Loading...
Logo TinLit
Read Story - Pupus
MENU
About Us  

Dari balik celah buku yang tersusun dalam rak perpustakaan. Netra hitam miliknya menatap lekat sosok rupawan yang mungkin tengah serius memilih beberapa buku. Karena dari posisinya kini, ia tak bisa melihat secara keseluruhan aktivitas yang tengah pemuda itu lakukan.

 

Menundukkan kepala hingga surai hitam panjang miliknya terurai menutup sebagian wajah. Laras, gadis itu mengela napas sebelum kemudian menjatuhkan tatapan pada sebuah paper bag berukuran sedang yang berada dalam dekapan.

 

"Kalo suka bilang, jangan di liatin doang!"

 

Laras tersentak, segera mengangkat wajah hanya untuk mendapati seorang gadis bersurai coklat yang terikat membentuk ponytail, tampak menyandarkan tubuh pada rak buku di sampingnya sembari bersedekap tangan.

 

"Jangan kelamaan di pendam, Ras. Bisa busuk nanti," Ucapnya sebelum tergelak. Mengabaikan wajah masam sahabatnya yang beranjak pergi. Membuatnya bergegas menegakkan tubuh dan mengekor di belakang.

 

"Dalam rangka apa lo menginjakkan kaki ke perpus?" Laras melempar tanya saat Mia, sahabatnya yang baru saja mengacau berhasil mensejajarkan langkah dengannya. Mereka sudah berada di luar perpustakaan. Melewati koridor yang di penuhi beberapa siswa yang berlalu lalang. Mengingat sekarang masih dalam jam istirahat.

 

"Nyari temen gue yang tiba-tiba hilang. Ternyata lagi mantau pujaan hati dari celah rak buku. Ck, ngenes banget temen gue, ya?

 

Laras mendengkus, tak bisa mengelak akan ucapan pedas yang Mia lemparkan untuknya. Karena sialnya, dia memang semenyedihkan itu. Jangankan mengungkapkan, beradu tatapan saja sekujur tubuh sudah terserang rasa gugup.

 

"Nggak jadi kasih ke Rei?" Mia melirik paper bag yang masih di tenteng Laras. Tahu betul apa isi di dalamnya. Karena ia sendiri yang menjadi saksi perjuangan sang tuan putri yang tak pernah berurusan dengan peralatan dapur, justru kemarin sibuk bertempur di sana nyaris seharian. Hal yang tak perlu di lakukan jika gadis keras kepala itu mau memilih opsi yang ia berikan. Membeli hadiah di luar, tanpa harus menghancurkan dapur rumahnya.

 

Laras gamang. Penolakan yang mungkin saja akan di terimanya seakan menjadi momok yang mengerdilkan keberanian.

 

"Udah ... Nggak perlu galau. Setidaknya coba, daripada mati penasaran terus bergentayangan jadi han---"

 

"Gue duluan," Laras memutar arah, berjalan dengan tergesa. Lebih baik ia segera menemui Rei, sebelum Mia semakin berceloteh panjang.

 

Laras baru separuh jalan. Tapi langkah gadis itu tiba-tiba terhenti. Kala kedua netra miliknya mendapati sosok yang menjadi alasannya tergesa-gesa menuju perpustakaan. Kini tengah berdiri berhadapan dengan seorang gadis yang tampak lebih mungil darinya. Menyodorkan satu batang coklat terbalut pita merah muda.

 

"Happy valentines day, pacar." Ucap gadis itu yang masih bisa tertangkap pendengaran Laras.

 

Ada rasa sesak yang menghantam Laras secara telak. Kala Reihan menerima pemberian gadis itu dengan senyuman hangat. Hal yang tak pernah ia lihat, mengingat pemuda itu lebih sering menunjukkan wajah datar pada siapa pun.

 

Laras membuka paper bag yang sedari tadi ia tenteng. Senyumnya kecut, mendapati coklat berbentuk hati bertuliskan Reihan yang tak begitu rapih. Memasukkan kembali, Laras mengela napas. Sebelum kemudian melempar paper bag itu ke dalam tempat sampah yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri. Memilih untuk memutar tubuh dan meninggalkan dua sejoli yang memupus perasaannya.

 

The End

 

How do you feel about this chapter?

0 0 0 0 0 1
Submit A Comment
Comments (0)

    No comment.

Similar Tags
Bersyukur Tanpamu
709      490     4     
Short Story
Without You, I\'m Fine
Cinta (tak) Harus Memiliki
6359      1948     1     
Romance
Dua kepingan hati yang berbeda dalam satu raga yang sama. Sepi. Sedih. Sendiri. Termenung dalam gelapnya malam. Berpangku tangan menatap bintang, berharap pelangi itu kembali. Kembali menghiasi hari yang kelam. Hari yang telah sirna nan hampa dengan bayangan semu. Hari yang mengingatkannya pada pusaran waktu. Kini perlahan kepingan hati yang telah lama hancur, kembali bersatu. Berubah menja...
Rumah
589      430     0     
Short Story
Sebuah cerita tentang seorang gadis putus asa yang berhasil menemukan rumah barunya.
Mrs. Late
526      373     1     
Short Story
Nadia telah berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki kesalahan yang Dia buat, sampai merasa semua usahanya sia-sia akan tetapi keadaan membuat Dia sadar tak ada yang sia-sia seperti apa yang Dia alami...
Untuk Navi
1311      754     2     
Romance
Ada sesuatu yang tidak pernah Navi dapatkan selain dari Raga. Dan ada banyak hal yang Raga dapatkan dari Navi. Navi tidak kenal siapa Raga. Tapi, Raga tahu siapa Navi. Raga selalu bilang bahwa, "Navi menyenangkan dan menenangkan." *** Sebuah rasa yang tercipta dari raga. Kisah di mana seorang remaja menempatkan cintanya dengan tepat. Raga tidak pernah menyesal jatuh cinta den...
Selamat Tinggal Sayang
481      343     3     
Short Story
Cinta tak harus memiliki, itu yang aku yakini. Karna sekarang aku harus melepaskan cintaku untuk orang lain.
TEMAN tapi NAKSIR
552      390     3     
Short Story
Josh, seorang kapten basket yang digandrungi gadis-gadis, baru bergabung dengan genk Katarina terdiri dari 5 orang–Katarina, Hadi, Cyanne, Hendra dan Sylvia–anak-anak pintar dan tidak populer. Bukan tanpa maksud, Josh bergabung dengan mereka. Hatinya terpikat pada Katarina sejak SMA 1. Akankah cintanya bertepuk sebelah tangan?
Hematidrosis
473      335     3     
Short Story
Obat yang telah lama aku temukan kini harus aku jauhi, setidaknya aku pernah merasakan jika ada obat lain selain resep dari pihak medis--Igo. Kini aku merasakan bahwa dunia dan segala isinya tak pernah berpihak pada alur hidupku.
Selepas patah
264      222     1     
True Story
Tentang Gya si gadis introver yang dunianya tiba-tiba berubah menjadi seperti warna pelangi saat sosok cowok tiba-tiba mejadi lebih perhatian padanya. Cowok itu adalah teman sebangkunya yang selalu tidur pada jam pelajaran berlangsung. "Ketika orang lain menggapmu tidak mampu tetapi, kamu harus tetap yakin bahwa dirimu mampu. Jika tidak apa bedanya kamu dengan orang-orang yang mengatakan kamu...
The Friends of Romeo and Juliet
23965      4774     3     
Romance
Freya dan Dilar bukan Romeo dan Juliet. Tapi hidup mereka serasa seperti kedua sejoli tragis dari masa lalu itu. Mereka tetanggaan, satu SMP, dan sekarang setelah masuk SMA, mereka akhirnya pacaran. Keluarga mereka akur, akur banget malah. Yang musuhan itu justru....sahabat mereka! Yuki tidak suka sikap semena-mena Hamka si Ketua OSIS. dan Hamka tidak suka Yuki yang dianggapnya sombong dan tid...