Loading...
Logo TinLit
Read Story - Perceraian kontrak
MENU
About Us  

Namun saat asapnya mulai menghilang, pembunuh misterius langsung masuk kedalam gudang tempat Yuan bersembunyi. Disana, pembunuh misterius itu terus saja memanggil nama Yuan, namun Yuan tetap diam dan bersembunyi.

"Ahhh sial!!! kemana si pecundang itu!?" ucap si pembunuh misterius.

"Kurang ajar, bisa-bisanya dia bilang aku pecundang! kalau begitu, rasakan ini!" Yuan langsung memanah bagian bokong si pembunuh misterius itu.

Panah itu mengenai tepat dibokong pembunuh misterius. Pembunuh misterius langsung murka dan juga kesakitan. Dan pada akhirnya ia pergi dari sana dan tidak memperdulikan Yuan.

Untuk kali ini Yuan masih diberikan kesempatan untuk hidup oleh yang diatas (Tuhan).Yuan langsung segera menghubungi Ryan dan memberitahukan kepadanya.

Ditempat Ryan...
Tampak Ryan dan yang lainnya masih bingung bagaimana cara supaya Calesthane percaya kepada mereka bahwa Elizabeth itu adalah pembunuh misterius yang menerornya selama ini. Calesthane sulit sekali diajak bicara, apalagi ia juga memiliki watak yang keras kepala. Sehingga itu sangat menyulitkan mereka.

"Bagaimana nih Ryan? sampai sekarang Calesthane masih diam, tidak bicara," ujar Berlia.

"Ya gak tahu, saya juga bingung harus berbuat apa supaya dia percaya," jawab Ryan.

Tak lama kemudian ponsel Ryan berbunyi. Ryan mengambil ponselnya lalu melihat siapa yang meneleponnya.

"Who's calling? (Siapa yang menelepon?)," tanya Carl.

"Brother Yuan called me (Kak Yuan menelepon saya)," jawab Ryan.

"Pick up the phone, who knows we can get more information (Angkat telepon, siapa tahu kita bisa mendapatkan informasi lebih lanjut)," jawab Marcel.

Ryan mengangkat telepon dari Yuan. Teman-temannya serta yang lain mendengarkan pembicaraan Ryan meskipun memakai bahasa Indonesia, mereka sedikit mengerti bahasa Indonesia.

"Hmm... halo kak Yuan, kenapa?" tanya Ryan.

"Ryan, kamu harus baca chat saya sekarang! saya sherlock lokasi saya saat ini. Memang benar bahwa pembunuh misterius itu adalah Elizabeth, aku sempat merekam pembicaraannya denganku. Kalian cepat datang kesini untuk selamatkan Rick, Shane yang akan jadi korbannya," jawab Yuan.

"Ha? serius!? oke aku akan baca chat kakak. Oh ya kakak sekarang berada dimana?" jawab Ryan.

"Sekarang saya berada didalam gudang. Saya berusaha menyembuhkan luka tusuk, tapi yang paling penting saat ini adalah Rick dan Shane. Kalian harus selamatkan mereka!" ujar Yuan.

"Oke-oke, kita akan kesana! tunggu ya!"jawab Ryan.

Setelah itu Ryan mematikan teleponnya. Iapun langsung membuka chat dari Yuan dan ternyata benar, Yuan mengirimkannya rekaman suara serta sherlock lokasi nya saat ini.

Ryan dan yang lainnya mendengarkan rekaman suara itu. Andrea menerjemahkan bahasa China menjadi bahasa Inggris. Untung ada Andrea, jadi mereka semua kan bisa mengerti πŸ˜‚πŸ˜„

Calesthane langsung menatap kearah Ryan dan teman-temannya yang sedang mendengarkan terjemahan dari Andrea. Perlahan-lahan Calesthane mendekatinya dan ikut mendengarkan hingga rekaman suara itu habis.

"So the person I think is good is the enemy in the blanket? God, why did this happen (Jadi orang yang saya anggap baik adalah musuh dalam selimut? Tuhan, kenapa ini bisa terjadi)," ujar Calesthane sedikit sedih.

"Be patient, next time you have to be careful with your friends (Bersabarlah, lain kali Anda harus berhati-hati dengan teman Anda)," jawab Andrea sedikit menghibur Calesthane.

"Don't be sad anymore Calesthane, we are loyal here to be your friends (Jangan sedih lagi Calesthane, kami setia di sini untuk menjadi teman Anda)," jawab Carl ikut menghibur.

"All right, let's go to where Rick and Shane are. Their life currently threatened (Baiklah, ayo pergi ke tempat Rick dan Shane berada. Hidup mereka saat ini terancam)," ucap Lucky sambil memasukkan peluru kedalam pistol.

"Alright, let's go (Baiklah, ayo pergi)," ajak Ryan.

Mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat Rick dan Shane berada saat disini.

Ditempat Rick dan Shane...
"Kita sudah tiga puluh menit berjalan, tapi belum menemukan lapangan tembaknya," ujar Shane.

"Hmm mungkin jaraknya jauh, ngomong-ngomong Yuan dan Elizabeth kemana ya? kok mereka hilang?" tanya Rick.

"Apa jangan-jangan mereka sedang dalam bahaya lagi?" jawab Shane.

"Ya sudah, gini aja. Kamu kearah kolam sana dan saya ke gedung situ mencari mereka berdua, oke," jawab Rick.

"Ya sudah, hati-hati ya Rick," jawab Shane.

Setelah itu mereka berdua berpisah ke tempat masing-masing. Rick ke gedung kosong sedangkan Shane ke kolam renang yang sudah kotor.

Shane berjalan mengelilingi kolam renang yang airnya sangat kotor sekali dan juga bau mayat.

"Hmm... padahal tempat ini awalnya rapi dan indah, tapi sekarang kotor dan bau akibat peledakan itu. Kasihan anak-anak dan orang tua yang jadi korban," ujar Shane.

"Kini kamu juga akan jadi salah satu seperti mereka!!!" ucap pembunuh misterius.

Shane langsung menghadap kebelakang dan terkejut saat melihat pembunuh misterius ada didepannya.

"Astaga, mau ngapain kamu kesini!?" tanya Shane, menodongkan senapannya.

"Kenapa? terkejut ya? aku senang bisa bertemu kamu. Aku boleh ya jadikan kamu sebagai salah satu pacarku," jawab pembunuh misterius.

"Tidak akan pernah saya menjadi kekasihmu. Mundur kamu! atau nyawamu akan terancam!" ancam Shane.

"Sudahlah kamu jangan bilang begitu, justru aku yang seharusnya bilang begitu. Ha..Ha..Ha.., rasakan kepedihan hidup ini," pembunuh misterius menembak Shane dan kembali memperlakukan Shane seperti korban-korban yang lainnya.

Kini tibalah Ryan dan kawan-kawan ditempat Rick sedang berada. Mereka pun membagi posisi. Andrea dan Lucky pergi ketempat Yuan berada. Lalu Calesthane, Ryan, Berlia, dan Carl pergi mencari Rick. Sedangkan Marcel, Chaiden, Darly, dan Glenn, pergi mencari Shane.

Mereka mulai berjalan kearah yang dituju. Ryan, Calesthane, Berlia, dan Carl berlari dengan kencang menuju arah gedung seperti yang ditulis dibalik foto.

"Let's run fast, I'm afraid something will happen to Daddy (Ayo lari cepat, aku takut sesuatu akan terjadi pada Ayah)," ujar Calesthane.

"Be patient Calesthane, we've run this fast (Bersabarlah Calesthane, kita sudah berlari secepat ini)," jawab Carl.

Hanya butuh waktu sepuluh menit, mereka berempat sampai di gedung yang dituju. Namun mereka harus membagi kelompok menjadi dua lagi supaya bisa kearah kanan dan kiri.

"There are two doors, on the right and left. We better divide it into 2 groups. Calesthane and Berlia go to the right, while Ryan and I go to the left (Ada dua pintu, di kanan dan kiri. Sebaiknya kita membaginya menjadi 2 kelompok. Calesthane dan Berlia ke kanan, sedangkan Ryan dan saya ke kiri)," ujar Carl.

"All right, be careful! Take care of yourself well! (Baiklah, hati-hati! Jaga diri baik baik!)," jawab Calesthane.

Setelah itu, Calesthane dan Berlia berlari menuju sisi kanan gedung. Sedangkan Ryan dan Carl sebaliknya.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
fall
5346      1785     3     
Romance
Renata bertemu dua saudara kembar yang mampu memporak-porandakan hidupnya. yang satu hangat dengan segala sikap manis yang amat dirindukan Renata dalam hidupnya. satu lagi, dingin dengan segudang perhatian yang tidak pernah Renata ketahui. dan dia Juga yang selalu bisa menangkap renata ketika jatuh. apakah ia akan selamanya mendekap Renata kapanpun ia akan jatuh?
HEARTBURN
433      325     2     
Romance
Mencintai seseorang dengan rentang usia tiga belas tahun, tidak menyurutkan Rania untuk tetap pada pilihannya. Di tengah keramaian, dia berdiri di paling belakang, menundukkan kepala dari wajah-wajah penuh penghakiman. Dada bergemuruh dan tangan bergetar. Rawa menggenang di pelupuk mata. Tapi, tidak, cinta tetap aman di sudut paling dalam. Dia meyakini itu. Cinta tidak mungkin salah. Ini hanya...
Teater
26234      4780     3     
Romance
"Disembunyikan atau tidak cinta itu akan tetap ada." Aku mengenalnya sebagai seseorang yang PERNAH aku cintai dan ada juga yang perlahan aku kenal sebagai seseorang yang mencintaiku. Mencintai dan dicintai. ~ L U T H F I T A ? Plagiat adalah sebuah kejahatan.
Not Alone
714      432     3     
Short Story
Mereka bilang rumah baruku sangat menyeramkan, seperti ada yang memantau setiap pergerakan. Padahal yang ku tahu aku hanya tinggal seorang diri. Semua terlihat biasa di mataku, namun pandanganku berubah setelah melihat dia. "seseorang yang tinggal bersamaku."
Aku Mau
13332      2959     3     
Romance
Aku mau, Aku mau kamu jangan sedih, berhenti menangis, dan coba untuk tersenyum. Aku mau untuk memainkan gitar dan bernyanyi setiap hari untuk menghibur hatimu. Aku mau menemanimu selamanya jika itu dapat membuatmu kembali tersenyum. Aku mau berteriak hingga menggema di seluruh sudut rumah agar kamu tidak takut dengan sunyi lagi. Aku mau melakukannya, baik kamu minta ataupun tidak.
SUN DARK
503      338     1     
Short Story
Baca aja, tarik kesimpulan kalian sendiri, biar lebih asik hehe
Cinta di Ujung Batas Negara
8      5     0     
Romance
Di antara batas dua negara, lahirlah cinta yang tak pernah diberi izin-namun juga tak bisa dicegah. Alam, nelayan muda dari Sebatik, Indonesia, tak pernah menyangka hidupnya akan berubah hanya karena sepasang mata dari seberang. Siti Dzakyrah, pelajar Malaysia dari Tawau, hadir bagai cahaya kecil di tengah perbatasan yang penuh bayang. Mereka tak bertemu di tempat mewah, tak pula dalam pertemu...
Pangeran Tak Berkuda
862      599     0     
Short Story
Bagaimana seseorang yang tidak kita kenal dapat begitu peduli dengan kita? Aku rasa kebaikanlah yang membuat hatinya tergerak.
The Presidents Savior
10467      2555     16     
Action
Semua remaja berbahaya! Namun bahaya yang sering mereka hadapi berputar di masalah membuat onar di sekolah, masuk perkumpulan tidak jelas yang sok keren atau berkelahi dengan sesama remaja lainnya demi merebutkan cinta monyet. Bahaya yang Diana hadapi tentu berbeda karena ia bukan sembarang remaja. Karena ia adalah putri tunggal presiden dan Diana akan menjaga nama baik ayahnya, meskipun seten...
Terulang dan Mengubah
602      460     3     
Short Story
Seorang pekerja terbangun dan mengalami kejadian yang terulang-ulang. Bagaimanakah nasibnya?