Loading...
Logo TinLit
Read Story - Cinta Tau Kemana Ia Harus Pulang
MENU
About Us  

        Sejak Tiara pulang dari Paris tiga bulan yang lalu bukan lagi semburat bahagia yang nampak dari wajah gadis 17 tahun ini tetapi justru sebaliknya. Kepergiannya ke Paris untuk menjemput impiannya tidak benar-benar mampu membuatnya berlari melupakan kekecewaanya pada masa lalu. Tanya-berjuta tanya selalu menghujani pikirannya dimana sebenarnya seseorang yang selalu dia fikirkan itu. Apa iya dia memenuhi permintaannya yang terakhir kali ia utarakan saat terakhir mereka bertemu saat itu. Tiara kembali mengingat kejadian di rumah sakit beberapa bulan yang lalu. Dia meminta laki-laki itu untuk pergi dari hidupnaya.

“ Ra, gimana?.”

“ Gimana apanya sih ta?.”

“ Aduh, lo tu emang lupa atau emang sengaja ngelupa sih.”

Tiara menghela napa panjang. “ Ini bukan waktu yang tepat buat bahas itu, ini tugas kita belum selesai.”

“  Yaudah gini, siniin laptopnya kita tutup beres kan, sekarang tugasnya udah selesai.”

“ Nita Kamu tuh apaan sih, itu tugasnya belum selesai.”

“ Tiara tiara jujur aja gue heran deh sama lo, tugas sekolah belum selesai lo bingung tapi tugas lo yang udah bertahun-tahun ngak selesai lo biarin gitu aja.”

“ Tugas sekolah bisa lo selesain kapanpun elo mau ra karna lo pinter hari ini kelar pun gue percaya lo bisa. Tapi masalah perasaan lo, elo mau sampe kapan lo biarin enggak selesai selesai. Loe bilang lo penulis, loe udah banyak nulis cerita, elo udah nerbitin banyak buku, lo menangin banyak kompetisi. Tapi lo belum bisa menangin hati lo sendiri.”

“ Dan elo sadar ngak selama ini, elo udah jadi Tuhan untuk banyak cerita, elo tulis semua akhir cerita lo selalu happy ending, dan elo selalu bilang kalau elo seneng ngeliat orang yang baca karya lo bahagia. Tapi faktanya gue yang sahabat lo sama sekali ngak bahagia dengan semua ending cerita lo, lo tau kenapa karna semua itu cuma kebohongan, lo kasih kehidupan yang palsu buat mereka padahal kenyataanya cinta ngak seindah itu.”

“ Nita cukup .”

“ Kenapa? Kenapa ra? Kenapa lo gk bisa jadi Tuhan buat cerita lo sendiri? Elo udah berhasil bahagiain para pembaca lo tapi elo sendiri belum bisa bahagiaan hidup lo sendiri.”

            Setelah berkata panjang lebar Nita beranjak dari tempat tidur, kemudian menuju meja yang berada disudut kamar itu dan kemudian mengambil sebuah benda berwarna merah. Dan kemudian menyerahkannya kepada Tiara yang sedari tadi tidak berbuat apa-apa ketika mendengar pidato panjang lebar sahabatnya itu. Sekarang tape recorder itu sudah berada ditangan Tiara.

“  Ra lo puter sekarang tape recorder itu, dengerin baik-baik.” Kemudia Nita menekan tombol play dari tape recorder itu “Tiara” berulang kembali kata-kata itu yang ia dengar.

“ Ngak ta, aku ngak bisa dengerin ini.”

“ Elo harus dengerin ini baik-baik ta, gue tau lo bisa.”

 

“Semakin jauh seseorang berlari dari masalah semakin kencang pula masalah itu mengusiknya”

Rekaman suara dari Radit..

“Tiara, aku tahu setelah semua yang telah terjadi rasanya aku udah ngak pantas menyebut nama kamu lagi. Jujur aja sebenernya aku ngak pernah sanggup untuk ngungkapin semua ini ke kamu, karna aku tau kamu pasti bakal nangis. Hati kamu yang pernah sekokoh ucapan kamu. Aku masih inget banget saat kamu nangis didepan makam ayah kamu, kamu bilang kamu benci sama ayah karna dia udah ninggalin kamu, kamu marah sama Tuhan karna Dia udah ambil laki-laki yang sangat kamu cintai. Semua itu adalah pertama kalinya aku ketemu sama kamu, entah saat itu takdir Tuhan yang membawa aku ketemu sama kamu atau kesalahan yang harusnya membuat kita ngak pernah ketemu. Kamu marah sama aku, kamu benci sama aku, itu semua hak kamu ra. Apa yang udah aku lakuin aku sadar aku udah nyakitin kamu, aku ngak pernah tidur dengan nyenyak setiap kali aku liat foto masa kecil kita di dinding kamar aku yang sampai sekarang masih aku simpen karna aku ngak akan pernah sanggup untuk buang atau ngak melihatnya sehari aja karna cuma itu yang aku punya, cuma itu yang bisa aku pandang saat aku rindu sama kamu. Aku kirim rekaman ini bukan untuk bikin kamu maafin aku atau kamu fikir untuk ngerayu kamu, tapi aku cuma mau kasih tau kamu kalo aku udah penuhi permintaan kamu supaya aku pergi jauh dari hidup kamu, kamu udah ngak akan lagi liat ganggu hidup kamu. Dan untuk yang terakhir aku mau minta satu hal dari kamu aku mohon supaya kamu selalu bahagia, raih semua cita-cita kamu.”

            15 menit menjadi waktu yang berharga untuk Tiara, untuk pertama kalinya setelah 3 tahun lamanya Tiara tidak mau mendengarkan suara Radit, kini tiara bisa kembali mendengarkannya lewat rekaman tape recorder yang dikirimkan oleh Radit. Tiara sama sekali tidak bisa lagi menahan pilunya, dulu mereka bisa menghabiskan waktu selama berjam-jam hanya untuk sekedar bercanda dengan Radit, sesibuk apapun keduanya mereka selalu menyempatkan waktu untuk bertemu dan menghabiskan waktu bersama. Tetapi sekarang, jangankan  berjam-jam 15 menit sudah menjadi sangat berharga baginya untuk bisa mendengarkan suara sahabat masa kecilnya itu dan itupun hanya melalui rekaman tape recorder untuk yang terakhir kalinya. Dipelukan sang sahabat Tiara menangis sejadi-jadinya dia tidak tau air matanya  itu adalah tangis kesedihan atau tangis kebahagiaan. Tiara memang menginginkan Radit pergi tetapi ia tidak mengira ternyata kepergiannya bisa membuat Tiara sesedih ini.

            Kini Tiara hanya mampu termenung ditepi kolam ikan kesukaanya, tidak tau apa yang dia fikirkan, fikirannya kosong. Tiba-tiba bayangan seorang wanita paruh baya muncul dan mengahalangi sinar lampu taman sehingg taman sekarang menjadi temaram, Tiara menoleh ke sumber bayangan itu, dan ternyata sang bunda yang sedang berdiri disampingnya. Tanpa berkata apa-apa sang bunda memegang kepala Tiara dan membimbing kepala Tiara untuk mendarat dibahu sang bunda, seketika  Tiara menurut saja bimbingan tangan sang bunda dan sekarang posisi Tiara bersender dibahu bundanya.

“ Kamu pernah kehilangan ayah karna takdir, tetapi kenapa sekarang kamu membuat kesalahan dengan membiarkan takdir memisahkan kamu dengan dia, padahal kamu bisa mencegahnya tetapi kamu memilih diam dan tidak melakukan apa-apa.” Bunda Tiara memulai pembicaraanya, berhenti sejenak lalu dia melanjutkan ucapannya. “ Terkadang takdir itu memang kejam, tapi ia tidak jahat. Yang jahat itu adalah orang yang diam ketika dia tau bahwa takdir yang kejam itu bisa dicegah, tetapi dia tidak mau melakukan apapun.”

            Mendengar semua ucapan sang bunda, tidak ada sepatah kata pun yang mampu diucapkan oleh Tiara. Ia hanya terdiam dipelukan sang ibu sambil air matanya terus mengalir membasahi pipinya, pikirannya kosong entah apa yang ada difikirannya. Ketika malam mulai larut Tiara yang sejak tadi larut dalam belaian sang bunda, sambil melihat gemerlap bintang diatas langit kemudian mulai mengatakan sesuatu.

“ Begitu banyak kata yang udah dia ucapkan dalam rekaman itu, tapi ngak ada satu katapun yang mengatakan alasan dia, kenapa dia ngak dateng waktu itu.”

“ Kadang ketika kita sayang sama sesoeorang kita lebih baik memilih diam, bukan karena kita takut untuk mengatakannya, tetapi karna kita ngak mau buat orang yang kita sayangi menjadi ngak nyaman atau merasa terganggu.”

“ Aku ngak ngerti maksud bunda.”

“ Selama ini kamu menghidar dari Radit bukan karena kamu benci sama dia tetapi karena kamu taku untuk tau suatu kenyataan, iya kan. Kamu selama ini menghindar karena kamu takut dengar penjelasan dari Radit, kamu takut kalo apa alasan yang akan dikasih sama Radit itu ngak sesuai dengan apa yang kamu bayangkan, kamu takut kalau alasan itu akan lebih menyakitkan dari yang kamu bayangkan iya kan, dan kamu ngak siap terima kenyataan itu.” Bunda melanjutkan bicaranya. “ Dan  itu sebabnya kenapa Radit ngak mau mengatakan alasan apapun, karena dia ingin kamu mengerti alasannya dengan sendirinya. Dan alasan itu hanya satu yaitu cinta, dia sayang dan cinta sama kamu dia ngak mau menyakiti kamu itu sebabnya dia memilih diam. Dia ngak mau menyakiti kamu jauh lebih dalam lagi.”

            Sejak malam itu pikiran Tiara benar-benar kacau. Peringatan bulan bahasa yang akan tiba esok hari benar-benar belum Tiara persiapkan sama sekali, padahal untuk memperingati bulan bahasa esok hari Tiara sudah merencanakan untuk membuat sebuah perayaan sebagai rangkaian acara peringatan bulan bahasa dan launching novel pertamanya.  Tetapi kecamuk difikirannya tentang Radit belum juga hilang dari benaknya. Apa iya aku udah jadi takdir yang jahat buat Radit. Apa yang dikatakan bunda memang benar, aku takut terima kenyataan. Aku takut untuk tau sebuah kebenaran. Dan aku ngak pernah siap untuk kehilangan. Tapi semuanya udah terlambat cinta itu udah pergi dan ngak akan kembali lagi pulang. Tiara sangat merasa sangat bersalah, dia merasa jika dia selama ini sudah mengambil keputusan yang salah. Ngak seharusnya dia menghakimi Radit semaunya sendiri seperti ini.

 

“ Bagaimana cinta itu bisa pulang, jika kita sendiri tidak mau membukakan pintu.”

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Batagor (Menu tawa hari ini)
493      340     6     
Short Story
Dodong mengajarkan pada kita semua untuk berterus terang dengan cara yang lucu.
Lorong Unggulan
108      96     0     
Romance
SMA Garuda memiliki beberapa siswa istimewa. Pertama, Ziva Kania yang berhasil menjadi juara umum Olimpiade Sains Nasional bidang Biologi pertama di sekolahnya. Kedua, ada Salsa Safira, anak tunggal dari keluarga dokter "pure blood" yang selalu meraih peringkat pertama sejak sekolah dasar hingga saat ini. Ketiga, Anya Lestari, siswi yang mudah insecure dan berasal dari SMP yang sama dengan Ziv...
The Presidents Savior
10541      2613     16     
Action
Semua remaja berbahaya! Namun bahaya yang sering mereka hadapi berputar di masalah membuat onar di sekolah, masuk perkumpulan tidak jelas yang sok keren atau berkelahi dengan sesama remaja lainnya demi merebutkan cinta monyet. Bahaya yang Diana hadapi tentu berbeda karena ia bukan sembarang remaja. Karena ia adalah putri tunggal presiden dan Diana akan menjaga nama baik ayahnya, meskipun seten...
Harsa untuk Amerta
935      744     0     
Fantasy
Sepenggal kisah tak biasa berlatar waktu tahun 2056 dari pemuda bernama Harsa sang kebahagiaan dan gadis bernama Amerta sang keabadian. Kisah yang membawamu untuk menyelam lebih dalam saat dunia telah dikuasai oleh robot manusia, keserakahan manusia, dan peristiwa lain yang perlahan melenyapkan manusia dari muka bumi. Sang keabadian yang menginginkan kebahagiaan, yang memeluk kesedihan, yan...
BINTANG, Cahayamu Akan Selalu Ada.
212      192     3     
Short Story
Seorang pelukis bernama senja yang terkurung dalam duka setelah kehilangan tunangannya, Bintang. Dia selalu mengabadikan sosok bintang kedalam bentuk lukisan. Hingga ebuah kotak kenangan misterius dan seorang sahabat lama muncul, membawa harapan sekaligus membuka lembaran baru yang tak terduga. Akankah Senja menemukan kembali cahayanya, dan siapakah sebenarnya yang menantinya di ujung kesedihan? ...
Senja Menggila
477      351     0     
Romance
Senja selalu kembali namun tak ada satu orang pun yang mampu melewatkan keindahannya. Dan itu.... seperti Rey yang tidak bisa melewatkan semua tentang Jingga. Dan Mentari yang selalu di benci kehadirannya ternyata bisa menghangatkan di waktu yang tepat.
100%-80%
9671      1585     4     
Romance
Naura merasa dirinya sebagai seorang gadis biasa -biasa saja dan tidak memiliki kelebihan tertentu bertemu dengan Tsubastian yang bisa dibilang mendekati sempurna sebagai seorang manusia. kesempurnaan Tsubastian hancur karena Naura, bagaimana Naura dan Tsubastian menghadapinya
Akselerasi, Katanya
708      429     5     
Short Story
Kelas akselerasi, katanya. Tapi kelakuannya—duh, ampun!
When I Was Young
10636      2873     11     
Fantasy
Dua karakter yang terpisah tidak seharusnya bertemu dan bersatu. Ini seperti membuka kotak pandora. Semakin banyak yang kau tahu, rasa sakit akan menghujanimu. ***** April baru saja melupakan cinta pertamanya ketika seorang sahabat membimbingnya pada Dana, teman barunya. Entah mengapa, setelah itu ia merasa pernah sangat mengenal Dana. ...
Sherwin
409      280     2     
Romance
Aku mencintaimu kemarin, hari ini, besok, dan selamanya