Saat ini, udara sudah mulai panas. Busway sudah mulai sesak dengan orang-orang, peluhku mulai mengalir deras. Aku mulai berkali-kali mengipas-kipaskan buku. Di hari pertama kerja ini, aku nyaris belum sarapan pagi. Untung saja Ibu tidak pernah absen selalu membawakan dua iris roti isi selai kacang cokelat yang selalu ada di dalam tas pinggangku. Dari tadi pagi kereta dari arah Bogor menuju Kota selalu penuh. Akh, rupanya aku harus lebih pagi lagi!
Aku melirik arloji di pergelangan tangan kiriku dengan sangat gelisah. Nyaris aku kesiangan, setengah jam lagi jam sembilan pagi. Jakarta masih macet di sekitar Kota Tua. Pikiranku kacau tak karuan!
Sesampainya di depan kantor PT. Nakagawa aku melonjak kaget. Hanya Security dan Office Boy yang sudah berada di Kantor. Security bilang bos Jepang sedang tugas negara ke Jepang. Padahal waktu tinggal sepuluh menit lagi, para karyawan belum juga sampai. Akh, mereka pasti seperti diriku sedang berlomba-lomba mengejar waktu di jalan! Hari ini hari senin, Jakarta pasti macet!
Jam Sembilan lebih sepuluh menit, bel berbunyi di seluruh ruangan. Para karyawan berlari-lari dari luar kantor mengejar absen di samping mejaku, meja Receptionist. Diluar dugaan, Rianti ternyata diterima juga di Perusahaan ini. Akhirnya, aku tidak sendirian menjadi karyawan baru di Perusahaan ini!
Pak Rahman, Manager HRD mengarahkan kami menuju lantai dua. Tampak dua puluh karyawan sedang siap-siap untuk mengikuti senam Jepang. Aku dan Rianti cepat-cepat menuju lantai dua. Kami saling bergenggaman tangan. Senam Jepang dengan irama musik Jepang membuat pikiran jernih dan bersemangat.
Aku tercekat mengetahui bahwa Miss. Laura yang kemarin menginterview kami adalah seorang Grand Manager Perusahaan ini. Dia mengarahkan kami berkumpul untuk meeting dan berdoa terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan.
Aku tersenyum dan terharu, rupanya hanya ada empat orang wanita di kantor ini. Semuanya di dominasi oleh karyawan laki-laki. Aku bisa sedikit bernapas lega karena menurut Ibuku, bekerjasama dengan wanita membuat kita tidak nyaman.
-ii-
Saat sedang asyik membereskan mejaku, tiba-tiba…
Blugggg……!!!
Bunyi sesuatu yang jatuh, aku terlonjak kaget. Dengan sigap Miss. Laura yang sedang menelepon seseorang dalam bahasa Jepang langsung beranjak menuju Pantry. Tapi yang meledak justru kemarahan Miss. Laura kepada Office Boy, Rudi. Langsung saja membuat telingaku berdenging-denging.
“Bakayarou…….” 7 Teriak Miss. Laura. Ia keluar dari Pantry dengan wajah merah padam.
“Ssssttt….., jangan lagi kau memarahi Rudi!” Pak Rahman menegur Miss. Laura tanpa lagi bisa menyembunyikan ketakutannya.
“Kenapa….? Kau malu dengan saudaramu sendiri?” Miss. Laura melotot.
“Bukan begitu….,” bisiknya pelan, Ia mengepalkan tangan kemudian bermohon-mohon meminta maaf berusaha meminta belas kasihan.
Ternyata tak butuh waktu lama Miss. Laura menjadi lembut. Tampak sorot matanya menyesali perbuatannya. Sedetik setelah mengobrol dengan Pak Rahman, Miss. Laura menatapku. Mendadak wajahnya menjadi mengeruh, ia tampak malu. Aku gemetar, menunduk takut. Aku buru-buru membereskan sampah yang sudah menggunung di bawah mejaku.
Bulu kudukku merinding saat menyaksikan kemarahan Miss. Laura tadi. Aku mengerti setiap orang mempunyai karakter yang berbeda, aku harus bisa menyesuaikan diri. Dunia kerja tak seindah dengan dunia waktu sekolah!
Jam dua belas siang, aku menelan dua iris roti selai kacang. Hatiku berkecamuk dengan ketakutan. Ketakutan jika suatu hari aku salah bekerja!
“Hei… hei… kau sedang apa?” Tanya Rianti mengagetkanku. Ia tiba-tiba saja sudah berdiri di depan mejaku.
“Ssssttt… Aduh….!!” Aku menutup hidung.
Rianti megap-megap sambil menahan napas. “Ya ampun Lit….”
“Duduk sini jangan berisik…” Aku menarik tangan Rianti.
“Hahaha….. kau begitu seperti kecoa yang ketakutan Lita…” Tawa Rianti membahana.
“Jangan berisik.. nanti kita dimarahi Miss. Lauraaaa….”
“Biarkan saja..” Jawabnya enteng.
Diluar dugaan dia langsung berbalik dan mengajakku menuju Kantin Kantor. Sepanjang jalan Rianti hanya tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya. Aku hanya bingung melihat tingkah anehnya itu.
Alhasil, dalam waktu sepuluh menit dia sudah meletakan dua piring nasi Ayam bakar dan dua jus alpukat. Bukannya lapar, aku penasaran dengan sikap Rianti dengan pembawaanya yang santai. Rianti menyeruput jus alpukat sambil melirik padaku. “Sudahlah tak usah terlalu dipikirkan Lita….”
“Maksudmu…?” Tanyaku semakin tak mengerti.
Rianti menengok kanan kiri setelah yakin tak ada orang yang mendengarkan kami. Dia akhirnya membuka mulutnya. “Dia tanteku….,” bisik Rianti di telingaku.
Aku tercekat mengetahui bahwa Miss. Laura adalah tante teman baruku Rianti. Melihatnya ketika tadi datang bersama Miss. Laura aku tak menyadarinya. Aku tidak mengerti tentang dunia kerja.
“Kalau kau khawatir, tenang ada aku….” Rianti hanya tersenyum lebar.
Bagi Rianti mungkin bukan hal aneh mendengar tingkah laku Miss. Laura. Namun sedetik kemudian dadaku terasa sedikit lapang mendengar semua cerita Rianti. Maklum aku seperti dikejar anjing, saat tahu tingkah laku Miss. Laura. Kerja di PT. Nakagawa ternyata membuat jantungku tak karuan. Miss. Laura sangat cantik walapun bertubuh gemuk. Hari pertama kerjaku ternyata bertemu dengan seorang Manager Killer.
-ii-
7. Brengsek
Luka Dan Perkara Cinta Diam-Diam
9836
3738
22
Romance
Kenangan pahit yang menimpanya sewaktu kecil membuat Daniel haus akan kasih sayang. Ia tumbuh rapuh dan terus mendambakan cinta dari orang-orang sekitar. Maka, ketika Mara—sahabat perempuannya—menyatakan perasaan cinta, tanpa pikir panjang Daniel pun menerima.
Sampai suatu saat, perasaan yang "salah" hadir di antara Daniel dan Mentari, adik dari sahabatnya sendiri. Keduanya pun menjalani h...
Aku Benci Hujan
9362
3369
1
Romance
“Sebuah novel tentang scleroderma, salah satu penyakit autoimun yang menyerang lebih banyak perempuan ketimbang laki-laki.”
Penyakit yang dialami Kanaya bukan hanya mengubah fisiknya, tetapi juga hati dan pikirannya, serta pandangan orang-orang di sekitarnya. Dia dijauhi teman-temannya karena merasa jijik dan takut tertular. Dia kehilangan cinta pertamanya karena tak cantik lagi. Dia harus...
Listen To My HeartBeat
708
462
1
True Story
Perlahan kaki ku melangkah dilorong-lorong rumah sakit yang sunyi, hingga aku menuju ruangan ICU yang asing. Satu persatu ku lihat pasien dengan banyaknya alat yang terpasang. Semua tertidur pulas, hanya ada suara tik..tik..tik yang berasal dari mesin ventilator. Mata ku tertuju pada pasien bayi berkisar 7-10 bulan, ia tak berdaya yang dipandangi oleh sang ayah. Yap.. pasien-pasien yang baru saja...
Dunia Alen
8826
2952
2
Romance
Alena Marissa baru berusia 17 belas tahun, tapi otaknya mampu memproduksi cerita-cerita menarik yang sering membuatnya tenggelam dan berbicara sendiri. Semua orang yakin Alen gila, tapi gadis itu merasa sangat sehat secara mental. Suatu hari ia bertemu dengan Galen, pemuda misterius yang sedikit demi sedikit mengubah hidupnya.
Banyak hal yang menjadi lebih baik bersama Galen, namun perlahan ba...
KEPINGAN KATA
651
433
0
Inspirational
Ternyata jenjang SMA tuh nggak seseram apa yang dibayangkan Hanum. Dia pasti bisa melalui masa-masa SMA. Apalagi, katanya, masa-masa SMA adalah masa yang indah. Jadi, Hanum pasti bisa melaluinya. Iya, kan? Siapapun, tolong yakinkan Hanum!
Sweet Equivalent [18+]
6413
2027
0
Romance
When a 19 years old girl adopts a 10 years old boy Its was hard in beginning but no matter how Veronica insist that boy must be in her side cause she thought he deserve a chance for a better live Time flies and the boy turn into a man Fact about his truly indentitiy bring another confilct New path of their life change before they realize it
Reading Guide
This novel does not follow the rule o...
Aku Biru dan Kamu Abu
1023
650
2
Romance
Pertemuanku dengan Abu seperti takdir. Kehadiran lelaki bersifat hangat itu benar-benar memberikan pengaruh yang besar dalam hidupku. Dia adalah teman curhat yang baik. Dia juga suka sekali membuat pipiku bersemu merah. Namun, kenapa aku tidak boleh mencintainya? Bukannya Abu juga mencintai Biru?
Play Me Your Love Song
6035
2532
10
Romance
Viola Zefanya tidak pernah menyangka dirinya bisa menjadi guru piano pribadi bagi Jason, keponakan kesayangan Joshua Yamaguchi Sanjaya, Owner sekaligus CEO dari Chandelier Hotel and Group yang kaya raya bak sultan itu.
Awalnya, Viola melakukan tugas dan tanggung jawabnya dengan tuntutan "profesionalitas" semata. Tapi lambat laun, semakin Viola mengenal Jason dan masalah dalam keluarganya, sesu...
Seutas Benang Merah Pada Rajut Putih
2231
1169
1
Mystery
Kakak beradik Anna dan Andi akhirnya hidup bebas setelah lepas dari harapan semu pada Ayah mereka Namun kehidupan yang damai itu tidak berlangsung lama Seseorang dari masa lalu datang menculik Anna dan berniat memisahkan mereka
Siapa dalang dibalik penculikan Anna Dapatkah Anna membebaskan diri dan kembali menjalani kehidupannya yang semula dengan adiknya
Dalam usahanya Anna akan menghadap...
Under a Falling Star
1312
827
7
Romance
William dan Marianne. Dua sahabat baik yang selalu bersama setiap waktu. Anne mengenal William sejak ia menduduki bangku sekolah dasar. William satu tahun lebih tua dari Anne. Bagi Anne, William sudah ia anggap seperti kakak kandung nya sendiri, begitupun sebaliknya. Dimana ada Anne, pasti akan ada William yang selalu berdiri di sampingnya. William selalu ada untuk Anne. Baik senang maupun duka, ...
atie








