Loading...
Logo TinLit
Read Story - The Ruling Class 1.0%
MENU
About Us  

100 years after they have started using genetic engineering, society is very different from what humankind used to know.

The ruling class that is the top 1.0% of the total world population technically control the world. They create the law. They are on top of the law. They are the law. 

On top of that 1.0% is the top 0.1%. That 0.1% is the richest and the most powerful of them all. They are practically untouchable as they are immune to the law.

The top 0.1% consists of 10 families spread around the world. Those families are the Mitchell Grey family of the United States, Simon Schneider family of Germany, Spencer Felton family of the United Kingdom, Takuya Ikuta family of Japan, Kim Han Sol family of South Korea, Satya Wirya family of Indonesia, Yuqi Lim family of China, Michael Leung family of Hong Kong, Nicolette Cruz family of Australia, and finally Rishi Malhotra family of India.

These 10 families define the United Nations. In fact, the United Nations is now referred to as the Family Unions.

The news of the 80th Family Unions summit is now being broadcasted live on the gigantic screen in the middle of Shibuya, Tokyo. People stop whatever they are doing and look up to the screen to witness the breaking news that is currently shown.

"What kind of rule do you think they will implement this year?" asked a girl to her friend who is standing motionless next to hear, head looking up to the screen and eyes regularly blinking emotionlessly.

The girl shakes her head.

"Come on! There is no point standing here! Nothing will impact us. At least not anytime soon," she said as she grabs her friend's arm, dragging her across the infamous Shibuya crossing.

"We should go home and watch it from home," she continues.

The other girl nods obediently.

"Sayaka, will you say something?"

Unfortunately, the girl named Sayaka is still in her own mind, busy with her own thoughts to recognize what her friend has been saying for the past ten minutes.

"Sa-ya-ka!" she calls her friend one more time while waving her free hand in front of Sayaka's face.

"Ah! Yukari, what's wrong?" Sayaka finally snaps out of it.

Yukari sighs. She fights through the crowd of people while dragging her best friend. The two girls manage to get out of the crowd after approximately fifteen minutes.

They walk in silence in a dark alley through a quiet and dirty neighbourhood. At the end of the road, there is an old house with dimmed lightbulb shining its porch.

"Grandma, we are home," shouted Yukari.

"Welcome home!" Yukari's grandma answers from inside the house.

Yukari opens the sliding door. It can only open enough for one person to walk through because there is something stuck on its rail. Yet nobody has been bothered to fix it. It has been years that Yukari has gotten used to this broken door.

"Grandma, Sayaka is here too!"

"Ah, Sayaka-chan! Welcome! Would you girls want some tea?" asked Grandma.

"Grandma Kurosawa, how are you doing?" Sayaka bows to greet Yukari's grandma.

"I am doing well, my dear. That is very sweet of you," she said.

"Yukari will be living with us from today onwards, Grandma," said  Sayaka.

"She is?" Grandma looks a bit confused. 

But she quickly smiles to calm the two girls. She knows that the girls already have enough to worry about to be bothered with her worries.

"Come, sit down!" Grandma said again.

The three women move to the cramped sitting room where they crowded at the old tatami. 

"Have some tea!" Grandma poured a diluted green tea into cups. All three are chipped.

"Thank you." Sayaka sips the hot tea and lets the warmth calms her down.

She takes a deep breath and starts to piece her thoughts back together.

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Nightmare
530      371     2     
Short Story
Malam itu adalah malam yang kuinginkan. Kami mengadakan pesta kecil-kecilan dan bernyanyi bersama di taman belakang rumahku. Namun semua berrubah menjadi mimpi buruk. Kebenaran telah terungkap, aku terluka, tetesan darah berceceran di atas lantai. Aku tidak bisa berlari. Andai waktu bisa diputar, aku tidak ingin mengadakan pesta malam itu.
Nocturnal
7975      2215     4     
Action
Di masa teknologi sangat maju, manusia telah berhasil membuat peradaban bersama alien. Namun, masih terdapat monster dari berbagai alam di planet lain yang berbahaya. Dengan desakan bahaya, muncul organisasi untuk melindungi semua spesies yang hidup.
The Alpha
2443      1150     0     
Romance
Winda hanya anak baru kelas dua belas biasa yang tidak menarik perhatian. Satu-satunya alasan mengapa semua orang bisa mengenalinya karena Reza--teman masa kecil dan juga tetangganya yang ternyata jadi cowok populer di sekolah. Meski begitu, Winda tidak pernah ambil pusing dengan status Reza di sekolah. Tapi pada akhirnya masalah demi masalah menghampiri Winda. Ia tidak menyangka harus terjebak d...
It Takes Two to Tango
496      368     1     
Romance
Bertahun-tahun Dalmar sama sekali tidak pernah menginjakkan kaki di kota kelahirannya. Kini, ia hanya punya waktu dua minggu untuk bebas sejenak dari tanggung jawab-khas-lelaki-yang-beranjak-dewasa di Balikpapan, dan kenangan masa kecilnya mengatakan bahwa ia harus mencari anak perempuan penyuka binatang yang dulu menyelamatkan kucing kakeknya dari gilasan roda sepeda. Zura tidak merasa sese...
My Halloween Girl
1139      652     4     
Short Story
Tubuh Kevan bergetar hebat. Ia frustasi dan menangis sejadi-jadinya. Ia ingat akan semalam. Mimpi gila itu membuatnya menggila. Mimpi itu yang mengantarkan Kevan pada penyesalan. Ia bertemu dengan Keisya dimimpi itu. “Kev, kau tahu? Cintaku sama besarnya denganmu. Dan aku tak akan membencimu,”. Itu adalah kata-kata terakhir Keisya dimimpinya. Keisya tak marah dengannya. Tak membencinya. Da...
Dia & Cokelat
665      482     3     
Short Story
Masa-masa masuk kuliah akan menjadi hal yang menyenangkan bagi gue. Gue akan terbebas dari segala peraturan semasa SMA dulu dan cerita gue dimulai dengan masa-masa awal gue di MOS, lalu berbagai pertemuan aneh gue dengan seorang pria berkulit cokelat itu sampai insiden jari kelingking gue yang selalu membutuhkan cokelat. Memang aneh!
Begitulah Cinta?
19694      4177     5     
Romance
Majid Syahputra adalah seorang pelajar SMA yang baru berkenalan dengan sebuah kata, yakni CINTA. Dia baru akan menjabat betapa hangatnya, betapa merdu suaranya dan betapa panasnya api cemburu. Namun, waktu yang singkat itu mengenalkan pula betapa rapuhnya CINTA ketika PATAH HATI menderu. Seakan-akan dunia hanya tanah gersang tanpa ada pohon yang meneduhkan. Bagaimana dia menempuh hari-harinya dar...
Liontin Semanggi
4500      2805     3     
Inspirational
Binar dan Ersa sama-sama cowok most wanted di sekolah. Mereka terkenal selain karena good looking, juga karena persaingan prestasi merebutkan ranking 1 paralel. Binar itu ramah meski hidupnya tidak mudah. Ersa itu dingin, hatinya dipenuhi dengki pada Binar. Sampai Ersa tidak sengaja melihat kalung dengan liontin Semanggi yang dipakai oleh Binar, sama persis dengan miliknya. Sejak saat...
Mari Collab tanpa Jatuh Hati
5546      2269     2     
Romance
Saat seluruh kegiatan terbatas karena adanya virus yang menyebar bernama Covid-19, dari situlah ide-ide kreatif muncul ke permukaan. Ini sebenarnya kisah dua kubu pertemanan yang menjalin hubungan bisnis, namun terjebak dalam sebuah rasa yang dimunculkan oleh hati. Lalu, mampukah mereka tetap mempertahankan ikatan kolaborasi mereka? Ataukah justru lebih mementingkan percintaan?
WulanaVSurya
495      358     1     
Romance
Terimakasih, kamu hadir kembali dalam diri manusia lain. Kamu, wanita satu-satunya yang berhasil meruntuhkan kokohnya benteng hatiku. Aku berjanji, tidak akan menyia-nyiakan waktu agar aku tidak kecewa seperti sedia kala, disaat aku selalu melewatkanmu.