Loading...
Logo TinLit
Read Story - ALVINO
MENU
About Us  

Dia adalah, Alvino Adilan Sabilal

Aretta dkk serempak menoleh lalu membulatkan mata mereka.

Bagaimana reaksi mereka tidak begitu. Pasalnya mereka tau betul bahwa Alvino adalah cowok yang dingin dan jutek, terkecuali pada teman-teman dekatnya.

Yang ada dibayangan Aretta saat ini hanya satu yaitu. Saat Aretta mengembalikan jas'nya maka Alvino akan membuangnya dan menginjaknya. Ah itu mungkin terlalu berlebihan.

Aretta kembali menatap cowok tadi, yang diikuti oleh kawan-kawannya "Lo gila, kenapa ga ngomong sama gue kalo ini punya dia!" ocehnya sambil melirik sinis

"Ma-maaf, abis tadi pagi lo langsung lari sih"

"Yeh malah nyalahin Aretta lagi lo" sahut Kayla. Membuat semua mata melihatnya "Aretta emang salah Kayla ku sayang" ucap Kyna sambil tersenyum kesal.

"Udah deh Ta, balikin aja nanti lo jelasin sejelas-jelasnya ke dia" saran Teya

Aretta masih terdiam seperti memikirkan sesuatu.

"Lo!" seru Teya mengagetkan cowok tadi "Bantuin Aretta buat jelasin"

Cowok tadi menelan ludahnya saat melihat wajah Teya "Iya Te-teya" ucapnya yang membuat Teya mengangkat kerah bajunya "Apa lo bilang Teteya!"

Kayla sontak membantu Kyna untuk melepaskan tangan Teya dari kerah baju cowok tadi.

"Tey santai oke." ucap Kyna sambil menepuk-nepuk pundak Teya.

"Teya bukan Teteya, ngerti lo!" kali ini Teya menegaskan sambil menyilang tangannya

"Iya maaf Te-ya" ucap cowok tadi susah payah.

"Tapi kalo dipanggil Teteya lucu juga kayanya" ucap Kayla sambil mengusap-usap dagunya seakan apa yang baru dia ucapkan adalah hal yang benar.

"Ah udah kenapa jadi ngomongin Teteya" Aretta mengakhiri sebelum Teya membalas Kayla.

Kemudian Aretta melirik sebentar Alvino yang sedang duduk sambil mengelap keringat sehabis bermain basket, mengerjapkan matanya dua kali lalu menghela nafas sebelum melangkah maju mendekati Alvino yang tentunya dibuntuti oleh cowok tadi, sedangkan yang lainnya tetap menunggu disini.

Aretta mendorong cowok tadi saat dia hampir sampai didepan Alvino. Yang nampaknya terlalu kencang atau cowok tadi memang terlalu lemas? hingga dia menginjak sepatu Alvino.

Aretta membulatkan matanya lalu menarik cowok tadi agar berdiri disamping'nya, dan menelan ludahnya sebelum dia bicara.

"Lo Alvino kan?" bodohnya Aretta malah menanyakan namanya padahal sudah pasti dia adalah Alvino.

"Mmm, maksut gue ini jas lab lo" Aretta menjulurkan jas lab yang ada di tangannya

"Jadi ceritanya tadi pagi, gue pinjem ini sama dia" ucap Aretta sambil menunjuk cowok yang ada disampingnya. "Terus pas praktek, lo tau Sonya si singa. Dia tiba-tiba numpahin pewarna ke jas lab lo ini dan akibatnya jas lo jadi warna biru dan gue minta maaf banget sama lo karena gabisa jaga jas lab lo dengan baik, gue janji gue akan gan-"

"Ga perlu" jawab Alvino singkat, memotong penjelasan Aretta. Lalu pergi sambil membawa tasnya meninggalkan Aretta begitu saja.

Aretta menyipitkan matanya "What?- Duh pasti dia marah ya?"

"Maaf ya Aretta, nanti gue bilangin Alvino deh ya," ucap cowok tadi.

"Ga gaperlu, biar gue aja nanti. Makasih ya." ucap Aretta lalu kembali ke teman-temannya.

Berjalan sambil menggaruk tengkuknya bingung.

"Ta gimana, ko jasnya masih sama lo?" tanya Kayla.

"Dia bilang ga perlu" sahut Aretta

"Pasti dia marah sama lo"

"So tau lo kay!" perotes Teya

"Yaudah besok aja deh minta maafnya, kantin yu laper" pinta Kyna yang di iya'kan ketiga temannya. 

 

                                                                                                                                 ????

 

Alvino duduk di depan Ravin yang sedang mengunyah kacang goreng. Ravin si keledai kata teman-temannya. Suka menebar pesona karena dia memang mempunyai tampang yang mendukung.

"Lama banget naro tasnya, kaya dapetin hati cewe lama." ucap Ravin sambil kembali memasukan kacang goreng kedalam mulutnya.

"Pasti lo dikelas, pake body lotion dulu kan No," sahut Theo. Orang yang sering membuat suasana ramai karena kelucuannya. Dia biasa dipanggil yoyo.

"Gaboleh berburuk sangka. Siapa tau tadi Vino dikelas ngapalin rumus jajar genjang dulu. Biar kalo ketemu Bu Ineke dia bisa langsung jawab tanpa ditanya". Kali ini oceh Amzar. Cowok terpintar- Diantara mereka berempat.

"Ga jelas" sahut Alvino, begitulah dia hanya sepatah kata yang biasa dia ucapkan. Namanya juga cowok dingin.

"Jahat aku di bilang gajelas." ucap Theo sambil memainkan ponselnya.

"Si tolol" sahut Ravin.

Tak lama dari itu suara berisik mulai terdengar. Pantas saja berisik. Ternyata Sonya dkk mulai memasuki kantin. Berjalan ke arah dimana Alvino dkk duduk.

"Boleh gabung kan?. Boleh dong" pinta Sonya, dan tanpa disuruh diapun menarik bangku dan duduk disamping Alvino.

Dua detik kemudian. Alvino berdiri. "Gue kelas." ucapnya lalu menghilang dari kantin. Dia melakukan itu karena dia tidak suka jika Sonya ada didekatnya. Rasanya dunia'nya tak lagi tentram.

"No, tapi aku baru dateng!" protes Sonya dengan tatapan sebal.

"Lo fikir dia peduli?" ucap Ravin meledek Sonya. Lalu berdiri dan meninggalkan kantin bersama kedua temannya.

"Jahat tau ga si" ucap Adora lalu duduk ditempat yang tadi Amzar duduki.

Begitulah Sonya, selalu berusaha mendekati Alvino sejak kelas sebelas. Dan menyedihkannya Alvino tidak pernah melihatnya. 

 

                                                                                                                                              ????

 

Pagi menjelang siang, suara bell istirahat mulai terdengar. Hari ini Aretta bertekad untuk meminta maaf pada Alvino.

Dia menarik Kyna untuk pergi kekantin dan membeli sebuah minuman susu putih untuk Alvino. Entah kenapa dia memilih susu putih, mungkin karena kebanyakan cowo tinggi seperti dia memang suka minum susu putih ketimbang susu cokelat. Pikir Aretta.

Aretta mendapati Teya dan Kayla yang sudah mengetahui dimana Alvino sekarang.

"Ta lo yakin dia suka susu?" tanya Kayla

Aretta melirik Kayla lalu bergantian melirik botol susu yang ada di tangannya dan kemudian menggelengkan kepalanya.

"Ah udah coba dulu gih!" seru Teya lalu mendorong Aretta agar berjalan mendekati Alvino yang sedang duduk didekat pohon bersama kawanan'nya.

Setelah Aretta menapaki kakinya didepan mereka. Alvino dkk berhenti tertawa dan menatapnya.

"Hai semua!" sapanya sambil melambaikan tangan.

Ravin menyenggol tangan Amzar lalu membisikan sesuatu "Aretta cantik banget, gue ajak kenalan ya?" ucapnya lalu Amzar mencubit perutnya "Gila!"

"Hai Aretta" sapa Theo sambil tersenyum cengengesan.

"Kan gue keduluan." ucap Ravin tidak besar tapi masih bisa Aretta dengar. Dan dia hanya tersenyum kecil lalu melangkah sedikit untuk mendekati Alvino yang sedang mengikat tali sepatu.

"Alvino, ini buat lo" ucapnya lalu menyodorkan botol minuman tadi.

Ravin, Amzar dan juga Theo sontak saling melirik. Sedangkan Alvino, dia menghentikkan gerakan'nya-melirik botol itu lalu Aretta tapi dia hanya diam.

"Ini sebagai permintaan maaf gue soal jas lab lo." jelas Aretta sambil sedikit mengoyak botol susu tadi.

"Gue ga suka susu putih." ucap Alvino, kembali mengikat tali sepatunya lalu melangkah menuju kelas seakan Aretta tidak ada dihadapannya.

Aretta menarik nafasnya "Eh lo mau kemana!" seru Aretta membuat Alvino menghentikan langkahnya.

Ravin, Amzar dan juga Theo kembali saling melirik.

"Gue udah bilang, gasuka susu putih." ucap Alvino lalu kembali melangkah.

Aretta memutar kedua bola matanya.

"Vino emang gitu orangnya" ucap Theo.

"Sok dingin" sahut Ravin.

"Dih pea dia'kan emang dingin" balas Amzar.

"Oh iya lupa"

Aretta menggigit bibir bawahnya, lalu menoleh ke arah mereka.

"Yaudah deh, nanti bilang Alvino gue minta maaf. Makasih ya!" ucapnya lalu pergi.

Ravin berdiri sambil menggelengkan kepala'nya "Bidadari baru saja pergi" ucapnya, membuat dua orang dibelakangnya perlahan berjalan meninggalkannya sendiri.

"Woi semut tunggu gue!"

             
  
    
                                                                                                                                   ????

 

"Lo tauga si, ngeselin banget. Dia maen pergi gitu aja" ucap Aretta sebal.

"Untung dia ganteng ya Ta," sahut Kayla, membuat Aretta meneguk habis minumannya. Eh salah, lebih tepatnya minuman Kayla.

"Yaudahlah ya seengga'nya lo udah berusaha buat minta maaf sama dia." ucap Kyna sambil mengambil es Batu dari dalam gelas Teya.

"Orangnya dateng noh!" seru Teya, membuat Kayla dan Kyna menoleh. Dan ternyata yang dimaksud adalah Alvino dkk.

Aretta tidak menoleh dan hanya memainkan ponselnya.

"Ta!" Kayla menyenggol kaki Aretta

"Apaan si lo!" balas Aretta lalu melihat wajah Kayla yang menyuruhnya untuk melihat kedepan. Dan tatapan matanya dengan mata Alvino langsung bertemu.

Tapi setelah beberapa detik Aretta langsung memalingkan wajahnya dan kembali menatap ponsel. Walaupun dia melirik sebentar sepatu Alvino saat dia berjalan disampingnya.

"Gue berasa lagi ada di film korea!" ucap Kayla sambil menggigit sedotan.

"Amzar makan apa ya bisa ganteng gitu?" ucap Kyna yang sepertinya ikut terkena virus Kayla.

"Panas lo Kay asli" ucap Teya sambil meletakkan tangannya di dahi Kayla.

Aretta melirik Kyna lalu mengikuti Teya "Panas lo Na asli" ucap Aretta sambil menggelengkan kepala'nya.

Tags: twm18

How do you feel about this chapter?

0 1 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Today, I Come Back!
4427      1702     3     
Romance
Alice gadis lembut yang sebelumnya menutup hatinya karena disakiti oleh mantan kekasihnya Alex. Ia menganggap semua lelaki demikian sama tiada bedanya. Ia menganggap semua lelaki tak pernah peka dan merutuki kisah cintanya yang selalu tragis, ketika Alice berjuang sendiri untuk membalut lukanya, Robin datang dan membawa sejuta harapan baru kepada Alice. Namun, keduanya tidak berjalan mulus. Enam ...
AROMA MERDU KELABU
3037      1236     3     
Romance
Do You Want To Kill Me?
6746      2091     2     
Romance
Semesta tidak henti-hentinya berubah, berkembang, dan tumbuh. Dia terus melebarkan tubuh. Tidak peduli dengan cercaan dan terus bersikukuh. Hingga akhirnya dia akan menjadi rapuh. Apakah semesta itu Abadi? Sebuah pertanyaan kecil yang sering terlintas di benak mahluk berumur pendek seperti kita. Pertanyaan yang bagaikan teka-teki tak terpecahkan terus menghantui setiap generasi. Kita...
Garden
6252      2151     5     
Fantasy
Suatu hari dimanapun kamu berada,selama kita menatap langit yang sama. Bolehkah aku merindukanmu?
Strange and Beautiful
5365      1717     4     
Romance
Orang bilang bahwa masa-masa berat penikahan ada di usia 0-5 tahun, tapi Anin menolak mentah-mentah pernyataan itu. “Bukannya pengantin baru identik dengan hal-hal yang berbau manis?” pikirnya. Tapi Anin harus puas menelan perkataannya sendiri. Di usia pernikahannya dengan Hamas yang baru berumur sebulan, Anin sudah dibuat menyesal bukan main karena telah menerima pinangan Hamas. Di...
Mawar pun Akan Layu
1193      694     2     
Romance
Semua yang tumbuh, pasti akan gugur. Semua yang hidup pasti akan mati. Apa cintamu untukku pun begitu?
Neverends Story
5267      1698     6     
Fantasy
Waktu, Takdir, Masa depan apa yang dapat di ubah Tidak ada Melainkan hanya kepedihan yang di rasakan Tapi Harapan selalu menemani perjalananmu
Iskanje
6114      1903     2     
Action
Dera adalah seorang mahasiswa pindahan dari Jakarta. Entah takdir atau kebetulan, ia beberapa kali bertemu dengan Arif, seorang Komandan Resimen Mahasiswa Kutara Manawa. Dera yang begitu mengagumi sosok lelaki yang berwibawa pada akhirnya jatuh cinta pada Arif. Ia pun menjadi anggota Resimen Mahasiswa. Pada mulanya, ia masuk menwa untuk mencari sesuatu. Pencariannya menemui jalan buntu, tetapi ia...
TAKSA
446      347     3     
Romance
[A] Mempunyai makna lebih dari satu;Kabur atau meragukan ; Ambigu. Kamu mau jadi pacarku? Dia menggeleng, Musuhan aja, Yok! Adelia Deolinda hanya Siswi perempuan gak bisa dikatakan good girl, gak bisa juga dikatakan bad girl. dia hanya tak tertebak, bahkan seorang Adnan Amzari pun tak bisa.
Breakeven
20997      3341     4     
Romance
Poin 6 Pihak kedua dilarang memiliki perasaan lebih pada pihak pertama, atau dalam bahasa jelasnya menyukai bahkan mencintai pihak pertama. Apabila hal ini terjadi, maka perjanjian ini selesai dan semua perjanjian tidak lagi berlaku. "Cih! Lo kira gue mau jatuh cinta sama cowok kayak lo?" "Who knows?" jawab Galaksi, mengedikkan bahunya. "Gimana kalo malah lo duluan ...