Loading...
Logo TinLit
Read Story - Take My Heart, Mr. Doctor!
MENU
About Us  

"Ya acara jalan-jalan gitu. Buat acara perpisahan kelas, itung-itung ya kumpul sama temen sekelas sebelum pengumuman kelulusan."

"Tempatnya di mana? Terus kegiatannya apa aja?"

"Aku kurang tau pastinya sih, Bal, tapi itu di luar kota. Jadi seharian ada di sana, dari perjalanan pagi sampe di sana ada kegiatan outbond terus ada acara internal kelas yang udah diset, ya sampe sini lagi kira-kira malem lah."

"Terus kamu mau ikut acara itu gitu?"

"Ya harus dong, Bal. Masa' aku tolak ajakan temen-temen lagi kali ini? Iqbal, aku tuh udah sering banget gak ikut acara kelas. Paling gak di moment terakhir ini aku bisa hadir di acara itu. Aku gak akan ikut kegiatan yang berat-berat, kok. Aku janji."

"Tapi Sayang, aku gak mau kamu kenapa-napa. Aku kan gak ada di sana."

"Iqbal. Aku bakal baik-baik aja. Aku bawa obat sama oksigen, kok. Aku gak bakal apa-apa. Jadi kamu gak perlu khawatir. Please, kamu ijinin aku ya, Bal! Kalo kamu ijinin aku ikut, kak Reza sama mama papa pasti juga gak akan keberatan buat biarin aku ikut. Aku mohon ya Iqbal!"

Akhirnya Iqbal mengizinkan Deva pergi. Iqbal bahkan membantu Deva untuk packing di H-1 sebelum Deva berangkat. Di hari acara kelas Deva itu, Iqbal benar-benar khawatir dan tak bisa fokus dengan tugasnya di rumah sakit. Iqbal terus menghubungi Deva demi memastikan kondisi Deva baik-baik saja.

Acara kelas Deva memang berjalan lancar. Namun, benar saja kekhawatiran Iqbal terjadi juga. Dalam perjalanan pulang, Deva mulai merasa tidak enak badan. Pada saat itu Iqbal sudah stand by di sekolah Deva untuk menjemputnya yang baru saja kembali dari acara kelasnya itu. Iqbal yang menyadari kondisi Deva kini memburuk langsung sigap membawa Deva ke rumah sakit dan memeriksanya.

***

Dalam hitungan detik, menit, jam, hari, minggu, bulan. Berbagai peristiwa berjalan seakan begitu cepatnya. Deva lolos seleksi SNMPTN dalam program strata satu di salah satu universitas di kotanya. Dia telah melakukan registrasi dan verifikasi. Acara wisuda Deva juga telah terlewati. Saat itu Iqbal ikut menghadiri acara wisuda Deva. Meskipun Deva tidak menjadi salah satu dari wisudawan terbaik di sekolahnya, Iqbal begitu bangga dengan pencapaian kekasihnya itu. Iqbal tetap memberi selamat pada Deva dan menjadikan hari itu benar-benar bermakna bagi Deva. Tak terasa secepat itu, Deva kini telah berstatus sebagai mahasiswi dan telah menjalani kuliahnya selama beberapa bulan.

---------

Namun, di dalam rentetan peristiwa itu, terjadilah hal yang tidak seharusnya. Seperti membuka sebuah album tua dalam lemari usang yang telah lama tersimpan dan terabaikan. Kenangan lama kembali muncul mengganggu. Devana tak menyangka kalau dia harus dipertemukan lagi dengan mantan kekasihnya yang dulu cinta pertamanya setelah sekian waktu mereka berpisah. Lelaki pertama yang pernah mengisi hati Deva, Jonathan Aryatama.

===

"Vana, ini kamu kan? Aku--aku gak nyangka kalo kita bakal ketemu lagi di sini. Jadi kamu kuliah di sini sekarang? Kita satu prodi dong?"

"Iya Kak Nathan. Kakak apa kabar?"

"Aku baik, kok. Yah gini aja. Kamu juga baik kan, Va?"

"Iya aku juga baik kok, Kak."

Pertemuan itu membuat keduanya jadi salah tingkah. Deva mendadak jadi flashback ke masa lalunya. Dalam saat-saat itu, saat di mana Deva masih menjalin kebersamaan dengan Nathan.

---------

"Eh, Kak Nathan kok di sini?"

"Reza suruh aku ke sini jemput kamu. Aku gak mungkin nolak dia. Dia kan best friend aku. Jadi, biarin aku laksanain perintah dia, ya! Kakak anter kamu pulang, oke?"

...

~~~

"Va, kakak boleh bilang sesuatu gak?"

"Apa, Kak? Bilang aja."

"Kak Nathan nyaman kalo ngobrol berdua sama kamu. Jujur aku seneng banget Reza kenalin aku sama adiknya yang manis ini."

"Apa sih, Kak?"

"Kenapa? Emang bener, kok. Ehm, Va, menurut kamu kak Nathan baik gak?"

"Ehm, gimana, ya? Ya. Kakak baik, kok."

"Kalo gitu, gimana kalo kamu jadi pacar kak Nathan aja? Hemm? Vana kok diem. Kakak serius, kok. Kak Nathan sayang kamu, Va. Mau, ya?"

...

~~~

"Vava Sayang. Kakak bisa jelasin semuanya ke kamu. Itu semua, apa yang kamu pikirin itu gak bener Sayang. Aku gak mungkin kecewain kamu. Va, kamu cuma salah paham. Aku--"

"Gak, Kak. Udah cukup. Kita emang gak bisa sama-sama lagi kan? Kalo gitu lupain aja semuanya. Kak Nathan, aku mau sekarang kita putus."

"Va, aku gak mau. Itu gak adil buat kakak. Vava!"

---------

Deva harus menerima jika hari-harinya saat ini mungkin akan diisi lagi oleh Nathan karena mau tak mau mereka akan bertemu tiap hari terlebih akibat mereka ada di kampus dan prodi yang sama. Apalagi dari sorot matanya itu sangat terlihat bahwa Nathan masih mencintai Deva dan dia masih merasa keputusan Deva dulu yang mengakhiri hubungan dengan sepihak itu tidak adil baginya.

***

Semua tak berhenti, terus berjalan apa adanya hingga tiba hari yang spesial untuk Deva, ulang tahunnya. Sebagai kekasihnya, Iqbal sudah pasti menyiapkan surprise yang romantis untuk Deva. Namun tak hanya Iqbal, Nathan yang telah mencurahkan segala perhatiannya pada Deva dalam kaderisasi kampus itu juga ingin merayakan ulang tahun Deva dengan penuh kegembiraan.

Saat itu tepat jam 12 malam.

"Happy Birthday to you, Happy Birthday Deva."

"Ya ampun, Kak Reza, Iqbal. Kalian kok niat banget kayak gini, sih?"

"Ini kan hari spesial kamu. Jadi kita harus rayain dong, Dek."

"Iya Sayang. Sekarang kamu make a wish terus tiup lilinnya, ya!"

"Makasih ya Kak Reza, Iqbal. Aku seneng sama surprise-nya."

"Happy Birthday ya Sayang. Semoga apa aja yang kamu inginkan bisa tercapai. Aku harap juga kamu bisa segera sembuh."

"Bal, Deva bakal sembuh dan itu karena usaha lo."

Reza meninggalkan Iqbal dan Deva untuk membiarkan sepasang kekasih itu hanya berdua.

"Sayang. Jadi aku yang kasih ucapan selamat ulang tahun pertama ke kamu kan?"

"Iya Iqbal. Kamu yang pertama. Aku sebenernya gak nyangka kamu bakal di sini sekarang."

"Aku akan lakuin apa pun buat kasih surprise ke orang yang aku sayang. Kebetulan Reza ngajak kerja sama, ya bagus lah!"

"Ini ulang tahun pertama aku sama kamu."

"Hemm. Iya. Selain kasih ucapan pertama, aku juga akan jadi yang pertama kasih hadiah ulang tahun buat kamu tahun ini."

Iqbal memberikan sebuah kalung berliontin hati yang bertuliskan nama mereka berdua kepada Deva.

"Iqbal, ini. Bagus banget."

"Itu buat kamu Sayang. Aku sengaja pesen itu dari jauh-jauh hari buat hadiah ultah kamu. Semoga kamu suka Deva."

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Bimbang (Segera Terbit / Open PO)
8047      3008     1     
Romance
Namanya Elisa saat ini ia sedang menempuh pendidikan S1 Ekonomi di salah satu perguruan tinggi di Bandung Dia merupakan anak terakhir dari tiga bersaudara dalam keluarganya Tetapi walaupun dia anak terakhir dia bukan tipe anak yang manja trust me Dia cukup mandiri dalam mengurus dirinya dan kehidupannya sendiri mungkin karena sudah terbiasa jauh dari orang tua dan keluarganya sejak kecil juga ja...
Unlosing You
695      526     4     
Romance
... Naas nya, Kiran harus menerima keputusan guru untuk duduk sebangku dengan Aldo--cowok dingin itu. Lambat laun menjalin persahabatan, membuat Kiran sadar bahwa dia terus penasaran dengan cerita tentang Aldo dan tercebur ke dalam lubang perasaan di antara mereka. Bisakah Kiran melepaskannya?
ALTHEA
192      165     0     
Romance
Ini adalah kisah seorang perempuan riang yang memiliki perasaan lebih ke manusia es batu, manusia cuek yang telah menyukai seorang perempuan lain di sekolahnya. Walaupun ia tahu bahwa laki laki itu bukan menyukai dirinya, tetap saja ia tak akan kunjung lelah untuk mendapatkan perhatian dan hati laki laki itu. Akankah ia berhasil mendapatkan yang dia mau? "Dasar jamet, bales chat nya si...
MAMPU
11070      3962     0     
Romance
Cerita ini didedikasikan untuk kalian yang pernah punya teman di masa kecil dan tinggalnya bertetanggaan. Itulah yang dialami oleh Andira, dia punya teman masa kecil yang bernama Anandra. Suatu hari mereka berpisah, tapi kemudian bertemu lagi setelah bertahun-tahun terlewat begitu saja. Mereka bisa saling mengungkapkan rasa rindu, tapi sayang. Anandra salah paham dan menganggap kalau Andira punya...
Aku Menunggu Kamu
224      203     0     
Romance
sebuah kisah cinta yang terpisahkan oleh jarak dan kabar , walaupun tanpa saling kabar, ceweknya selalu mendo'akan cowoknya dimana pun dia berada, dan akhirnya mereka berjumpa dengan terpisah masing-masing
DAMAGE
4689      1951     2     
Fan Fiction
Kisah mereka berawal dari rasa penasaran Selgi akan tatapan sendu Sean. Ketidakpuasan takdir terhadap pertemuan singkat itu membuat keduanya terlibat dalam rangkaian cerita selanjutnya. Segalanya pun berjalan secara natural seiring kedekatan yang kian erat. Sean, sang aktor terkenal berperan sangat baik untuk bisa menunjukkan kehidupannya yang tanpa celah. Namun, siapa sangka, di balik ...
Dear N
17645      2771     19     
Romance
Dia bukan bad boy, tapi juga bukan good boy. Dia hanya Naufal, laki-laki biasa saja yang mampu mengacak-acak isi hati dan pikiran Adira. Dari cara bicaranya yang khas, hingga senyumannya yang manis mampu membuat dunia Adira hanya terpaku padanya. Dia mungkin tidak setampan most wanted di buku-buku, ataupun setampan dewa yunani. Dia jauh dari kata itu. Dia Naufal Aditya Saputra yang berhasil m...
Kisah Kemarin
11172      3010     2     
Romance
Ini kisah tentang Alfred dan Zoe. Kemarin Alfred baru putus dengan pacarnya, kemarin juga Zoe tidak tertarik dengan yang namanya pacaran. Tidak butuh waktu lama untuk Alfred dan Zoe bersama. Sampai suatu waktu, karena impian, jarak membentang di antara keduanya. Di sana, ada lelaki yang lebih perhatian kepada Zoe. Di sini, ada perempuan yang selalu hadir untuk Alfred. Zoe berpikir, kemarin wak...
Pria Malam
1391      891     0     
Mystery
Semenjak aku memiliki sebuah café. Ada seorang Pria yang menarik perhatianku. Ia selalu pergi pada pukul 07.50 malam. Tepat sepuluh menit sebelum café tutup. Ia menghabiskan kopinya dalam tiga kali tegak. Melemparkan pertanyaan ringan padaku lalu pergi menghilang ditelan malam. Tapi sehari, dua hari, oh tidak nyaris seminggi pria yang selalu datang itu tidak terlihat. Tiba-tiba ia muncul dan be...
Premium
Dunia Tanpa Gadget
17647      5453     33     
True Story
Muridmurid SMA 2 atau biasa disebut SMADA menjunjung tinggi toleransi meskipun mereka terdiri dari suku agama dan ras yang berbedabeda Perselisihan di antara mereka tidak pernah dipicu oleh perbedaan suku agama dan ras tetapi lebih kepada kepentingan dan perasaan pribadi Mereka tidak pernah melecehkan teman mereka dari golongan minoritas Bersama mereka menjalani hidup masa remaja mereka dengan ko...