Loading...
Logo TinLit
Read Story - F E A R
MENU
About Us  

Malam ini tidak begitu dingin, meski gerimis sisa sore tadi masih menyisakan petrichor yang cukup menyengat di halaman depan kamar kosku. Sudah hampir satu jam aku duduk di tepi jendela. Sedangkan pikiranku masih berlari-lari mencari cara bagaimana aku harus memanfaatkan kupon permintaan yang ada di tanganku dengan baik. 

Kupon permintaan ini aku dapatkan sebagai hadiah ulang tahun dari sahabat karibku selama 7 tahun terakhir. Namanya Gryaldo Pratama. Orang-orang memanggilnya Aldo, tapi aku lebih suka memanggilnya Al. Kedatangannya sebagai siswa baru yang duduk di sampingku saat kelas 6 SD adalah awal kami bertemu, dan sejak saat itu kami selalu melanjutkan pendidikan di sekolah yang sama.

Satu semester juga telah kami lalui di sebuah universitas dan program studi yang sama. Ilmu Komunikasi di salah satu Universitas Negeri yang ada di Semarang adalah prodi pilihan kedua yang berhasil Al dapatkan melalui jalur SBMPTN. Sedangkan aku harus berjuang dua kali hingga berhasil mendapatkannya melalui Ujian Mandiri. Sampai saat ini aku belum mengerti alasanku memilih prodi ini. Entah karna aku benar-benar menginginkannya, atau hanya karna aku tidak ingin berpisah dengan Al. Apapun itu beruntung aku bisa mengikuti kelas dengan baik selama ini.

Kami melewati sesi adaptasi bersama. Lingkungan baru bagiku bukan masalah besar saat aku beradaptasi dengan orang yang sudah lama ku kenal, karna beradaptasi dengan orang baru jauh lebih sulit. Tapi bukan berarti kami juga tidak ingin mendapatkan teman baru. Satu semester berjalan aku dan Al sudah berhasil mendapatkan banyak teman dan pengalaman baru. Awalnya semua berjalan baik-baik saja. Sampai tiba hari ini.

Ini adalah hari ulang tahunku. Seperti janjinya aku menghabiskan hari ini bersama Al. Ia memberiku 3 kupon permintaan, katanya apa saja yang aku minta akan dia usahakan. Tapi di hari yang sama Al juga memberikan sebuah keputusan yang aku takutkan selama ini. Ia memutuskan untuk pindah ke sebuah universitas yang ada di Bandung dan mengikuti SBMPTN lagi, memperjuangkan prodi yang sejak dulu ia impikan ; Hubungan Internasional.

Akankah ia membatalkan rencananya jika satu kupon ini kugunakan untuk memintanya agar tetap berkuliah disini?

Yang aku takutkan sebenarnya bukan karna aku harus beradaptasi sendirian. Aku takut Al akan mendapatkan teman baru, kesibukan baru, kehidupan baru, dan perlahan melupakanku. Aku membutuhkannya dan aku belum siap untuk merindukannya.

Akhirnya ku beranikan diri untuk menelponnya.

"Halo" ucapku ragu.

"Ada apa?" Tanya Al.

Saat keraguan masih menahanku untuk mengatakannya, lagi-lagi Al terdengar bergitu bersemangat menceritakan rencana kepindahannya. Tapi kali ini ada satu hal yang tak pernah aku sangka ia akan mengucapkannya.

"Oiya meski nanti kita bakal pisah, lo kudu janji sama gue buat gampang dihubungin, oke? dan gue ngga rela kalo setelah gue pergi dan lo punya sahabat baru terus lupain gue."

Suaranya memelan, memang tak seantusias saat dia bercerita tadi. Ada ketakutan yang aku dengar. Ketakutan yang selama ini juga menghantuiku. Hingga akhirnya aku juga harus menegaskan keputusanku.

"Al gue boleh pake kupon ini sekarang?"

"Mau minta apa lo?"

"Gue minta lo juga jangan lupain gue meski nanti kita jauh."

Al hanya tertawa menanggapinya bersamaan dengan hatiku yang mulai ikhlas menerima keputusannya.

Tags: ffwc2

How do you feel about this chapter?

0 0 2 0 0 1
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
desire and waiting
440      311     2     
Short Story
Semilir angin menerpa wajah dan helaian rambutku ,,, Ku ukir senyuman yang amat sangat indah dan tulus,, Sambil membawa kotak berwarnag merah dan di hiasi pita berwarna merah muda,,,
Hujan Terakhir Bersamamu
384      298     1     
Short Story
"Kamu tak punya alasan untuk tidak menyukai hujan," katamu waktu itu. Namun sekarang aku punya banyak alasan untuk membencinya.
Words Unsaid
678      405     2     
Short Story
For four years, I haven’t once told you my feelings. There are words still unsaid that I have always wanted to tell you.
Kata, Kita, Derita
495      353     1     
Short Story
Aku hanyalah sepotong kenangan. Mengiba pada waktu untuk mencipta temu, meski aku tak sanggup memilikimu.
Dia
693      445     12     
Short Story
Dialah perasaan itu. Dia,dia,dia aku.
Curhatan Jomblo IT
671      394     2     
Short Story
Jika saja di dunia ini tersedia software hati. Pasti akan aku install ulang hati ini.
Patah Seketika
333      281     0     
Short Story
Selalu bersama bukan berarti memiliki rasa yang sama. Hanya saja, mungkin aku cukup pas menjadi pendengar setia, bukan sebagai seseorang yang selalu dia puja.
Far From You
414      298     1     
Short Story
"Seseorang yang harus kamu perjuangkan, haruslah orang yang pantas untuk diperjuangkan" -Alvaro Alvina, seorang siswi SMA yang berhati baik dan berwajah cantik merasa kecewa dengan mantan pacarnya. Namun selain kecewa, setelah ia putus dengan pacarnya, ia berhasil berubah dan mengetahui arti cinta yang sebenarnya.
Definisi Kebohongan
728      461     4     
Short Story
Apa kalian tau pemicu paling fatal yang mengakibatkan kehancuran terbesar dalam suatu hubungan?
Bukan Untukku
403      294     2     
Short Story
Tak selamanya orang yang kita cintai adalah takdir.