Loading...
Logo TinLit
Read Story - Dia yang Bukan Aku
MENU
About Us  

BAGIKU, menjadi kekasih seorang penulis adalah hal yang magis. Setiap tindak manis dan bulir tangis kiranya akan senantiasa terlukis dalam kata-kata yang ia tulis. Sepintas, keadaan demikian tampak membahagiakan, bukan? Nyatanya di waktu-waktu tertentu, yang terjadi justru terasa memilukan.

“Akhir pekan aku akan pulang, bertemu denganmu seperti biasanya. Tak perlu kau repot-repot datang kemari, Sayang.”

Atas kunjungan yang sengaja tidak aku beritakan, lelakiku--kalau masih boleh dikatakan begitu--terlihat jelas gelagapan. Walau ia berusaha tenang, tak bisa dipungkiri pikiran juga gerak-geriknya amat tidak keruan.

“Dia siapa?” tanyaku langsung di ambang pintu.

Panik, matanya gesit memindai sekitar. “Tak ada siapa-siapa.”

“Aku menanyakan perihal dia,” ujarku pelan. “Dia yang bukan aku.”

Kuakui, selama ini mereka memang pandai bersembunyi. Tak pernah ditemukan potret berdua, tak ada jejak kencan bersama, tak terdapat tanda apa pun yang mengisyaratkan bahwa lelakiku telah mendua. Namun aku sangat sadar, setiap pukul sebelas malam, selepas aku berpura-pura pamit untuk memejam, ada perempuan lain yang setia menemaninya hingga fajar menjelang.

“Tulisanmu sekarang tidak pernah lagi bercerita tentang kita, tetapi mengenai kau dan dia--perempuan lain yang tidak kuketahui siapa.” Mendapati ia bergeming, kupaksakan diri berucap sekali lagi. “Berhentilah menganggap aku tak bisa menafsirkan aksara yang kau rangkai untuk dia.”

Tags: FFWC2 FFWC2

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 0
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Secangkir Kopi dan Sajak Hujan
1976      1235     6     
Short Story
"Secangkir kopi dan gerimis merayakan kesepian. Berembunlah kaca jendela, kulihat kita bertahan di dingin air mata yang sama."
F E A R
349      287     1     
Short Story
Satu semester telah berhasil aku dan Al lewati. Semuanya berjalan lancar dan baik-baik saja. Sampai pada hari ulang tahunku, dan hari dimana Al memberikan keputusan untuk kembali berjuang meraih impiannya. Andai kupon permintaan yang ia beri dapat mencegah kepindahannya..
Asa Menggenggam Kata
723      424     2     
Short Story
Kalbuku tersayat, mengenang kesalahan yang tak dapat kuperbaiki. Hatiku bimbang, kemana kaki harus melangkah?
Banyu & Binar
525      371     2     
Short Story
Di mana Banyu di antara biru? Di mana Binar di antara sinar?
SIREN [ RE ]
718      427     5     
Short Story
nyanyian nya mampu meluluhkan hati. namanya dan suara merdunya mengingatkanku pada salah satu makhluk mitologi.
Lara Merindu
298      255     2     
Short Story
Aku kembali hanya menatap punggungmu yang dengan mudah kutemukan diantara kerumunan para siswa pada pintu gerbang pulang. Aku kembali menghembuskan nafas lega, tatkala tubuhmu sudah memasuki angkot yang memang mangkal didepan sekolahmu. Seperti hari-hari kemarin, aku mengikuti angkot yang kau tumpangi dengan motorku. Aku hanya ingin memastikan kau baik-baik saja, meskipun aku telah meremukkan...
Pilihan
466      336     3     
Short Story
Ketika hati harus menjatuhkan satu pilihan antara 2 cinta yang tak bisa ditinggalkan.
Tenggelam
473      358     2     
Short Story
Percayakah kalian dengan seorang babu yang jatuh cinta pada majikannya? Cinta seorang babu itu tabu. Menggebu-gebu sampai akhirnya menjadi belenggu. Belenggu itu berwujud abu. Abu yang akan hilang bersama kelabu. Bagaimana perasaan cinta si babu? Entahlah, mungkin akan berdebu.
Sebuah Jawaban
487      367     2     
Short Story
Aku hanya seorang gadis yang terjebak dalam sebuah luka yang kuciptakan sendiri. Sayangnya perasaan ini terlalu menyenangkan sekaligus menyesakkan. "Jika kau hanya main-main, sebaiknya sudahi saja." Aku perlu jawaban untuk semua perlakuannya padaku.
Tidak Ada Senja Untuk Hari Ini
331      286     1     
Short Story
Senja memberi nyawa dan imajinasi bagi Ferdian. Tidak ada hari yang terlewati tanpa menatap senja. Dan, Jika aku punya pacar, dia juga harus suka dengan senja, katanya. Apakah cita-citanya akan tercapai?