Loading...
Logo TinLit
Read Story - From Thirty To Seventeen
MENU
About Us  

“Apa maksudmu menjualku tadi?” desis Rayyan dengan sinis.

Aina membisu. Mata bulatnya kini bertemu dengan mata pekat yang menyeramkan itu. Dulu, Aina sangat menyukai mata itu dan selalu menatapnya penuh binar cinta. Namun, setelah tahu pengkhianatan Rayyan dan perlakuannya pada Aina di kehidupan yang berbeda membuat Aina berubah pikiran.

Aina buru-buru menunduk dan sibuk mengolah udara. Ia sedang mengatur kata untuk menjawab pertanyaan Rayyan.

“Aku hanya membuatmu mudah diterima di sekolahku. Bukankah besok kamu akan mulai sekolah di sana?” Pelan Aina mengangkat kepala dan bertemu dengan si Pemilik mata pekat itu.

“Aku gak butuh bantuanmu untuk beradaptasi.”

Aina membisu dan mencoba melepaskan diri dari cekalan Rayyan. Ini bukan Rayyan sama yang pernah dikenalnya di kehidupan berbeda. Bahkan Rayyan yang dulu tidak bereaksi saat Aina melakukan apa pun padanya. Apa mungkin Rayyan juga mengalami hal yang sama dengannya? Pengulangan kehidupan?

“Lepaskan aku!!” titah Aina.

Rayyan tidak menjawab hanya melihat Aina dengan sudut matanya, kemudian perlahan melonggarkan cekalannya dan melepaskan Aina. Aina hanya diam dan mengelus bekas cekalan Rayyan. Kulit Aina yang putih bersih meninggalkan bekas merah saat Rayyan melepaskannya.

Tanpa berkata apa-apa, Rayyan langsung membalikkan badan dan berjalan masuk ke kamarnya. Aina hanya diam memperhatikan. Lalu saat Rayyan sudah benar-benar masuk, ia juga gegas masuk ke dalam kamar.

Aina langsung menghempaskan tubuhnya di atas kasur usai berganti pakaian. Satu hari yang berbeda sudah berhasil dia lewati. Aina berharap hari-hari berikutnya, bisa ia lalui dengan baik. Aina hanya minta satu ke Tuhan saat ia make a wish tadi. Ia hanya minta tidak pernah jatuh cinta ke Rayyan. Itu saja.

**

Pukul enam, senin pagi ini sudah terlihat kesibukan di rumah Aina. Hari ini memang hari pertama Aina dan Rayyan masuk sekolah setelah libur semester. Nyonya Amanda terlihat sibuk menyiapkan sarapan untuk dua cucunya itu.

Terlihat Aina duduk saling berseberangan dengan Rayyan asyik menikmati sarapan mereka.

“Apa Papa belum bangun, Nek?” tanya Aina memecah keheningan.

Nyonya Amanda tersenyum dan menganggukkan kepala. Aina masih ingat kalau setiap pagi, selalu makan pagi sendiri. Tuan Farid selalu bangun lebih siang dan tidak pernah sarapan pagi bersama Aina. Hanya saat akhir pekan saja Tuan Farid bisa menikmati sarapan bersama Aina.

“Ini masih pagi, Aina. Papamu mana bisa bangun pagi. Kalau sudah selesai sarapan, kalian sudah ditunggu Pak Sukri di garasi.”

Nyonya Amanda kembali bersuara dan kini dijawab dengan anggukkan Aina. Kemudian Aina melihat ke arah Rayyan yang duduk di depannya.

“Memangnya kamu gak naik motor sendiri, Rayyan?”

Rayyan seketika mengangkat kepala dan menghentikan kunyahannya. Belum sempat Rayyan menjawab, Nyonya Amanda kembali bersuara.

“Papamu yang melarang Rayyan bawa motor. Ini hari pertama sekolah baginya. Bawa motornya nanti saja.”

Aina hanya diam dan manggut-manggut sambil terus melihat kearah Rayyan. Rayyan tahu kalau sedang diperhatikan. Saat Nyonya Amanda berlalu ke dalam rumah, Rayyan mengangkat kepala dan melihat dengan sinis ke arah Aina.

“Aku tidak lupa jaraknya. Jangan khawatir tentang itu!!” Rayyan bersuara.

Sepertinya pria tampan itu tahu apa yang sedang dipikirkan Aina. Aina tidak menjawab hanya menganggukkan kepala sambil menikmati makan paginya.

Selang beberapa saat, mereka sudah di dalam mobil perjalanan menuju sekolah. Kali ini Aina memilih duduk di bangku belakang, sementara Rayyan duduk di bangku depan bersebelahan dengan Pak Sukri, sopir mereka.

“Pak, aku nanti ada les jam empat. Jadi jemput aku, jangan sampai terlambat!!” ujar Aina.

“Iya, Non. Lalu Tuan sendiri, bagaimana? Apa juga dijemput sama dengan Nona?” Pak Sukri kini bertanya ke arah Rayyan.

“Gak usah, Pak. Saya bisa pulang sendiri, kok. Sesuaikan jadwalnya saja!!”

Pak Sukri manggut-manggut mendengar jawaban Rayyan. Sepertinya tuan mudanya ini tidak secerewet Aina dan Pak Sukri senang mendengarnya.

Sepanjang perjalanan tidak ada lagi pembicaraan. Baik Rayyan maupun Aina sama-sama diam, asyik dengan benaknya.

Pukul enam empat puluh lima menit, saat mobil yang membawa mereka tiba di sekolah. Kurang lima belas menit lagi tanda masuk sekolah berbunyi. Aina gegas turun sambil menggendong ranselnya. Dia seakan sengaja berjalan lebih dulu tanpa berpamitan apalagi menawarkan bantuan hendak mengantar Rayyan ke kelasnya.

Rayyan memakluminya. Dia juga tidak mau diantar Aina. Dia bisa mencari sendiri kelasnya. Rayyan segera menuju ruang guru dan membawa surat pengantar yang kemarin diberikan Tuan Farid. Surat itu berisi kalau dia murid baru di sekolah ini.

Tak lama setelah itu, seorang guru wanita gegas mengantar Rayyan menuju kelasnya. Kebetulan letak kelas Rayyan melewati kelas Aina. Aina yang sedang duduk di bangkunya hanya diam saat melihat Rayyan melintas dengan seorang guru.

“Aku tidak menyangka kalau kamu punya saudara sepupu, Aina,” ujar Sandra.

Sandra teman sebangku Aina sudah membuka suara. Dari dulu, Aina memang duduk sebangku dengan Sandra. Meski demikian Aina tidak pernah akrab dengannya. Kini sepertinya Sandra sengaja ingin berakrab ria dengannya. Bisa jadi Sandra juga tertarik pada Rayyan.

“Iya, aku juga baru tahu kalau punya saudara sepupu.” Aina malah membalas dengan santai.

Sandra tersenyum dan menganggukkan kepala berulang.

“Dia sangat baik, meskipun sedikit pendiam. Namun, dia sangat ramah dan sopan. Aku rasa teman-teman di sini akan menyukainya.” Sandra kembali bersuara.

Aina menoleh dan melirik ke arah Sandra.

“Apa kamu sedang membicarakan Rayyan?” Aina bertanya sambil mengernyitkan alisnya.

Sandra kembali tersenyum dan menganggukkan kepala.

“Apa kamu juga naksir padanya?”

Seketika wajah Sandra memerah dan menunduk menghindar dari tatapan Aina. Aina langsung tersenyum dan berdecak melihat reaksi Sandra. Di kehidupan sebelumnya, Aina tidak pernah tahu kalau Sandra suka Rayyan. Memang setiap Aina jalan bersama Rayyan, saat itu Sandra selalu melihatnya dengan tatapan aneh. Sekarang sepertinya Aina tahu apa yang menyebabkan Sandra bereaksi seperti itu.

Tidak hanya Sandra yang bersikap seperti itu kepada Aina. Bahkan beberapa teman lain kelas datang menghampiri Aina saat istirahat tiba hanya ingin tahu lebih banyak tentang Rayyan.

Aina berdecak dan menggelengkan kepala. “Kenapa kalian tidak tanya sendiri padanya? Aku mana tahu semua pertanyaan yang kalian ajukan tadi,” protes Aina.

Aina kesal, saat jam istirahat tiba. Semua gadis di sekolah sibuk bertanya tentang hobby Rayyan, kesukaan Rayyan sampai warna favoritnya pada Aina. Sebenarnya Aina tahu semua itu. Dia pernah menjadi istri Rayyan selama lima tahun di kehidupan sebelumnya. Namun, kali ini Aina tidak mau mengingat semua tentang Rayyan. Dia ingin mengubur semua kenangan dengan pria itu di kehidupan berbeda. Ini kehidupan barunya dan Aina tidak mau mengulang kesalahan.

“Ya ampun, Aina. Kamu kan saudaranya masa gak tahu, sih,” ujar salah seorang gadis.

Aina diam, mengendikkan bahu sambil asyik menikmati baso pesanannya. Sepertinya gadis itu kesal melihat reaksi Aina. Berangsur mereka sudah berlalu pergi meninggalkan Aina. Aina sedikit lega dan kembali menikmati basonya dengan tenang.

BRUK!!

Sebuah tas diletakkan dengan keras di bangku sebelah Aina. Aina menoleh dan langsung terkejut saat melihat siapa si Pemilik tas di sampingnya. Pelan Aina mendongakkan kepala dan langsung bersiroboh dengan mata biru yang indah sedang menatapnya.

Aina membisu, menelan ludah sambil terus menatap pria tampan di depannya ini tanpa kedip. Pria bermata biru dengan kulit bersih dan rambut pirang itu langsung tersenyum dan bersuara dengan ramah.

“Boleh aku duduk di sini?”

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Mawar Putih
1543      859     4     
Short Story
Dia seseorang yang ku kenal. Yang membuatku mengerti arti cinta. Dia yang membuat detak jantung ini terus berdebar ketika bersama dia. Dia adalah pangeran masa kecil ku.
Jalan Tuhan
666      497     3     
Short Story
Percayalah kalau Tuhan selalu memberi jalan terbaik untuk kita jejaki. Aku Fiona Darmawan, biasa dipanggil fia, mahasiswi kedokteran di salah satu universitas terkemuka. Dan dia, lelaki tampan dengan tubuh tinggi dan atletis adalah Ray, pacar yang terkadang menjengkelkan, dia selalu menyuruhku untuk menonton dirinya bermain futsal padahal dia tahu, aku sangat tidak suka menonton sepak bola ata...
Bifurkasi Rasa
208      179     0     
Romance
Bifurkasi Rasa Tentang rasa yang terbagi dua Tentang luka yang pilu Tentang senyum penyembuh Dan Tentang rasa sesal yang tak akan pernah bisa mengembalikan waktu seperti sedia kala Aku tahu, menyesal tak akan pernah mengubah waktu. Namun biarlah rasa sesal ini tetap ada, agar aku bisa merasakan kehadiranmu yang telah pergi. --Nara "Kalau suatu saat ada yang bisa mencintai kamu sedal...
Between Us
5530      2061     5     
Romance
Song Dami jelas bukanlah perempuan yang banyak bicara, suka tersenyum. Oke, mungkin iya, dulunya, tapi sekarang tidak. Entahlah, dia juga lupa alasan kenapa dia lebih banyak menyembunyikan emosinya dan memilih untuk melakukan apa yang disuruh padanya. Dan karna itu, Sangho, oppanya meminta dia untuk berhenti dari pekerjaannya yang sekarang karna Dami ternyata ditindas oleh sunbaenya. Siapa ya...
Mistress
3597      1945     2     
Romance
Pernahkah kau terpikir untuk menjadi seorang istri diusiamu yang baru menginjak 18 tahun? Terkadang memang sulit untuk dicerna, dua orang remaja yang sama-sama masih berseragam abu-abu harus terikat dalam hubungan tak semestinya, karena perjodohan yang tak masuk akal. Inilah kisah perjalanan Keyra Egy Pillanatra dan Mohamed Atlas AlFateh yang terpaksa harus hidup satu rumah sebagai sepasang su...
Hei, Mr. Cold!
581      454     0     
Romance
"Kau harus menikah denganku karena aku sudah menidurimu!" Dalam semalam dunia Karra berubah! Wanita yang terkenal di dunia bisnis karena kesuksesannya itu tak percaya dengan apa yang dilakukannya dalam semalam. Alexanderrusli Dulton, pimpinan mafia yang terkenal dengan bisnis gelap dan juga beberapa perusahaan ternama itu jelas-jelas menjebaknya! Lelaki yang semalam menerima penolakan ata...
My Noona
6686      1896     2     
Romance
Ini bukan cinta segitiga atau bahkan segi empat. Ini adalah garis linear. Kina memendam perasaan pada Gio, sahabat masa kecilnya. Sayangnya, Gio tergila-gila pada Freya, tetangga apartemennya yang 5 tahun lebih tua. Freya sendiri tak bisa melepaskan dirinya dari Brandon, pengacara mapan yang sudah 7 tahun dia pacariwalaupun Brandon sebenarnya tidak pernah menganggap Freya lebih dari kucing peliha...
Inspektur Cokelat: Perkara Remaja
476      355     2     
Short Story
Elliora Renata, seorang putri dari salah satu keluarga ternama di Indonesia, hal itu tak menjamin kebahagiaannya. Terlahir dengan kondisi albinis dan iris mata merah tajam, banyak orang menjauhinya karena kehadirannya disinyalir membawa petaka. Kehidupan monoton tanpa ada rasa kasih sayang menjadikannya kehilangan gairah bersosialisasinya sampai akhirnya...serangkaian kejadian tak menyenangkan...
Tinta Buku Tebal Riri
661      458     0     
Short Story
Cerita ini hanyalah fiktif belaka, apabila ada kesamaan kejadian, nama dan tempat hanyalah kebetulan semata. NB : picture from Pixabay.com
Loading 98%
693      435     4     
Romance