai bahkan aku sendiri ngga tau apa yang masih tersisa dan kamu mau bawa pergi anakku? Are you serious? Kamu punya hati ngga sih?"

  "Sinta, aku ngerti apa yang kamu rasain."

  "Lo ngga ngerti! Jadi jangan berlagak sebagai korban karena lo adalah pelakunya, Tio."

  "Tapi niat aku bawa Adira pergi itu baik." Ujar Tio yang semakin membuat amarah sinta memuncak.

  "Baik katamu?."

  "Iya, aku bakal kasih dia pengobatan terbaik di Singapura."

  "Engga perlu, anak gue baik-baik aja." Sahut Sinta ketus.

  "Sinta jangan gila, Adira itu sakit." Tio bersikeras.

  "Engga, buktinya dia bisa jalan-jalan, bisa sekolah. Itu artinya dia sehat."

  "Kalo aja kamu ngga keras kepala kayak gini, mungkin aja Adira ngga akan sampe kayak gini." Cibir Tio

  Sinta mengerutkan kening, "Maksudnya?."

  "Iya, Adira sakit itu gara-gara kamu kan. Kalo bukan karena kamu dia ngga akan sampe kayak gini." Ceplos Tio.

  Sinta berdecak, "Terus, salahin aja terus. Kamu pikir aku mau anakku kayak gini? Ngga ada ibu yang mau anaknya sakit. Tapi kalo takdirnya kayak gini aku bisa apa. Sedangkan kamu dari dulu selalu nyalahin aku. Kenapa cuma aku? Kamu kan juga orang tuanya, kenapa kamu ngga coba intropeksi diri? Kamu pikir, kamu udah jadi ayah yang baik?."

  "Aku tau emang bukan ayah yang baik. Tapi aku mau coba jadi ayah yang baik buat mereka." Jawab Tio.

  "Kenapa baru sekarang? Sebelumnya kamu bahkan ngga ada niatan tanya kabar mereka. Waktu Adira masuk rumah sakit kamu ngga bisa dihubungi. Padahal kamu tau sendiri dia selalu nyariin kamu setiap hari."

  "Aku sibuk." Jawab Tio enteng.

  Sinta tersenyum miring, "Sibuk selingkuh maksudnya?."

  "Sinta udahlah, lagian aku juga udah minta maaf. Kamu tau sendiri kan perasaan ngga bisa dipaksa."

  Sinta mengernyit, "Dan perasaanku? Apa menurutmu ngga penting? Kamu pikir aku robot yang bisa kamu perintah seenaknya? Kamu pikir aku sampah yang bisa kamu pungut dan buang sesuka hatimu?."

  "Aku ngga pernah bilang begitu."

  "Kamu emang ngga pernah bilang. Tapi perlakuanmu itu udah jelas."

  "Aku ngga mau bertele-tele, biarin aku ketemu Adira."

  "Jangan mimpi! ngga akan pernah aku biarin."

  Tio diam-diam mengepalkan tangannya, "Si*lan, jangan sampai kesabaranku habis."

  "Anda pikir saya peduli? Silahkan pergi dari rumah saya." Usir Sinta

  "Pa–" Adira hendak menghampiri ayahnya namun seseorang tiba-tiba menarik pergelangan tangannya.

  "Kak Daniel?." Gumam Adira. Laki-laki itu mengisyaratkan kepada Adira untuk diam. Kemudian ia menarik Adira menjauh dari rumah mereka.

  "Kenapa?." Adira membuka suara setelah beberapa menit mereka diam.

  "Gue bakal jelasin nanti."

  Gadis itu menepis tangan Daniel, "Aku mau denger penjelasannya sekarang ." Ujar Adira bersikeras.

"Gue bakal jelasin Adira." Ujar Daniel menenangkan

  "Aku mau denger penjelasan dari papa." Katanya.

  "Engga, gue ngga akan biarin lo ketemu sama dia." Tolak Daniel

  "Kenapa?."

  "Lo ngga denger dia mau bawa lo pergi?."

  Adira terdiam sejenak, "Kak Daniel tau semuanya?."

  "Iya gue tau."

  "Sejak kapan?."

  "Gue bakal jelasin tapi ngga disini." Kemudian Daniel menarik Adira menuju sebuah tempat yang ia tau.

  ***

Gadis itu duduk disebuah bangku dengan netranya menatap pada langit malam. Hembusan angin membelai lembut rambutnya. Matanya terpejam, pikirannya melambung jauh. Ia menghela napas lelah. Kepalanya terlalu berisik. Saat ini Daniel membawanya ke tepi sungai. Dimana ini adalah tempat yang suka ia kunjungi sejak kecil.

  "Jadi, apa yang kak Daniel tau?." Ujarnya membuka suara.

  "Papa punya wanita lain sejak dua tahun terakhir ini." Ungkap Daniel.

  "Sejak kapan kakak tau semua itu?" Tanya Adira.

  "Dari lama, sejak itu papa ngga pernah ngirim uang lagi. Mama yang kerja buat kita." Jawab Adniel

  Adira terdiam sejenak, "Terus hadiah ulang tahunku yang tahun kemaren itu dari siapa?."

  "Mama."

  Adira menghela napas, "Kak Daniel tau, selama ini aku pikir mama itu berisik, suka ngatur-ngatur, suka marah-marah tanpa alasan. Tapi aku ngga pernah tau kalo mama punya banyak beban di pundaknya. Aku terlalu ngesanjungin papa sebagai laki-laki terbaik didunia. Tanpa tau bahwa dia adalah salah satu luka terbesar mama. Kak Daniel, aku benci papa."

  Daniel menggeleng, "Jangan benci dia, dia ngga pantes buat kamu sayang ataupun kamu benci."

  "Kak, kalo aku harus ikut papa–"

Daniel memeluk tubuh adiknya "Dia ngga akan bisa bawa lo pergi dari sini."

  "Kenapa?."

  "Karena gue ngga akan pernah biarin itu." Ujar Daniel menenangkan

  "Aku takut." Cicit Adira

  Daniel mengusap rambut Adira. "Lo ngga usah takut, tenang aja ada gue. Gue bahkan bisa lupain kalo dia adalah papa kita."

  "Kita bakal kayak gini sampe kapan, kak? apa kita ngga bisa balik kayak dulu lagi? Aku berharap ini cuma mimpi buruk dan hal kayak gini ngga pernah terjadi sama kita." Ujar Adira.

  "Andai aja itu bener." Gumam Daniel dengan semakin memeluk tubuh adiknya erat. Daniel Sebastian, terlihat kuat diluar namun sebenarnya didalamnya rapuh. Ia menjadi anak tengah yang selalu menjadi penengah antar kedua saudaranya. Meski bebannya tak seberat Rey yang notabennya adalah kakak tertua. Tapi setiap anak punya peran dan tanggung jawabnya masing-masing.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Kembali Bersama Rintik
4875      2320     5     
Romance
Mendung tidak selamanya membawa duka, mendung ini tidak hanya membawa rintik hujan yang menyejukkan, namun juga kebahagiaan dan kisah yang mengejutkan. Seperti yang terjadi pada Yara Alenka, gadis SMA biasa dengan segala kekurangan dalam dirinya yang telah dipertemukan dengan seseorang yang akan mengisi hari-harinya. Al, pemuda misterius yang berhati dingin dengan segala kesempurnaan yang ada, ya...
Premium
Titik Kembali
7608      2910     16     
Romance
Demi membantu sebuah keluarga menutupi aib mereka, Bella Sita Hanivia merelakan dirinya menjadi pengantin dari seseorang lelaki yang tidak begitu dikenalnya. Sementara itu, Rama Permana mencoba menerima takdirnya menikahi gadis asing itu. Mereka berjanji akan saling berpisah sampai kekasih dari Rama ditemukan. Akankah mereka berpisah tanpa ada rasa? Apakah sebenarnya alasan Bella rela menghabi...
KELANA [Kenzie - Elea - Naresh]
7040      2599     0     
Fan Fiction
Kenzie, Elea, Naresh, tiga sahabat yang ditakdirkan menjadi seorang bintang. Elea begitu mengagumi Naresh secara diam-diam, hingga dia amat sangat peduli terhadap Naresh. Naresh yang belakangan ini sering masuk lambe turah karena dicap sebagai playboy. Bukan tanpa sebab Naresh begitu, laki-laki itu memiliki alasan dibalik kelakuannya. Dibantu dengan Kenzie, Elea berusaha sekuat tenaga menyadarka...
Percayalah , rencana Allah itu selalu indah !
219      173     2     
True Story
Hay dear, kali ini aku akan sedikit cerita tentang indahnya proses berhijrah yang aku alami. Awal mula aku memutuskan untuk berhijrah adalah karena orang tua aku yang sangat berambisi memasukkan aku ke sebuah pondok pesantren. Sangat berat hati pasti nya, tapi karena aku adalah anak yang selalu menuruti kemauan orang tua aku selama itu dalam kebaikan yaa, akhirnya dengan sedikit berat hati aku me...
Dandelion
9590      3188     0     
Romance
Kuat, Cantik dan Penuh Makna. Tumbuh liar dan bebas. Meskipun sederhana, ia selalu setia di antara ilalang. Seorang pemuda yang kabur dari rumah dan memilih untuk belajar hidup mandiri. Taehyung bertemu dengan Haewon, seorang gadis galak yang menyimpan banyak masalah hidup.
The Alpha
2570      1253     0     
Romance
Winda hanya anak baru kelas dua belas biasa yang tidak menarik perhatian. Satu-satunya alasan mengapa semua orang bisa mengenalinya karena Reza--teman masa kecil dan juga tetangganya yang ternyata jadi cowok populer di sekolah. Meski begitu, Winda tidak pernah ambil pusing dengan status Reza di sekolah. Tapi pada akhirnya masalah demi masalah menghampiri Winda. Ia tidak menyangka harus terjebak d...
Memories About Him
5038      2289     0     
Romance
"Dia sudah tidak bersamaku, tapi kenangannya masih tersimpan di dalam memoriku" -Nasyila Azzahra --- "Dia adalah wanita terfavoritku yang pernah singgah di dalam hatiku" -Aldy Rifaldan --- -Hubungannya sudah kandas, tapi kenangannya masih berbekas- --- Nasyila Azzahra atau sebut saja Syila, Wanita cantik pindahan dari Bandung yang memikat banyak hati lelaki yang melihatnya. Salah satunya ad...
A.P.I (A Perfect Imaginer)
252      220     1     
Fantasy
Seorang pelajar biasa dan pemalas, Robert, diharuskan melakukan petualangan diluar nalarnya ketika seseorang datang ke kamarnya dan mengatakan dia adalah penduduk Dunia Antarklan yang menjemput Robert untuk kembali ke dunia asli Robert. Misi penjemputan ini bersamaan dengan rencana Si Jubah Hitam, sang penguasa Klan Kegelapan, yang akan mencuri sebuah bongkahan dari Klan Api.
FIREWORKS
668      503     1     
Fan Fiction
Semua orang pasti memiliki kisah sedih dan bahagia tersendiri yang membentuk sejarah kehidupan setiap orang. Sama halnya seperti Suhyon. Suhyon adalah seorang remaja berusia 12 tahun yang terlahir dari keluarga yang kurang bahagia. Orang tuanya selalu saja bertengkar. Mamanya hanya menyayangi kedua adiknya semata-mata karena Suhyon merupakan anak adopsi. Berbeda dengan papanya, ...
Rembulan
1541      932     2     
Romance
Orang-orang acap kali berkata, "orang yang gagal dalam keluarga, dia akan berhasil dalam percintaan." Hal itu tidak berlaku bagi Luna. Gadis mungil dengan paras seindah peri namun memiliki kehidupan seperti sihir. Luna selalu percaya akan cahaya rembulan yang setiap malam menyinari, tetapi sebenarnya dia ditipu oleh alam semesta. Bagaimana rasanya memiliki keluarga namun tak bisa dianggap ...