Loading...
Logo TinLit
Read Story - Cinta dalam Diam
MENU
About Us  

Siang itu semakin terik, aku dan Rani masih harus dihukum berdiri di lapangan karena terlambat saat upacara. Hingga kini waktu menunjukkan pukul 12.00, ketika seharusnya jam istirahat, kami masih tetap harus berdiri sampai pukul 12.15.

"Kring... kring... kring...." Bel istirahat pun berbunyi.

"Aduh Bella, sampai kapan nih kita berdiri di sini terus, aku malu banget nih," gerutu Rani.

 "Sabar dong Ran, bentar lagi nih, 15 menit, hahaha," jawabku diiringi tawa.

"Eh eh eh Bell!" Tiba-tiba Rani berteriak heboh. "Lihat, ada kak Gio," ucap Rani berbisik heboh.

"Waaah.... Dia ganteng banget hari ini Ran. Eh Ran, aku deg-degan nih sumpah," jawabku sambil gemetar.

Aku tidak tahu aku harus kesal dan malu karena dihukum, atau  senang ketika melihat Kak Gio berjalan keluar kelas menuju kantin. Kewibawaannya dalam berjalan membuat setiap perempuan jatuh hati ketika melihatnya.

Namaku Bella, baru duduk di kelas 1 SMA dan salah satu pengagum Kak Gio . Siapapun perempuan yang melihat Kak Gio pasti akan terpana karena ketampanannya, dan Kak Gio ini sekarang duduk di bangku kelas 3 SMA.

Dan aku mempunyai teman dekat bernama Rani, dia ini sangat heboh sekali anaknya. Tapi biar bagaimana pun aku sangat menyayanginya.

Akhirnya hukuman telah berakhir, aku dan Rani langsung pergi ke dalam kelas dan mengikuti pelajaran seperti biasanya.

Ketika bel pulang berbunyi kami cepat-cepat bergegas untuk pulang ke rumah. Karena terlalu semangatnya untuk pulang, aku berlari-lari sendiri tanpa menunggu Rina, ketika aku berlari kencang tiba-tiba aku terjatuh di depan pintu gerbang sekolah.

Gubrak!

Betapa malunya aku saat itu. Dan ternyata di belakangku ada Kak Gio dan ia langsung membantuku untuk bangun.

"Kamu enggak kenapa-kenapa?" tanya Kak Gio.

"Hmm, eng-enggak Kak," jawabku sambil gemetar, walau pun sebenarnya kakiku sangat sakit sekali.

"Ah kamu bohong, ya sudah entar kakak antarkan kamu ke rumah ya, lihat kakimu lecet," ujar Kak Gio.

 Entah apa yang kurasa pada saat itu, aku gemetar, gerogi, deg-degan, tapi bahagia juga bisa di antar pulang oleh Kak Gio, aku tidak menyangka, berulang kali aku mencubit lenganku berharap ini hanya sebuah mimpi, ternyata ini nyata.

"Ayo naik ke motor Kakak," ajak Kak Gio. Akupun langsung menaiki motornya.

Di perjalanan kita banyak sekali berbincang-bincang, hal apa pun kita bicarakan pada saat itu. Kukira Kak Gio adalah sosok lelaki yang jutek, ternyata dia sangat baik dan murah senyum. Aku senang sekali, dan aku mulai tidak sabar untuk menceritakan kejadian ini pada Rani.

"Bella, kakak boleh minta nomor handphonemu?" tanya Kak Gio dengan tiba-tiba.

Tanpa berpikir panjang aku pun langsung memberikan nomor handphoneku pada Kak Gio. Dan karena asyiknya berbincang-bincang akhirnya aku telah sampai di rumah.

--

Hari terus berlalu, aku dan Kak Gio selalu melakukan chatting setiap hari. Hal apa saja sering ia ceritakan kepadaku mulai dari keluarga, aktifitas, serta kegemarannya. Namun Kak Gio tidak pernah menceritakan tentang perempuan yang saat ini ia sukai. Aku merasa ada hal yang aneh, rasa kagumku terhadap Kak Gio telah berubah menjadi rasa yang tak biasa.

Apakah ini cinta?

Seringku bertanya pada hatiku sendiri.

Kak Gio selalu memberiku perhatian setiap harinya, tetapi aku tetap harus mengontrol perasaanku agar tidak terlalu banyak berharap.

Pada saat jam istirahat, aku dan Rani menuju kantin, kemudian kami berpapasan dengan Kak Gio.

"Bella," sapa Kak Gio dengan senyuman manisnya.

"Iya Kak Gio," jawabku.

"Nanti pulang bareng kakak ya, kakak mau cerita," ajak Kak Gio.

"Oke kak," jawabku.

Akhirnya kami pun berjanjian untuk pulang bersama. Aku semakin bertanya-tanya dan penasaran hal apa yang akan Kak Gio ceritakan kepadaku.

Sampai waktu pulang itu telah tiba, aku menunggu Kak Gio di depan gerbang sekolah.

"Ayo Bell, naik," ajak Kak Gio.

"Iya Kak" jawabku.

Setelah aku menaiki motor Kak Gio, kemudian aku langsung bertanya tentang sesuatu yang akan dibicarakan Kak Gio tadi.

"Kak, katanya mau cerita? Cerita apa kak? tanyaku.

"Cerita? Hahaha," jawab Kak Gio sambil tertawa.

"Ih kak.... Serius?" tanyaku sambil kesal.

"Hmm jadi gini, sebenernya kakak...." jawab Kak Gio menggantung, membuat penasaran.

"Apa kak?" tanyaku dengan penasaran.

"Sebenarnya kakak lagi suka sama seseorang, teman sekelas kakak, besok dia berulang tahun. Karena kamu perempuan, maka kakak mau tanya kado apa yang biasanya perempuan sukai? Kakak ingin memberinya kado," jawab Kak Gio.

Hatiku hancur ketika mendengarnya, hatiku terasa tergores dan teriris. Aku ingin menangis pada saat itu juga, tapi aku malu. Aku langsung sontak menjawab, "Beri dia boneka saja Kak, perempuan sangat suka boneka," jawabku dengan tegar.

"Boneka? Oke nanti Kakak mau belikan dia boneka," ucap Kak Gio.

Ketika aku telah sampai rumah, tidak terasa air mataku mengalir deras. Aku cemburu, aku sakit, tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku tidak tahu maksud Kak Gio selama ini memberikanku perhatian karena apa. Intinya ada sakit yang tidak bisa dijelaskan. Namun aku harus tetap merelakan Kak Gio dengan yang lain. Biarlah cinta ini kusimpan dalam hati dan ku simpan rapat-rapat. Biarlah mengagumi Kak Gio dalam diamku, dan biarkanlah cinta ini tidak pernah terungkap dan tersampaikan untuknya. Karena jika aku mencintai Kak Gio, aku harus merelakan dia bahagia, meski tidak denganku.

.

.

.

Dibuat sepenuh hati oleh Rusni Deden Purdiasih

How do you feel about this chapter?

0 0 0 1 0 0
Submit A Comment
Comments (2)
  • Madesy

    Msh banyak cowok lain.. smgt👍🏻

  • indrielka

    Jangan ada harapan sm kakak kelas...nanti sakit.. .soalnya aku lagi ngrasain itu juga

Similar Tags
Zona Erotis
787      523     7     
Romance
Z aman dimana O rang-orang merasakan N aik dan turunnya A kal sehat dan nafsu E ntah itu karena merasa muda R asa ingin tahu yang tiada tara O bat pelipur lara T anpa berfikir dua kali I ndra-indra yang lain dikelabui mata S ampai akhirnya menangislah lara Masa-masa putih abu menurut kebanyakan orang adalah masa yang paling indah dan masa dimana nafsu setiap insan memuncak....
BIYA
3848      1540     3     
Romance
Gian adalah anak pindahan dari kota. Sesungguhnya ia tak siap meninggalkan kehidupan perkotaannya. Ia tak siap menetap di desa dan menjadi cowok desa. Ia juga tak siap bertemu bidadari yang mampu membuatnya tergagap kehilangan kata, yang tak pernah ia sangka sebelumnya. Namun kalimat tak ada manusia yang sempurna adalah benar adanya. Bidadari Gian ternyata begitu dingin dan tertutup. Tak mengij...
Bumi yang Dihujani Rindu
11671      4476     3     
Romance
Sinopsis . Kiara, gadis bermata biru pemilik darah Rusia Aceh tengah dilanda bahagia. Sofyan, teman sekampusnya di University of Saskatchewan, kini menjawab rasa rindu yang selama ini diimpikannya untuk menjalin sebuah ikatan cinta. Tak ada lagi yang menghalangi keduanya. Om Thimoty, ayah Kiara, yang semula tak bisa menerima kenyataan pahit bahwa putri semata wayangnya menjelma menjadi seorang ...
Pencuri Labu
606      431     1     
Short Story
Ini cerita tentang pencuri yang akhir-akhir ini menjarah kebun labu mereka.
Keimanan dan Ketakwaan Kepada Allah Swt.
570      412     2     
Short Story
Ketabahan Seorang Hamba Allah Dalam Menjalani Ujian Yang Diberikan Oleh Allah Swt.
A List of Flaws
11      4     0     
Romance
Ada beberapa alasan di balik kesuksesan seorang Joandy Nabanyu dalam menggaet hati para siswi di SMA Bina Pramoedya. Pertama, karena dia punya ketampanan khas darah blasteran; kedua, karena dia punya followers jutaan; ketiga, karena dia aktif dalam berbagai cabang kompetisi di sekolah; dan terakhir, karena dia punya karisma yang tidak dimiliki semua pria. Terdengar sempurna? Tentu saja. ...
Invisible Girl
1597      940     2     
Fan Fiction
Cerita ini terbagi menjadi 3 part yang saling berkaitan. Selamat Membaca :)
Pretty Words
6881      1730     9     
Inspirational
\"Pretty words aren\'t always true and true words aren\'t always pretty.\"
Diary of Time
2239      1158     3     
Romance
Berkisah tentang sebuah catatan harian yang melintasi waktu yang ditulis oleh Danakitri Prameswari, seorang gadis remaja berusia 15 tahun. Dana berasal dari keluarga berada yang tinggal di perumahan elit Menteng, Jakarta. Ayahnya seorang dokter senior yang disegani dan memiliki pergaulan yang luas di kalangan pejabat pada era pemerintahan Presiden Soekarno. Ibunya seorang dosen di UI. Ia memiliki...
GAARA
10780      3741     14     
Romance
"Kalau waktu tidak dapat menyembuhkan luka, maka biarkan aku menjadi mentari yang dapat membuat hidupmu bahagia." Genandra Mahavir Aditama, si kutub Utara yang dipaksa untuk mencintai seorang perempuan bernama Akira Magenta Valencia, dalam kurun waktu lima belas hari saja. Genandra diminta agar bersikap baik dan memperlakukan gadis itu sangat spesial, seolah-olah seperti dia juga mencin...