Loading...
Logo TinLit
Read Story - Mamihlapinatapai
MENU
About Us  

Kansa melirik vas bunga di meja kecil samping ranjangnya. Vas itu berisikan bunga mawar merah yang semalam diberikan oleh Fauzan. Walaupun ia belum menjawab, bukan berarti bunga pemberian Fauzan tidak diurus. Karena bunga juga makhluk hidup yang ingin hidup.

"Waa ... ada bunga baru nih!" sahut Ana tiba-tiba.

"Jangan bikin kaget deh, Na," ucap Kansa dengan fokus yang masih tertuju pada vas bunga, dan tentu saja bunga nya.

"Bunga dari siapa lagi tuh? Perasaan kemarin dapet mawar peach, eh taunya sekarang dapet mawar merah." Ana kemudian duduk di samping Kansa. "Dari siapa sih, Kan?"

"Dari orang lah," jawab Kansa tak acuh.

"Yaelah, gue juga tahu itu mah. Nama orang yang ngasihnya siapa?" tanya Ana gemas.

"Kalau gue ngasih tahu, lo bakal ngasih apa?" Kansa malah balik bertanya. 

Ana menepuk jidatnya. "Fauzan ya? Bunga itu dari Fauzan kan?" tanya Ana lagi.

Namun, orang yang diajak bicara masih bergeming di tempatnya. Ana menyikut badan Kansa yang membuat gadis itu meringis.

"Fauzan kayanya naksir berat sama lo deh, Kan."

"Maksudnya?" respon Kansa yang membuat Ana menghela napas.

"Ya ... selama ini gue perhatiin, Fauzan tuh diem-diem merhatiin lo, Kan. Lo nya aja yang ga peka!"

"Tunggu ... tunggu ... tunggu ...."

"Lo enggak pernah ngerasa gitu, kalau selama ini Fauzan tuh ngasih perhatian yang lebih sama lo?

"Dia yang rela ngegendong lo walaupun dia tau lo tuh ga seringan itu. Dia yang awalnya ngasih mawar peach terus ngasih mawar merah. Lo ngerti enggak sih, arti dari warna mawar itu?" tanya Ana lagi dan lagi.

Kansa terdiam.

"Mawar peach itu untuk mengutarakan rasa pertemanan, kehangatan ikatan yang terjalin. Sementara mawar merah, ya, gue rasa lo juga tahu." Ana kembali melirik Kansa. "Mawar merah melambangkan rasa sayang dan cinta kasih yang sangat besar."

"Jadi?"

"Astaga Kansa. Lama-lama gue cubit muka lo. Dari tadi gue ngomong panjang lebar, dan lo cuma ngerespon 'jadi?'. Duh, itu sakitnya tuh di sini," jelas Ana sembari menunjuk dadanya. "Lo temuin Ojan. Dan lo harus jawab apa yang disampein Ojan semalem. Kasian kali digantungin mulu, cowok juga butuh kepastian."

"Na, lo ... tau?" tanya Kansa hati-hati.

"Tau lah. Orang nembaknya tengah gor dan dimasukin ke Insta story-nya banyak orang."

Mata Kansa membulat. Mukanya harus ditaruh di mana?!

"Terus kenapa tadi lo nanya ke gue, kalau bunga itu punya siapa?"

"Iseng aja, biar lo salting. Eh enggak taunya itu enggak mempan buat lo," ucap Ana diiringi kekehan kecil.

"Emm ... Jadi, harus gue duluan yang nyemperin Ojan gitu?"

"Iya Kansa sayang ... enggak mungkin Ojan yang harus datang ke sini dan nagih-nagih jawaban lo."

"Tunggu besok aja deh. Tapi itupun gue enggak janji ya sama lo," ucapan Kansa sekaligus penutup percakapan mereka berdua.

***

Mentari mulai mengintip malu-malu dari tempat persembunyiannya. Membawa suasana hangat nan syahdu. Membangunkan seluruh makhluk di muka bumi ini untuk beraktifitas seperti biasanya.

Namun, cahaya mentari itu telat membangunkan Kansa, karena ia sudah bangun jauh sebelum mentari mengintip malu-malu. 

Sebenarnya karena suatu alasan, yang membuat Kansa bisa bangun di pagi buta. Fauzan. Seorang cowok pecinta basket yang baru-baru ini meminta Kansa untuk menjadi pendampingnya. Pendamping hidup malah katanya. Namun Kansa tidak siap, karena di hatinya masih menyimpan satu nama yang tidak bisa diduakan oleh apapun. Dan ia tidak ingin berjumpa dengan Fauzan pagi ini. 

Baru saja beberapa langkah ia keluar dari asrama wanita.

Grep...

Seorang meraih pergelangan tangan Kansa dan memutar tubuh Kansa, sehingga Kansa menghadap sosok tersebut.

"Ojan? Nga-pain?" tanya Kansa sedikit tergagap.

"Gue mau minta jawaban dari lo, hati gue enggak bisa tenang soalnya."

"Gue tau yang mau lo denger dari gue itu jawaban 'iya', tapi yang bisa gue jawab cuma 'belum siap Jan', dan untuk saat ini rasanya sulit mengucapkan kata iya."

"Kenapa?" 

"Ojan, lo cakep, lo keren, lo dikagu-"

"To the point!" potongnya.

"Di hati gue bukan lo, ada orang lain," ucap Kansa pelan.

"Gue engga peduli, mau dihati lo ada siapapun itu, tapi gue tetep mau lo jadi pacar gue!" Fauzan teguh pada tekadnya.

"Buat apa status? Yang ada lo yang tersakiti, gue enggak siap komitmen, gue enggak suka komitmen, lo masih mau jadi pacar gue?"

"Masih! Gue masih mau jadi pacar lo! Terserah lo mau bilang gue ngebet banget atau apa, yang pasti status penting buat gue! Karna itu buat ngiket kalo lo milik gue!" jawab Fauzan, yang membuat Kansa tak percaya.

Setelah beberapa menit Kansa berpikir dan mempertimbangkannya, akhirnya Kansa memuntuskan untuk....

***

Sepertinya Fauzan nembak Kansa menjadi trending topik, buktinya baik siswa atau siswi di kelasnya membicarakannya, bahkan saling membuat hipotesis masing-masing,

"Eh gue kira si Kansa bakalan sama gue," celetuk salah seorang siswa.

"Gue kira sih Kansa suka Kevin, cinta bertepuk sebelah tangan gitu."

"Kalo Kansa nerima Fauzan, sold out dong stok cogan dilist gue."

"Tapi Kansa cocok sih sama Fauzan, sama-sama cakep. Mana Fauzan itu enggak suka ngumbar perasaan lagi, tau sendiri kan sedingin apa Fauzan?" 

"Iya, bener-bener," semua siswi mengiyakan hipotesis temannya.

Kuping Kansa rasanya panas sekali mendengar teman-temannya meng-gibahkan tentang dirinya dengan Fauzan.

Sepertinya seorang provokator ada di kelas Kansa. Bagaimana tidak? Suasana di kelasnya sangat tidak kondusif. Namun, ada satu siswa yang duduk dengan tenang di bangkunya, tanpa menghiraukan desas-desus antara Kansa-Fauzan. 

Siapa lagi jika bukan Kevin. Rasanya Kevin tidak tertarik sedikit pun membahas soal itu. Yang lebih menyakitkan, ketika Kansa melirik ke arah Kevin, ia membuang muka begitu saja.

Sakit? Jangan ditanyakan, tentu saja 'iya'.

***
S

aat bel pulang sekolah dibunyikan, Fauzan sudah stay didepan pintu kelas Kansa, ketika Kansa dan kevin keluar secara bersamaan.

"Kansa pulang bareng yuk," pinta Fauzan tiba-tiba, yang membuat langkah Kevin terhenti dan melirik kearah Fauzan yang sudah menghadang langkah Kansa.

"Enggak mau."

"Gue -eh aku gendong mau?" tawarnya.

"Enggak mau."

"Terus maunya apa cantik?" tanyanya.

"Mau-pulang-sendiri-ke-asrama," jawab Kansa ketus.

"Kok gitu? Aku kan pacar kamu."

Kansa sedari tadi sadar Kevin memperhatikannya, sedikit risih melihat tatapan Kevin yang intensif.

 

Tags: twm18

How do you feel about this chapter?

0 2 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (2)
  • viseeee

    Plis next cepet-cepet????????????????

    Comment on chapter 06
  • yulisss

    Baper

    Comment on chapter 06
Similar Tags
Untouchable Boy
780      560     1     
Romance
Kikan Kenandria, penyuka bunga Lily dan Es krim rasa strawberry. Lebih sering dikenal dengan cewek cengeng di sekolahnya. Menurutnya menangis adalah cara Kikan mengungkapkan rasa sedih dan rasa bahagianya, selain itu hal-hal sepele juga bisa menjadi alasan mengapa Kikan menangis. Hal yang paling tidak disukai dari Kikan adalah saat seseorang yang disayanginya harus repot karena sifat cengengnya, ...
Love Never Ends
12950      3035     20     
Romance
Lupakan dan lepaskan
My Twins,My Hero
18025      3838     28     
Romance
Menceritakan kisah unik dari Alessa Samantha dan Andreas Sanjaya yang merupakan saudara kembar.
SiadianDela
9834      2873     1     
Romance
Kebahagiaan hanya bisa dicapai ketika kita menikmatinya bersama orang yang kita sayangi. Karena hampir tak ada orang yang bisa bahagia, jika dia tinggal sendiri, tak ada yang membutuhkannya, tak ada orang yang ingin dia tolong, dan mungkin tak ada yang menyadari keberadaanya. Sama halnya dengan Dela, keinginan bunuh diri yang secara tidak sadar menjalar dikepalanya ketika iya merasa sudah tidak d...
Love You, Om Ganteng
19249      5287     5     
Romance
"Mau dua bulan atau dua tahun, saya tidak akan suka sama kamu." "Kalau suka, gimana?" "Ya berarti saya sudah gila." "Deal. Siap-siap gila berarti."
Gagal Menikah
5561      2140     4     
Fan Fiction
Cerita ini hanya fiktif dan karanganku semata. Apabila terdapat kesamaan nama, karakter dan kejadian, semua itu hanya kebetulan belaka. Gagal Menikah. Dari judulnya udah ketahuan kan ya?! Hehehe, cerita ini mengkisahkan tentang seorang gadis yang selalu gagal menikah. Tentang seorang gadis yang telah mencoba beberapa kali, namun masih tetap gagal. Sudut pandang yang aku pakai dalam cerita ini ...
Republik Kerusuhan
3067      1803     0     
Romance
Putih abu-abu kini menjadi masa yang tidak terlupakan. Masa yang mengenalkan pada cinta dan persahabatan. Hati masih terombang-ambing kadang menjadi sesuatu yang mengecewakan, menyedihkan, kesenangan dan rasanya nano-nano. Meski pada akhirnya menjadi dewasa pada suatu masa dan membuat paham atas segala sesuatu. Serunya masa, mimpi yang setinggi angkasa, pertengkaran, di sini pula akan ada pemaham...
Metamorfosis
3531      1397     3     
Romance
kehidupan Lala, remaja usia belasan monoton bagaikan air mengalir. Meskipun nampak membosankan Lala justru menikmatinya, perlahan berproses menjadi remaja ceria tanpa masalah berarti. Namun, kemunculan murid baru, cowok beken dengan segudang prestasi mengusik kehidupan damai Lala, menciptakan arus nan deras di sungai yang tenang. Kejadian-kejadian tak terduga menggoyahkan kehidupan Lala dan k...
Ghea
505      340     1     
Action
Ini tentang Ghea, Ghea dengan segala kerapuhannya, Ghea dengan harapan hidupnya, dengan dendam yang masih berkobar di dalam dadanya. Ghea memantapkan niatnya untuk mencari tahu, siapa saja yang terlibat dalam pembunuhan ibunya. Penyamaran pun di lakukan, sikap dan nama palsu di gunakan, demi keamanan dia dan beserta rekan nya. Saat misi mereka hampir berhasil, siapa sangka musuh lamany...
LOVE, HIDE & SEEK
549      381     4     
Romance
Kisah cinta antara Grace, seorang agen rahasia negara yang bertemu dengan Deva yang merupakan seorang model tidak selalu berjalan mulus. Grace sangat terpesona pada pria yang ia temui ketika ia menjalankan misi di Brazil. Sebuah rasa cinta yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Namun, takdir mempertemukan mereka kembali saat Grace mulai berusaha menyingkirkan pria itu dari ingatannya. Akankah me...