Read More >>"> Story Of Chayra (Enam) - TinLit
Loading...
Logo TinLit
Read Story - Story Of Chayra
MENU
About Us  

Chayra hari ini benar-benar merasa lelah. Sesampainya di depan pintu kostsan Valya—Chayra mengeluarkan ponselnya. Melepon Valya yang sejak tadi ia panggil dan mengetuk pintu tidak ada jawaban.

Halo?

Iya?

 

Valya, lo di mana? Gua udah di depan kostsan lo nih.

Hah? Ngapain?

 

Gua mau numpang tidur. Kan tadi gua udah bilang ke elo.

Eh iya! Sorry ... Gua lupa. Bentar gua otw.

 

Chayra menutup sambung telponnya. Ia menatap sekeliling kostsan Valya yang berada di lantai dua. Terlihat sangat sepi wajar saja, sebab jam sudah menunjukkan pukul dua belas malam. Sambil mengetukan jemarinya di atas besi tiang tembok Chayra menatap Valya yang sedang menaiki tangga. Valya tertawa kecil melihat raut wajah Chayra yang lesu. Sedangkan Chayra menatap Valya bingung.

"Chayra!" Valya mencubit gemas pipi Chayra. Sedangkan yang dicubit berusaha melepaskan tangan tersebut dari pipinya.

"Ssst... Jangan teriak-teriak udah malam Val." Valya hanya tersenyum sambil memperlihatkan barisan gigi-giginya.

"Ya udah yuk kita masuk!" Chayra mengikuti langkah kaki Valya menuju kamar kostnya. Setelah menunggu Valya membuka pintu, akhirnya Chayra bisa masuk ke dalam dan segera merebahkan tubuhnya di atas kasur.

"E--eh ...  Mandi dulu sana. Lo bau!" ucap Valya.

"Bentar deh Valya, capek gua."

"Ih, ga ada bentar-bentar ya. Gua ga mau kasur gua bau!"

"Iya ... Iya ...  Lo kaya Emak gua, bawelnya!"

"Enak aja!"

"Serius gua mah."

"Sorry ...  Sorry ...  Ya udah lo mandi gih abis itu istirahat. Besok masih training 'kan?" tanya Valya yang dibalas anggukkan kepala Chayra.

"Val, gua nginep seminggu ya di kostsan lo, ya?"

"Iya santai. Gua malah seneng ada temen."

"Ya udah sana cepat mandi! Kalau mau pake air hangat gua ada termos tuh. Lo pake aja airnya. Tapi gua tidur duluan ya!" Valya pun segera merebahkan tubuhnya di samping Chayra.

Mata Chayra mulai sayu, rasanya dirinya sudah ingin langsung tidur. Namun, Valya sang pemilik tempat tidur tidak terus menerus mengingatkannya untuk mandi sebelum ia tidur di atas kasurnya.

Chayra bangun dari tempat tidur Valya. Segera ia mengambil handuk dari dalam tasnya serta baju tidur yang sengaja ia bawa. Setelah itu, Chayra melangkahkan kaki ke dalam toilet.

Usai mandi, Chayra merebahkan tubuhnya di atas kasur. Valya sudah terlelap ke dalam alam mimpi. Chayra sangat lelah setelah mengikuti training. Training rasanya sangat menguras tenanganya. Jam tidurnya pun terganggu akibat mengikuti training. Jam menunjukkan pukul setengah satu malam, biasanya ia sudah tertidur pulas.

Chayra menatap langit-langit kamar. Angin malam mulai masuk melalui celah-celah pintu dan jendela, membuat Chayra merapatkan tangannya ke atas dada. Malam ini langit sedang menangis. Tidak heran jika, udara terasa lebih dingin.

***

 

Chayra duduk pada kursi yang berada pada barisan belakang, bersama dengan keempat temannya. Beruntung hari ini ia dapat duduk pada kursi barisan belakang. Sehingga dosen matakuliah matematika dasar yang sedang menerangkan materi. Tidak menyadari bahwa salah satu mahasiswanya tengah asik mengahapalkan sebuah materi yang tidak ada sangkut pautnya dengan matakuliah.

Chayra mahasiswa tersebut. Ia berusaha mengahapalkan materi terkait dengan Unit Kegiatan Mahasiswa yang sedang ia ikuti, Lingkar Pena. Chayra terus berkomat-kamit menghapalkan materi yang akan diujikan ketika training nanti. Materi tersebut terkait seputar Lingkar Pena baik sejarah, makna dari logo dan kegiatan yang dilakukan.

Peserta yang tidak dapat menjawab akan diberikan hukuman yakni membuat sebuah artikel dan harus dikumpulkan esok pagi. Padahal training berakhir pukul setengah dua belas malam. Chayra bergedik ngeri.

Ia membayangkan jika dirinya dihukum, ia harus berpikir keras mengerjakan artikel tersebut. Terlebih artikel tersebut harus ditulis dengan tangan. Terbayang betapa melelahkan hal itu. Mana bisa dirinya melakukan itu!

"Ra, lo lagi ngapain si?" Mata Tafila terus menelisik pada sebuah kertas yang Chayra pegang.

"Lo ga liat gua lagi ngapain?"

Tafila menyipitkan matanya seraya berkata, "Lagi menghafal lah. Eh tapi ... Emang hari ini ada kuis ya? Perasaan ga ada deh?"

"Ada!" ucap Chayra.

"Hah? Serius lo? Matkul apa?"

"Geografi."

"Mati gua!"  Tafila menepuk keningnya. Sedangkan Chayra malah tertawa tanpa suara melihat kelakuan Tafila.

"Ga ada Tafila. Ini gua lagi menghafal materi Lingkar Pena. Biar gua bisa jawab pertanyaan nanti pas training," tutur Chayra.

"Oh gitu, santai aja si. Jangan ambil pusing, kalau ga bisa jawab ya udah."

"Ga bisa gitu. Kalau ga bisa jawab nanti gua kena hukuman. Dan hukumnya buat artikel ditulis tangan!"

"Ya udah santai aja si. Kena hukuman ya tinggal jalanin."

Chayra memilih mengabaikan ucapan Tafila. 'Enak sekali ucapan dia, kalau kena hukuman ya tinggal jalanin.'

Tafila cowok dengan sejuta keramahan, ke konyolan,  dan senyuman. Tidak heran jika banyak  orang yang ingin berteman dengannya terutama perempuan. Dia seperti matahari dengan sejuta sinar. Selalu menyinari kehidupan orang lain yang terlihat muram. Selalu tampil dengan senyuman yang tidak pernah lepas dari raut wajahnya. Sehingga julukan tuan murah senyum tersemat padanya.

Sebenarnya Chayra adalah salah satu dari sekian banyak orang yang beruntung bisa mengenal Tafila. Karena, Tafila selalu ada untuknya. Namun, Chayra tidak pernah merasa kehadiran Tafila sebagai keberuntungan. Sebab, menurut Chayra, Tafila adalah manusia yang paling tidak bisa diam dan selalu menganggu harinya.

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Crystal Dimension
297      202     1     
Short Story
Aku pertama bertemu dengannya saat salju datang. Aku berpisah dengannya sebelum salju pergi. Wajahnya samar saat aku mencoba mengingatnya. Namun tatapannya berbeda dengan manusia biasa pada umumnya. Mungkinkah ia malaikat surga? Atau mungkin sebaliknya? Alam semesta, pertemukan lagi aku dengannya. Maka akan aku berikan hal yang paling berharga untuk menahannya disini.
Buku Harian
720      440     1     
True Story
Kenapa setiap awal harus ada akhir? Begitu pula dengan kisah hidup. Setiap kisah memiliki awal dan akhir yang berbeda pada setiap manusia. Ada yang berakhir manis, ada pula yang berakhir tragis. Lalu bagaimanakah dengan kisah ini?
STORY ABOUT THREE BOYS AND A MAN
13274      2687     34     
Romance
Kehidupan Perkasa Bagus Hartawan, atau biasa disapa Bagus, kadang tidak sesuai dengan namanya. Cintanya dikhianati oleh gadis yang dikejar sampai ke Osaka, Jepang. Belum lagi, dia punya orang tua yang super konyol. Papinya. Dia adalah manusia paling happy sedunia, sekaligus paling tidak masuk akal. Bagus adalah anak pertama, tentu saja dia menjadi panutan bagi kedua adiknya- Anggun dan Faiz. Pan...
Dibawah Langit Senja
1419      853     6     
Romance
Senja memang seenaknya pergi meninggalkan langit. Tapi kadang senja lupa, bahwa masih ada malam dengan bintang dan bulannya yang bisa memberi ketenangan dan keindahan pada langit. Begitu pula kau, yang seenaknya pergi seolah bisa merubah segalanya, padahal masih ada orang lain yang bisa melakukannya lebih darimu. Hari ini, kisahku akan dimulai.
Putaran Waktu
693      468     6     
Horror
Saga adalah ketua panitia "MAKRAB", sedangkan Uniq merupakan mahasiswa baru di Universitas Ganesha. Saat jam menunjuk angka 23.59 malam, secara tiba-tiba keduanya melintasi ruang dan waktu ke tahun 2023. Peristiwa ini terjadi saat mereka mengadakan acara makrab di sebuah penginapan. Tempat itu bernama "Rumah Putih" yang ternyata sebuah rumah untuk anak-anak "spesial". Keanehan terjadi saat Saga b...
Teman Khayalan
1567      672     4     
Science Fiction
Tak ada yang salah dengan takdir dan waktu, namun seringkali manusia tidak menerima. Meski telah paham akan konsekuensinya, Ferd tetap bersikukuh menelusuri jalan untuk bernostalgia dengan cara yang tidak biasa. Kemudian, bahagiakah dia nantinya?
Kulacino
379      246     1     
Romance
[On Going!] Kulacino berasal dari bahasa Italia, yang memiliki arti bekas air di meja akibat gelas dingin atau basah. Aku suka sekali mendengar kata ini. Terasa klasik dan sarat akan sebuah makna. Sebuah makna klasik yang begitu manusiawi. Tentang perasaan yang masih terasa penuh walaupun sebenarnya sudah meluruh. Tentang luka yang mungkin timbul karena bahagia yang berpura-pura, atau bis...
Love Dribble
9730      1785     7     
Romance
"Ketika cinta bersemi di kala ketidakmungkinan". by. @Mella3710 "Jangan tinggalin gue lagi... gue capek ditinggalin terus. Ah, tapi, sama aja ya? Lo juga ninggalin gue ternyata..." -Clairetta. "Maaf, gue gak bisa jaga janji gue. Tapi, lo jangan tinggalin gue ya? Gue butuh lo..." -Gio. Ini kisah tentang cinta yang bertumbuh di tengah kemustahilan untuk mewuj...
#SedikitCemasBanyakRindunya
3026      1101     0     
Romance
Sebuah novel fiksi yang terinspirasi dari 4 lagu band "Payung Teduh"; Menuju Senja, Perempuan Yang Sedang dalam Pelukan, Resah dan Berdua Saja.
Dinikahi Guru Ngaji
615      453     1     
Romance
Hobby balapan liar selama ini ternyata membuat Amara dipindahan ke Jakarta oleh Kedua orang tuanya, Rafka begitu kahwatir akan pergaulan bebas yang selama ini terjadi pada anak muda seperti putrinya. Namun, saat di Jakarta ternyata Amara semakin tidak terkendali, Rendra akhirnya akan menjodohkan cucunya dengan seorang duda anak satu. Shaka adalah guru Ngaji di TPA tidak jauh dari rumah ...