Loading...
Logo TinLit
Read Story - Take My Heart, Mr. Doctor!
MENU
About Us  

'Cinta tahu kapan ia akan datang dan hilang'. Kalimat itulah yang sedang dibaca oleh Deva di novel kesukaannya. Setelah ia selesai belajar dan mengerjakan tugas-tugasnya, ia selalu tak lupa untuk membuka novel-novel yang tertata rapi di rak bukunya. Sudah pasti jika hobinya itu adalah membaca.

***

Esok paginya, hari yang cerah telah menyambut Deva yang sedang bergegas untuk bersiap ke sekolah. Deva sekarang masih berstatus pelajar kelas 3 SMA.

"Dek sarapan dulu! Kamu kebiasaan susah banget kalo disuruh sarapan. Kalo gak sarapan dulu, kakak gak mau anter kamu ke sekolah loh!"

"Iya, Kak. Ah, Kak Reza mah sukanya ngancem gitu."

"Makanya sarapan dong. Nah, itu kan bagus, itu baru namanya adek yang baik."

"Oh ya, Kak. Mama papa kapan pulang?"

"Ehm, kakak juga belum dapet kabar, Dek. Mungkin mereka lagi sibuk banget di sana. Mereka kan kerja juga buat kita, Dek."

"Tapi aku kangen mereka, Kak. Udah lama kan kita sekeluarga gak kumpul bareng lagi."

"Iya, kak Reza tau, kakak juga kangen kok sama mama papa. Tapi, kita kan udah besar, Dek, kita harus bisa ngertiin kondisi mama papa sekarang yang lagi banyak kerjaan. Lagi pula kan ada kak Reza. Kakak akan jaga kamu."

Kasih sayang Reza ke adiknya mungkin tak dapat terhitung. Reza tak pernah membiarkan Deva mengeluarkan setetes air mata pun akibat ada yang menyakitinya. Karena sebelum itu terjadi, orang itu sudah berurusan dengan Reza. Reza pun hingga detik ini masih memilih untuk menjomlo demi mendapat pilihan hati yang tepat yang tidak hanya sayang padanya, tapi juga sayang pada adiknya.

***

Akhir-akhir ini Deva sering sekali sakit. Entah kenapa Deva mudah sekali lelah dan sering merasakan nyeri yang tak tertahan. Bahkan di waktu yang tak terduga Deva sudah berkali-kali pingsan hingga membuat panik orang-orang di sekelilingnya.

"Deva, kamu kenapa lagi, Dek?"

"Maaf Kak Reza, tapi aku juga gak tau kenapa aku bisa pingsan gitu."

"Kamu sering banget bikin semuanya panik. Ini dah gak bener, Dev, kita harus cek kesehatan kamu ke dokter, ya?"

"Ah, gak usah, Kak. Aku dah baikan, kok. Lain kali aja, ya."

"Ya udah sekarang kamu pulang aja sama kak Reza, ya? Kakak udah izin kok sama guru kamu."

***

Beberapa hari kemudian, di sekolah, Deva benar-benar merasa kesakitan, ia pun pingsan lagi. Akhirnya teman-teman Deva memutuskan untuk membawa Deva ke rumah sakit. Itulah yang menjadi awal pertemuan Deva dengan dokter Aditya Iqbal Maulana. Dokter Iqbal adalah dokter spesialis yang berparas tampan, usianya pun masih terbilang cukup muda. Mungkin seumuran dengan Reza—Kakak Deva. Di usia semuda itu, ia sudah bisa menjadi dokter spesialis. Benar-benar sosok pria idaman, bukan?

"Hai, akhirnya kamu sadar juga. Boleh tau namanya?"

"Deva. Eee. Dokter, aku kenapa, ya?"

"Aku Dokter Iqbal. Tadi temen-temen kamu yang bawa kamu ke sini. Kamu tadi pingsan. Sekarang apa yang kamu rasain?"

"Ehm, masih agak sakit sih, Dok, tapi udah mendingan, kok."

"Ya udah, aku masih butuh pemeriksaan lanjutan buat diagnosis sakit kamu. Sekarang mending kamu kabarin keluarga kamu, ya!"

Setelah Reza datang, Iqbal menjelaskan diagnosis-nya, Reza begitu terkejut dan lemas seketika karena tahu sakit yang diderita Deva saat ini bukanlah sakit biasa bahkan bisa dikategorikan sebagai penyakit yang parah. Reza memohon pada Iqbal, memintanya berusaha sebaik mungkin untuk menyembuhkan Deva. Namun, kelihatannya saat ini hal itu masih terlalu sulit untuk Iqbal lakukan. Iqbal belum bisa menemukan solusi yang tepat.

***

Seiring berjalannya waktu, Iqbal menyadari bahwa dirinya ternyata tertarik pada pasien barunya itu. Sepertinya ia baru memahami apa yang dinamakan dengan jatuh cinta pada pandangan pertama.

"Aduh, kenapa aku jadi kepikiran dia terus, ya? Apa karena sampe sekarang aku belum bisa bikin dia sembuh? Ah, gak gak--rasanya beda. Bukan karena itu. Apa aku jatuh cinta ya sama dia? Tapi masa' sekalinya aku jatuh cinta malah harus sama anak SMA sih, pasien sendiri lagi."

Iqbal akhirnya memutuskan untuk memberanikan diri menyatakan perasaannya pada Deva. Ia bahkan rela mendatangi sekolah Deva untuk menemuinya siang itu.

"Ehm, Devana."

"Eh, Dokter Iqbal, ada apa, Dok? Dokter ada urusan di sini?"

"Sebenernya aku mau temuin kamu."

"Oh gitu. Tapi kenapa, Dok? Apa ada pemeriksaan lagi? Disuruh kak Reza, ya?"

"Gak, kok. Aku cuma mau ajak kamu makan siang."

"Apa? Makan siang, Dok?"

"Eee iyaa. Kamu gak mau, ya?"

"Mau kok, Dok. Dokter kan udah jauh-jauh dateng ke sini. Masa' aku nolak?"

Iqbal mengajak Deva makan siang di cafe dekat sekolahnya. Setelah makan siang, Iqbal mulai menyampaikan maksud hatinya.

"Dokter Iqbal, makasih buat makan siangnya, ya."

"Sama-sama Deva. Ehm, kamu jangan lupa minum obatnya, ya!"

"Iya Dokter, aku kan juga pengin cepet sembuh."

"Oh ya, ehm Deva aku anter kamu pulang sekalian, ya?"

"Apa gak ngrepotin, Dok? Aku jadi gak enak sama Dokter Iqbal."

"Gak sama sekali, kok. Gapapa. Aku malah seneng bisa anter kamu. Tapi, sebelum kamu pulang, sebenernya ada yang mau aku omongin sama kamu."

"Oh ya udah. Kenapa, Dok?"

"Dev, aku--aku sayang sama kamu."

"Apa? Haha. Dokter apaan, sih? Kenapa bercandanya gitu, sih?"

"Aku gak bercanda kok Deva. Aku serius, aku cinta kamu. Mungkin kamu rasa ini aneh kan? Aku ngerti. Tapi, beneran aku mau kamu jadi pacar aku. Kamu mau kan, Dev? Aku mohon terima aku."

"Maaf, Dok. Aku gak bisa jawab sekarang. Aku butuh waktu buat pikirin itu."

"Oke Deva, aku bakal tunggu sampe kamu siap jawab ini."

Deva sama sekali tidak menyangka jika dokter yang baru ia kenal kini menaruh hati padanya. Namun, ia pun bingung harus menjawab apa atas permintaan Dokter Iqbal.

===

Seiring waktu berlalu, Deva masih sering harus bolak-balik ke rumah sakit karena sakitnya masih sering kambuh. Itu pun juga berarti ia harus sering bertemu dengan Iqbal.

"Deva, kamu tenang aja, ya. Gak usah khawatir, aku akan berusaha buat bikin kamu sembuh. Kamu harus semangat dan yakin. Percaya sama aku, ya."

***

Setelah banyaknya kejadian yang berlalu, terutama moment-moment perhatian Iqbal pada Deva di rumah sakit, Deva sepertinya mulai menyadari jika Iqbal itu sosok lelaki yang baik dan tidak akan mengecewakan jika dijadikan kekasih.

"Apa aku terima cinta Dokter Iqbal aja, ya? Selama ini dia baik banget sama aku. Aku juga dah banyak ngrepotin dia. Kayaknya aku mulai tertarik sama dia."

Akhirnya sore itu sepulang sekolah, Deva pergi ke rumah sakit. Bukan karena sakitnya kambuh saat itu, melainkan karena ia ingin menemui Iqbal.

"Devana? Kamu di sini. Kenapa, Dev? Apa kamu ngerasa sakit lagi?"

"Ehm, gak kok, Dok. Aku justru ke sini sengaja pengin ketemu Dokter Iqbal."

"Haa? Ketemu aku? Ada apaan nih? Tumben."

"Eee. Ini soal pertanyaan Dokter waktu itu."

"Pertanyaan--oh, oke. Jadi kamu dah punya jawabannya?"

"Iya Dokter. Aku--aku mau terima Dokter Iqbal jadi pacar aku."

"Tunggu. Kamu serius? Aku gak salah denger kan? Jadi sekarang kita--"

Iqbal dengan spontan langsung memeluk Deva. Ia begitu senang karena penantiannya selama ini telah berakhir.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
RIUH RENJANA
684      491     0     
Romance
Berisiknya Rindu membuat tidak tenang. Jarak ada hanya agar kita tau bahwa rindu itu nyata. Mari bertemu kembali untuk membayar hari-hari lalu yang penuh Renjana. "Riuhnya Renjana membuat Bumantara menyetujui" "Mari berjanji abadi" "Amerta?"eh
Premium
MARIA
9936      3146     1     
Inspirational
Maria Oktaviana, seorang fangirl akut di dunia per K-Popan. Dia adalah tipe orang yang tidak suka terlalu banyak bicara, jadi dia hanya menghabiskan waktunya sebagian besar di kamar untuk menonton para idolanya. Karena termotivasi dia ingin bercita-cita menjadi seorang idola di Korea Selatan. Hingga suatu ketika, dia bertemu dengan seorang laki-laki bernama Lee Seo Jun atau bisa dipanggil Jun...
Kiara - Sebuah Perjalanan Untuk Pulang
4121      1741     2     
Romance
Tentang sebuah petualangan mencari Keberanian, ke-ikhlasan juga arti dari sebuah cinta dan persahabatan yang tulus. 3 Orang yang saling mencintai dengan cara yang berbeda di tempat dan situasi yang berbeda pula. mereka hanya seorang manusia yang memiliki hati besar untuk menerima. Kiara, seorang perempuan jawa ayu yang menjalin persahabatan sejak kecil dengan Ardy dan klisenya mereka saling me...
Heliofili
3498      1593     2     
Romance
Hidup yang sedang kami jalani ini hanyalah kumpulan berkas yang pernah kami tandatangani di kehidupan sebelumnya— dari Sastra Purnama
Mendung (Eccedentesiast)
11509      3437     0     
Romance
Kecewa, terluka adalah hal yang tidak bisa terhindarkan dari kehidupan manusia. Jatuh, terpuruk sampai rasanya tak sanggup lagi untuk bangkit. Perihal kehilangan, kita telah belajar banyak hal. Tentang duka dan tentang takdir yang kuasa. Seiring berjalannya waktu, kita berjalan maju mengikuti arah sang waktu, belajar mencari celah kebahagiaan yang fana. Namun semesta tak pernah memihak k...
Memories About Him
4830      2131     0     
Romance
"Dia sudah tidak bersamaku, tapi kenangannya masih tersimpan di dalam memoriku" -Nasyila Azzahra --- "Dia adalah wanita terfavoritku yang pernah singgah di dalam hatiku" -Aldy Rifaldan --- -Hubungannya sudah kandas, tapi kenangannya masih berbekas- --- Nasyila Azzahra atau sebut saja Syila, Wanita cantik pindahan dari Bandung yang memikat banyak hati lelaki yang melihatnya. Salah satunya ad...
Fallin; At The Same Time
3884      1863     0     
Romance
Diadaptasi dari kisah nyata penulis yang dicampur dengan fantasi romansa yang mendebarkan, kisah cinta tak terduga terjalin antara Gavindra Alexander Maurine dan Valerie Anasthasia Clariene. Gavin adalah sosok lelaki yang populer dan outgoing. Dirinya yang memiliki banyak teman dan hobi menjelah malam, sungguh berbanding terbalik dengan Valerie yang pendiam nan perfeksionis. Perbedaan yang merek...
Tulus Paling Serius
10775      1733     0     
Romance
Kisah ini tentang seorang pria bernama Arsya yang dengan tulus menunggu cintanya terbalaskan. Kisah tentang Arsya yang ingin menghabiskan waktu dengan hanya satu orang wanita, walau wanita itu terus berpaling dan membencinya. Lantas akankah lamanya penantian Arsya berbuah manis atau kah penantiannya hanya akan menjadi waktu yang banyak terbuang dan sia-sia?
Marry
2237      1045     0     
Fantasy
Orang-orang terdekat menghilang, mimpi yang sama datang berulang-ulang, Marry sempat dibuat berlalu lalang mencari kebenaran. Max yang dikenal sebagai badut gratis sekaligus menambatkan hatinya hanya pada Orwell memberi tahu bahwa sudah saatnya Marry mengetahui sesuatu. Sesuatu tentang dirinya sendiri dan Henry.
Si Neng: Cahaya Gema
212      181     0     
Romance
Neng ialah seorang perempuan sederhana dengan semua hal yang tidak bisa dibanggakan harus bertemu dengan sosok Gema, teman satu kelasnya yang memiliki kehidupan yang sempurna. Mereka bersama walau dengan segala arah yang berbeda, mampu kah Gema menerima Neng dengan segala kemalangannya ? dan mampu kah Neng membuka hatinya untuk dapat percaya bahwa ia pantas bagi sosok Gema ? ini bukan hanya sede...