Di benci seseorang itu tidak enak rupanya,setiap lewat tatapan itu menyakitkan. Batin dan otaknya sedang berperang sekarang, di sisi lain hujan rintik rintik dibalik jendela membuatnya tenang sebentar.
"Aram..apakah kau baik baik saja?"
"Aku baik baik saja Vel"
Aram tetap menatap rintik rintik hujan itu, ia berencana sepulang ngampus akan mencari tahu siapa dibalik bercak merah di gaun tersebut. Ia tidak ingin dicurigai Adelar terus menerus, ia ingin mengembalikan nama baiknya secepatnya.
-Ruangan Praktek Design-
Disini sepertinya awalnya gaun itu ditemukan Adelar, tapi siapa kira kira yang berada tepat dekat dengan gaun itu.
Aram berkutat dengan pikirannya sekarang. Ia berusaha mengingat siapa siapa saja yang mengurus gaun itu. Ia membuka catatan kelompok yang dibuat Adelar, ia cari satu persatu nama yang ada di catatan itu berharap ada sesuatu yang ia temukan.
Di catatan Adelar nama nama yang bertanggung jawab di bagian gaun : Vely, Satia, Mia
Namun di hari itu seingat Aram, Satia dan Mia tengah membantu nya membagikan minuman yang ia beli untuk para anggota team.
Tidak mungkin Vely!!! Tidak mungkin.
Aram pun meninggalkan tempat itu dan tengah mencari Vely, namun sayang Vely sudah pulang duluan, ia pun berniat menanyakan soal ini ke Vely esok hari.
*****
-Kantin Kampus, 13.00 siang-
"Vely, boleh aku tanya sesuatu?"
"Tentu saja boleh, ada apa Aram?"
"Vel, soal gaun kita yang bercak merah.. apakah kau tau siapa pelakunya?"
Vely pun sontak menghentikan kegiatan mengaduk bubur ayamnya, ia kaget dengan pertanyaan yang dilontarkan Aram. Namun tak lama kemudian Vely pun melanjutkan kegiatan mengaduknya dengan ekspresi menyerigai nya.
"Apakah kau tahu kita sudah gagal, untuk apa kau mengungkit masalah itu Aram??"
Aram yang merasa bersalah terhadap Vely karena menanyakan masalah itu, ia pun menghilangkan pikirannya soal Vely kemungkinan pelaku sebenarnya.
"Sorry Vel, aku hanya penasaran saja, maaf jika pertanyaan ku menganggu mu"
Vely yang enggan meneruskan makanannya pun pergi meninggalkan Aram tanpa sepatah kata pun. Aram hanya bisa diam melihat Vely teman satu satunya pergi meninggalkannya.
Kerja bagus Aram, kau tidak punya teman sekarang!
*****
Keesokan harinya Aram hanya menjalankan harinya dengan seperti biasa namun kali ini dia harus merasakan kesepian karena tidak memiliki teman terlebih Vely tengah menjauhinya. Ia tidak percaya dengan apa yang ia alami sekarang. Aram yang merasa sesak didadanya tiba tiba ia teringat dikampus lamanya, ia memiliki banyak teman. Tidak percaya akan hal ini, tak terasa air mata Aram tumpah dan mengenai bukunya. Aram yang takut ada yang masuk kelas dan melihat ia menangis, ia pun cepat cepat menyeka air matanya.
Adelar yang sebenarnya sadar dengan apa yang terjadi dengan Aram, ia pun sebenarnya ingin menyapa dan bersikap baik kepada Aram namun lagi lagi ia mengurungkan niatnya karena tidak ingin terikat dengan siapa pun termasuk Aram.
'Happy Reading'
Yessika Simbolon