Loading...
Logo TinLit
Read Story - Mermaid My Love
MENU
About Us  

Marrinette mengeluarkan ponselnya. Mengetikkan pesan pada Alya memberitahu ucapan Fadli barusan.

Tengah malam, seorang satpam tiba-tiba melihat ada orang asing yang melintas di depan pagar rumah Darlius. Karena curiga, ia keluar yang diikuti seorang bodyguard, ada tiga bodyguard yang ikut berjaga malam itu. Terlihat seorang yang berpakaian lusuh dan topi kumal membawa karung besar, mengorek-ngorek tong sampah.

"Hei apa yang kau lakukan malam-malam?" tanya satpam.

"Saya pemulung Pak. Sedang mencari sampah," sahut orang itu.

"Mana mungkin ada pemulung tengah malam begini mencari sampah. Jangan mengada-ada!" seru bodyguard.

"Saya orang susah Pak. Saya harus menghidupi istri dan anak-anak agar bisa makan. Makanya saya sengaja mencari sampah malam-malam biar besok pagi tidak diambil oleh pemulung lain." Orang yang mengaku pemulung itu memasang wajah mengiba minta dikasihani.

Bodyguard mengerjitkan dahi. Selama ini tidak pernah ada pemulung yang datang ke rumah itu karna Darlius sudah menyewa petugas kebersihan untuk membereskannya. Kenapa malah tiba-tiba ada pemulung? Akhir-akhir ini sering ada orang tak dikenal yang sering memantau rumah Darlius, ketika satpam memergokinya, orang itu berlagak seperti ada kesibukan lain atau hanya numpang lewat.

Bodyguard berbisik pada satpam. "Orang ini mencurigakan. Kita bawa dia kehadapan bos Darlius."

"Kalau kamu masih ingin mulung disini, kamu harus izin dulu pada bos kami."

Bodyguard dan satpam langsung menarik tangan si pemulung namun ia menolak.

"Kenapa saya harus melapor?" tanyanya.

"Bos kami tidak menyukai ada orang asing yang mondar-mandir di depan rumahnya," sahut satpam. Mereka berdua terus menarik tangan orang tersebut tapi dia bersikeras menolak.

"Kenapa harus narik-narik saya? Saya tidak ngapa-ngapain."

"Karna alasan itulah kau mesti melapor. Karna jika kau penjahat, sudah pasti babak belur dari tadi," terang satpam.

"Cepat!" Desak bodyguard.

"Jangan nyuruh-nyuruh saya itu namanya pemaksaan!"

"Kau mau dibawa secara baik-baik atau menggunakan kekerasan?" kata bodyguard yang sudah mulai emosi.

Pemulung itu menyentak kuat tangannya hingga terlepas dari genggaman mereka lalu kabur meninggalkan karungnya.

"Woi jangan kabur woi!" Teriak bodyguard mengejar-ngejar orang itu bersama satpam.

Dua orang bodyguard lainnya keluar dari pagar saat mendengar teriakan. Ikut mengejar orang yang diteriaki itu. Tapi sayangnya berhasil lolos.

"Tuan, saya mendapat laporan dari para bodyguard yang sedang bertugas malam ini bahwa ada mata-mata yang mengaku pemulung." Lapor Pak Adi.

"Perketat penjagaan!" Darlius memerintah.

"Baik Pak," sahut Adi membungkuk hormat kemudian keluar dari kamar majikannya.

Darlius menghisap rokoknya, menghembuskannya perlahan-lahan. Sejak kepulangan Fadli ia terkadang jadi sulit tidur. Hatinya diliputi rasa was-was dengan kemungkinan seseorang yang akan membunuhnya. Tapi mengingat dirinya memiliki bodyguard yang banyak, ia sedikit bernafas lega.

Berita itu juga sampai ketelinga Marrinette. Ia juga tidak tidur karena memikirkan jalan terbaik untuk menyelamatkan Evelyn. Meskipun Fadli sudah punya rencana, tapi ia tetap memikirkan rencana lainnya. Untuk antisipasi andai rencana pertama gagal.

Berita tentang mata-mata mengalihkan pikirannya. Ia mengirimkan pesan pada Fadli.

"Fadli bagaimana ini. Ada mata-mata di depan rumah. Sepertinya orang suruhan Alex."

"Biarkan saja. Biar mereka sibuk dan kita bisa manfaatkan situasi ini untuk membebaskan temanmu." Fadli membalas demikian.

"Justru hal itu berdampak buruk pada rencana kita. Alya dan Dilon pasti akan kesulitan memasuki rumah ini karena penjagaan diperketat."

"Suruh mereka lewat pagar belakang. Aku akan menyuruh bodyguard hanya fokus menjaga depan rumah biar mereka bisa masuk dengan aman."

Esoknya Marrinette pergi menuju pagar bagian belakang untuk memastikan masih ada tangga atau tidak. Ternyata sudah tidak ada. Mungkin anak buah Darlius sudah memindahkannya mengingat Alya pernah menaiki pagar menggunakan tangga itu. Marrinette mendengus. Saat tengah menoleh sana-sini, ia terperanjat karena bahunya ditepuk dari belakang. Marrinette menoleh.

"Eh Pak Adi. Ada apa ya?" Marrinette tersenyum canggung.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanyanya datar.

"Ini, lagi mencari sapu lidi. Tapi tidak bertemu."

Marrinette menoleh ketika Adi mengarahkan telunjuknya dimana sapu lidi berada. Marrinette pergi kesana dan mengambil sapu itu dan mulai pura-pura menyapu. Diawasi oleh tatapan Adi yang duduk di kursi dekat kolam renang sambil minum kopi. Marrinette mengetikkan pesan dan mengirimnya pada Alya.

"Jangan lewat di pagar belakang. Sudah tak ada tangga disana. Aku sudah mencarinya tapi tak ditemukan." Begitu isi pesannya.

"Jangan khawatir. Aku sudah punya rencana lain."

Marrinette mengerjitkan dahi. "Apa rencanamu?"

"Lihat saja nanti. Tengah malam nanti pusatkan pikiranmu agar bisa bertelepati denganku. Kita tak mungkin menggunakan hp. Suara notifikasi dan cahaya hp bisa menggagalkan rencana kita. Bisa saja ada yang jaga disana."

"Dimengerti."

Marrinette menyimpan hp di sakunya. Melajutkan menyapu sampai bersih. Kemudian pergi dari sana. Meninggalkan Adi yang sedang duduk santai sendirian. Akhir-akhir ini ia merasa kalau Adi mulai mencurigainya. Marrinette berusaha bersikap setenang mungkin agar kecurigaan Adi tak terbukti. Agar rencananya dengan Fadli berjalan sebaik mungkin.

Hari ini Dilon sedang di tempat pangkas rambut bersama Alya. Alya menyuruhnya memotong rambutnya yang panjang sebahu dan acak-acakan itu menjadi pendek seperti rambut lelaki pada umumnya. Katanya itu adalah bagian dari rencana.

"Bagaimana, aku sudah tampan belum?" tanya Dilon usai pangkas rambut.

"Masih kayak orang gila. Tapi lebih berkelas dikit," sahut Alya datar.

"Hh. Memangnya pria tampan versimu itu seperti siapa?"

"Seperti Adrian," jawab Alya yang sedikit terkejut karena reflek menyebut nama kekasihnya di masa lampau.

"Adrian? Siapa dia?" tanya Dilon penasaran. Sebab yang ia tau Alya tak pernah dekat dengan siapapun.

"Sudahlah jangan dibahas." Alya membayar upah pada tukang pangkas lalu mengajak Dilon keluar dari tempat itu.

Tiba-tiba saja Alya merasa kosong. Dadanya berdenyut setiap kali mengingat kejadian menyakitkan itu. Ia yakin takkan pernah ada pria sebaik Adrian. Cintanya yang begitu dalam sudah habis pada kekasihnya itu, melayang dan hilang bersama nyawa Adrian.

Alya berhenti dari jalannya membuat Dilon juga berhenti.

"Dilon. Aku mau ke wc umum dulu. Kamu tunggu disini."

Dilon mengangguk. Alya langsung bergegas mencari wc umum. Pelarian wanita yang suka memendam perasaannya kalau bukan kamar tidur ya wc. Ia langsung masuk ketika menemukan wc umum. Menumpahkan air matanya disana tanpa suara. Adrian bukan sekedar kekasih biasa. Hubungan mereka sudah disetujui kedua belah pihak keluarga dan sudah terikat dalam sebuah pertunangan.

Suatu ketika Alya mencari Adrian ke daratan sesuai janji Adrian yang mengajaknya ke sana. Setelah berubah menjadi manusia ia berjalan dengan anggun dengan balutan gaun dan mahkota menandakan kalau ia seorang putri mahkota. Mengedarkan pandangan ke sekeliling mencari sosok Adrian.

"Princess Alya,"

Panggilan suara merdu khas lelaki membuat Alya memutar badannya ke belakang. Tersenyum menatap Adrian yang berjalan dengan gagah mengenakan pakaian khas kerajaan. Satu tangannya berada di belakang punggung.

"Iya Pangeran Adrian," sahut Alya lembut.

"Jangan memanggilku Pangeran ketika diluar kerajaan. Panggil saja namaku."

"Tapi kau memanggilku dengan sebutan 'Princess.'"

Adrian tergelak. "Bahkan meskipun kau bukan seorang Princess, kau tetaplah princess dihatiku. Aku mencintaimu, meskipun jika kau tanpa mahkota, kedudukanmu tetaplah istimewa dan kau tetap ratu dihatiku.

Alya tersipu.

Adrian memberikan seikat bunga yang sedari tadi disembunyikanya pada Alya, yang diterima Alya dengan mata berbinar.

Adrian menatap lekat mata Alya, menyelipkan beberapa helai rambut Alya ketelinga. "Alya, aku ingin hidup bersama denganmu selamanya. Karna aku tak ingin kehilanganmu. Jangan pernah tinggalkan aku Alya."

Mata Alya berkaca-kaca, terharu. Kemudian senyuman mengembang di wajahnya. Sedetik kemudian kedua tangan Adrian merengkuh Alya kedalam pelukannya. Membuat hatinya melayang hingga angkasa.

'Tapi ternyata malah aku yang kehilanganmu Adrian,' batinnya sendu.

Tiba-tiba Alya tertegun. Ia adalah mantan Princess yang sudah dilatih agar bermental kuat. Kenapa malah rapuh hanya karena masalah ini? Hampir saja ia melupakan rencananya. Alya mengusap matanya, dan mencuci wajah agar tak kelihatan seperti habis menangis. Keluar dari wc umum dan mengeluarkan selembar uang dua ribuan kepada penjaga wc dan pergi menemui Dilon yang sudah menunggunya dari tadi, duduk di emperan toko dengan bengong.

"Dilon." Panggilan Alya membuatnya terkejut.

"Hei kau kenapa lama sekali. Apa yang kau lakukan disana?"

"Maaf, aku juga bingung karena tiba-tiba saja wc-nya ramai. Mungkin karena hari libur. Terpaksa harus menunggu," sahut Alya berbohong seraya tersenyum lebar.

Dilon langsung percaya begitu saja. Tanpa ia ketahui bahwa perempuan yang terlihat tersenyum tulus terkadang adalah orang yang paling banyak lukanya. Ia mengikuti langkah kaki Alya pulang ke kontrakan.
***

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
KESEMPATAN PERTAMA
512      355     4     
Short Story
Dan, hari ini berakhir dengan air mata. Namun, semua belum terlambat. Masih ada hari esok...
The Red Haired Beauty
454      310     1     
Short Story
Nate Nilton a normal senior highschool boy but when he saw a certain red haired teenager his life changed
Sekotor itukah Aku
382      288     4     
Romance
Dia Zahra Affianisha, Mereka memanggil nya dengan panggilan Zahra. Tak seperti namanya yang memiliki arti yang indah dan sebuah pengharapan, Zahra justru menjadi sebaliknya. Ia adalah gadis yang cantik, dengan tubuh sempurna dan kulit tubuh yang lembut menjadi perpaduan yang selalu membuat iri orang. Bahkan dengan keadaan fisik yang sempurna dan di tambah terlahir dari keluarga yang kaya sert...
Tiba Tiba Cinta Datang
437      301     0     
Short Story
Cerita tersebut menceritakan tentang seorang lelaki yang jatuh cinta pada seorang gadis manis yang suka pada bunga mawar. Lelaki itu banyak belajar tentang cinta dan segala hal dari gadis dan bunga mawar
Shut Up, I'm a Princess
779      508     1     
Romance
Sesuai namanya, Putri hidup seperti seorang Putri. Sempurna adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kehidupan Putri. Hidup bergelimang harta, pacar ganteng luar biasa, dan hangout bareng teman sosialita. Sayangnya Putri tidak punya perangai yang baik. Seseorang harus mengajarinya tata krama dan bagaimana cara untuk tidak menyakiti orang lain. Hanya ada satu orang yang bisa melakukannya...
Unknown
229      187     0     
Romance
Demi apapun, Zigga menyesal menceritakan itu. Sekarang jadinya harus ada manusia menyebalkan yang mengetahui rahasianya itu selain dia dan Tuhan. Bahkan Zigga malas sekali menyebutkan namanya. Dia, Maga!
Train to Heaven
335      243     2     
Fantasy
Bagaimana jika kereta yang kamu naiki mengalami kecelakaan dan kamu terlempar di kereta misterius yang berbeda dari sebelumnya? Kasih pulang ke daerah asalnya setelah lulus menjadi Sarjana di Bandung. Di perjalanan, ternyata kereta yang dia naiki mengalami kecelakaan dan dia di gerbong 1 mengalami dampak yang parah. Saat bangun, ia mendapati dirinya berpindah tempat di kereta yang tidak ia ken...
The Alpha
1734      791     0     
Romance
Winda hanya anak baru kelas dua belas biasa yang tidak menarik perhatian. Satu-satunya alasan mengapa semua orang bisa mengenalinya karena Reza--teman masa kecil dan juga tetangganya yang ternyata jadi cowok populer di sekolah. Meski begitu, Winda tidak pernah ambil pusing dengan status Reza di sekolah. Tapi pada akhirnya masalah demi masalah menghampiri Winda. Ia tidak menyangka harus terjebak d...
Never Let Me Down
481      362     2     
Short Story
Bisakah kita memutar waktu? Bisakah kita mengulang semua kenangan kita? Aku rindu dengan KITA
Ineffable class
388      253     12     
Mystery
Seluruh penghuni kelas XII IPS E rata-rata tidak waras. Di mana ketua bucin menjadi wakil ketua dan ketua kelas sendiri adalah musuhnya guru BK. Dari 15 siswa separuhnya kerapkali hilang saat jam pelajaran, 5 lainnya tidur, sisanya pura-pura menyimak guru. 15 kepribadian berbeda yang jarang akur ini, harus bersatu mencari wali kelas dikabarkan menghilang selama seminggu. Gawatnya, tuduhan tidak...