Loading...
Logo TinLit
Read Story - Pak Pemeriksa Tiket
MENU
About Us  

Malu sebenarnya untuk diulang, karena aku merasa kejadian yang baru saja aku alami membuat diri ini panik tapi lucu untuk diceritakan kembali. Adanya wabah COVID-19 akhir-akhir ini, semua menjadi serba online. Proses belajar mengajar juga ujian-ujian beralih dari yang biasanya tatap muka menjadi ke situs online. Sehingga hari-hari kedepan baik sekolah maupun kuliah diliburkan sampai batas waktu yang belum dipastikan hingga keadaan membaik seperti sedia kala. Dengan adanya ini, membuat diriku ingin pulang ke rumah sebentar saja, rindu akan kampung halaman. Sebelum pulang, aku menyelesaikan tugas-tugasku terlebih dahulu. Agar ketika pulang nanti sudah tidak ada tanggungan, sehingga hanya mengulang materi kuliah untuk ujian online minggu depan.

Setelah tugas-tugas selesai, aku mempersipakan apa saja yang akan kubawa pulang. Setelah itu, aku memesan gojek dengan tujuan ke stasiun kereta api. Sesampainya di stasiun, sebelum check in tiket kereta api. Aku menggunakan handsanitizer yang tersedia di stasiun. Sekarang giliranku untuk check in tiket, aku scan tiket dengan screenshoot-an yang dikirim temanku, karena saat memesan tiket di hp sendiri mengalami masalah. Terjadilah percakapan antara aku dengan seorang bapak yang memeriksa tiket.

“Silahkan...” kata pak pemeriksa tiket.

“Pak kok nggak bisa ya?” tanyaku kebingungan.

“Boleh saya pinjam hpnya.”

“Ini Pak.”

“Bisa membuka diaplikasinya?”

“Aplikasi saya sedang ada masalah Pak, ini pesan tiketnya dari hp teman saya.”

“Kalau gitu coba diterangin hpnya.”

Karena suasana di stasiun ramai, aku menjadi kebingungan menjawab pertanyaan pak pemeriksa tiket, sehingga pertanyaannya apa menjawabnya apa. Aku menjadi panik karena takut tidak bisa discan tiketnya dan alhasil tertinggal kereta.

“Apa Pak? Ini saya pesan tiket dari hp teman saya.” Mengulang perkataanku tadi dengan mungkin muka yang sudah panik.

Karena tidak mendapatkan jawaban yang pasti dari aku, pak pemeriksa tiket menerangkan sendiri hpku sehingga membuatnya terang. Dan akhirnya terscan juga, syukur.

“KTP-nya?” tanya pak pemeriksa tiket lagi.

“Oh iya Pak, ini.” Menyerahkan KTP ke pak pemeriksa tiket.

“Ini beneran kamu?”

“Ha? Apa pak?”

“Ini beneran KTP kamu?”

“Iya Pak itu KTP saya.”

“Kelahiran tahun berapa?”

“2001 Pak.”

Pak pemeriksa tiket memeriksa dengan teliti, terlihat tidak percaya antara aku dengan yang diKTP.

“Saya kira kamu masih SMP. Ya sudah, ini KTP-nya.” Memberikan kembali KTP-ku.

Akhirnya aku berhasil masuk setelah beberapa menit berdiri menunggu kepastian pak pemeriksa tiket, di keretapun aku masih kepikiran kejadian tadi. Mungkin melihat aku panik, pak pemeriksa tiket mengira aku masih anak usia dibawah 17 tahun. Kata teman-temanku juga, aku memiliki wajah yang masih terlihat seperti anak kecil dan polos sekali, hm. Tapi bukan masalah wajah sih, intinya jangan panik karena itu dapat membuat kepercayaan orang-orang menjadi setengah-setengah.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (6)
Similar Tags
Lagi tersesat! : Gajelas
483      327     1     
Short Story
Aduh! Adekku sama temen deketku yang entahlan udah balik ke rumah. Dan yang paling ngagetin, mereka udah bikin aliran BAMBANGISME, official banget di gazebo kebun. Pantesan pagi segarku hawa hawanya jadi sesak. NB: Nama masing masing karakter samaran ya wkwk
TEKA-TEKI SILANG
583      415     3     
Short Story
Teka-teki silang atau TTS merupakan sebuah teka-teki dengan kotak-kotak vertikal dan horizontal, dimana orang dapat menerka-nerka jawabannya.
Lusi dan Kot Ajaib
10376      2283     7     
Fantasy
Mantel itu telah hilang! Ramalan yang telah di buat berabad-abad tahun lamanya akan segera terlaksana. Kerajaan Qirollik akan segera di hancurkan! Oleh siapa?! Delapan orang asing yang kuat akan segera menghancurkan kerajaan itu. Seorang remaja perempuan yang sedang berlari karena siraman air hujan yang mengguyur suatu daerah yang di lewatinya, melihat ada seorang nenek yang sedang menjual jas h...
Kirain Hantu
563      427     4     
Short Story
Aku terbangun beberapa menit selepas jam dua dini hari. Sebelum keluar kamar, aku menatap sejenak cermin dan melihat seorang wanita berwajah pucat, berambut panjang, dengan pakaian putih. Aku menjerit karena terkejut dan mengira ada hantu. Ternyata, wanita berpakaian putih yang aku lihat di cermin bukan hantu, melainkan pantulan diriku sendiri.
Temanku Kocak
461      337     1     
Short Story
Aku mempunyai teman yang sangat menyukai tik-tok namanya Awwalia, hampir setiap hari dia mengajak temannya untuk bermain aplikasi itu. Suatu ketika ada temanku yang bernama Eka di kerjain sama Awwalia dengan membuat video tik tok yang membuat teman sekelas menjadi tertawa. Eka pun marah dan kita semua melupakan hal tersebut agar tidak menyinggung perasaan Eka. Hehehehe
Akselerasi, Katanya
734      454     5     
Short Story
Kelas akselerasi, katanya. Tapi kelakuannya—duh, ampun!
Tragedi Mawar-to
583      410     4     
Short Story
Mawarto sebut saja seperti itu. Dia terkenal sebagai playboy desa yang juga Punya kisah kelam selama mengarungi masa masa cinta monyetnya.
Konferensi Pintu Toilet
424      287     0     
Short Story
kisah seorang tunas kelapa di bumi perkemahan negeri orang, dan tentang penantian yang berujung...(silahkan baca storynya ya...)
Mbak Sum (The Queen of Ngeyelan)
723      539     2     
Short Story
Di dunia ini ada orang yang susah amit dikasih tau. Apa aja yang diomongin orang selalu berhasil dia bales sampai majikannya kewalahan. Inilah cerita tentang Queen of Ngeyelan bernama Mbak Sum.
Diskon Tilang
481      347     0     
Short Story
Siapa pernah kena tilang dan dendanya dapat diskon?