Loading...
Logo TinLit
Read Story - Fighting!
MENU
About Us  

Kelas X IPA 3 dikenal sebagai kelas dengan daftar siswa terbanyak yang nilai biologinya tidak mencapai kkm. Padahal guru bidang biologi adalah wali kelas mereka. 

"Nah anak-anak. Berhubung dua minggu lagi kita bakal ujian semester, ibu harap skarang kalian bisa belajar dengan giat. Persiapkan diri kalian buat ujian semester ini. Kalian tahu kan kalau kelas kalian ini banyak yang biologinya tidak mencapai kkm?" Ucap Ibu Santa selaku guru bidang biologi. 

"Tahu bu." Jawab siswa kelas X IPA 3 serentak. 

"Ibu harus ngasih materi dengan cara apa sih biar kalian bisa mengerti?" Tanya Ibu Santa yang tampaknya mulai lelah mengajari kelas X IPA 3.

"Mau digimanain juga tetap sama aja kok bu. Kalau kapasitas otaknya emang rendah yah nggak bisa dipaksa." Ucap Diana salah satu siswa kelas X IPA 3.

"Dalam sekali belajar sih emang nggak mungkin bisa langsung pinter. Kalau misalnya kayak yang dibilang Diana tadi, otak berkapasitas rendah itu sebenarnya bisa jadi pintar kok. Asalkan dia belajar 3 kali sehari dan rutin setiap hari belajarnya." Jelas Ibu Santa. 

"Lah? Kok kayak makan obat yah? 3 kali sehari?" Ucap Wilson.

Seisi kelas sontak tertawa mendengar perkataan Wilson.

"Gini aja. Gimana kalau kalian taruhan sama ibu?" Tawar Ibu Santa. Beberapa siswa saling berbicara satu sama lain mengenai perkataan guru mereka. 

"Taruhan apa bu?" Tanya Vita sang ketua kelas. 

"Kalau nilai ujian semester kalian semua bisa melebihi kkm, ibu bakal kasih hadiah!" Ucap Ibu Santa. 

"Wow!!" Ucap beberapa siswa. 

"Serius nih?"

"Kita mau dikasi hadiah?" 

"Bu! Hadiahnya apa?" Tanya Nando. 

"Kalau soal hadiahnya.. Ibu akan merahasiakannya." Jawab Ibu Santa. 

"Yahh...." Keluh beberapa siswa. 

"Kasi tahu kita dong bu, supaya kita bisa lebih semangat kalau udah tahu hadiahnya apa." Ucap Sinta sang juara kelas. 

"Intinya, ini adalah hadiah yang anti mainstream. Kalau kayak alat-alat tulis gitu kan udah biasa yah? Kalian sering dapat hadiah gitu kalau menang porseni. Tapi hadiahnya ibu ini beda. Kalian nggak akan bisa mendapatkan hadiah ini dimanapun!" Ucap Ibu Santa yang semakin membuat siswa kelas X IPA 3 penasaran. 

"Gimana? Kalian mau taruhan sama ibu?" Tanya Ibu Santa untuk memastikan. 

Vita mengangkat tangan. "Bu. Kalau misalkan kita terima taruhan ibu trus kita kalah gimana dong?" Tanya Vita. 

"kalau kalian kalah, ibu bakal ngasih hukuman. Hukumannya itu kalian harus bikin makalah biologi sebanyak 100 lembar ditulis tangan! Nggak boleh diketik." Ucap Ibu Santa. 

"Yah?!!"

"Wohh..!! Banyak banget."

"Bisa kriting tangan kita."

"Gimana? Kalian berani nggak terima taruhan ibu?" Tanya Ibu Santa. 

Siswa-siswi kelas X IPA 3 tampak sedang mempertimbangkan tawaran ibu wali kelas mereka. Mereka saling menatap satu sama lain. 

"Oke bu. Kami setuju." Ucap Vita mewakili seluruh temannya.

"Setuju bu!" Ucap siswa laki-laki. 

"Stuju!!" 

"Kalau begitu, hari ini pertaruhan kita dimulai." Ucap Ibu Santa mengetukkan penghapus papan tulis sebanyak tiga kali pada permukaan meja. 

"Huu!!!" Sorak siswa-siswi kelas X IPA 3.

"Oke. Sekian yang ibu sampaikan. Mulai sekarang kalian berusahalah buat mencapai kkm itu. Ketua kelas.." Ucap Ibu Santa. 

"Iya bu. Perhatian!! 1.. 2.. 3." Ucap Vita.

"Terima kasih bu!!" Ucap seluruh siswa-siswi kelas X IPA 3 lalu ibu Santa pun keluar meninggalkan kelas mereka. 

"Eh guys!! Kumpul kumpul kumpul!!! Kita musyawarah!!" Ucap Vita lalu mereka pun mengabungkan seluruh meja mereka menjadi satu barisan dibagian tengah kelas. 

Vita berdiri sedangkan teman-teman yang lainnya semuanya duduk diatas bangku. 

"Gimana nih strategi kita biat bisa mencapai kkm?" Ucap Vita membuka rapat tidak resmi mereka itu. 

"Kalau menurut gue sih ada baiknya sepulang sekolah kita semua tinggal dikelas dan belajar bareng." Ucap Sinta. 

"Nggak ah! Entar kita kelaperan lagi." Ucap Minah tidak setuju. 

"Ya kita bawa bekal aja. Gimana kalau kita bawa bekal trus nanti kita semua makan bareng dalam posisi meja kayak gini? Seru banget tuh!!" Ucap Diana. 

"Iya iya stuju!!" Ucap Beberapa siswa perempuan. 

"Gimana kalau belajarnya mulai besok? Setuju nggak?" Tanya Vita. 

"Stuju!!!" Jawab seluruh siswa-siswi serentak.

"Oke! Kalau gitu gue sbagai ketua kelas menyatakan bahwa perjuangan kita dimulai hari ini!!" Ucap Vita disusul sorakan dari teman-temannya. 

Para siswa-siswi meletakkan tangan kanan mereka ditengah-tengah dan mulai bersorak. 

"X IPA 3!!" Ucap Vita dengan suara yang keras. 

"Selalu semangat, kompak dan positif.. Kita pasti menang!!! Yuhuu!!!" Teriak mereka kemudian mengangkat tangan masing-masing ke udara. 

Ibu Santa yang berada didekat kelas mereka tersenyum senang melihat kekompakan anak walinya. Mereka benar-benar luar biasa. 

********

Sesuai dengan kesepakatan mereka kemarin, hari ini seluruh siswa-siswi kelas X IPA 3 akan tinggal disekolah untuk belajar biologi bersama. Setelah bel pulang sekolah berbunyi, mereka menyusun semua meja dikelas menjadi satu barisan yang saling berhadapan. Kemudian masing-masing mengeluarkan bukunya. Sinta sang juara kelas maju kedepan papan tulis dan menulis beberapa materi kemudian dicatat oleh teman-temannya. 

"Eh Wilson! Loe bisa fokus belajar nggak sih? Nilai loe tuh yang paling rendah tahu! Bukannya baca buku biologi malah baca novel! Sejak kapan sih loe suka baca novel romance?" Ucap Diana yang mengalihkan perhatian semua teman-temannya. 

Wilson yang ditatap oleh seluruh teman-temannya pun angkat bicara. "Gebetan gue lagu tergila-gila banget sama tokoh novel yang namanya Nathan. Gue baca novelnya supaya gue bisa berubah jadi kayak Nathan." Jawab Wilson yang mengundang tawa. 

"Elo mau jadi kayak Nathan? Prett!! Nggak pantes!" Ucap Diana. 

"Eh udah! Kok jadi ngebahas Nathan sih? Wilson. Tolong novelnya loe simpen dulu. Skarang waktunya kita belajar." Ucap Vita yang membuat Wilson langsung memasukkan novelnya kedalam laci. 

"Ngerusak suasana belajar aja sih loe!" Ucap Diana menatap Wilson.

"Apa loe?" Ucap Wilson menatap tajam Diana. 

Sinta mengetukkan spidol pada permukaan papan tulis. "Ayo fokus lagi."

********

Bahkan dimalam hari pun, Vita, Sinta, Nando, Diana bahkan Wilson pun bergerak mengunjung rumah teman-temannya yang dirasa perlu ekstrak belajar. Seperti malam ini mereka berada dirumah Andi untuk belajar bersama.

"Ternyata gue spesial banget yah dimata kalian sampai-sampai gue disuruh ikut setiap kelas malam." Ucap Wilson saat mereka sedang belajar diruang tamu rumah Andi. 

"Eh Wilson. Loe denger yah. Kita ngajak loe disetiap kelas malam itu supaya loe bisa belajar tiap malem. Kan nilai terendah itu elo." Ucap Diana. 

"Sedangkan gue, Vita, Sinta sama Nando itu, datengnya buat ngajarin temen." Tambah Diana lagi. 

Wilson memegang dadanya dengan dramatis. "Kok sakit banget yah abis denger jawaban loe?" Ucapnya. 

"Mending sakit karna kejujuran daripada seneng padahal dibohongin." Ucap Diana. 

"Sstt... Loe berdua brisik banget sih." Tegur Nando. 

"Gimana Andi? Loe udah ngerti?" Tanya Sinta. 

"Iya. Ternyata gampang banget yah? Padahal dulu ini susah banget loh menurut gue." Jawab Andi. 

"Lain kali kalau loe kesulitan yah loe tanya aja sama gue. Biar nanti gue ajar, atau nggak loe tanya sama Nando gitu." Ucap Sinta. 

"Gue males nanya sih soalnya kebanyakan juara kelas itu kan pelit. Mereka nggak mau ngajarin orang lain karna takut kesaing." Jawab Andi. 
"Kelas IPA 3 tuh nggak gitu. Kita kan kompak dan positif. Mulai skarang loe jangan sungkan lagi buat nanya ke kita." Ucap Vita. 

"Oke Sip. Makasih banget yah buat kalian semua." Ucap Andi tersenyum. 

**********

Bel istirahat telah berbunyi, para siswa kelas X khususnya jurusan IPA berlarian menuju ke mading sekolah. Ujian semester telah berlalu, hari ini mereka akan melihat hasil nilai biologi mereka yang akan ditempel di mading. Puluhan siswa telah berkerumun didepan mading tersebut. 

"Wilson!! Loe kesana dong fotoin hasilnya. Loe kan tinggi." Ucap Diana memberikan ponselmya pada Wilson. 
"Tumben loe nggak panggil gue dengan awalan 'eh' biasanya juga 'Eh Wilson' loe tuh bla bla bla." 

"Udah sana cepet!!" Ucap Diana mendorong Wilson pada kerumunan siswa itu. 

"Mana Wil? Sini sini!!" Ucap Diana saat Wilson sudah selesai menjepret hasil nilai tersebut. 

Mereka bersama-sama melihat hasilnya. Hasilnya sangat memuaskan!! Nilai terendah yang didapatkan oleh kelas IPA 3 adalah 80, yang artinya mereka semua mencapai kkm. 

"Huuu!!! kabar bagus nih guys!! Nilai kita semua diatas kkm!!!" Ucap Diana yang berdiri didepan papan tulis. 

Seisi kelas IPA 3 bersorak senang. Mereka telah berhasil!! Semuanya dapat mencapai kkm, hal ini membuktikan bahwa kerja keras mereka tidak sia-sia. 

********

Tibalah harinya dimana mereka akan menerima hadiah dari guru biologi mereka yang sekaligus berperan sebagai wali kelas mereka. Ibu Santa menyuruh seluruh siswa IPA 3 untuk memakai baju olahraga dan berkumpul di lapangan didepan gerbang. Tak lama kemudian sebuah bus datang menjemput mereka. Lalu mereka pun menaiki bus itu. 

"Kira-kira kita mau dibawa kemana yah?" Ucap Diana penasaran. 

"Kayaknya kita mau dibawa ke ancol deh." Tebak Sinta. 

Perjalanan mereka menghabiskan 20 menit. Akhirnya bus yang membawa siswa kelas IPA 3 pun berhenti, mereka segera turun dari bus dan pemandangan didepan mereka ini cukup mengejutkan.

"Loh? Kok disini sih? Kayaknya supirnya salah tempat deh." Ucap Diana. 


"Anak-anak!! Selamat yah atas kerja keras kalian." Ucap Ibu Santa yang sudah tiba duluan. 

"Bu, hadiah kita ini bu?" Ucap Vita menunjuk papan gerbang yang ada dihadapan mereka. 

"Iya. Jadi hadiahnya adalah ibu membawa kalian mengunjungi kebun binatang!!" Ucap Ibu santa yang membuat para siswanya mengeluh. 

"Kirain mau ke ancol bu." Ucap Sinta. 

Mau tidak mau, para siswa kelas IPA 3 masuk kedalam kebun binatang itu dan menikmati hadiah dari wali kelas mereka itu. 

"Kenapa loe Di? Dapet hadiah kok murung gitu?" Ucap Wilson meledek Diana. 

Diana hanya diam melihat kuda berwarna coklat yang ada dihadapannya.

"Nikmatiin ajalah. Eh Diana! Seharusnya loe seneng bisa kesini. Jadinya loe bisa kunjungin saudara loe disana." Ucap Wilson menunjuk kandang monyet yang berada tak jauh dari mereka. 

"Sialan loe yah ngatain gue monyet." Ucap Diana memukul punggung Wilson, sementara Wilson hanya menertawainya.

Meskipun sempat kecewa, tetapi para siswa kelas X IPA 3 saat ini terlihat sangat menikmati kunjungan mereka. Sesekali mereka tertawa bersama dan tak lupa juga mengabadi foto. Dimanapun tempatnya, jika kita bersama dengan orang yang mampu membuat kita tersenyum, maka kita dapat merasakan kebahagiaan. Mereka terlihat sangat bahagia dan tertawa satu sama lain. Memang benar bahwa bahagia itu sederhana. 

How do you feel about this chapter?

1 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Hello, Troublemaker!
1415      736     6     
Romance
Tentang Rega, seorang bandar kunci jawaban dari setiap ujian apapun di sekolah. Butuh bantuan Rega? mudah, siapkan saja uang maka kamu akan mendapatkan selembar kertas—sesuai dengan ujian apa yang diinginkan—lengkap dengan jawaban dari nomor satu hingga terakhir. Ini juga tentang Anya, gadis mungil dengan tingkahnya yang luar biasa. Memiliki ambisi seluas samudera, juga impian yang begitu...
Between Earth and Sky
2228      789     0     
Romance
Nazla, siswi SMA yang benci musik. Saking bencinya, sampe anti banget sama yang namanya musik. Hal ini bermula semenjak penyebab kematian kakaknya terungkap. Kakak yang paling dicintainya itu asik dengan headsetnya sampai sampai tidak menyadari kalau lampu penyebrangan sudah menunjukkan warna merah. Gadis itu tidak tau, dan tidak pernah mau tahu apapun yang berhubungan dengan dunia musik, kecuali...
November Night
413      302     3     
Fantasy
Aku ingin hidup seperti manusia biasa. Aku sudah berjuang sampai di titik ini. Aku bahkan menjauh darimu, dan semua yang kusayangi, hanya demi mencapai impianku yang sangat tidak mungkin ini. Tapi, mengapa? Sepertinya tuhan tidak mengijinkanku untuk hidup seperti ini.
Havana
1049      582     2     
Romance
Christine Reine hidup bersama Ayah kandung dan Ibu tirinya di New York. Hari-hari yang dilalui gadis itu sangat sulit. Dia merasa hidupnya tidak berguna. Sampai suatu ketika ia menyelinap kamar kakaknya dan menemukan foto kota Havana. Chris ingin tinggal di sana. New York dan Indonesia mengecewakan dirinya.
Because I Love You
2316      1491     2     
Romance
The Ocean Cafe napak ramai seperti biasanya. Tempat itu selalu dijadikan tongkrongan oleh para muda mudi untuk melepas lelah atau bahkan untuk menghabiskan waktu bersama sang kekasih. Termasuk pasangan yang sudah duduk saling berhadapan selama lima belas menit disana, namun tak satupun membuka suara. Hingga kemudian seorang lelaki dari pasangan itu memulai pembicaraan sepuluh menit kemudian. "K...
Ineffable class
468      315     12     
Mystery
Seluruh penghuni kelas XII IPS E rata-rata tidak waras. Di mana ketua bucin menjadi wakil ketua dan ketua kelas sendiri adalah musuhnya guru BK. Dari 15 siswa separuhnya kerapkali hilang saat jam pelajaran, 5 lainnya tidur, sisanya pura-pura menyimak guru. 15 kepribadian berbeda yang jarang akur ini, harus bersatu mencari wali kelas dikabarkan menghilang selama seminggu. Gawatnya, tuduhan tidak...
Frasa Berasa
76439      13232     91     
Romance
Apakah mencintai harus menjadi pesakit? Apakah mencintai harus menjadi gila? Jika iya, maka akan kulakukan semua demi Hartowardojo. Aku seorang gadis yang lahir dan dibesarkan di Batavia. Kekasih hatiku Hartowardojo pergi ke Borneo tahun 1942 karena idealismenya yang bahkan aku tidak mengerti. Apakah aku harus menyusulnya ke Borneo selepas berbulan-bulan kau di sana? Hartowardojo, kau bah...
Dearest Friend Nirluka
3420      1786     1     
Mystery
Kasus bullying di masa lalu yang disembunyikan oleh Akademi menyebabkan seorang siswi bernama Nirluka menghilang dari peradaban, menyeret Manik serta Abigail yang kini harus berhadapan dengan seluruh masa lalu Nirluka. Bersama, mereka harus melewati musim panas yang tak berkesudahan di Akademi dengan mengalahkan seluruh sisa-sisa kehidupan milik Nirluka. Menghadapi untaian tanya yang bahkan ol...
Kisah Kemarin
11177      3013     2     
Romance
Ini kisah tentang Alfred dan Zoe. Kemarin Alfred baru putus dengan pacarnya, kemarin juga Zoe tidak tertarik dengan yang namanya pacaran. Tidak butuh waktu lama untuk Alfred dan Zoe bersama. Sampai suatu waktu, karena impian, jarak membentang di antara keduanya. Di sana, ada lelaki yang lebih perhatian kepada Zoe. Di sini, ada perempuan yang selalu hadir untuk Alfred. Zoe berpikir, kemarin wak...
Secret Melody
2555      1036     3     
Romance
Adrian, sangat penasaran dengan Melody. Ia rela menjadi penguntit demi gadis itu. Dan Adrian rela melakukan apapun hanya untuk dekat dengan Melody. Create: 25 January 2019