Loading...
Logo TinLit
Read Story - Perceraian kontrak
MENU
About Us  

Keesokan harinya...
Terlihat Ryan sedang mengetik di laptopnya. Ya, ia bangun pagi langsung membasuh dirinya serta mengerjakan semua aktivitas kantor seperti biasa. Tak lama kemudian pintu ruangan kerja Ryan terbuka, Calesthane sengaja membukanya. Ia masuk kedalam sana sambil membawakan sebuah sup buatan nya sendiri.

"Morning Ryan," ucap Calesthane sambil membawakan sup buatannya.

"Morning too Calesthane. Loh, kamu sudah bangun?" tanya Ryan.

"Aku sudah bangun dan mandi malah," Calesthane menutup pintu ruangan Ryan.

"Hmm... maaf ya aku langsung mengurus kerjaku pagi-pagi, ini hanya sementara saja kok. Oh ya, apakah kamu mau bulan madu?" ujar Ryan.

"Menurutku lebih baik kita jalan-jalan saya naik gunung terus mengendarai mobil Jeep. Sudah lama tidak berpetualang aku," jawab Calesthane.

"Ya sudah, besok pagi kita pergi ya. Menurutmu kita pergi ke gunung mana?" tanya Ryan.

"Kalau gunung-gunung yang seru di daki itu ya gunung di Indonesia. Ke gunung Prau aja mau gak?" jawab Calesthane.

"Oke, setuju. Ya sudah kamu siapkan barang-barang mu untuk balik ke Indonesia," jawab Ryan.

"Oke, jangan lupa makan sup nya ya," Calesthane meletakkan sup buatannya di meja kerja Ryan.

Setelah itu iapun keluar dari ruangan Ryan dan bersiap-siap merapihkan baju yang akan dibawanya ke Indonesia.

***
Keesokan harinya...
"Sudah siap untuk berangkat Calesthane?" tanya Ryan.

"Sudah dong, aku pakai baju lengan pendek begini aja kali ya didalam pesawat?" jawab Calesthane.

"Pakai baju lengan panjang lah, perjalanan kita menuju Indonesia kan ditempuh selama 4 harian, belum lagi didalam pesawat dingin. Jadi ku sarankan pakai baju lengan panjang," saran Ryan.

"Ya sudah sih, tinggal pakai jaket tebal punyaku aja jika aku kedinginan," jawab Calesthane.

"Ya tadi itukan cuma saran, ya terserah kamu saja sih," jawab Ryan.

"Ya sudah yuk berangkat, aku gak sabar deh pengen cepat-cepat mendarat di Indonesia. Nanti kalau di Indonesia, kita kesana nya naik mobil Jeep terus sampainya di gunung kita jalan kaki dan mendaki. Kalau sudah sampai di atas, kita gelar tenda terus menikmati keindahan alamnya. Sungguh keindahan yang tak pernah ku lupakan," jawab Calesthane.

"Ya sudah, ayo berangkat. Jangan banyak bicara," Ryan menarik tangan Calesthane.

Setelah itu mereka berdua menaiki taksi ke bandara internasional New York Amerika serikat.

***
Empat hari kemudian...
Bandara Soekarno Hatta...
Sekian lama menunggu, akhirnya tibalah Calesthane dan Ryan di Indonesia.

"Akhirnya tiba juga di negara yang penuh kekayaan alam," ucap Calesthane.

"Hmm... kita pulang dulu kerumah ya sebelum pergi mendaki gunung. Ya mandi dulu terus mempersiapkannya semua secara matang sebelum kesana. Lagipula perlengkapan perkemahan ku masih ada dirumah," jawab Ryan.

"Ya sudah, ayo pulang. Tunggu, kita pulang pakai taksi lagi?" tanya Calesthane.

"Enggak, pakai mobil pribadiku. Tadi aku sudah menghubungi supir pribadi," jawab Ryan.

"Ya sudah buruan pulang biar bisa cepat-cepat mendaki gunung," Calesthane berjalan lebih dulu dari Ryan.

Terlebih dahulu mereka pulang ke kediaman Ryan sebelum mendaki gunung dan menginap disana.

Beberapa jam kemudian...
Calesthane tampak mengikat pinggang nya menggunakan salah satu jaket berwarna putih. Setelah itu ia memakai sepatu hiking nya dan bersiap untuk berangkat ke gunung Prau tepatnya di kawasan Dataran Tinggi Dieng, Jawa Tengah.

"Ryan, ayo buruan," ajak Calesthane.

"Tunggu bentar, aku sedang siapkan perlengkapan medis dan alat komunikasi untuk disana nanti. Perlengkapan seperti jas hujan dan perlengkapan untuk memasak sudah dibawa belum?" tanya Ryan dari dalam gudang.

"Semua udah ku siapkan. Sepatu Hiking, Gaiter, Tas Gunung, Sleeping Bag, Jas Hujan, Tenda dan lainnya udah. Tinggal alat medis dan alat komunikasi," jawab Calesthane.

"Oh ya, jangan lupa disana pakai Gaiter nya nanti," jawab Ryan.

"Udahlah pakai dari sini aja," jawab Calesthane.

"Terserah," ucap Ryan.

Sambil menunggu Ryan yang tak kunjung keluar dari dalam gudang, Calesthane memutuskan untuk memakai Gaiter miliknya.

Ryan keluar dari dalam gudang. Iapun langsung memakai Gaiter. Sebelum berangkat, mereka berdua kembali memeriksa barang bawaannya supaya tidak ada yang kurang.

"Semua beres, jangan lupa gunakan jaket seperti parasut saat disana. Hampir saja terlupa," Ryan memasukkan jaket seperti parasut kedalam tas ransel Calesthane.

"Semua udah beres! ayo berangkat," ajak Calesthane.

Saat mereka berdua ingin berangkat, terdengar suara Zahra, Amora, Santoso, dan suara Rick memanggil nama Calesthane.

"Eh itu siapa diluar?" tanya Calesthane.

"Lihat saja keluar," jawab Ryan.

Calesthane langsung berlari keluar dan mengecek keadaan diluar. Dan ternyata, disana memang ada Zahra, Amora, Santoso, dan papanya yaitu Rick. Mereka berempat juga sudah memakai pakaian mendaki dan menyiapkan perlengkapannya.

"Hi Calesthane, ka..kami boleh ikut?" tanya Amora dengan bahasa Indonesia yang kaku.

"Calesthane, Daddy and lainnya boleh mendaki?" tanya Rick juga dengan bahasa Indonesia yang kaku.

"Kalian semua ikut? terus kok Daddy dan Amora bisa bahasa Indonesia? bukannya kalian tidak bisa berbahasa Indonesia?" tanya Calesthane.

"Selama 5 hari kemarin, sebelum kamu kembali ke Indonesia, aku dan Zahra mengajarkan om Rick dan Amora bahasa Indonesia. Meskipun didalam pesawat juga," jawab Santoso.

"Ooh begitu," jawab Calesthane.

"Semua sudah datang dan berkumpul, jangan buang-buang waktu lagi! mari berangkat," ujar Ryan.

"Ya, ayo berangkat," jawab Zahra.

Mereka berenam menaiki mobil Jeep yang telah disediakan. Ryan satu mobil dengan Calesthane. Sedangkan Rick satu mobil dengan Amora. Dan Santoso satu mobil dengan Zahra. Mereka memulai perjalanannya menuju dataran tinggi Dieng, Jawa tengah.

Mobil Jeep Santoso dan Zahra tampak paling depan karena Santoso ataupun Zahra sudah pernah berkunjung kesana. Sedangkan mobil yang ditumpangi Calesthane dan Ryan berada tepat dibelakang mobil Santoso. Dan mobil yang dikendarai oleh Rick berada paling belakang.

Mereka semua bersuka ria berangkat kesana. Sambil mendengar alunan musik yang disetel dihp, mereka mengabadikan momen yang belum pernah dirasakan.

Dimobil Ryan...
Terlihat Calesthane memakan cemilan ringan nya sambil menyuapi Ryan yang menyetir mobil. Mereka berdua tampak mengabadikan sekeliling jalan yang dilewati.

"Masih ada persawahan ya meskipun dipinggir tol," ucap Calesthane sambil menyuapi Ryan.

"Nyam.. nyam..nyam... iya, masih banyak sekali persawahan dipinggiran tol," jawab Ryan.

"Mau lagi gak biskuit nya?" tanya Calesthane.

"Mau, biskuitnya enak soalnya," jawab Ryan.

"Oke," Calesthane kembali menyuapi Ryan dengan biskuitnya.

Didalam mobil Santoso...

"Ih kamu suka main gitar juga kaya aku," ucap Zahra.

"Iya, aku suka banget main gitar. Dulu aku pernah ikut band saat masa SMA sampai kuliah. Tetapi sekarang sudah bubar karena pisah-pisah," jawab Santoso.

"Ih seru, nanti disana main gitar yuk. Aku bawa nih," jawab Zahra.

"Oke," jawab Santoso.

Didalam mobil Rick...

"Saya benar-benar sedih mengingat masa lalu saya. Suami saya selalu menyiksa diri saya hingga babak belur terus wajah saya. Dan akhirnya saya bercerai dengan suami saya dan mengurus karir," ucap Amora curhat.

"Kasihan. Saya juga tidak menyangka bahwa selama ini yang menemani saya adalah kembaran istri saya yang bernama Jacqui. Sampai sekarang saya tidak tahu keberadaan istri saya semenjak dia pergi izin untuk berpetualang ke New Zealand," jawab Rick.

"Kita memiliki kehidupan yang sedikit sama ya, serasi," jawab Amora.

"Jodoh kali kita," jawab Rick.

Amora sedikit tertawa mendengar ucapan Rick yang sedikit lucu.

"Ada-ada saja kata anda," jawab Amora.

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Little Spoiler
1355      883     0     
Romance
hanya dengan tatapannya saja, dia tahu apa yang kupikirkan. tanpa kubicarakan dia tahu apa yang kuinginkan. yah, bukankah itu yang namanya "sahabat", katanya. dia tidak pernah menyembunyikan apapun dariku, rahasianya, cinta pertamanya, masalah pribadinya bahkan ukuran kaos kakinya sekalipun. dia tidak pernah menyembunyikan sesuatu dariku, tapi aku yang menyembunyikan sesuatu dariny...
EDEN dan Sepatu Tuhan
868      654     4     
Short Story
Cerpen ini merupakan sebuah cerita pendek tentang jerih payah seseorang yang bernama Eden untuk mendapatkan secuil Impian dalam menuntut Ilmu. Dia terus berusaha sampai pada titik kulminasi. Dengan pengalaman yang unik yang dilaluinya melalui \"sepatu Tuhan\" akhirnya dia bisa mendapatkannya. Dan sekarang dia akan menjalani perjalanan hidupnya dengan Rahmat Tuhannya.
Kepak Sayap yang Hilang
278      255     2     
Short Story
Noe, seorang mahasiswa Sastra Jepang mengagalkan impiannya untuk pergi ke Jepang. Dia tidak dapat meninggalkan adik kembarnya diasuh sendirian oleh neneknya yang sudah renta. Namun, keikhlasan Noe digantikan dengan hal lebih besar yang terjadi pada hidupnya.
Only One
4233      2872     13     
Romance
Hidup di dunia ini tidaklah mudah. Pasti banyak luka yang harus dirasakan. Karena, setiap jalan berliku saat dilewati. Rasa sakit, kecewa, dan duka dialami Auretta. Ia sadar, hidup itu memang tidaklah mudah. Terlebih, ia harus berusaha kuat. Karena, hanya itu yang bisa dilakukan untuk menutupi segala hal yang ada dalam dirinya. Terkadang, ia merasa seperti memakai topeng. Namun, mungkin itu s...
Take It Or Leave It
7739      2846     2     
Romance
"Saya sadar...." Reyhan menarik napasnya sejenak, sungguh ia tidak menginginkan ini terjadi. "Untuk saat ini, saya memang belum bisa membuktikan keseriusan saya, Sya. Tapi, apa boleh saya meminta satu hal?" Reyhan diam, sengaja menggantungkan ucapannya, ia ingin mendengar suara gadis yang saat ini akhirnya bersedia bicara dengannya. Namun tak ada jawaban dari seberang sana, Aisyah sepertinya masi...
Mengapa Harus Mencinta ??
4049      1446     2     
Romance
Jika kamu memintaku untuk mencintaimu seperti mereka. Maaf, aku tidak bisa. Aku hanyalah seorang yang mampu mencintai dan membahagiakan orang yang aku sayangi dengan caraku sendiri. Gladys menaruh hati kepada sahabat dari kekasihnya yang sudah meninggal tanpa dia sadari kapan rasa itu hadir didalam hatinya. Dia yang masih mencintai kekasihnya, selalu menolak Rafto dengan alasan apapun, namu...
Rela dan Rindu
9968      3055     3     
Romance
Saat kau berada di persimpangan dan dipaksa memilih antara merelakan atau tetap merindukan.
Secangkir Kopi dan Seteguk Kepahitan
647      382     4     
Romance
Tugas, satu kata yang membuatku dekat dengan kopi. Mau tak mau aku harus bergadang semalaman demi menyelesaikan tugas yang bejibun itu. Demi hasil yang maksimal tak tanggung-tanggung Pak Suharjo memberikan ratusan soal dengan puluhan point yang membuatku keriting. Tapi tugas ini tak selamanya buatku bosan, karenanya aku bisa bertemu si dia di perpustakaan. Namanya Raihan, yang membuatku selalu...
Rewrite
11757      4269     1     
Romance
Siapa yang menduga, Azkadina yang tomboy bisa bertekuk lutut pada pria sederhana macam Shafwan? Berawal dari pertemuan mereka yang penuh drama di rumah Sonya. Shafwan adalah guru dari keponakannya. Cinta yang bersemi, membuat Azkadina mengubah penampilan. Dia rela menutup kepalanya dengan selembar hijab, demi mendapatkan cinta dari Shafwan. Perempuan yang bukan tipe-nya itu membuat hidup Shafwa...
Without End
1511      707     1     
Mystery
Di tahun akhir masa SMA nya, atas ajakan dari sahabat baiknya, ia ikut kencan buta dan bertemu dengan pria tampan dengan perilaku yang sangat sopan. Ia merasa bahwa pria tersebut memiliki sisi lain dan tak bisa tak menjadi tertarik, hingga mengantarkan dirinya sendiri terjebak ke dalam lubang yang ia gali sendiri. Kebahagiaan, ketakutan, perasaan terbelenggu, tercekik, sesak nafas, dan ha...