Loading...
Logo TinLit
Read Story - Asoy Geboy
MENU
About Us  

Geboy menatap dirinya di cermin. Dasi yang agak mencekik leher pun lekas dilonggarkan. Ia juga mengangkat atasan yang terselip rapi di balik sabuk. Cuma sedikit. Seenggaknya, tampilan kini enggak cupu-cupu amat dan bisa dipadukan dengan jaket Geng Senter. Hari ini, ia mau flexing. Sekali-sekali bangga dengan pin ketua yang bertengger di kerah kanan.

Sejak ditelepon Pram dua hari lalu, ia memutuskan pulang dan berhenti kabur-kaburan. Walaupun berakhir di-PHP sebab om dan sepupunya enggak jadi mampir, Geboy tetap balik ke rumah dan cukup tahu diri. Berlama-lama di tempat sahabatnya hanya akan menjadi beban baru. Komal memang enggak pernah mengeluh, tapi rasa sungkan itu perlu.

Dari situ sampai sekarang pula, Geboy belum berbicara dengan papanya. Setiap Abi muncul di ruang tamu, meja makan, dapur, bahkan garasi sekalipun, ia selalu berbalik arah menghindar. Lelaki itu lebih memilih menunggu sendiri dulu, baru cabut entah ke mana. Tyas yang melihat orang rumah bak kucing-kucingan itu hanya geleng-geleng. Kemarin, ia sempat berpesan pada putranya untuk berdamai dan mengajak bicara lebih dulu, tapi apa yang Geboy perbuat sampai harus 'meminta maaf'? Ia enggak pernah meminta papanya buat mengurus apa pun, kecuali biaya belajar tambahan.

"Boy! Sarapan, yuk!"

Lamunan Geboy terhenti. Ia baru sadar tengah menuruni anak tangga dengan tatapan kosong. Untung saja enggak terjadi apa-apa. Ia segera menepuk pipi, menggeleng, dan membenahi headband yang agak merosot. Tanpa mau repot-repot belok ke dapur, lelaki itu melambaikan tangan dan berteriak 'berangkat dulu' pada mamanya.

"Boy!"

Sang pemilik nama terus berjalan menuju garasi, enggak peduli mau seberapa kencang mamanya memanggil. Tyas tampak tergopoh-gopoh memberikan kotak bekal berisi nasi, oseng tempe, terong balado, dan keripik kentang. Enggak lupa sebotol air mineral dan vitamin penambah darah yang salah kaprah--pasalnya Geboy hipotensi, bukan anemia. Wanita itu segera mengatur napas saat berhasil mengadang CB Geboy yang hendak melaju.

"Bawa ini!"

"Ya udah, masukin tas."

Tyas tersenyum saat Geboy enggak menolak masakan itu. Ia lekas menata sedemikian rupa agar enggak mengotori buku paket di dalam. Dalam hitungan detik, semua selesai.

Geboy pun mendengkus, lalu mencium kening mamanya sekilas. "Makasih, Ma. Aku berangkat dulu. Nanti pulang lambat. Mau ke bengkel sama Bang Aco."

"Kalau gitu entar makannya Mama titip ke Kang Mus aja, ya?"

"Nggak usah. Bisa pesen lewat ojol."

"Ck, fast food lagi. Enggak, deh. Kamu baru sembuh, Mama ngeri kalau sakit lagi."

"Nggak, Ma. Nggak usah parno. Udah, aku berangkat!"

"Tapi--"

Geboy segera menutup kaca helmnya dan menjalankan motor. Sedikit kejam memang, mengingat mamanya belum selesai bicara. Tapi, kadang Geboy ingin mereka mendengar pendapatnya dulu, dan menghargai keputusan yang diambil juga.

Lelaki itu terus ke sekolah dan mengikuti pelajaran tanpa halangan apa pun. Malah, sesekali ia mau meladeni Komal dan seribu pernyataannya tentang siswi SMK sebelah, grand opening cabang salon favoritnya, sampai majalah otomotif keluaran terbaru. Hitung-hitung pengalihan isu biar enggak melulu senewen dengan LKS, Randu, dan papanya.

"Lo jadi ikut nggak entar?" tanya Geboy setelah guru matematika keluar kelas.

"Sori, hari ini ada jadwal nge-date. Gue baru inget. Untung tadi alarmnya bunyi."

"Yang mana lagi?"

"Ada, lah. Kenal di game. Gue belum pernah ketemu sebelumnya."

"Sarap! Giliran pensiun pake dating apps, lo sekarang cari cewek dari Mobile Legend? Di luar perkiraan BMKG lo, njir."

"Ya udah sih, Boy. Lagian enak kan lo bisa berduaan sama Bang Aco." Komal memutar bola matanya.

Geboy pun menjulurkan lidah dan sekali memukul lengan Komal. Ia lantas beristirahat sebelum menemui Pak Bonang. Hari ini mereka latihan kecil yang cukup selesai dalam 15 menit. Feedback yang didapat pun cuma 'bagus' dan 'tingkatkan'. Sangat enggak kreatif. Pembimbingnya itu memang sedang sibuk mengurus hal lain. Geboy mencoba maklum.

Tapi, tetap kesal.

Syukurlah, ia masih memiliki Aco. Usai sekolah, Geboy langsung ke bengkel dan bersemangat menemui seniornya itu. Ia makin semringah saat melihat motor matic Aco sudah terparkir di depan. Tapi, raut muka yang bercahaya itu tiba-tiba padam dan ambyar saat mendapati sang musuh bebuyutan tengah menyantap pisang goreng di ruang tengah.

"Eh, udah sampai. Sini, ikut makan juga, Boy" Kang Mus menyapa.

"Makasih, Kang. Mau cari Bang Aco."

"Oh, masih ganti di kamar mandi. Lo tunggu aja di belakang."

Geboy pun berterima kasih, lalu mengucap, "Permisi, Kang."

Ia dan Randu sempat saling pandang, tapi hanya beberapa detik. Geboy refleks menghela napas dan mengusap wajah, enggak menyangka sepupunya bakal ada di sana. Nasib punya rekanan yang sama, mau bagaimana lagi?

"Widih, pake ikat kepala segala, Boy?"

Geboy tersentak dan lekas menoleh. "Eh, Bang. Iya, nih. Sengaja, buat nutupin bekas luka kemarin."

"Kirain buat gaya-gayaan doang."

"Itu alasan kedua."

Aco tersenyum tipis. "Mau langsung eksekusi?"

"Hari ini niatnya ngapain, Bang?"

"Tuh! Bersihin CVT."

"Oke."

Geboy menaruh tasnya di sofa lalu mengecek motor Beat milik customer bengkel. Ia pun menyalakan mesin dan auto menemukan bunyi klotok-klotok yang sangat khas. Aco spontan terkikik saat Geboy garuk-garuk kepala.

"Jadi, kenapa?"

"Ini--"

"Itu roller-nya aus, Bang. Bisa mulai bersihin debu dulu, dari rumah roller sampai poros belakang. Hati-hati jangan kena seal-nya, entar bocor."

Randu muncul dan tanpa izin langsung menginterupsi. Sambil melipat tangan di depan dada, ia mendongak dan menjelaskan apa yang ia tahu. Dikira yang di sini sangat bodoh hingga clueless akan jawaban itu? Cih, batin Geboy mencaci. Ia lekas berdiri dan menghampiri sepupunya. Aco yang semula santai bersandar pada tiang pun buru-buru menarik Geboy, meski sudah terlambat.

Lelaki itu lagi-lagi memukul rahang Randu.

"Kayaknya lo sehari meriang banget kalau nggak gangguin gue."

"Ganggu gimana? Gue bantuin lo."

"Emang gue minta? Nggak usah sok pinter, deh!"

Randu menyeringai. "Sensi amat. Baru juga urusan kecil. Perkara CVT aja lo remedi, mending nggak usah main ke LKS."

Kelihatan banget tololnya, kan. Geboy berdecak. "Kalau ginian aja nggak paham, gue nggak bakal ditunjuk pihak sekolah, dan nggak bakal jadi ketua Geng Senter juga. Makanya punya otak dipake mikir positif. Jangan insecure mulu sampai harus show off segala. Lo nggak diajak, sat!"

Geboy maju, seakan mau menunjukkan citra dirinya. Randu tentu peka dan bisa menyadari itu. Ia melirik pin elang yang ia incar sedari lama, lalu membuang muka dan enyah tanpa berdebat lagi.

Tapi, saat baru di ambang pintu, ia melihat gadis berseragam serbaputih tengah berlari-lari kecil bersama boneka beruang di kedua tangan. Mereka berpapasan dan adu tatap cukup lama, bahkan saling tunjuk dan tertawa sendiri.

"Eh, Ndu. Hai!"

"Kira," Randu menggigit bibir, "lo mau ngapain? Motor lagi rusak? Atau mau servis?"

Gadis yang merupakan siswi SMK Medika itu tersenyum lebar sampai matanya tinggal segaris. "Enggak, mau cari Geboy. Lo lihat? Kata anak-anak geng lo, dia lagi latihan sama senior di sini."

Sayup-sayup mendengar namanya disebut, Geboy pun melongok ke depan. Ia segera mendekat dan enggak sengaja melihat betapa kuatnya Randu mencengkeram celana.

"Ra? Kan udah gue bilang nggak usah nyamperin."

"Lama, sih."

Dalam sekejap sosok di depan Randu beralih tempat ke sisi Geboy, lalu mereka beranjak tanpa pamit seolah-olah ia kasat mata. Lelaki itu pun mengentak lantai dan segera meninggalkan bengkel. Setelah ini, motivasinya untuk menginjak Geboy akan lebih fantastis dan menyenangkan.

***

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Aku Biru dan Kamu Abu
1026      653     2     
Romance
Pertemuanku dengan Abu seperti takdir. Kehadiran lelaki bersifat hangat itu benar-benar memberikan pengaruh yang besar dalam hidupku. Dia adalah teman curhat yang baik. Dia juga suka sekali membuat pipiku bersemu merah. Namun, kenapa aku tidak boleh mencintainya? Bukannya Abu juga mencintai Biru?
Girl Power
3039      1352     0     
Fan Fiction
Han Sunmi, seorang anggota girlgrup ternama, Girls Power, yang berada di bawah naungan KSJ Entertainment. Suatu hari, ia mendapatkan sebuah tawaran sebagai pemeran utama pada sebuah film. Tiba-tiba, muncul sebuah berita tentang dirinya yang bertemu dengan seorang Produser di sebuah hotel dan melakukan 'transaksi'. Akibatnya, Kim Seokjin, sang Direktur Utama mendepaknya. Gadis itu pun memutuskan u...
Unexpected You
706      540     0     
Romance
Pindah ke Indonesia dari Korea, Abimanyu hanya bertekad untuk belajar, tanpa memedulikan apapun. tapi kehidupan tidak selalu berjalan seperti yang diinginkannya. kehidupan SMA terlalu membosankan jika hanya dihabiskan untuk belajar saja. sedangkan Renata, belajar rasanya hanya menjadi nomor dua setelah kegemarannya menulis. entah apa yang ia inginkan, menulis adalah pelariannya dari kondisi ke...
Selepas patah
264      222     1     
True Story
Tentang Gya si gadis introver yang dunianya tiba-tiba berubah menjadi seperti warna pelangi saat sosok cowok tiba-tiba mejadi lebih perhatian padanya. Cowok itu adalah teman sebangkunya yang selalu tidur pada jam pelajaran berlangsung. "Ketika orang lain menggapmu tidak mampu tetapi, kamu harus tetap yakin bahwa dirimu mampu. Jika tidak apa bedanya kamu dengan orang-orang yang mengatakan kamu...
Seutas Benang Merah Pada Rajut Putih
2246      1179     1     
Mystery
Kakak beradik Anna dan Andi akhirnya hidup bebas setelah lepas dari harapan semu pada Ayah mereka Namun kehidupan yang damai itu tidak berlangsung lama Seseorang dari masa lalu datang menculik Anna dan berniat memisahkan mereka Siapa dalang dibalik penculikan Anna Dapatkah Anna membebaskan diri dan kembali menjalani kehidupannya yang semula dengan adiknya Dalam usahanya Anna akan menghadap...
House with No Mirror
628      479     0     
Fantasy
Rumah baru keluarga Spiegelman ternyata menyimpan harta karun. Anak kembar mereka, Margo dan Magdalena terlibat dalam petualangan panjang bersama William Jacobs untuk menemukan lebih banyak harta karun. Berhasilkah mereka menguak misteri Cornwall yang selama ini tersembunyi?
Kisah Kemarin
10623      2587     2     
Romance
Ini kisah tentang Alfred dan Zoe. Kemarin Alfred baru putus dengan pacarnya, kemarin juga Zoe tidak tertarik dengan yang namanya pacaran. Tidak butuh waktu lama untuk Alfred dan Zoe bersama. Sampai suatu waktu, karena impian, jarak membentang di antara keduanya. Di sana, ada lelaki yang lebih perhatian kepada Zoe. Di sini, ada perempuan yang selalu hadir untuk Alfred. Zoe berpikir, kemarin wak...
SILENT
6207      2029     3     
Romance
Tidak semua kata di dunia perlu diucapkan. Pun tidak semua makna di dalamnya perlu tersampaikan. Maka, aku memilih diam dalam semua keramaian ini. Bagiku, diamku, menyelamatkan hatiku, menyelamatkan jiwaku, menyelamatkan persahabatanku dan menyelamatkan aku dari semua hal yang tidak mungkin bisa aku hadapi sendirian, tanpa mereka. Namun satu hal, aku tidak bisa menyelamatkan rasa ini... M...
DI ANTARA DOEA HATI
1987      1078     1     
Romance
Setelah peristiwa penembakan yang menewaskan Sang mantan kekasih, membuat Kanaya Larasati diliputi kecemasan. Bayang-bayang masa lalu terus menghantuinya. "Siapapun yang akan menjadi pasanganmu akan berakgir tragis," ucap seorang cenayang. Hal tersebut membuat sahabat kecilnya Reyhan, seorang perwira tinggi Angkatan Darat begitu mengkhawatirkannya. Dia berencana untuk menikahi gadis itu. Disaa...
Gunay and His Broken Life
11711      4443     0     
Romance
Hidup Gunay adalah kakaknya. Kakaknya adalah hidup Gunay. Pemuda malang ini telah ditinggal ibunya sejak kecil yang membuatnya secara naluri menganggap kakaknya adalah pengganti sosok ibu baginya. Hidupnya begitu bergantung pada gadis itu. Mulai dari ia bangun tidur, hingga kembali lagi ke tempat tidur yang keluar dari mulutnya hanyalah "kakak, kakak, dan kakak" Sampai memberi makan ikan...