Loading...
Logo TinLit
Read Story - Be My Girlfriend?
MENU
About Us  

"What's life without a little risk?"
•••

Kyungsoo's pov
Pagi ini, Haneul hyung  tidak ada lagi di kasurnya. Kemana dia? Aku mencari-cari ponselku yang ternyata terletak di meja samping tempat tidur.
"Kyungie~
Hyung akan pergi sebentar,
Mungkin malam ini hyung baru tiba di hotel.
Hyung ada urusan sebentar.
Untuk sementara, jangan terlalu dekat dengan Vina dulu, Kyungsoo-ya..
Aku harus memastikan sesuatu tentang dia.
Jaga teleponmu, aku akan meneleponmu kapan saja, dan kau harus mengangkatnya. Itu penting.
Ps:jangan kangen ya.
-Haneul."
Aku membaca note yang ditempelkan Haneul hyung diatas ponselku. Aku meremasnya dan membuangnya ke lantai.
Apa maksudnya jangan mendekati Vina sementara? Apa yang mau hyung pastikan?
Pasti dia sedang bercanda.
Dia yang menyuruhku mendekati Vina dan mendesakku supaya membuat Vina jatuh cinta padaku.
Aku menekan tombol nomor hyung tetapi tidak ada jawaban. Dua kali, sampai akhirnya aku menyerah.
Hari ini harus sesuai rencana. Aku tidak mau mengingkar janji pertemuanku dengan Vina.
Jam sudah menunjukkan pukul 12. Pasti aku telat bangun karena kemarin aku tidak bisa tidur. Mungkin, terlalu senang?
Aku tersadar harus bergegas untuk siap-siap menemui Vina untuk makan bersama setelah melihat jam.
Setelah berpakaian lengkap dengan topi dan masker, aku bergegas keluar.
"Tidak lupa, menyisir rambut~" Yah, walaupun rambutku baru sedikit yang tumbuh, aku tetap harus menyisirnya.
1485. Jadi ingat EXOL.
TING TONG
Aku membunyikan bel dan mengetuknya pelan, berharap akan cepat dibuka dan cepat pergi. Jujur, aku sangat lapar.
"Siang, Oppa. Ayo kita pergi, kau pasti lapar. Didekat sini, ada restoran korea yang terkenal, bagaimana?" Vina membuka pintu dan membiarkan dirinya keluar sambil menutup kembali pintu hotelnya.
"Ya, tidak apa. Ayo kita kesana." Aku menjawabnya sambil melihat outfit yang ia kenakan hari ini. Sexy.
Ia memakai boyfriend's sweater dan menutupi sebagian dari celana pendeknya. Rambutnya diikat ke atas, memperlihatkan bagian lehernya yang tidak tertutup rambut.
Ia memegang ujung bajuku dan sedikit berlari mengejar lift yang akan turun.
Kami berjalan sambil mengobrol tentang EXO ataupun tentang buku yang akan ia buat selanjutnya.
Jujur, aku suka membaca, dan buku yang kubaca biasanya tidak banyak orang yang tau, tapi Vina, dia mengetahui semua buku yang kubaca. Dia memiliki sense yang sama denganku.
Kami pun makan dan menghabiskannya dengan cepat. Restoran korea ini memang enak, apalagi bibimbapnya yang divariasi bersama kimchi jjigae. Aku harus mencoba membuatnya di dorm.
"Aku akan membeli beberapa makanan dan snack dulu disana, Oppa. Untuk nanti saat menonton film. Tunggu sebentar?" Vina memecah keheningan.
"Yeah, sure." Aku melihatnya keluar dan menuju mini market di seberang. Dia terlihat sangat mungil.
Selama beberapa menit aku menunggu dan memerhatikannya, ia akhirnya keluar dengan membawa dua kantung kresek besar. Aku menahan tawaku. Dia bisa menghabiskan semuanya?
Aku langsung keluar dan menemuinya di depan minimarket, mengambil kedua kantung kresek itu dari tangannya.
"Hehehe, thank you, Soo Oppa. Kau sangat membantu." Baru kali ini aku merasa sangat diandalkan. Padahal hanya membantu membawakan dua kantung kresek besar dari anak kecil.
Aku mengangguk dan tersenyum ke arahnya. Tapi, aku yakin dia tidak bisa melihatnya, karena aku memakai masker dan topi yang menutupi hampir seluruh wajahku.
Aku mengantarnya sampai ke kamarnya dan meletakkan barang-barang itu di meja.
"Kau boleh tinggal disini sampai malam nanti, lagipula, manajermu sedang pergi? Kau butuh teman, kan?" Mana mungkin menolak kesempatan emas ini?
"Kalau begitu, siap dengan movie marathon?" Aku melepas topi dan maskerku.
"Sekarang?"
"Kapan lagi?"
"Baiklah!"
Aku tersenyum melihatnya sangat semangat dengan hal menonton film. Aku pun membuka dvd player dan memainkannya di TV.
"Oh, apa kau tidak keberatan kalau di kasur? Tenang, aku tidak akan berbuat apa-apa padamu, Oppa. Haha" dia menepuk-nepuk samping tempat tidurnya, menyuruhku duduk disana.
Aku yang takutnya berbuat apa-apa padamu..
Pertama, kami menonton film yang diperankan GongYoo sunbaenim dan alhasil mata kami saling berkaca-kaca. Aku menahan supaya airmataku tidak jatuh. Pria tegar tidak akan menangis didepan wanita.
Lanjut film kedua, aku merasakan lengan dan kaki kami yang sesekali bersentuhan. Aku berusaha fokus pada film, supaya dedek didalam celana tidak bangun.
Berhubung film kedua horror, aku melihat Vina kembali menutupi mata dan telinganya sekaligus. What a talent.
Aku tidak bisa menahan tawa melihatnya. Film horror berasa film komedi.
Orang yang merasa kutertawakan seketika menjauhkan dirinya dan menatapku sengit. Ia menarik selimutnya sehingga aku sama sekali tidak mendapat bagian.
Entah kenapa aku ingin memeluknya.
Aku tidak suka disentuh ataupun menyentuh orang lain, tapi Vina.. lagi-lagi dia membuatku berbuat sesuatu yang belum pernah kulakukan.
Aku mengusap kepalanya, membuat rambutnya berantakan, memegang lengannya dan menariknya untuk mendekat.
Saat aku menariknya, ia menolak dengan bersikeras duduk di tempatnya. Aku pun berjalan dan berlutut di sela sela kakinya.
Aku menghadapnya, menatap matanya lurus-lurus, menarik lengannya pelan sehingga memperkecil jarak diantara kami.
Aku mengangkat tangannya, mengalihkan pandanganku dan memerhatikan tangan kecil itu dengan seksama, seakan mempelajari setiap garis yang ia punya.
Jariku berlahan mengisi tiap sela-sela jarinya, menggenggamnya dengan penuh arti.
Tanpa memutus pegangan tangan kami, tanganku yang satu lagi mengelus rambutnya lembut, mengambil sedikit dan menyematkannya di belakang telinga.
Aku menurunkan tanganku menuju pipinya, membuat putaran kecil dengan ibu jariku.
Kami saling bertatapan.
Aku mendekatinya, membuat bibir kami hampir bersentuhan.

TRIIIIIIING TRIIIIIIING
wtf
Aku melepas tanganku dan berdiri menjauh darinya, mengambil ponselku, dan mengangkat telepon dari Haneul Hyung.
"Hyung."
"Kyungsoo, kita salah target. Menjauh dari Vina sekarang, sebelum dia benar-benar mencintaimu."

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Dear You, Skinny!
1100      615     5     
Romance
Premium
Sepasang Mata di Balik Sakura (Complete)
15862      2685     0     
Romance
Dosakah Aku... Jika aku menyukai seorang lelaki yang tak seiman denganku? Dosakah Aku... Jika aku mencintai seorang lelaki yang bahkan tak pernah mengenal-Mu? Jika benar ini dosa... Mengapa? Engkau izinkan mata ini bertemu dengannya Mengapa? Engkau izinkan jantung ini menderu dengan kerasnya Mengapa? Engkau izinkan darah ini mengalir dengan kencangnya Mengapa? Kau biarkan cinta ini da...
Senja Menggila
475      349     0     
Romance
Senja selalu kembali namun tak ada satu orang pun yang mampu melewatkan keindahannya. Dan itu.... seperti Rey yang tidak bisa melewatkan semua tentang Jingga. Dan Mentari yang selalu di benci kehadirannya ternyata bisa menghangatkan di waktu yang tepat.
Somehow 1949
11504      3005     2     
Fantasy
Selama ini Geo hidup di sekitar orang-orang yang sangat menghormati sejarah. Bahkan ayahnya merupakan seorang ketua RT yang terpandang dan sering terlibat dalam setiap acara perayaan di hari bersejarah. Geo tidak pernah antusias dengan semua perayaan itu. Hingga suatu kali ayahnya menjadi koordinator untuk sebuah perayaan -Serangan Umum dan memaksa Geo untuk ikut terlibat. Tak sanggup lagi, G...
The Puzzle
1543      965     4     
Fantasy
Banyak orang tahu tentang puzzle, sebuah mainan bongkar-pasang untuk melatih logika. Namun berbeda dengan puzzle yang dimiliki Grace, awalnya Grace hanya menganggap puzzle yang dimilikinya sama seperti puzzle yang dimiliki orang lain. Dia sering memainkan puzzle itu sejak kecil tapi setelah dia dewasa, puzzle itu mulai memunculkan teka-teki baginya. Grace heran saat ayahnya benar-benar menjaga pu...
No, not love but because of love
3815      993     2     
Romance
"No, not love but because of love" said a girl, the young man in front of the girl was confused "You don't understand huh?" asked the girl. the young man nodded slowly The girl sighed roughly "Never mind, goodbye" said the girl then left "Wait!" prevent the young man while pulling the girl's hand "Sorry .." said the girl brushed aside the you...
Rela dan Rindu
10009      3084     3     
Romance
Saat kau berada di persimpangan dan dipaksa memilih antara merelakan atau tetap merindukan.
Last Voice
1234      720     1     
Romance
Saat SD Aslan selalu membully temannya dan gadis bernama Hina yang turut menjadi korban bully aslan.akibat perbuatannya dia membully temannya diapun mulai dijauhi dan bahkan dibully oleh teman-temannya hingga SMP.dia tertekan dan menyesal apa yang telah dia perbuat. Di SMA dia berniat berubah untuk masa depannya menjadi penulis."aku akan berusaha untuk berubah untuk mengejar cita-citaku&quo...
Solita Residen
6135      2562     11     
Mystery
Kalau kamu bisa melihat hal-hal yang orang lain tidak bisa... bukan berarti kau harus menunjukkannya pada semua orang. Dunia ini belum tentu siap untuk itu. Rembulan tidak memilih untuk menjadi berbeda. Sejak kecil, ia bisa melihat yang tak kasatmata, mendengar yang tak bersuara, dan memahami sunyi lebih dari siapa pun. Dunia menolaknya, menertawakannya, menyebutnya aneh. Tapi semua berubah seja...
Glad to Meet You
346      271     0     
Fantasy
Rosser Glad Deman adalah seorang anak Yatim Piatu. Gadis berumur 18 tahun ini akan diambil alih oleh seorang Wanita bernama Stephanie Neil. Rosser akan memulai kehidupan barunya di London, Inggris. Rosser sebenarnya berharap untuk tidak diasuh oleh siapapun. Namun, dia juga punya harapan untuk memiliki kehidupan yang lebih baik. Rosser merasakan hal-hal aneh saat dia tinggal bersama Stephanie...