Loading...
Logo TinLit
Read Story - Stalker
MENU
About Us  

“Ma, lihat kamera Ayu nggak? Kemarin Ayu taruh di lemari tapi kok sekarang nggak ada ya.” sejak tadi Ayuni hilir mudik mencari DSLR-nya di berbagai sudut rumah.

“Ya ampun dek, ini masih pagi. Kamu mau kemana lagi?” protes mamanya.

“Ayu mau ke bandara. Hari ini Rafa pulang dari Pontianak.” jelas Ayuni. Ia terlihat gusar karena tak kunjung menemukan kameranya.

Kedua mata sang mama menjadi berkaca-kaca.

“Dek, jujur mama udah capek liat kamu kayak gini. Mama sedih, sejak kalian putus kamu jadi berubah. Kamu kayak orang asing di mata mama.”

Ayuni menatap mamanya, “Mama kenapa sih? Ayu kan nggak ngelakuin kesalahan, kenapa mama harus sedih.”

“Menguntit orang itu salah, dek. Jadi udah ya, berhenti nguntit Rafael.” pinta sang mama.

“Kok gitu sih, ma. Mama nggak mau lihat Ayu seneng ya?” tukas Ayuni tidak terima dengan perkataan mamanya.

“Mama tahu kamu sangat mencintai Rafael. Tapi tolong kamu perhatikan juga kenyataannya, dek. Mama nggak mau lihat kamu terus-terusan mencari kesenangan lewat nguntit orang yang udah nggak cinta kamu lagi. Mama pengen kamu dapat kebahagiaan yang sesungguhnya.” air mata wanita itu tak bisa dibendung lagi.

“Tapi ma—”

“Mama mohon, ikuti kata mama.” tegas sang mama sambil menggenggam erat kedua tangan Ayuni.

Ayuni tampak meragu.

“Kalo dibayangin pasti terasa sulit. Tapi ayo kita coba pelan-pelan. Mama akan bantu semaksimalnya.”

Setelah melalui proses panjang dalam meyakinkan Ayuni, akhirnya sore ini mereka pergi ke halaman belakang rumah. Mereka membakar semua barang pemberian Rafael dan juga foto-foto yang diambil Ayuni sejak ia menjadi stalker.

Pokoknya apapun barang yang berkaitan dengan Rafael, hari itu dibakar tanpa sisa. Ayuni berusaha mengikuti titah mamanya meskipun berat. Ini untuk kebaikannya sendiri, begitulah Ayuni meyakinkan diri.

“Mama bakal kasih kameranya kalo kamu udah bisa lupain Rafael.” 

“Iya, ma.” ternyata kamera yang Ayuni cari pagi tadi disembunyikan mamanya.

Tiba-tiba pembantu rumah datang dan mengabari bahwa ada tamu yang mencari Ayuni.

Ayuni pun menemui tamunya. Tak disangka yang datang ternyata sosok yang ingin ia lupakan, siapa lagi kalo bukan Rafael Adibara?

“Hai, Ay.” sapa Rafael sambil tersenyum tenang.

“Tu-tumben.. l-lo kesini.” kedatangan Rafael yang mengejutkan berhasil membuat badan Ayuni menegang.

Pikiran untuk melupakan Rafael pun seketika lenyap saat pria itu menyodorkan tangannya sambil berkata, “Sini salim dulu.”

Mengajak bersalaman adalah hal yang selalu Rafael pinta saat keduanya bertemu. Dulu, ketika mereka masih bersama. Dan kini, Rafael kembali memintanya bersalaman.

Dengan perasaan campur aduk Ayuni meraih tangan Rafael lalu menempelkan punggung tangannya ke dahi. Salaman yang sama persis dilakukan saat mereka masih berpacaran dulu.

Ah sial, Ayuni gagal move on.

“Ada apa?” Ayuni berusaha mengelabui detak jantungnya yang berdebar cepat dengan melayangkan sebuah pertanyaan.

“Gue mau kasih lo ini.” Rafael memberikan selembar kertas.

“Undangan?” Ayuni menatap Rafael dengan ekspresi bingung.

Rafael tersenyum manis, “Besok gue mau lamaran.”

Sebentar...

“Lamar kerja?”

Rafael terkekeh geli, “Lo lucu ya. Gue mau ngelamar perempuan. Dateng ya Ay, gue mau ngenalin lo sama calon istri gue.”

Seketika terdengar suara benda patah. Hati Ayuni yang patah. Sungguh, ini kabar buruk yang tidak pernah ia duga sebelumnya.

Tags: FFWC2

How do you feel about this chapter?

1 0 1 0 0 0
Submit A Comment
Comments (2)
  • Ema_alichr

    @rara_el_hasanMakasih banyak Kak atas masukannya ^^ masih belajar cara penulisan Bahasa Indonesia yg baik Kak hehehe

  • rara_el_hasan

    suka ceritanya .... semagat... perhatikan pengunaan huruf setelah kalimat tag ya sayang ....

Similar Tags
Fallen
434      322     0     
Short Story
Ternyata, dirimu itu diperlukan. Dirindukan. Disayangi.
Bukan Romeo Dan Juliet
519      403     2     
Short Story
Kita bukan Romeo dan Juliet yang rela mati hanya demi cinta. sebab hidup dan mati itu kehendak Allaah.
Muara
426      324     1     
Short Story
Dunia ku hanya sebatas rindu, kata dan Delta -Muara.
desire and waiting
449      318     2     
Short Story
Semilir angin menerpa wajah dan helaian rambutku ,,, Ku ukir senyuman yang amat sangat indah dan tulus,, Sambil membawa kotak berwarnag merah dan di hiasi pita berwarna merah muda,,,
Kamu, Laut, dan Mencoba untuk Melupakannya
669      512     8     
Short Story
Tentang kamu yang sedang galau karena dia.
Pertimbangan Masa Depan
365      309     1     
Short Story
Sebuah keraguan dan perasaan bimbang anak remaja yang akan menuju awal kedewasaan. Sebuah dilema antara orang tua dan sebuah impian.
Semut di Ujung Pulau
563      364     2     
Short Story
Bagai semut di ujung pulau, itulah aku di matamu.
Bentuk Kasih Sayang
541      387     2     
Short Story
Bentuk kasih sayang yang berbeda.
Hujan Terakhir Bersamamu
393      306     1     
Short Story
"Kamu tak punya alasan untuk tidak menyukai hujan," katamu waktu itu. Namun sekarang aku punya banyak alasan untuk membencinya.
Mrs. Late
510      358     1     
Short Story
Nadia telah berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki kesalahan yang Dia buat, sampai merasa semua usahanya sia-sia akan tetapi keadaan membuat Dia sadar tak ada yang sia-sia seperti apa yang Dia alami...