Loading...
Logo TinLit
Read Story - Shades Of Nuance
MENU
About Us  

Pria tampan itu berdiri diatap gedung tertinggi sekolah itu,mata nya lurus kedepan menatap semua keadaan sekolah itu dari atas, fikiran nya melayang jauh entah kemana wajah datar dan sorot mata nya tak terbaca.

Percakapan di telpon tadi seakan akan mampu membuat hatinya memanas, remuk hancur berkeping keping, ahh tapi kenapa rasanya dia mati rasa mendengar berita itu.

“*Oemma” lirih pria itu torehan kenangan indah bersama wanita malaikat tak bersayapnya itu melayang diatas kepala nya. Dimana mereka sedang asyik bercamping di pinggir pantai. Ia lirik sepatu yang iya kenakan rasa nya seakan akan mulai menyempit namun tetap iya paksakan memakainya, itu adalah sepatu hadiah terakhir dari malaikatnya itu 3 tahun yang lalu.

Pria itu berbalik berjalan dengan santai menuruni tangga dari atap gedung itu, langkah kaki nya pasti, ia tak pernah memperdulikan orang orang disekitarnya tatapan nya lurus kedepan.

Namun langkahnya tiba tiba berhenti saat ada yang menumpahkan air didalam ember bekas cucian lantai kesepatunya secara tak sengaja, hatinya seakan panas mendidih perasaan yang belum tertata beberapa menit lalu yang sanggup ia tahan seakan akan ingin meledak, ia tarik nafas nya pelan teratur berusaha menetralisir perasaan marahnya yang nyaris ingin meledak.

Semua mata sekarang tertuju pada dua orang yang menjadi objek di koridor sekolah itu, perasaan was was mulai merasuki dalam diri mereka, menunggu detik demi detik lelaki dingin itu bersuara,

Neo, bersihkan sepatu ku” ucap lelaki itu datar dingin tak berekspresi berusaha menetralisir amarahnya yang hampir meledak, sedangkan gadis itu terdiam berdiri tertunduk tak bergerak sedikit pun seakan akan semua pergerakan nya sudah beku seketika mendengar kata- kata dingin lelaki dihadapannya itu.

“BERSIHKAN SEPATU KU !!!” ucap lelaki tinggi manis itu dengan suara meninggi kepada gadis yang saat ini tepat duduk di hadapannya itu , ahh lupakan kata manis itu sekarang lebih tepat dikatakan menyeramkan ketimbang kata MANIS tersebut.

 “Ehh, umm… mianhe … jeongmal mianhe” lirih gadis itu sembari mengusap dengan telapak tangan nya sepatu mahal itu mencoba membersihkan sepatu itu. Lelaki yang meninggi kan suara tadi menghindarkan kakinya dari tangan gadis mungil dihadapannya itu

“Jangan sentuh tangan mu yang entah bekas apa kesepatu kesayangan ku ini, buka blazer mu dan bersihkan sepatu ku” lanjut lelaki yang bernama lengkap Choi Min Ho ini meninggikan suaranya lagi. Gadis itu bukan hanya ketakutan tubuh nya juga bergetar menahan tangis. Dengan berat hati iya membersihkan sepatu pemilik suara yang dari tadi sudah mengundang perhatian seluruh penjuru koridor sekolah yang besar itu.

Di tengah keheningan , saat semua mata menatap ke satu arah , terdengar suara langkah kaki yang memcah keheningan beradu dengan lantai marmer sekolah itu .

“Hei….., gadis malang kenapa kau melakukan itu?” seorang gadis tomboy pun bersuara, dan gadis chubby yang mengikutinya segera berlari kecil menghampiri gadis malang yang tadi jadi pusat perhatiaan semua orang sembari bergumam khawatir.

“yaaa, Seul-ah neo gwenchanh ni?”

“nee, Ga Eun-ah gwenchana” balas gadis malang itu. Gadis berpipi chubby yang rupanya adalah Kim Ga Eun membantu gadis malang yang rupanya bernama Seul tersebut berdiri.

Sekarang seluruh mata tertuju pada seorang gadis yang berdiri dengan melipatkan tangan di dadanya, gadis tomboy itu menatap datar seperti biasanya kepada lelaki di hadapannya ini, lelaki yang baru saja meneriaki seorang gadis malang yang dia pastikan itu adalah sahabat teman masa kecilnya itu. Lelaki itu juga membalas tatapan gadis itu.

                                                                                                                                   

Tatapan keduanya sama-sama dingin tak berekspresi, namun entah mengapa di sana tersirat aura intimidasi yang kuat, semua yang ada di sana seakan menggigil karena aura dingin kedua orang ini.

 

Neo....” lirih lelaki di hadapannya ini tak suka, gadis yang baru beberapa jam lalu menyandang status sebagai siswi sekolah  tersebut hanya menatap lelaki di hadapannya ini datar, melipatkan tangannya berdiri santai dan akhirnya ia berlalu pergi meninggalkan koridor sekolah tersebut tak memperdulikan tatapan-tatapan heran, takut, tak suka orang-orang kepadanya dan juga reaksi tak suka lelaki itu, lelaki itu benar-benar tak dipedulikan oleh gadis itu dan gadis dingin bernama Zein itu seakan-akan dengan terang terangan mengibarkan bendera perang dengannya. Sedangkan seul dan ga eun kedua gadis itu mengikuti zein gadis tomboy itu dari belakang.

             Perang !!! orang orang disekitar koridor itu yang menyaksikan kejadian itu akan menduga tak lama lagi pasti akan terjadi perang yang tak pernah dibayangkan oleh mereka sebelum nya. Gadis dingin itu dengan beraninya secara tak langsung menyatakan perang kepada lelaki dingin pewaris perusahaan raksasa di Negara tersebut lelaki yang sangat menakutkan.

 

lelaki dingin itu terdiri diam dengan tatapan dingin nya menatap punggung gadis yang barusan menatapnya datar tanpa ekspresi persis seprti cerminan dirinnya dalam bentuk seorang wanita, dengan hati yang belum sepenuh nya baik iya melangkah pergi.

______________________________________________________________________________

“Seul-ah neo gwenchanh ni?” Tanya Kim Ga Eun sekali lagi,

“eoh” jawab gadis yang bernama lengkap Kang Seul-ra itu, seul-ra itu kini menatap gadis yang berdiri beberapa langkah dari hadapannya itu, gadis itu sedang bersandar di dinding dengan tangan yang dilipat , matanya terpejam nafasnya bergerak teratur gadis itu masih diam setelah kejadian gadis itu membela dirinya beberapa menit lalu ,

“Ahh dia Putri Zein, siswa pindahan asal Indonesia . Dia teman kecil ku saat aku masih di Indonesia dulu Seul-ah” jelas gadis chubby itu seolah olah ingin menjawab keingintahuan sahabatnya ini tentang teman kecilnya itu. seul-ra manggut manggut mengerti

“**Gomawo” kata gadis lembut satu ini dengan senyum lembutnya, sedangkan gadis tomboy itu masih diam dalam posisinya.

“Kajja, kita kekelas” ucap singkat gadis tomboy itu, meninggalkan kedua teman nya itu, setibanya gadis itu dikelas nya , kelas yang awalnya ramai senyap seketika seluruh pasang mata bukan hanya menatap kearah gadis pindahan asal Indonesia tersebut tapi juga kepada lelaki berambut hitam pekat yang beraut datar teersebut yang tepat duduk disamping gadis itu, laki laki itu kini sedang duduk bersandar di kursinya sambil melipatkan tangan nya di depan dada, matanya terpejam. Seul-ra yang tiba setelah beberapa detik kedatangan Zein, seakan tak asing dengan gaya lelaki ini, seolah-olah baru saja ia lihat beberapa waktu lalu.

”Aku baru sadar sekarang, sosok dingin itu bukan hanya ada di diri laki laki nomer satu disekolah ini, tapi juga dari gadis yang baru menyelamatkan ku beberapa waktu tadi”

 

Gadis lembut bernama lengkap kang seul-ra tersebut duduk dibangku nya, tepat disamping sahabat baiknya Ga Eun, sesekali ia menolehkan pandangannya kedua sosok yang beberapa waktu lalu sudah menjadi bahan pembicaraan orang-orang diseluruh sekolah itu. ada sesuatu yang terlintas difikiran gadis itu tentang keduanya, yaa tentang sorot mata yang tak pernah bisa dibaca orang lain, disitu ia dapat menangkap setitik sorot kepedihan yang sangat mendalam ia sangat yakin itu.

Kelas tetap sepi senyap tak ada yang berani bersuara sedikitpun, suasana dingin menyebar kesetiap sudut kelas 2-A tersebut, masing masing mencoba untuk mencari kesibukan dalam diam mereka, ada juga yang bisik bisik hingga tak terdengar sedikitpun sayup sayup bisikan mereka. Sungguh kelas ini benar benar menjadi seperti disuatu hutan belantara yang tak pernah terjamah manusia sedikitpun , mengerikan!.

 

Suasana yang mengerikan di kelas tersebut tiba tiba pecah seketika setelah pintu kelas terbuka dan memunculkan sosok gadis cantik yang anggun diiringi dengan pekikan nya yang menggema dikelas tersebut mengejutkan seisi kelas.

“Yaaa CHOI MINHO” pekik gadis itu, sedangkan pemuda yang diteriaki tadi hanya diam setelah melihat sebentar gadis yang memanggilnya itu. Gadis itu berjalan sedikit tergesa menghampiri pemuda yang dia panggil tadi,

“Yaaa, kemana saja kau ? aku mencarimu kemana mana.” Oceh gadis cantik tersebut, ini sudah menjadi pemandangan biasa dikelas itu,

Wae ? Siwon hyung lagi ?” Tanya datar Choi Minho kepada gadis yang bernama langkap Yoon So Hee tersebut

“Oeh, aku dengar Siwon oppa akan pulang dari Amerika? Benarkah ? kapan ?” Tanya So-Hee beruntun kepada pemuda berwajah datar tersebut

“***Naneun moluenda” jawab singkat Minho,

“Yaaaaa, Minho-ya aku sudah mencarimu dari tadi dan sekarang ini jawaban mu” protes gadis cantik ini sembari menghentakkan kakinya mendengar itu minho masih tetap tak peduli iya masih dalam suasana hati yang tak baik, gadis cantik itu tetap merengek kepada sahabat sedari kecilnya itu, bahu pemuda itu tak luput dari goncangan gadis ini tapi tetap saja tak juga dipedulikan oleh pemuda tersebut. Orang orang didalam kelas itu hanya bisa memandangi dan menggelengkan kepala mereka, mereka sudah biasa dengan pemandangan seperti itu.

Zein gadis pindahan asal Indonesia itu, yang kebetulan duduknya tepat di sebelah kanan dari Minho duduk, hanya bisa memejamkan matanya mengatur nafasnya teratur, iya tak ingin tersulut emosi akibat keributan yang diciptakan gadis yang menurutnya manja itu kepada lelaki yang ia tak tau dan tak peduli siapa namanya.  

Pemuda dingin itu secara tiba tiba saja pandangannya terhenti kepada gadis yang duduk disebelah kanannya, tak mempedulikan lagi ocehan dari So Hee yang terus merengek kepadanya. Fikiranya melayang ke kejadian beberapa waktu lalu, ahh gadis ini yang tadi membawa gadis miskin yang mengotorkan sepatunya. Siapa dia ? mengapa ia baru melihat gadis ini hari ini. Dan kenapa dia tiba-tiba menjadi peduli dengan orang lain, apalagi orang yang baru saja dia lihat beberapa waktu lalu tepat nya orang yang menegurnya disaat kejadian tadi.

            Rengekan So Hee terhenti tak kala pandangannya mengikuti arah mata sahabat nya itu, gadis cantik itu memperhatikan seseorang yang baru saja masuk di sekolah mereka tersebut, sedangkan gadis yang dipandang tersebut tak mau peduli akan tatapan siapapun raut wajah dingin dan sorot mata yang lurus kedepan. Gadis bernama lengkap Yoon So Hee tersebut berjalan perlahan mendekati gadis berwajah dingin itu, mata nya menatap lekat gadis itu sedangkan gadis yang ditatap semakin mengeluarkan aura intimidasi yang sangat kuat seiring lekatnya pandangan gadis cantik tersebut kepadanya, mata So Hee terhenti tepat di bola mata gadis bernama Putri Zein tersebut.

            “Neo, kau memakai lensa mata ?” Tanya gadis cantik itu antusias dengan hal yang ia lihat, namun tak ada jawaban yang ia terima dari gadis berpenampilan tomboy tersebut.

            “mata mu unik, ada dua warna” bunyi So Hee lagi, seluruh pasang mata memandang kearah mereka berdua termasuk Choi Minho, ia baru menyadari itu hal yang membuat dia secara tak sadar tertarik untuk terus memandang gadis yang ia temui di koridor beberapa menit lalu.

Seluruh siswa yang ada dikelas tersebut menunggu suara dari gadis bermata unik tersebut, jujur saja mereka penasaran dengan hal itu namun mereka tak mempunyai keberanian untuk bertanya karena aura intimidasi yang sangat kuat dari gadis pindahan tersebut.

            Zein tak bersuara raut wajah nya tetap datar tanpa ada perubahan sedikit pun, suara kursi berdecit karena gesekan lantai. Gadis tomboy itu berdiri tangan nya ia lipat kedada dengan wajah datar nya ia sambar tas nya dan pergi meninggalkan kelas tersebut tanpa memedulikan mata pelajaran selanjutnya yang sebentar lagi akan dimulai. Meninggalkan keheningan dan decakan kesal beberapa orang termasuk Yoon So Hee gadis yang memicu perginya Zein.

            “Minho dalam bentuk wanita ?” lirih So Hee pelan namun dapat di dengar oleh si pemilik nama. Minho menatap tajam sahabat perempuannya itu, namun dalam diamnya ia membenarkan itu.

            “warna mata itu sudah ada sejak dia lahir” bunyi gadis berpipi chubby itu

            “kau tahu dari mana ?” Tanya salah satu murid

            “aku dulu sekolah dasar di Indonesia dia sahabat ku saat disana” jelas gadis itu lagi

            “aura itu (dingin dan intimidasi) sudah ada sejak dulu? “ Tanya So Hee kepada Kim Ga eun namun tak ada jawaban dari gadis itu, jujur saja ia masih bingung akan perubahan sahabat kecilnya itu.

            “Heterokroma Iridium ” bunyi seseorang memecah keheningan dalam kelas tersebut semua mata tertuju pada lelaki manis bernama lengkap yook sung jae itu.

            “kelainan yang terjadi pada mata.  kelainan ini akan mempunyai warna mata yang berbeda antara satu dengan yang lainnya,  Heterochromia Iridium diduga sebagai akibat dari perubahan pada satu dari beberapa gen yang mengatur warna mata”jelas lelaki manis tersebut memang lelaki itu tergolong jajaran murid tepintar di sekolah elite resebut.

 

* Ibu

** Terimakasih

*** Entahlah

__________________________________________________________________________________________

Seminggu..

Sudah seminggu gadis bernama asli Putri Zein itu bersekolah disekolah besar dan elite tersebut, menurutnya semua tak ada yang menarik, saat ini dia berada diatap gedung tertinggi sekolah itu, matanya terpejam menikmati semilir angin yang menerpanya lembut,

“Kenapa dia rekomendasikan sekolah ini, jika tak ada yang menarik. Apa alasannya sih” ucap pelan gadis manis ini.

Pandangan nya menatap jauh kedepan, fikiran nya pergi menerawang jauh kesana, raut wajahnya masih datar dan tak terbaca, saat sendiri seperti inilah yang selalu ia sukai.

 “Menyenangkan..” bunyi seseorang pelan, memecahkan semua focus gadis tomboy itu, siswi baru itu menoleh raut wajah nya datar namun kilatan mata nya sedikit tak suka ada yang mengganggu ketenangan nya.

“Mian, mengganggu mu hehe” orang itu meminta maaf dengan tertawa kecil.

“Tau jika itu mengganggu, kenapa kau mengganggu ku ?” ucap gadis bernama asli putri zein itu

“ Hehehe mianhe, dan gomawo karna kemaren sudah mau membela ku” ucap gadis itu lembut

“Perkenalkan nama ku Seul-ra aku teman nya Ga Eun” kenal gadis lembut itu sembari menyodorkan tangan nya, namun gadis bernama zein itu hanya menatap tangan yang disodor kan oleh gadis bernama seul-ra itu datar

“Bukan apa-apa, aku hanya tak ingin melihat pemandangan itu. itu saja.” Ucap gadis bernama Zein itu singkat, Seul-ra gadis itu tersenyum manis, akan sikap dingin gadis itu, entah mengapa iya seolah-olah mengerti akan bongkahan es yang besar di hati gadis yang beberapa hari lalu menolongnya itu.

“Bongkahan es itu sangat besar ya” gumam kecil gadis lembut itu namun masih bisa di dengar oleh Zein. Gadis bernama Zein itu berbalik dan melangkahkan kakinya pergi dari tempat itu meninggalkan gadis bernama Seul-ra itu sendiri di atap gedung itu.

 

Biarkan, biarkan bongkahan es itu tetap membeku dan semakin besar. Jangan biarkan es itu meleleh dan meninggalkan bekas luka yang masih menganga tak teratasi itu. aku tak ingin jatuh dan lemah sepeerti dulu. Aku hanya tak ingin luka itu terlihat oleh mereka siapa pun itu, jadi biarkan bongkahan itu semakin besar.        

            Langkah kaki gadis itu berjalan pasti kedepan, tatapannya datar, aura dingin nya keluar keseluruh penjuru yang ia lewati. banyak yang merasa bergidik takut melihat gadis ini.

“Zeiiiinnnn” teriak seseorang

langkah kaki gadis itu terhenti seketika ia mendengus datar .

            “Kemana saja kau aku mencari mu” ucap gadis chubby tersebut sembari merangkul akrab gadis yang sejak kecil iya kenali itu. gadis itu hanya diam tak membalas pertanyaan gadis bermarga Kim tersebut.

            “Mau pulang kan ?” Tanya gadis itu yang langsung merangkul Zein .

            “Gue mau ke neraka. Mau ikut ?”balas zein menggunakan bahasa ibu dengan sengitnya. Sedetik kemudian orang itu yang bernama asli Kim Ga Eun tersebut langsung melepaskan rangkulannya. Ia tau kali ini tatapan tersebut bisa saja membunuhnya.

            “Pulanglah… cepat pulang… aku gak bakal ganggu. Pulang …” suruh gadis itu dengan takut, Zein menatap gadis dihadapan nya ini datar, ia mendecak kesal.

            “Sekali lagi, ganggu dan ngerjain aku, aku pastikan liang lahat sudah tersedia untuk mu” ancam gadis bernama putri Zein tersebut dan segera melanjutkan jalannya tanpa menunggu jawaban dari sahabat kecilnya itu. Kim Ga Eun gadis chubby itu melongo sembari menelan ludahnya susah payah setelah mendengar ancaman gadis dingin tersebut. Berbagai tanda tanya muncul diotak mungilnya kenapa dengan sahabat nya yang dulu hangat itu, iya melanjutkan jalannya,

“Apa yang dialami sahabat kecilnya itu ?"

________________________________________________________________________

Gadis tomboy berkulit hitam manis itu berjalan santai menuju halte bus tak jauh dari sekolah barunya tersebut. Langkah kaki nya terhenti saat mendengar seorang ibu paruh baya yang sedang dijambret meminta tolong kepada orang-orang disekitarnya, fikiran gadis itu berkecamuk antara ingin menolong atau tidak, namun gadis itu mencoba mengabaikan nya, iya melanjutkan jalannya.

            Bahu gadis bernama Zein itu goyah tersenggol oleh sipelaku penjambretan membuat dia terjatuh tersandung, zein berdiri kembali memperbaiki roknya iya merasa tasnya terbuka, iya mencoba menutupnya namun dia merasa bahwa dompet nya telah hilang seketika.

            “Aiiissshhh, dompet gue”  rutuk gadis bernama Zein itu dengan bahasa ibunya (Indonesia) , gadis itu langsung berlari mengejar si penjambret.

            Disisi lain 

            Pemuda yang baru saja memasuki mobil sedan mewahnya melihat pemandangan itu, tatapan nya datar namun tersirat sebuah rasa penasaran, pandangan nya tak lepas dari sosok yang baru saja menjadi siswa baru disekolah nya itu, semua gerakan gadis itu ia perhatikan di dalam mobil nya itu.

            Tak jauh ia mengejar si pencopet itu dengan sigap ia tarik tangan sipencopet,  si pencopet melawan dan ingin menyerang gadis manis itu dan dengan cepat ia tangkis dan mengelak. Pertarungan baru saja dimulai antara gadis dan penjambret itu,

         Zein berlari dan seketika kaki zein melayang dan membuat pria copet itu tersungkur lalu zein mengunci pergerakan tukang copet itu hingga tak bisa bergerak sedikit pun . Zein sedikit lengah dan pencopet itu mulai bisa memberontak tapi dengan sigap lagi zein mengunci segala pergerakan si penjambret tersebut. Gadis itu memukul kepala si penjambret dengan dompetnya .

            “cari uang itu dengan bener dong, buat apa dikasih tangan, kaki, akal, dan kekuatan hanya untuk mencari uang dengan cara gak bener” tutur gadis itu mengomel dengan bahasa ibu nya pada orang yang ia maksud sedangkan orang tersebut tak mengerti dengan bahasa gadis itu.

 

 

Tags: twm18

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Secret’s
4724      1703     6     
Romance
Aku sangat senang ketika naskah drama yang aku buat telah memenangkan lomba di sekolah. Dan naskah itu telah ditunjuk sebagai naskah yang akan digunakan pada acara kelulusan tahun ini, di depan wali murid dan anak-anak lainnya. Aku sering menulis diary pribadi, cerpen dan novel yang bersambung lalu memamerkannya di blog pribadiku. Anehnya, tulisan-tulisan yang aku kembangkan setelah itu justru...
Ikatan itu Bernama Keluarga
320      269     1     
Inspirational
Tentang suatu perjalanan yang sayang untuk dilewatkan. Tentang rasa yang tak terungkapkan. Dan tentang kebersamaan yang tak bisa tergantikan. Adam, Azam, dan Salma. Hal yang kerap kali Salma ributkan. Ia selalu heran kenapa namanya berinisial S, sedangkan kedua kakaknya berinisial A. Huruf S juga membuat nomor absennya selalu diurutan belakang. Menurut Salma, nomor belakang itu memiliki ban...
BlueBerry Froze
3436      1071     1     
Romance
Hari-hari kulalui hanya dengan menemaninya agar ia bisa bersatu dengan cintanya. Satu-satunya manusia yang paling baik dan peka, dan paling senang membolak-balikkan hatiku. Tapi merupakan manusia paling bodoh karena dia gatau siapa kecengan aku? Aku harus apa? . . . . Tapi semua berubah seketika, saat Madam Eleval memberiku sebotol minuman.
Communicare
12334      1746     6     
Romance
Menceritakan 7 gadis yang sudah bersahabat hampir lebih dari 10 tahun, dan sekarang mereka dipersatukan kembali di kampus yang sama setelah 6 tahun mereka bersekolah ditempat yang berbeda-beda. Karena kebetulan mereka akan kuliah di kampus yang sama, maka mereka memutuskan untuk tinggal bersama. Seperti yang pernah mereka inginkan dulu saat masih duduk di sekolah dasar. Permasalahan-permasalah...
If Is Not You
12371      3124     1     
Fan Fiction
Kalau saja bukan kamu, mungkin aku bisa jatuh cinta dengan leluasa. *** "Apa mencintaiku sesulit itu, hmm?" tanyanya lagi, semakin pedih, kian memilukan hati. "Aku sudah mencintaimu," bisiknya ragu, "Tapi aku tidak bisa melakukan apapun." Ia menarik nafas panjang, "Kau tidak pernah tahu penderitaan ketika aku tak bisa melangkah maju, sementara perasaank...
Should I Go(?)
11006      2718     12     
Fan Fiction
Kim Hyuna dan Bang Chan. Saling mencintai namun sulit untuk saling memiliki. Setiap ada kesempatan pasti ada pengganggu. Sampai akhirnya Chan terjebak di masa lalunya yang datang lagi ke kehidupannya dan membuat hubungan Chan dan Hyuna renggang. Apakah Hyuna harus merelakan Chan dengan masa lalunya? Apakah Kim Hyuna harus meninggalkan Chan? Atau justru Chan yang akan meninggalkan Hyuna dan k...
Meja Makan dan Piring Kaca
66749      13393     53     
Inspirational
Keluarga adalah mereka yang selalu ada untukmu di saat suka dan duka. Sedarah atau tidak sedarah, serupa atau tidak serupa. Keluarga pasti akan melebur di satu meja makan dalam kehangatan yang disebut kebersamaan.
Strange Boyfriend
357      288     0     
Romance
Pertemuanku dengan Yuki selalu jadi pertemuan pertama baginya. Bukan karena ia begitu mencintaiku. Ataupun karena ia punya perasaan yang membara setiap harinya. Tapi karena pacarku itu tidak bisa mengingat wajahku.
Premium
Secret Love Story (Complete)
11688      1834     2     
Romance
Setiap gadis berharap kisah cinta yang romantis Dimana seorang pangeran tampan datang dalam hidupnya Dan membuatnya jatuh cinta seketika Berharap bahwa dirinya akan menjadi seperti cinderella Yang akan hidup bahagia bersama dengan pangerannya Itu kisah cinta yang terlalu sempurna Pernah aku menginginkannya Namun sesuatu yang seperti itu jauh dari jangkauanku Bukan karena t...
Balada Cinta Balado
17182      3918     19     
Humor
"Hidup atau dilahirkan memang bukan pilihan kita, tapi dalam HIDUP KITA HARUS MEMILIKI PILIHAN". Mungkin itu adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan kehidupanku sekarang ini. Kehidupan yang sangat Liar Binasa menyedihkan. Aku sering dijadikan bahan bertema kehidupan oleh teman dan juga keluargaku sendiri. Aku tidak pernah menyangka rencana kehidupanku yang sudah disiapkan dengan ...