Loading...
Logo TinLit
Read Story - Mermaid My Love
MENU
About Us  

Ucapan tadi cukup membuat hati Fadli teriris. Benarkah ia egois? Tapi entah kenapa hatinya sangat sakit mendengar pernyataan itu? Bukankah selama ini ia tidak pernah peduli apapun ucapan orang?

Sampai sekarang Marrinette mendiamkannya. Marrinette yang selama ini banyak bicara berubah menjadi cuek dan dingin. Selama ini jika dia kesal pasti selalu protes panjang lebar. Tapi kali ini tidak. Apakah Marrinette sedang berada  dipuncak kemarahannya? Dan mengherankan kenapa ia menjadi sedih? Bukankah selama ini ia tak peduli?

"Tuan muda, mengapa terlihat murung?" sapa Pak Adi mengusik lamunannya.

"Menurut Pak Adi, apakah saya ini egois?"

Pak Adi menghela nafas panjang. Ia harus berhati-hati mengeluarkan kata-kata. Mengingat anak bosnya ini bersumbu pendek dan gampang meledak.

"Menurut Tuan muda sendiri bagaimana? Alangkah lebih baik terlebih dahulu kita mengoreksi kesalahan kita sendiri sebelum orang lain."

"Saya tidak bisa mengoreksi kesalahan saya sendiri. Makanya saya minta pendapat Pak Adi. Tak usah khawatir, kali ini saya terbuka terhadap kritikan walaupun terdengar menyakitkan."

"Sebelumnya saya minta maaf pada Tuan muda. Semenjak Nyonya meninggal, Tuan muda berubah."

"Berubah bagaimana?"

"Tuan muda berubah menjadi arrogant dan menindas orang lain. Tapi saya berusaha memahami. Mungkin pikiran Tuan muda lagi kalut, terlebih tidak mendapatkan perhatian dari Tuan besar. Padahal Nyonya sendiri menginginkan Tuan muda jadi anak baik. Tapi yaa, mau gimana lagi. Musibah dapat merubah seseorang. Termasuk kelakuannya."

"Marrinette bilang saya ini egois. Entah kenapa saya sedih saat dia marah kepada saya."

"Itu artinya Tuan muda sudah jatuh cinta pada Marrinette."

Ya, tak dapat dipungkiri. Saat Marrinette hilang di rumah sakit, ia bahkan tak bisa makan enak dan tidur nyenyak.

"Lalu, bagaimana caranya biar Marrinette tak lagi marah kepada saya?"

"Minta maaf dan perbaiki kesalahan. Buanglah sifat-sifat yang tidak disukainya."

Bagai secercah cahaya di tengah mendung, ia langsung bersemangat mendengar saran Pak Adi.

"Sepertinya saya tau apa yang harus saya lakukan."

Fadli pergi dan tak lama kemudian ia sudah kembali membawa bunga dan coklat.

Ia langsung menemui Marrinette yang lagi mengepel teras bagian belakang.

"Marrinette."

Marrinette menoleh. Sesaat matanya menatap bunga dan coklat yang dibawa Fadli.

"Aku minta maaf karena sudah menghancurkan coklat dan bungamu. Sebagai permintaan maafku, aku belikan gantinya."

Marrinette menerimanya. Tapi masih belum bersuara.

"Maaf ya coklatnya kurang manis. Dari tadi aku udah mutar-mutar nyari coklat yang paling manis tapi akhirnya aku sadar ternyata yang manis cuma kamu."

"Apaan sih!" seru Marrinette tersenyum malu.

"Hehe. Jangan marah lagi ya. Aku berusaha akan berubah jadi lebih baik."

Marrinette tersenyum.
***
Ketika Marrinette hendak menuju pasar ia dihadang oleh Caitlin.

"Heh!"

"Ada apa?"

"Cuma mau bilang jangan terlalu deket dengan Fadli. Kamu itu cuman pembantu, jadi tolong sadar diri!" ucapnya lalu pergi.

Fadli menyambutnya saat Marrinette masuk ke dalam rumah sepulang dari pasar.

"Hai Marrinette "

Namun Marrinette tak menyahut. Hanya bersikap dingin yang membuat Fadli kebingungan. Namun Fadli tetap mengikutinya ke dapur. Membantu mengeluarkan barang-barang belanjaan.

"Kamu kenapa sih? Capek ya?"

Lagi-lagi Marrinette tak menyahut.

"Kalau capek istirahat." Fadli membuatkan Marrinette segelas susu hangat dan memberikan padanya. "Nih, minum dulu."

Marrinette hendak mengambil minuman itu namun Fadli menahan tangannya agar tak menyentuh gelas itu. Kemudian langsung meminumkannya pada  Marrinette.

Darah Marrinette berdesir. Jujur ia menyukai perlakuan manis Fadli. Tapi, ucapan Caitlin juga terngiang dikepalanya. Ah, bukan dia yang mendekati Fadli, lebih tepatnya Fadli yang mendekatinya. Marrinette tersenyum, melupakan peringatan dari Caitlin. Toh, Caitlin juga tidak akan mengetahui hal ini.

Sore yang cerah, Marrinette membersihkan dedaunan bunga yang kering dari dalam potnya. Ketika hendak mengambil pot yang digantung, Marrinette kesulitan karena letaknya tinggi. Disaat yang sama ia melihat Fadli tidak jauh dari tempatnya berdiri. Ia memanggilnya.

"Fadli boleh minta tolong nggak?"

"Apa?" sahut Fadli.

"Tolong ambilkan pot bunga yang diatas itu dong. Tinggi nih."

"Maaf, kalau untuk ngambilin pot bunga, aku tidak bisa. Tapi kalau kamu memintaku untuk mencintaimu, sepertinya aku tak keberatan."

"Aku serius!"

"Oke maaf." Fadli mengambilkan pot bunga.

Marrinette menerimanya dengan cuek lalu pergi. Padahal diam-diam pipinya memerah karena malu.

***
Malam harinya Darlius memanggil Fadli ke ruang keluarga. Ada hal penting yang dia bicarakan.

"Ada apa, Pa?"

"Papa ingin kamu menikahi Caitlin."

Hh itu lagi.

"Kenapa Papa selalu ingin menjodohkanku dengan dia? Sudah jelas-jelas aku tidak menyukainya."

"Fadli, ini demi kebaikan kamu."

"Demi kebaikan aku apa demi kebaikan Papa? Pa, urusan bisnis jangan bawa-bawa anak."

"Caitlin menyukaimu."

"Saya tidak peduli," ucap Fadli seraya bangkit dari tempat duduknya hendak pergi.

"Bisa nggak kamu tidak membangkang pada saya?"

Fadli membalikkan badan. "Pa, saya ini sudah besar. Bukan anak kecil yang harus selalu nurut kemauan Papa. Saya juga punya pilihan sendiri." Fadli pergi dengan kesal.

Hh! Dasar tak punya perasaan! Urusan bisnis malah melibatkan anak. Batin Fadli jengkel. Ia memasuki dapur dengan wajah bete.

"Kenapa?" Marrinette bertanya.

"Lagi-lagi aku dijodohkan dengan Caitlin," sahut Fadli dengan tampang merengut.

Diam-diam Darlius mengintip, menguping pembicaraan mereka.

"Terima saja Caitlin itu."

"Tidak," sahut Fadli tegas.

"Mengapa tidak? Jangan menolak pilihan orangtuamu," kata Marrinette.

"Aku hanya mencintaimu Marrinette." Ucap Fadli lembut.

"Kita tidak akan bisa bersatu."

"Aku akan memperjuangkan cinta kita."

Oh, jadi perempuan itu yang membuat Fadli menolak perjodohan itu? Geram Darlius. Sepertinya aku harus menyingkirkan perempuan itu dari hidup Fadli.

Darlius muak melihatnya dan pergi dari sana.

"Fadli please. Jangan jadikan aku sebagai pemisah antara kamu dengan orangtuamu."

"Kenapa? Apa kamu tidak mencintaiku?"

Marrinette hanya diam.

"Marrinette jawab," desak Fadli.

"Aku tak pernah bermaksud untuk membuatmu jatuh cinta. Aku datang kerumah ini hanya karena suatu misi-" Duh, Marrinette keceplosan.

"Misi apa?"

"Maaf, salah ngomong. Lupakan."
***

Di malam yang sunyi, Marrinette termenung. Memikirkan perjodohan Fadli. Entah mengapa hatinya terasa sakit. Padahal itu bukan urusannya.

Marrinette, ingat! Kamu disini karena suatu misi, merebut mustika duyung. Tapi mengapa?

Cinta slalu bertindak diluar nalar. Mengganggu pikiran, menguasai hati.

Huh.

Fadli yang menyebalkan, arrogant. Bahkan dirinya pernah mengutuki karena harus serumah dengan pria itu. Namun, alam memberi alur lain. Sedikit demi sedikit terselip kenangan manis bersamanya. Yang tak mudah ia lupakan begitu saja.

Apa ia harus minggat dari rumah ini?

Tidak. Misinya belum selesai.

Biarkan saja nanti ia menyaksikan pemandangan yang menyakitkan, menguras air mata.

Tidak. Itu semua takkan terjadi, andaikata ia melupakan Fadli. Sepertinya mulai hari ini dia harus belajar menjauhinya.

"Hai Marrinette."

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Rindu
382      277     2     
Romance
Ketika rindu mengetuk hatimu, tapi yang dirindukan membuat bingung dirimu.
Mengejar Cinta Amanda
1714      1050     0     
Romance
Amanda, gadis yang masih bersekolah di SMA Garuda yang merupakan anak dari seorang ayah yang berprofesi sebagai karyawan pabrik dan mempunyai ibu yang merupakan seorang penjual asinan buah. Semasa bersekolah memang kerap dibully oleh teman-teman yang tidak menyukai dirinya. Namun, Amanda mempunyai sahabat yang selalu membela dirinya yang bernama Lina. Selang beberapa lama, lalu kedatangan seora...
Kisah Kasih di Sekolah
651      415     1     
Romance
Rasanya percuma jika masa-masa SMA hanya diisi dengan belajar, belajar dan belajar. Nggak ada seru-serunya. Apalagi bagi cowok yang hidupnya serba asyik, Pangeran Elang Alfareza. Namun, beda lagi bagi Hanum Putri Arini yang jelas bertolak belakang dengan prinsip cowok bertubuh tinggi itu. Bagi Hanum sekolah bukan tempat untuk seru-seruan, baginya sekolah ya tetap sekolah. Nggak ada istilah mai...
Vampire Chain
1890      763     4     
Fantasy
Duniaku, Arianne Vryl Berthold adalah suatu berkah yang penuhi cahaya. Namun, takdir berkata lain kepadaku. Cahaya yang kulihat berubah menjadi gelap tanpa akhir. Tragedi yang tanpa ampun itu menelan semua orang-orang yang kusayangi lima belas tahun yang lalu. Tragedi dalam kerajaan tempat keluargaku mengabdi ini telah mengubah kehidupanku menjadi mimpi buruk tanpa akhir. Setelah lima bel...
MONSTER
5964      1642     2     
Romance
Bagi seorang William Anantha yang selalu haus perhatian, perempuan buta seperti Gressy adalah tangga yang paling ampuh untuk membuat namanya melambung. Berbagai pujian datang menghiasi namanya begitu ia mengumumkan kabar hubungannya dengan Gressy. Tapi sayangnya William tak sadar si buta itu perlahan-lahan mengikatnya dalam kilat manik abu-abunya. Terlalu dalam, hingga William menghalalkan segala...
Search My Couple
519      289     5     
Short Story
Gadis itu menangis dibawah karangan bunga dengan gaun putih panjangnya yang menjuntai ke tanah. Dimana pengantin lelakinya? Nyatanya pengantin lelakinya pergi ke pesta pernikahan orang lain sebagai pengantin. Aku akan pergi untuk kembali dan membuat hidupmu tidak akan tenang Daniel, ingat itu dalam benakmu---Siska Filyasa Handini.
Young Marriage Survivor
2800      994     2     
Romance
Di umurnya yang ke sembilan belas tahun, Galih memantapkan diri untuk menikahi kekasihnya. Setelah memikirkan berbagai pertimbangan, Galih merasa ia tidak bisa menjalani masa pacaran lebih lama lagi. Pilihannya hanya ada dua, halalkan atau lepaskan. Kia, kekasih Galih, lebih memilih untuk menikah dengan Galih daripada putus hubungan dari cowok itu. Meskipun itu berarti Kia akan menikah tepat s...
SALAH ANTAR, ALAMAKK!!
824      580     3     
Short Story
EMMA MERASA BOSAN DAN MULAI MEMESAN SESUATU TAPI BERAKHIR TIDAK SEMESTINYA
Our Different Way
4441      1710     0     
Romance
Novel ini mengisahkan tokoh utama bernama Haira, seorang siswa SMA berusia tujuh belas tahun yang baru saja rujuk kembali dengan pacarnya, Gian. Mereka berdua tentu senang karena bisa kembali merajut kasih setelah tidak pernah bertemu lebih dari setahun akibat putus. Namun, di tengah hubungan yang sedang hangat-hangatnya, mereka diterpa oleh permasalahan pelik yang tidak pernah mereka bayangk...
Waktu Awan dan Rembulan
5235      2630     17     
Romance
WADR