Loading...
Logo TinLit
Read Story - Dear N
MENU
About Us  

  Setelah mereka sampai pada tempat tujuan. Semua siswa diperintahkan untuk mendirikan tenda sesuai kelompok yang sudah di tentukan.

  Adira dan teman-temannya sudah berulang kali mencoba mendirikan tenda mereka. Namun karena minimnya pengetahuan tentang kepramukaan membuat tenda mereka tidak bisa berdiri.

  "Ini tenda kita gimana? Yang lain udah hampir jadi sedangkan kita belum apa-apa." Keluh teman Adira yang bernama Eka.

  "Ya makanya lo jangan berdiri aja, minimal bantuin." Sahut teman Adira lainnya yang bernama Caca.

  Nasya menghela napas, "Dari pada kalian ribut, mending cari bantuan."

  "Siapa?." Tanya Eka.

  "Ya siapa kek yang nganggur." Jawab Nasya.

  "Di sini mana ada yang nganggur sih, sya." Ucap Caca.

  Adira terlihat berpikir, "Aku coba cari bantuan ya."

  "Kemana?." Tanpa menjawab pertanyaan teman-temannya Adira berlalu begitu saja meninggalkan mereka.

  "Aneh banget itu anak." Gumam Eka.

  "Udah tenang aja, dia punya orang dalem." Jawab Nasya.

  Tujuan Adira awalnya hendak mendatangi Daniel. Namun niatnya urung saat melihat Naufal yang sedang membantu siswi lain.

  "Permisi." Ujar Adira, sontak semua siswi yang berada disana menaruh perhatian pada Adira.

  "Kak Naufal, boleh minta tolong bantuin diriin tenda kelompokku?." Tanya Adira, namun tidak ada jawaban dari Naufal.

  "Kak Naufal" Panggil Adira lagi

  Naufal berdecak, "Lo gak lihat gue sibuk?."

  "Emm... Tapi tendaku sama sekali belum berdiri kak." Ucap Adira pelan.

  "Butuh bantuan dek?." Arion menyahut dari tenda sebelah.

  Adira mengangguk, "Iya, kak Rion bisa bantu diriin tendaku?."

  "Bisa, bentar ya." Jawab Arion.

  Tiba-tiba Naufal berdiri, "Ayo."

  "Hah?." Gadis itu menujukkan ekspresi bingung.

  "Kelamaan kalo lo nunggu Arion." Kata Naufal. Adira seperti menimang-nimang perkataan Naufal ia melihat Arion dan Naufal secara bergantian. Menyadari itu Arion bersuara.

  "Naufal bener, lo duluan aja dek. Nanti gue ikut bantu." Ujarnya.

  "Kalian gapapa kan gue tinggal?." Tanya Naufal pada siswi-siswi itu. Dengan cepat mereka mengangguk, "Gapapa kak, lagian ini tinggal dikit lagi."

  Mendengar jawaban itu Adira tidak bisa menahan senyumnya, "Thank you." Katanya, setelah itu ia menarik Naufal menuju tendanya.

  Kening Naufal berkerut, "Serius? Ini belum sama sekali?."

  "Iya kak Naufal, aku kan tadi udah bilang tapi kak Naufal gak percaya." Sahut Adira.

  Laki-laki itu menghela napas, "Ya udah ambil pasak sama talinya." Perintahnya.

  Gadis-gadis itu menjalankan sesuai instruksi dari Naufal. Meskipun tidak banyak membantu, setidaknya mereka tetap berusaha menjadikan diri mereka berguna. Hingga akhirnya tenda yang mereka dirikan kini telah berdiri tegak. Hal ini terjadi karena bantuan Arion, Naufal, Daniel. Tiga orang itu sangat bekerja keras membantu Adira dan teman-temannya untuk mendirikan tenda mereka.

  ***

  Malam hari pun tiba semua siswa duduk berputar mengelilingi api unggun yang telah menyala, sembari menyanyikan sebuah lagu dengan iring-iringan suara gitar.

  Panas dari api unggun yang mendominasi udara dingin tempat itu membuat suasana disana menjadi hangat.

  Jam menunjukkan pukul 11.00, semua siswa diminta berkumpul untuk melaksanakan kegiatan mencari jejak. Mereka dibuat berkelompok dengan beranggota 5 orang. Hanya dengan penerangan cahaya senter setiap kelompok harus mencari bendera yang sudah di letakkan di beberapa titik di dalam hutan.

  Panitia mulai menyebutkan anggota setiap kelompok.

  "Kelompok pertama Rani, Tika, Eka, Yuli, dan Fani."

  "Kelompok kedua Nasya, Caca, Dara, Risa, dan Nanda."

  "Kelompok ketiga Viona, Ita, Liana, Rika, dan Adira."

  Adira menunjukkan ekspersi terkejut, ia masih tak percaya dirinya bisa satu kelompok dengan Viona. Karena sepengetahuannya Viona dan teman-temannya tidak pernah menyukai Adira. Entah apa penyebabnya Adira pun tidak tau. Yang Adira tau mereka sering sekali melemparkan tatapan sinis saat tanpa sengaja mereka berpas-pasan dengan Adira.

  Setelah panitian selesai membentuk semua kelompok. Mereka semua di arahkan untuk memasuki hutan. Satu persatu kelompok mulai mencari ke dalam hutan, begitu juga kelompok Adira. Mereka terlihat hati-hati menyusuri jalan yang terlihat gelap.

  "Jangan dorong-dorong." Peringat Adira pada Viona.

  "Siapa juga yang dorong lo." Sahut Viona dengan wajah tanpa dosa.

  "Vi!." Panggil Adira geram.

  "Apa?." Tanya Viona.

  "Kamu jalan duluan aja deh." Pinta Adira.

  "Kalo gue gak mau?."

  Adira menghela napas, "Ini bukan waktunya buat main-main, Viona"

  Vione terkekeh, "Kenapa serius banget sih."

  "Kita di tengah hutan kalo kamu lupa." Sahut Dira geram.

  "Kalian jangan berantemlah, sekarang waktunya fokus sama tujuan kita." Liana menengahi.

  "Denger kan?."

  Viona memutar bola matanya, "Ya terserah."

  Setelah itu mereka kembali menyusuri jalan tanpa suara. Hanya terdengar suara langkah kaki mereka yang beberapa kali menginjak daun-daun kering. Adira diam-diam meremas ujung bajunya. Fakta baru yang tidak banyak orang tau adalah Gadis itu takut kegelapan.

  Viona mengukir senyum miring, "Lo gak malu ya?."

  "Kenapa harus malu? Aku pake baju." Jawab Adira.

  "Gue denger lo masih deketin kak Naufal walaupun udah ditolak berkali-kali."

  Adira menaikkan satu alisnya, "Ya terus urusannya sama kamu apa?."

  Viona terkekeh, "Heran aja, muka lo keliatannya polos ternyata j*l*ng juga."

  "Serius kamu ngatain aku j*l*ng? Ngga kebalik? Masa j*l*ng teriak j*l*ng."

  Viona diam-diam mengepalkan tangannya, "Lo–"

  "Udah Vi, mending sekarang kita fokus nyari benderanya dulu." Kata Ita menengahi.

  Viona menghela napas, "Gue lihat ada bendera disebelah sana." Ujarnya sembari menunjuk arah yang dimaksud. Semua orang mengikuti arah pandang Viona.

  "Tapi kayaknya ngga ada." Sahut Adira.

  "Ada, coba aja lo cek." Suruh Viona.

  Adira mengernyit, "Kenapa aku?."

  "Lo yang paling deket." Jawab Viona

  "Kenapa gak kita cek bareng-bareng aja." Saran Adira

  Viona memutar bola matanya, "Elah lebay banget sih cuma sebelah situ doang."

  Adira menatap ragu pada teman-temannya, dan kemudian menghela napas, "Oke." Finalnya.

  Viona diam-diam tersenyum melihat Adira yang kini berjalan menuju tempat yang ia maksud. Gadis itu terlihat mencari-cari di sana namun hasilnya nihil.

  "Engga ada Vi, mungkin kamu salah lihat." Ujar Adira yang kemudian berbalik untuk kembali. Namun ia tertegun lantaran tidak mendapati teman-temannya berada di sana. Adira panik, ia tidak tau arah kembali menuju tenda. Gadis itu meremas tangannya, dengan perasaan takut ia berjalan sambil sesekali memanggil nama teman-temannya.

  "VIONA."

  "RIKA."

  "ITA."

  "LIANA"

  "Kalian dimana?." Teriak Adira. "Jangan bercanda, ini ngga lucu." Katanya.

  Kemudian Adira mendudukkan tubuhnya di sembarang tempat. Ia memeluk kedua kakinya. Udara dingin tempat ini seakan menusuk kulitnya. Bahkan jaket tebal yang Adira pakai seperti tidak ada apa-apanya. Di tengah kesunyian hutan ini Adira terus memanggil nama orang-orang yang ia kenal.

  "Kak Daniel."

  "Kak Naufal."

  "Aku takut." Ujarnya lirih yang tentu saja tidak akan di dengar oleh orang-orang itu.

  ***

  Beberapa panitia yang bertugas menjaga tenda. Terlihat menunggu siswa-siswi yang masih berada di dalam hutan. Saat ini baru ada 2 kelompok yang sudah berhasil kembali dengan membawa bendera.

  Satu kelompok lagi terlihat keluar dari dalam hutan. Mereka mendatangi Ryan dan Naufal untuk melapor.

  "Ini kak." Viona sebagai ketua regu menyerahkan bendera yang mereka dapat pada Naufal.

  Ryan mengernyit, "Anggota kalian kenapa cuma empat harusnya kan lima?."

  Viona menunjukkan raut terkejut, "Hah? Perasaan tadi ada lima kok kak."

  "Mana? Buktinya yang balik cuma empat." Ujar Ryan.

  "Mungkin yang satu tadi kepisah kak." Sahut Ita.

  "Siapa nama anggota kalian yang hilang?." Tanya Naufal sembari hendak mencatat namanya

  "Adira Thalita dari kelas 10 Mipa 4." Jawab Risa. Tangan Naufal berhenti.

  "Kalian gak salah kan?." Tanya Ryan.

  Rika mengangguk, "Bener Adira kak."

  "Kenapa bisa?." Tanya Ryan

  "Kami ngga tau kak."

  "Nyatanya yang lain bisa tuh balik dengan anggota lengkap. Itu berarti kalian gak respect sama temen kalian sendiri. Kalian egois, cuman mikirin diri masing-masing." Tegur Ryan.

  Keempat gadis itu menunduk, "Maaf kak."

  "Minta maaf sama temen kalian yang hilang." Ucap Ryan geram.

  "Tapi kita gak tau dia dimana kak." Sahut Liana.

  "Kalian balik ke tenda." Perintah Naufal. Para siswi itu mengangguk, kemudian menuju tenda masing-masing.

  "Gue mau laporan sama Arion dulu." Kata Ryan.

  "Terserah." Naufal terlihat mengambil sebuah handy talky dan senter.

  "Lo mau kemana?" Tanya Ryan bingung.

  "Nyari dia."

  "Tunggu yang lain dulu fal, mereka kan juga ada di hutan." Ujar Ryan.

  "Kalo lo mau nunggu di sini, silahkan. Gue mau pergi." Setelah mengatakan itu Naufal berjalan masuk ke dalam hutan. Tidak menghiraukan Ryan yang sedari tadi terus memanggilnya.
 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Miracle of Marble Box
4438      2228     2     
Fantasy
Sebuah kotak ajaib yang berkilau ditemukan di antara rerumputan dan semak-semak. Alsa, Indira dan Ovi harus menyelesaikan misi yang muncul dari kotak tersebut jika mereka ingin salah satu temannya kembali. Mereka harus mengalahkan ego masing-masing dan menggunakan keahlian yang dimiliki untuk mencari jawaban dari petunjuk yang diberikan oleh kotak ajaib. Setiap tantangan membawa mereka ke nega...
Dandelion
9969      3435     0     
Romance
Kuat, Cantik dan Penuh Makna. Tumbuh liar dan bebas. Meskipun sederhana, ia selalu setia di antara ilalang. Seorang pemuda yang kabur dari rumah dan memilih untuk belajar hidup mandiri. Taehyung bertemu dengan Haewon, seorang gadis galak yang menyimpan banyak masalah hidup.
Kala Badai Menerpa
2123      1100     1     
Romance
Azzura Arraya Bagaswara, gadis kelahiran Bandung yang mencari tujuan dirinya untuk tetap hidup di dunia ini. Masalah-masalah ia hadapi sendiri dan selalu ia sembunyikan dari orang-orang. Hingga pada akhirnya, masa lalunya kembali lagi untuknya. Akankah Reza dapat membuat Raya menjadi seseorang yang terbuka begitu juga sebaliknya?
GAARA
11098      3996     14     
Romance
"Kalau waktu tidak dapat menyembuhkan luka, maka biarkan aku menjadi mentari yang dapat membuat hidupmu bahagia." Genandra Mahavir Aditama, si kutub Utara yang dipaksa untuk mencintai seorang perempuan bernama Akira Magenta Valencia, dalam kurun waktu lima belas hari saja. Genandra diminta agar bersikap baik dan memperlakukan gadis itu sangat spesial, seolah-olah seperti dia juga mencin...
Cinta dalam Impian
183      155     1     
Romance
Setelah ditinggal oleh kedua orang tuanya, seorang gadis dan abangnya merantau untuk menjauh dari memori masa lalu. Sang gadis yang mempunyai keinginan kuat untuk meraih impian. Voska belajar dengan rajin, tetapi dengan berjalannya waktu, gadis itu berpisah dengan san abang. Apa yag terjadi dengan mereka? Mampukah mereka menyelesaikan masalahnya atau berakhir menjauh?
ALMOND
2115      1468     1     
Fan Fiction
"Kamu tahu kenapa aku suka almond?" Anara Azalea menikmati potongan kacang almond ditangannya. "Almond itu bagian penting dalam tubuh kita. Bukan kacang almondnya, tapi bagian di otak kita yang berbentuk mirip almond." lanjut Nara. "itu amygdala, Ra." Ucap Cio. "Aku lebih suka panggilnya Almond." Nara tersenyum. "Biar aku bisa inget kalau Almond adalah rasa yang paling aku suka di dunia." Nara ...
Rembulan
1621      1007     2     
Romance
Orang-orang acap kali berkata, "orang yang gagal dalam keluarga, dia akan berhasil dalam percintaan." Hal itu tidak berlaku bagi Luna. Gadis mungil dengan paras seindah peri namun memiliki kehidupan seperti sihir. Luna selalu percaya akan cahaya rembulan yang setiap malam menyinari, tetapi sebenarnya dia ditipu oleh alam semesta. Bagaimana rasanya memiliki keluarga namun tak bisa dianggap ...
Premium
Dunia Tanpa Gadget
17596      5446     33     
True Story
Muridmurid SMA 2 atau biasa disebut SMADA menjunjung tinggi toleransi meskipun mereka terdiri dari suku agama dan ras yang berbedabeda Perselisihan di antara mereka tidak pernah dipicu oleh perbedaan suku agama dan ras tetapi lebih kepada kepentingan dan perasaan pribadi Mereka tidak pernah melecehkan teman mereka dari golongan minoritas Bersama mereka menjalani hidup masa remaja mereka dengan ko...
DI ANTARA DOEA HATI
2065      1148     1     
Romance
Setelah peristiwa penembakan yang menewaskan Sang mantan kekasih, membuat Kanaya Larasati diliputi kecemasan. Bayang-bayang masa lalu terus menghantuinya. "Siapapun yang akan menjadi pasanganmu akan berakgir tragis," ucap seorang cenayang. Hal tersebut membuat sahabat kecilnya Reyhan, seorang perwira tinggi Angkatan Darat begitu mengkhawatirkannya. Dia berencana untuk menikahi gadis itu. Disaa...
Of Girls and Glory
5912      2852     1     
Inspirational
Pada tahun keempatnya di Aqiela Ru'ya, untuk pertama kalinya, Annika harus berbeda kamar dengan Kiara, sahabatnya. Awalnya Annika masih percaya bahwa persahabatan mereka akan tetap utuh seperti biasanya. Namun, Kiara sungguh berubah! Mulai dari lebih banyak bermain dengan klub eksklusif sekolah hingga janji-janji yang tidak ditepati. Annika diam-diam menyusun sebuah rencana untuk mempertahank...