Loading...
Logo TinLit
Read Story - From Thirty To Seventeen
MENU
About Us  

“RAYYAN!! Apa yang terjadi?” seru Nyonya Amanda.

Wanita tua itu langsung terkejut saat melihat Rayyan pulang dengan keadaan babak belur. Usai mengantar Aina ke tempat les, Pak Sukri memang langsung mengantar Rayyan pulang. Namun, akhirnya Rayyan juga yang kebingungan saat Nyonya Amanda melihatnya seperti ini.

“Eng ... gak papa, Nek. Aku jatuh tadi.” Rayyan sengaja bohong.

Mata pria tampan itu sudah melirik ke arah Pak Sukri seakan meminta Pak Sukri merahasiakan tentang ini. Nyonya Amanda tidak percaya dengan ucapan Rayyan. Wanita tua itu berjalan mendekat dan melihat luka di tubuh Rayyan.

“Ini tidak seperti luka habis jatuh, Rayyan. Ini seperti luka pukulan. Apa ada yang memukulmu? Siapa?”

Rayyan tersenyum meringis dan menggelengkan kepala dengan cepat.

“Enggak ada, Nek. Aku beneran jatuh, kalau tidak percaya tanya Pak Sukri saja.” Rayyan melirik ke Pak Sukri. Ia memberi isyarat mata agar pria paruh baya itu mau berbohong untuk menolongnya.

“Iya, benar, Nyonya. Tadi Tuan Rayyan terjatuh dan saya menolongnya.” Akhirnya pria paruh baya itu sudah mau bekerja sama dengan Rayyan.

“Astaga, Rayyan. Lain kali hati-hati. Apa lukanya sudah kamu obati, Sukri?” Kini Nyonya Amanda bertanya ke Pak Sukri.

“Sudah, Nyonya. Tadi ada kotak P3K di mobil.”

“Ya sudah, nanti aku akan melihatnya lagi. Sekarang kamu istirahat saja, Rayyan.”

Rayyan mengangguk kemudian sudah berpamitan masuk ke dalam kamar. Sementara Pak Sukri kembali keluar rumah untuk menjemput Aina.

Pukul setengah tujuh malam saat Aina baru saja keluar dari tempat lesnya. Ia sangat lelah dan mengantuk. Baru hari pertama sekolah, jadwalnya sudah sepadat ini. Namun, di kehidupan sebelumnya Aina juga mengalami hal yang sama.

“Non ... nanti kalau Nyonya besar tanya mengenai Tuan Rayyan, tolong bilang kalau Tuan Rayyan jatuh. Bukan dipukul, ya?” Tiba-tiba Pak Sukri berkata seperti itu di perjalanan pulang.

Aina yang tadinya mengantuk dan menyandarkan punggungnya di kursi belakang tiba-tiba terkejut. Ia sudah duduk tegak sambil melihat Pak Sukri melalui kaca spion.

“Apa Rayyan yang memintanya, Pak?” tebak Aina.

Pak Sukri tersenyum kemudian menganggukkan kepala sambil melihat ke arah Aina melalui kaca spion. Aina berdecak sambil menghela napas panjang. Kenapa juga Rayyan tidak mau jujur kalau habis dipukul? Bukankah dengan demikian ayahnya akan segera bertindak tegas menghukum pelakunya. Aina tahu, Tuan Farid seorang yang keras. Dia tidak akan segan menindak orang yang mengganggu keluarganya.

Hal seperti ini pasti sangat mudah diatasi Tuan Farid. Namun, mengapa Rayyan malah menutupinya? Atau jangan-jangan dia memang yang salah sehingga pantas mendapat perlakuan seperti itu.

Aina hanya manggut-manggut mendengarnya. “Oke, aku akan tutup mulut.”

Pukul tujuh malam saat Aina tiba di rumah. Ia sangat lelah dan gegas menuju kamarnya untuk beristirahat. Bahkan Aina sudah meminta pelayan di rumah untuk mengantar makan malam ke kamarnya.

Aina tidak melihat nenek dan ayahnya menyambut saat datang tadi. Ini memudahkan Aina sehingga dia tidak perlu berbohong jika mereka bertanya tentang Rayyan. Aina langsung mandi begitu masuk. Selang beberapa saat dia langsung menghabiskan makan malam yang baru diantar pelayan ke kamarnya.

Aina menguap lebar dan siap untuk tidur, tapi dia melihat langit yang cerah dengan taburan bintang dari jendela kamarnya. Rasanya sayang jika keindahan malam ini dilewatkan begitu saja. Aina urung naik ke kasur malah berjalan menuju balkon dan membuka lebar pintu balkon. Ia langsung keluar sambil mendongakkan kepala ke atas.

“Astaga!! Bintangnya banyak sekali,” seru Aina kesenangan.

Sejak dulu Aina memang pecinta bintang. Rayyan tahu tentang kesukaan Aina. Bahkan Rayyan sering mengajak Aina menikmati keindahan bintang dengan berkemah di alam terbuka. Dalam kehidupan yang berbeda, meski Aina sempat mendapat perlakuan buruk. Namun, di awal pernikahan, Rayyan selalu menuruti keinginannya. Termasuk melihat bintang di alam terbuka.

Aina memangku tangannya di atas pagar balkon. Kepalanya terus mendongak dengan mata yang berbinar menatap bintang. Semua terasa tenang dan tentram. Aina sangat suka situasi seperti ini. Hingga tiba-tiba dia mendengar dehemen seseorang. Aina menoleh ke arah suara dan melihat ke balkon sebelah. Ia hampir lupa kalau ada Rayyan tinggal di sebelah kamarnya.

Pria tampan itu duduk diam di sudut balkon sambil menatap tajam ke arah Aina. Mata pekatnya berkilatan ditimpa cahaya bintang dan terlihat menyeramkan penuh dendam. Perlahan Rayyan bangkit kemudian berdiri hingga ke sudut pagar balkon kamarnya. Aina hanya diam memperhatikan. Dia sedang menunggu apa yang akan dikatakan pria ini.

“Berapa kamu membayar orang untuk memukuliku tadi?” Rayyan tiba-tiba bersuara.

Aina tampak terkejut dengan pertanyaan Rayyan. Apa Rayyan berpikir kalau dia yang menyuruh teman-temannya memukul Rayyan?

“Lain kali jangan anak SMA yang kamu suruh, sekalian bodyguard atau pengawal profesional. Memangnya kamu pikir aku takut menghadapi mereka.” Rayyan kembali menambahkan.

Aina hanya diam, menarik napas sambil melihat Rayyan dengan sudut matanya.

“Aku tidak tahu yang kamu bicarakan. Aku rasa kamu salah orang.”

Rayyan berdecak dan menggelengkan kepala. “Memangnya aku tidak bisa melihat. Kamu yang paling senang melihatku seperti ini, bukan?”

Aina berdecak lagi kemudian berjalan mendekat ke arah Rayyan. Mereka sudah berhadapan di sudut pagar balkon masing-masing.

“Denger ya!! Aku gak kurang kerjaan untuk nyuruh orang mukulin kamu. Kalau aku mau, kamu gak aku pukuli, tapi sekalian aku bikin mati. Itu lebih setimpal.”

Seketika mata Rayyan terbelalak saat Aina berkata seperti itu. Dia tidak menyangka kalau Aina begitu membencinya bahkan berniat ingin membunuhnya.

“Sebaiknya cepat obati lukamu agar sembuh. Kamu tidak ingin semua gadis di sekolah kita mengkhawatirkan kamu besok, bukan?”

Rayyan kembali terkejut dan mengerjapkan mata. Seharian tadi saja, dia sudah sibuk menghindar kejaran para gadis. Apalagi besok kalau dia masuk sekolah dalam keadaan seperti ini.

“Mungkin kalau aku jadi kamu akan melaporkan ke guru BK tentang hal ini. Asal kamu tahu, ulah Teguh dan kawanannya itu sudah sering terjadi di sekolah. Mereka selalu menindas murid baru.”

Memang Aina tahu siapa gerombolan yang memukuli Rayyan tadi. Dia adalah Teguh Prasetyo, salah satu preman di sekolah mereka. Semua takut kepada Teguh, tapi Teguh sama sekali tidak berani kepada Aina. Ayah Teguh adalah salah satu karyawan Tuan Farid. Jika Teguh macam-macam dengan Aina, tentu Aina akan mengadu ke ayahnya dan otomatis ayah Teguh akan dipecat begitu saja. Itu sebabnya di kehidupan yang dulu, Rayyan tidak pernah mengalami hal ini. Aina mengakui Rayyan sebagai pacarnya kala itu.

“Jadi kamu mengenalnya?”

Aina tersenyum miring sambil melipat tangan melihat dengan dingin ke arah Rayyan.

“Aku penghuni lama sekolah itu, tentu saja aku mengenalnya. Apa kamu berpikir aku yang menyuruh Teguh memukulimu?”

Rayyan tidak menjawab hanya terdiam sambil memalingkan wajahnya. Aina mengulum senyum kemudian berdiri di depannya. Ia terdiam menatap Rayyan tanpa kedip, Rayyan membalas tatapannya dengan dingin.

“Lain kali kamu harus melindungi wajahmu kalau berantem. Itu salah satu asetmu. Sayang banget kalau wajah setampan ini harus babak belur. Itu modalmu untuk memanfaatkan gadis, bukan?”

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Tulus Paling Serius
10986      1881     0     
Romance
Kisah ini tentang seorang pria bernama Arsya yang dengan tulus menunggu cintanya terbalaskan. Kisah tentang Arsya yang ingin menghabiskan waktu dengan hanya satu orang wanita, walau wanita itu terus berpaling dan membencinya. Lantas akankah lamanya penantian Arsya berbuah manis atau kah penantiannya hanya akan menjadi waktu yang banyak terbuang dan sia-sia?
Tower Arcana
946      709     1     
Short Story
Aku melihat arum meninggalkan Rehan. Rupanya pasiennya bertambah satu dari kelas sebelah. Pikiranku tergelitik melihat adegan itu. Entahlah, heran saja pada semua yang percaya pada ramalan-ramalan Rehan. Katanya sih emang terbukti benar, tapi bisa saja itu hanya kebetulan, kan?! Apalagi saat mereka mulai menjulukinya ‘paul’. Rasanya ingin tertawa membayangkan Rehan dengan delapan tentakel yan...
Looking for J ( L) O ( V )( E) B
2415      1053     5     
Romance
Ketika Takdir membawamu kembali pada Cinta yang lalu, pada cinta pertamamu, yang sangat kau harapkan sebelumnya tapi disaat yang bersamaan pula, kamu merasa waktu pertemuan itu tidak tepat buatmu. Kamu merasa masih banyak hal yang perlu diperbaiki dari dirimu. Sementara Dia,orang yang kamu harapkan, telah jauh lebih baik di depanmu, apakah kamu harus merasa bahagia atau tidak, akan Takdir yang da...
AVATAR
9085      2828     17     
Romance
�Kau tahu mengapa aku memanggilmu Avatar? Karena kau memang seperti Avatar, yang tak ada saat dibutuhkan dan selalu datang di waktu yang salah. Waktu dimana aku hampir bisa melupakanmu�
Kita Yang Tenggelam Dalam Gelap
113      20     0     
Romance
Satoshi, seorang remaja yang hidup dalam bayang-bayang trauma masa kecil, terperangkap dalam pusaran hubungan yang gelap dan ambigu dengan seorang gadis bernama Misakisosok yang memadukan kelembutan, rahasia, dan kegilaan dengan cara yang begitu memikat. Pertemuan mereka bukanlah awal kisah cinta biasa, melainkan awal dari keretakan realitas, pembusukan moral, dan bangkitnya sisi gelap yang selam...
Cinta Sebatas Doa
714      523     0     
Short Story
Fero sakit. Dia meminta Jeannita untuk tidak menemuinya lagi sejak itu. Sementara Jeannita justru menjadi pengecut untuk menemui laki-laki itu dan membiarkan seluruh sekolah mengisukan hubungan mereka tidak lagi sedekat dulu. Padahal tidak. Cukup tunggu saja apa yang mungkin dilakukan Jeannita untuk membuktikannya.
The Boy
2164      933     3     
Romance
Fikri datang sebagai mahasiswa ke perguruan tinggi ternama. Mendapatkan beasiswa yang tiba-tiba saja dari pihak PTS tersebut. Merasa curiga tapi di lain sisi, PTS itu adalah tempat dimana ia bisa menemukan seseorang yang menghadirkan dirinya. Seorang ayah yang begitu jauh bagai bintang di langit.
Miss Shinonome Just Wanted to be NORMAL!
285      43     0     
Romance
"Aku hanya ingin menjadi gadis biasa?" Bagi mereka yang tak mengenalnya, Kobayashi Tatsuya, tampak seperti siswa SMA biasa yang menjalankan kesehariannya dengan normal. Namun, di permukaan yang tak banyak dilihat orang, nyatanya dia adalah seorang "Profesional". Memata-matai, menyebar propaganda, penyalur barang gelap, sebut saja. Dia ialah ahli dalam pekerjaan bawah tanah. Tak peduli sebes...
Tumbuh Layu
2163      1396     4     
Romance
Hidup tak selalu memberi apa yang kita pinta, tapi seringkali memberikan apa yang kita butuhkan untuk tumbuh. Ray telah pergi. Bukan karena cinta yang memudar, tapi karena beban yang harus ia pikul jauh lebih besar dari kebahagiaannya sendiri. Kiran berdiri di ambang kesendirian, namun tidak lagi sebagai gadis yang dulu takut gagal. Ia berdiri sebagai perempuan yang telah mengenal luka, namun ...
Because I Love You
2190      1372     2     
Romance
The Ocean Cafe napak ramai seperti biasanya. Tempat itu selalu dijadikan tongkrongan oleh para muda mudi untuk melepas lelah atau bahkan untuk menghabiskan waktu bersama sang kekasih. Termasuk pasangan yang sudah duduk saling berhadapan selama lima belas menit disana, namun tak satupun membuka suara. Hingga kemudian seorang lelaki dari pasangan itu memulai pembicaraan sepuluh menit kemudian. "K...